Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati

Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati
BAB.15 Aura misterius


__ADS_3

“ begini tabib, tadi aku baru saja selesai membersihkan rumah, karena xing li sedang tidur jadi aku sendiri yang membersihkan rumah, setelah aku selesai membersihkan rumah aku pergi ke kamar mandi untuk mencuci tanganku yang kotor, sesaat setelah aku mencuci tangan tiba tiba aku mendengar teriakan dari dalam kamar xing li, sontak aku langsung berlari menuju kamarnya, aku melihat baju xing li basah kuyub akibat keringat dingin yang bercucuran di tubuhnya, aku pun bertanya akan tetapi sebelum xing li menjawabku ia sudah jatuh pingsan aku pun panik, karena tubunya tiba tiba panas, lalu aku membuatkan kompres dingin kepadanya, berharap ia dapat sembuh dengan kompresnya...., akan tetapi bukannya xing li sembuh, malah keringatnya semakin tambah banyak dan demamnya semakin tinggi..., jadi aku langsung membawanyabke tabib sekarang...”.


“ untung saja kau cepat bawa di kemari..., kalau tidak dia pasti tidak selamat...”.


“huffftttt....., syukurlah kami beruntung..., oh iya tabib, menurutmu kenapa xing li sakit seperah ini... ”.


“ aku rasa terjadi sesuatau dengannya ketika di alam mimpi, sehingga membuatnya menjadi sakit parah begini...”.


“tapi memang mimpi apa yang dapat membuatnya seperti ini...”.


“aku juga kurang tahu, tapi aku tahu betul dia bermimimpi apa, kemungkinan ia bermimpi di alam bawah sadarnya....”.


“apa bagaimana bisa...?”.


“tentu saja ketika kamu memiliki orang tersayang yang sudah tiada, jiwanya masih bisa bertemu denganmu sebelum pergi, akan tetapi ia hanya bisa bertemu lewat mimpi saja dan waktunya pun juga terbatas, jika ada seseorang yang mengalaminya maka tubuh seseorang tersebut akan menjadi lemah dan akhirnya sakit parah, pada umumnya mimpi semacam ini sangat menguras energi manusia sehingga daya tahan mereka pun tidak stabil..”.


“maka dari itu xing li menjadi sakit parah...”.


“iya, itulah sebabnya....., akan tetapi untung saja kau cepat cepat bawa dia kesini, karena kasus ini tidak bisa di sembuhkan oleh orang biasa, jika salah dalam menangani, maka itu akan dapat membahayakan hidup orang tersebut...”.


“hah.... ya ampun..., syukurlah xing li masih punya kesempatan untutk hidup...”.


“oh... ya ampun tabib xing li mengeluarkan keringat sangat banyak...”.


“usap keringatnya dengan kain ini....”.


“ terima kasih tabib...”.

__ADS_1


Suan er sangat perhatian sekali dengan xing li dia mengelap keringatnya dengan penuh kasih sayang, ujar tabib dalam hati.


Tiga hari xing li masih belum sadar.


“xing li kapan kau sadar...., aku kangen tahu sama kamu...., tolong cepatlah sembuh”. Ujar suan er yang masih memgang tangan xing li sembari mengelap keringatnya yang terus bercucuran hari ke hari.


“xing li jika kau sudah sadar nanti aku akan memasakkanmu makanan resep spesialku..., bangunlah xing li bangunlah...”.


Seminggu berlalu, xing li masih sakit.


“xing li..... sudah seminggu kamu masih belum bangun juga...., ya ampun dasar pemalas apakah sebegitu malasnya dirimu sehingga kamu tidak sadar sadar juga...”.ujar suan er yang masih merawat xing li.


Satu bulan berlalu demam xing li masih belum turun juga.


“ ya ampun mengapa tangannya masih saja panas, dan suhunya pun masih sama,.... apakah obatnya belum bekerja...., bertahanlah xing li kau pasti kuat, aku akan membuatmu sembuh total....


“minumlah ini xing li..., agar kau bisa sembuh total...”. ujar suan er sambil meminumkan kembali obat racikan tabib...”.


“uhuk.... uhuk..... uhuk....”. xing li kembali tersedak.


Suan er pun mengusap bibir xing li dengan lembut dan begitu penuh kasih sayang.


“bertahanlah xing li kau pasti kuat, aku akan membuatmu sembuh total....”.


Suan er terus berkata bahwa ia akan sellau menjaga merawat dan sellau mengucapkan kata kata “ bertahanlah xing li kau pasti kuat, aku akan membuatmu sembuh total..”. suan er yang tengah sibuk mengkhawatirkan xing li pun tak pernah memperdulikan kesehatannya, ia sampai tak pernah beristirahat karena kekhawatirannya yang luar biasa.


“suan er istirahatlah, aku akan menjaga xing li unutk sementara....”.

__ADS_1


“tidak tabib aku akan tetap disini untuk menjaganya, aku tidak mau dia kenpa kenpa...”.


“sudahlah tabib kan di sini, kau pergilah istirahat, jangan paksakan dirimu kau juga harus memikirkan kesehatanmu...”.


“tidak tabib aku baik baik saja...., selama aku masih bisa bertahan aku akan tetap menjaga dan merawatnya di sini....”.


“baiklah jika kau bersi keras...., aku kan pergi dulu sebentar...”.


“ iya tabib...”.


Tabib pun pergi meninggalkan suan er dan xing li, akan tetapi ia tidak pergi keluar itu hanyalah alasan suapaya ia dapat menyelidiki suan er dan memperhatikannya. Tabib melakukan itu bukan tanpa alasan karena ia melakukan itu untuk mengetahui dari mana asal aura yang ia rasakan, ia merasakan aura aneh yang berada di sekitar suan er pada saat ia merawat xing li, awalnya dia mengira kalau aura itu berasal dari kekuatan batu cinta sejati yang terdapat dalam diri xing li, akan tetapi dugaan tabib salah aura kuat itu berasal dari diri suan er, ia awalnya masih belum percaya kalau aura itu berasal dari suan er, akan tetapi setelah ia perhatikan dengan seksama, ia pun percaya aura tersebut berasal dari diri suan er. Dari situlah tabib tahu saipa orang yang tepat untuk melengkapi kekuatan batu cinta sejati milik xing li.


Sebenarnya aura apa yang aku rasakan selama ini, kenapa aura in begitu sangat dalam, apakah aura ini berasal dari kekuatan batu cinta sejati yang berada di dalam diri xing li, akan tetapi kenpa aku merasa aura ini berasal dari dalam diri suan er, ah tidak tidak mungkin, tapi setelah aku perhatikan lebih lanjut memang benar aura yang sangat begitu kuat ini terdapat pada diri suan er, ah.....sekarang aku tahu siapa orang yang tepat untuk melengkapi kekuatan batu cinta sejati milik xing li. Ujar tabib dalam hati


Setelah beberapa hari berlalu, suan er yang setiap hari menjaga dan merawat xing li, usahanya itu akhirnya membuahkan hasil, berkat dirinya keadaan xing li semakin membaik, tabib pun juga mengatakan bahwa xing li sebentar lagi akan segera sadar.


Suan er tertidur di samping xing li.


“hoaaaaa......, ah..... aku lelah sekali baru kali ini aku bisa tidur nyenyak, oh.... iya xing li....”.


Pluuuukkk..... ia pun langusng mengenggam tangan xing li kembali.


“xing li....., eh kenpa suhu tangnnya sudah kembali normal, tangannya sudah tidak panas lagi, tabib.... tabib.... tabib....”.iya suan er...., ada apa apakah ada masalah....?”.


“tidak tabib..., tidak ada masalah sama sekali, malah ada kabar baik tangan xing li sudah tidak panas lagi...”.


“apa...?, biar aku priksa dulu...., luar biasa sungguh perkembangan yang........".

__ADS_1


# Bersambung #


__ADS_2