Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati

Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati
BAB 18. Mata Yang Mencengangkan


__ADS_3

“sutttttttttt......., diamlah sekarang kau tak perlu marah lagi yang terpenting sekarang adalah kau dan aku sudah baik baik saja..., iya kan...”.


“iya, kau benar....”.


Saat mereka saling berpelukan di atas kasur, tanpa di sadari ternyata tabib melihat mereka bermesraan dari jauh.


“baiklah kalau begitu, sekarang kita pulang ayo...., kita sudah tiga bulan mempersulit tabib....”.


“baiklah ayo, kita pulang...”.


Saat suan er dan xing li pergi menemui tabib, mereka melihat tabib sedang senyum senyum sendiri, sedangkan tabib yang bahagia melihat kemesraan suan er dan xing li ia pun tersadar kalau tingkah nya di perhatikan oleh mereka.


“e....eh....suan er dan xing li, a...ada apa...?, kenapa kalian kemari...”.


“tabib apakah kau baik baik saja..”.tanya suan er.


“o...oh....tentu saja aku baik .....”.jawab tabib yang tersipu malu.


“tapi....kenapa tabib senyum senyum sendiri...”.


“o...oh itu...itu... ah tidak apa apa tadi ada rusa yang terjungkal karena terpeleset dan itu lucu sekali maka dari itu aku senyum senyum sendiri...”.


“oh....begitu...”.jawab mereka serentak dan singkat.


“lalu, kenapa suan er kenapa kau tiba tiba keluar dari kamarmu...”.


“oh.... kami hanya ingin pamit pergi untuk pulang...”.


“apa...?, pulang tidak bisa kau masih belum bisa pulang, apa daya tahan mu itu sudah pulih...., lebih baik kau istirahat saja dulu di sini setelah tiga hari baru kau sudah boleh pulang...”.


“tidak tabib kami sudah terlalu lama di sini, kami merasa telah merepotkanmu...”.


“tidak kalian sama sekali tidak merepotkan...”.


“tabib kumohon terimalah permintaan kami untuk pulang...”.


“akan tetapi....?”.


“tabib, aku sudah baik baik saja daya tahan tubuh ku itu kuat aku selalu berolahraga, memakan makanan yang berkhasiat, dan selalu beristirahat cukup...”.


“baiklah jika kau sudah bersi keras aku tidak bisa manahanmu lagi di sini, akan tetapi sebelum kalian keluar tolong jaga diri kalian baik baik...”.


“baik tabib...., kami akan jaga diri baik baik...”.


Setelah suan er dan xing li pergi dari kediaman tabib, mereka pun berjalan bersama menyusuri hutan.


Siu...siu....siu.... suara angin malam yang mulai mengguncang xing li dan suan er.


Di malam yang dingin itu membuat Xing li dan Suan er kesulitan untuk berjalan terlebih lagi cuaca yang tidak begitu memadai.


"ah..... cuacanya buruk sekali...". ucap Suan er.


" iya...., tidak di sangka kalau cuacanya bisa buruk seperti ini....".jawab Xing li.


Di sisi lain setelah kepergian Xing li dan Suan er di kediaman tabib, tabib merasa khawatir dengan mereka berdua, terlebih lagi cuacanya begitu buruk, ia takut kalau terjadi sesuatu terhadap Suan er dan Xing li. setelah separuh jalan Suan er dan Xing li mulai merasa lelah dan tiba tiba tubuh Xing li kehilangan keseimbangan sehingga membuatnya terjatuh, Suan er pun langsung menangkapnya.


Di kediaman tabib......


"hmmmmmm..... bagaimana keadaan mereka berdua, cuacanya sangat buruk di luar, apakah mereka akan baik baik saja, aku takut akan terjadi sesuatu yang menimpa mereka....". ucap tabib dengan khawatir.

__ADS_1


"Xing li apa kau merasa kedinginan....".


"tidak...., apakah kau kedinginan....".


"sedikit...".


"bertahanlah kurasa di sekitar sini ada sebuah goa yang aman untuk kita singgahi...".


"benarkah ...".


" iya....., kalau tidak salah tidak jauh lagi dari sini...".


"baiklah.....".


eh.... apa yang terjadi kenapa aku kehilangan keseimbangan kurasa aku akan jatuh..., ujar Xing li dalam hati.


"Xing li....". teriak Suan er.


"hah....".


"hufftttt...... untung saja aku berhasil menangkap mu kalau tidak kau pasti akan jatuh....".


"seperti nya aku kelelahan....".


"ya kurasa begitu aku pun juga merasakannya....".


Suan er pun memandang Xing li.


hmmmmm..... seperti nya selain Xing li kelelahan kurasa ia juga kedinginan baiklah aku akan menghangatkan tubuhnya..., ujar Suan er dalam hati.


pluuukkkk..... Suan er pun memeluk Xing li, sontak Xing li pun langsung terkejut.


"sutttttt....., diamlah aku akan menghangatkan tubuhmu bertahanlah kita akan segera sampai di goa itu....".


dia memang selalu bisa membuat ku terpesona, ujar Xing li dalam hati.


setelah beberapa lama mereka berjalan akhirnya mereka sampai di goa yang aman untuk disinggahi.


"Suan er.... itu adalah goa nya ayo kita pergi ke sana...." .


"iya...baiklah....".


****************


"akhirnya kita sampai juga....".


"iya..., kau benar dan kebetulan juga ada banyak ranting pohon dan juga baru di sini sepertinya ada orang yang sudah mendahului kita, sebelum kita sampai di sini....".


"tidak penting siapa orangnya, yang terpenting sekarang adalah kita sudah punya kayu dan batu ini untuk menghangatkan tubuh kita....".


" iya kau benar...".


woshhhhh...., api pun sudah dinyalakan.


"Xing li api sudah menyala cepat kemarilah....".


"iya baiklah....".


"wah...hangatnya...".

__ADS_1


"hangat kan siapa dulu yang membuat apinya kalau bukan aku....".


"hmmmmm......dasar sok berlaga...".


"hey....tidak ada salahnya kan kalau aku menyombong sedikit....".


"iya.....iya terserah dasar pembual....".


"apa.....kau bilang aku pembual, hmmmmm.......mentang mentang kau ini punya ilmu bela diri yang bagus lalu aku tidak begitu....".


"haa.....ha...ha...., ayolah aku hanya bercanda....".


"bercanda ya bercanda tapi jangan seenaknya seperti itu....".


" iya... iya aku tidak akan mengulanginya lagi....".


selang beberapa saat tiba tiba Suan er mulai memasang mode mata berburu matanya bagaikan serigala yang hendak menerkam mangsanya. sontak Xing li yang melihat itu pun menjadi panik.


"Xing li....diamlah jangan bergerak....".


"a...apa yang akan kamu lakukan.....".


" suttttt......diamlah ini tidak akan lama......".


ah....tidak mata itu lagi aku merasa kalau kali ini aku benar benar akan di terkam olehnya, aku selalu takut dengan matanya yang hendak ingin menerkamku..., ucap Xing li dalam hati.


"su....Suan er aku tadi hanya bercanda, kenapa kau menganggap nya serius....".


"kenapa kau malah banyak bicara diamlah ini akan segera selesai....".


" a... apa...., apa maksudmu...".


"tenanglah duduk diam dan kau akan tahu sendiri nanti ...".


"su....Suan er jangan mendekat kalau tidak aku pukul kau, su....Suan er jangan mendekat.....".


Suan er pun semakin mendekat ke Xing li.


"su....Suan er, ja...jangan...".


ah....tidak apakah sudah berakhir apakah dia benar benar akan mencium ku kali ini, aaaa.....aku tidak siap aku benar benar tidak siap...., ujar Xing li dalam hati panik.


hap......Suan er berhasil menangkap ular itu .


"hah......".


"ha....kena juga kau, berani beraninya kau hendak akan menggigit Xing li, kau kira aku tidak tahu.....".


"a.....apa....".


"huh......pergi sana......".


woshhhhh...... ular itu terhempas keluar.


"baiklah Xing li sekarang kau sudah aman.....".


"eh....e...e... i...iya..".


# Bersambung #

__ADS_1


__ADS_2