
Waktu itu di hari yang bersalju ayah sedang berada di hutan untuk mencari kayu dan di jual saat itu ayah masih belum mengenal ibumu, ayah berjalan menyusuri hutan sambil mencari kayu yang akan ayah jual di pasar, tepatnya pasar kota zhin zhuang, saat ayah berjalan cukup jauh dari rumah ayah mendengar ada seorang wanita yang meminta tolong, sontak ayah langsung menuju ke arah suara itu berada, setelah ayah sampai ternyata ada seorang wanita yang di kepung oleh beberapa ekor serigala...”.
“apakah wanita itu adalah dia...”.
“bukan..., wanita itu bernama jingyi dia adalah mantan kekasih ayah, waktu itu ayah masih belum mengenal jingyi, saat itu pun ayah menyelamatkan jingyi dari kerumunan serigala itu...”.
“ tapi bagaimana anda bisa melawan serigala itu....?”.
“sama seperti dirimu yang menyelamatkan seorang pria yang bernama suan er dari kejaran para serigala yang akan menerkamnya...”.
“bagaimana anda bisa tahu....”.
“tentu ayah tahu, ayah dan ibumu ini selalu mengawasimu dari atas sana...”.
“ apa....., ta...”.
“nanti biar ayah jelaskan sekarang kita berfokus terlebih dahulu pada ceritanya...., setelah ayah menyelamatkan jingyi ayah pun bertanya dari mana ia berasal dan mengapa ia sampai pergi ke hutan, setelah ayah bertanya ia menjawab kalau ia sebatang kara ia pergi kehutan untuk menuju ke pasar dan mencari pekerjaan setelah itu ayah mengantarkannya menuju pasar kota zhin zhuang, sesampainya ayah di sana ayah pun meninggalkannya di sana dan di situlah kami berpisah, kesokan harinya ayah pergi bekerja saat ayah sedang sibuk bekerja tiba tiba tuan ayah meminta ayah untuk datang menemuinya dan membimbing seorang pekerja baru dan ternyata pekerja baru itu adalah jingyi, itulah awal mula benih cinta tumbuh di antara ayah dan jingyi, setelah beberapa lama kami bertemu kami pun akhirnya menjadi sepasang kekasih, akan tetapi hubungan ayah tidak bertahan lama karena kakekmu ingin ayah menikah dengan ibumu, ayah pun tepaksa melakukannya demi kakekmu, ayah mencoba mendatangi jingyi untuk menjelaskan semuanya akan tetapi jing yi sudah terlanjur marah kepada ayah dan pergi meninggalkan ayah, tiba saat hari pernikahan ayah dan ibu, dan di situlah ayah sudah sah menjadi suami istri dengan ibumu...”.
Belum sempat ayah xing li menjelaskan ceritanya sudah kembali di potong oleh lian istrinya.
“ ooooohh......, jadi pernikahan kita itu hanyalah terpaksa iya, saat itu pun kamu masih memikirkan wanita itu...”.
“ adu...du...du....duh... istriku jangan gitu ini bukan seperti apa yang kamu pikirkan...”. ucap ayah xing li yang menahan sakit karena telinganya di tarik oleh istrinya.
“terus apa ...?”.
__ADS_1
“bentar bentar aku jelasin dulu, meski dulu aku menikahimu itu karena terpaksa, tapi aku sungguh sangat mencintaimu sekrang istriku...., lebih dari cintaku kepada jingyi...”.
“heh.... alasan...”.
“benar istriku terlebih lagi pas kamu mengandung putri kita...”.
“heh.......”.
“adu...du....du...duh... istriku kok tambah kenceng sih nariknya..., sakit istriku..”.
“biarin biar tau rasa...”.
“ udah istriku sakit telinga suamimu, nanti telinga suamimu ini bisa putus...”.
“huh..... biarin biar tahu rasa kamu....”.
“ha....ha...ha...., ayah dan ibu lucu sekali.....ha...ha...ha...”.
Saat xing li melihat kedua orang tuanya saling memandang satu sama lain, dan tersipu malu dengan tingkah mereka, xing li pun juga ikut merasa malu.
“ehmmmmm...... hi....hi...hi...”. kedua orang tua xing li tertawa lirih dengan tingkah laku putrinya...”.
“ ma...maaf aku hanya terbawa suasana....”.
“ha....ha....ha....”. kedua orang tua xing li tertawa keras.
__ADS_1
Setelah kedua orang tua xing li menertawainya iya pun juga ikut tertawa keras dengan mereka, saat itu mereka sangat bahagia dengan tingkah laku masing masing, kebahagiaan dalam keluarga kecil mereka pun kembali setelah sekian lama mereka berpisah.
“ha...ha...ha...”. xing li juga ikut tertawa.
Setelah beberapa menit tertawa.
“apakah kau senang nak”. Ucap lian.
“mmmm.... iya aku sangat senang...”.
“jadi kau siap untuk melanjutkan ceritanya...”.
“siap.....”.
“baiklah..., sekarang giliran ibu yang bercerita, setelah ayahmu dan ibu menikah kami pun menjadi keluarga kecil sederhana yang bahagia, 5 bulan pernikahan kami berlangsung, ibu akhirnya mengandung dirimu, selama sembilan bulan ayahmu selalu manjaga ibu dan merawat ibu dengan penuh kasih sayang setiap minggu ayahmu selalu membawa ibu ke tabib unutk memeriksa kandungan, setelah sembilan bulan berlalu akhirnya kamu terlahir, kelahiranmu ini jauh berbeda dengan bayi biasa, kelahiranmu dulu di tandai dengan angin yang sangat kencang bersamaan dengan badai salju di rumah tabib ibu berjuang untuk melahirkanmu, setelah ibu berjuang kamu pun lahir namun kamu lahir dengan cahaya yang memenuhi seluruh ruangan cahaya itu berasal dari batu cinta sejati yang ada pada dirimu, karena kamu adalah anak yang telah diramalkan...”.“tunggu seperti batu berbentuk hati di belakang kita ini....”.
“iya....., setelah itu tabib pun memberikan kamu kepada ibu, dan tabib juga berpesan sebelum ayah dan ibu beranjak pergi dari rumahnya ibu dan ayah harus berjaga jaga dan melindungimu dari kejaran penyihir jahat, sesaat setelah ibu dan ayah pergi tiba tiba kami dihadang oleh beberapa makhluk aneh seperti jubah terbang bewarna hitam kehijauan, mereka di sebut sebagai green ghost, dan setelah itu ,muncullah penyihir jahat yang menyerang ayah dan ibu , ayahmu berusaha untuk melindungimu dan ibu juga menyuruh ibu untuk melarikan diri, ibu berlari meinggalkan ayahmu, ibu menyusuri hutan untuk mencari tempat persembunyian agar kau selamat..., setelah ibu menemukan tempat dimana kamu akan aman, ibu pun meninggalkanmu di sana berharap ada seseorang yang baik hati yang mau mengadopsimu, ibu pun memancing perhatian green ghost agar mereka tidak bisa menemukanmu..., itulah kisah awal sampai akhir sejak kamu dilahirkan sampai kami berpisah denganmu karena maut....”. ibu xing li menceritakan dengan panjang lebar.
“kami sangat menyayangimu nak, kami tidak pernah ingin meninggalkanmu sendirian, semua yang kami lakukan itu hanya untuk melindungimu...nak”.
“ jadi selma ini ayah dan ibu tidak pernah meninggalkanku, kalian selalu mengawasiku dari atas sana, kalian selama ini selalu bersamaku....heh....heh...., aku.... aku minta maaf ayah ibu, aku tidak tahu kalau itu kalian aku benar benar tidak mengenali kalian, maafkan aku..., aku malah tidak mempercayai kalian, padahal kalian menanggung derita yang sangat berat selama ini...”.
“kau tidak perlu meminta maaf nak, kami akan selalu menyayangimu justru kami yang harus meminta maaf karena kami tidak bisa menemanimu dari kamu kecil sampai kamu dewasa seperti ini...”.
“tidak apa ibu ayah...., tapi tunggu sebenarnya siapa penyihir.......".
__ADS_1
# Bersambung #