
“hmmmmmm....... dari pada aku terus penasaran lebih baik aku melihatnya saja dari dekat”.
Xing li pun mulai menyentuh batu tersebut, saat xing li akan menyentuh nya tiba tiba ada seseorang yang memanggil namanya, sontak ia pun langsung terkejut karen sebelumnya Ia mengira kalau tidak ada orang satu pun selain dirinya di dalam goa tersebut.
“xing li...... xing li.....”.ucap seorang wanita memanggil xing li dengan nada bergema.
“hah......, siapa itu?”.
“xing li.... xing li.....”.
“siapa itu....?, katakan siapa di sana...?, siapa yang memanggilku, keluar tunjukan dirimu...”.
Sebenarnya siapa yang telah memanggilku, sepertinya suara yang aku dengar itu berasal dari seorang wanita. Akan tetapi siapa bukankah aku hanya sendirian di goa ini, dan jikalau memang benar ada orang mengapa orang tersebut tidak menjawab saat aku memanggilnya, ini sungguh aneh sekali. Ucap xing li dalam hati.
sesaat setelah wanita tersebut memanggilnya, ia pun kembali mendengar ada orang yang memanggilnya namun kali ini suara nya berasal dari seorang pria.
“ xing li..... xing li......”. suara seorang pria yang kembali memanggilnya.
“ siapa di sana, jawab aku....apakah kalian lawan atau kawan...”.
“xing li...xing li....”.
Sebenarnya siapa yang telah memanggilku, kali ini aku mendengar yang kedua kalinya ada orang yang memanggil namaku, akan tetapi sekarang suaranya berbeda dengan yang memanggilku sebelumnya kali ini suaranya berasal dari seorang pria. Ujar xing li dalam hati.
Sesaat setelah beberapa saat xing li mendengar suara tersebut, lama kelamaan suara tersebut pun mulai hilang.
“ tunggu kemana suara itu pergi, kenapa aku sudah tidak mendnegar suara orang memanggilku lagi...”.
“sebenarnya apa yang terjadi, kurasa ada yang aneh dengan goa ini, pertama aku terbangun di tempat yang gelap gulita, kedua tidak ada yang menyahut saat aku memanggil seseorang seakan akan hanya ada ruang hampa saja yang ada di goa ini, ketiga batu berbentuk hati ini, dan yang terakhir suara suara orang yang mamanggil namaku...”.
“ sesungguhnya apa yang terjadi di sini...”. ucap xing li bingung.
Sesaat setelah xing li berpikir cukup lama, muncullah dua sosok orang yang berkelamin pria dan wanita datang mendekati xing li. Xing li tidak mengetahui kalau kedua orang tersebut sebenarnya adalah kedua orang tuanya. Selama ini jiwa kedua orang tuanya selalu mengawasi xing li dari atas. Ia melihat xing li yang tumbuh begitu cepat. Mereka managis setiap hari karena rasa rindu yang mereka rasakan terhadap xing li. Dan sekarang mereka sangat bahagia karena setelah sekian lama mereka memendam rasa rindu kini mereka memiliki kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengan xing li meskipun hanya bertemu di dalam alam bawah sadarnya dan walapun waktu mereka untuk bertemu terbatas, namun mereka sudah cukup bahagia dan senang untuk melepas rindu dengan putrinya yang mereka sayangi.
__ADS_1
“xing li.....”. ucap ayah dan ibu xing li.
“apa siapa kalian...?”. jawab xing li sambil siaga.
“tunggu nak kami tidak bermaksud...”. belum sempat mereka menyelesaikan kata kata xing li sudah langsung memotong pembicaraannya.
“tunggu apa, nak...? memang kalian ini siapa memanggilku nak, apakah aku anakmu...”.
“kedua orang tersebut hanya terdiam...?”.
“jawab kataku....., siapa kalian kenapa kalian memanggilku nak apakah kau kira aku ini adalah anakmu...?”.
Setelah xing li melontarkan pertanyaan kepada mereka, bukannya mereka menjawab akan tetapi mereka malah memeluk xing li dengan erat.
Pluuukkk..... ayah dan ibu xing li memeluknya.
“he...hei....hei.... apa yang kalian lakukan kenapa kalian memelukku, kalian masih belum menjawab pertanyaanku.”.
“ke.... kenapa kalian menangis...?”.
“heh....heh.... hmmmmmm..... mmmm...”. mereka masih saja menangis di pelukan xing li.
Saat mereka sedang menangis di pelukan xing li, xing li sangat merasa aneh dengan sikap kedua orang tersebut, akan tetapi ia pun juga merasakan hal lain selain itu, saat kedua orang terebut memeluknya ia merasakan kehangatan yang sangat luar biasa, seakan akan ia merasakan kasih sayang yang sangat mendalam seakan akan ia sedang di peluk oleh kedua orang tuanya sendiri.
Mereka ini kenapa, kenapa mereka menangis di pelukanku seperti ini, ini aneh sekali apakah mereka menangis karena kehilangan seorang anaknya dahulu, tunggu sebentar akan tetapi kenapa aku tiba tiba merasakan sedih kenapa aku merasa ingin menangis, rasanya pelukan mereka ini sangatlah meninggalkan bekas yang begitu mendalam, seakan akan kasih sayang mereka tercurahkan semuanya kepadaku, ada apa ini. Ucap xing li sambil meneteskan air mata.
“ tunggu kenapa aku merasa aku sudah memiliki hubungan dekat dengan kelain lama sekali, seakan akan kita pernah bertemu cukup lama...”. ujar xing li seraya melepaskan pelukan mereka.
“apakah kita pernah dekat sebelumnya, kenapa aku tidak mengenali kalian...”.
“ dengar nak...”.
“ tunggu jangan sebut aku nak, apakah kau masih mengira aku ini adalah anakmu...., apakah kau dulu pernah kehilangan anak...”.
__ADS_1
“iya...”. jawab lian ibu xing li.
“oh....., aku sungguh minta maaf karena membuat kalian sedih aku ti....”.
Sebelum xing li melanjutkan perkataannya, kata katanya sudah di potong terlebih dahulu oleh kedua orang tuanya.
“ kau lah anak kami yang hilang itu, dan kami sekarang Sangat bahagia bisa bertemu denganmu secara lngsung nak..., kami sungguh merindukanmu...”.
Xing li yang mendengar itu lagsung tercengang, dan tak bisa berkata kata, ia tiba tiba manjadi patung sejenak.
“ nak... kami sungguh sangat merindukanmu.....”ucap ibu xing li seraya mendekati xing li kembali.
“tunggu..... jangan mendekat jauhi aku”.
“kenapa putriku, kau adalah putri kami....., dan kau adalah anak yang kami yang hilang...”.
“bagaiman kalian bisa yakin kalau aku adalah putri kalian....”.
“iya nak..... kau putri kami”.
“tidak usah terus berkata aku ini putri kalian seakan kata kata kalian ini benar adanya.... setahuku orang tuaku itu sudah meninggalkanku sejak kecil, sejak dulu aku telah dia asuh oleh mendiang kakekku...”.
“percayalah kepada kami nak kami ini adalah orang tuamu sungguhan....”.
“berhenti bicara omong kosong jika kalian benar orang tuaku kenapa kalian meninggalkanku, dan apa bukti jika kalian adalah kedua orang tuaku..”.Setelah xing li melontarkan kembali pertanyaan kepada kedua orang tuanya itu, orang tuanya pun setuju untuk menceritakan semua nya dari awal agar xing li percaya bahwa mereka adalah kedua orang tuanya.
“ baklah nak...., kami akan ceritakan dari awal sampai terakhir kita berpisah...”.
Mereka pun mulai menceritakan semuanya kepada xing li.
“waktu itu di hari yang bersalju ayah sedang berada di hutan untuk mencari kayu dan di jual saat itu ayah masih......."
# Bersambung #
__ADS_1