Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati

Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati
BAB.8 Rencana yang membuahkan hasil


__ADS_3

Ketika suan er berbalik arah seketika muncul kata kata dalam hatinya


Wah....., pemandangan apa yang aku lihat sekarang ini, bentuk tubuh yang sexy pinggagnya yang langsing wajahnya yang cantik dadanya yang luar biasa sungguh pesona apa ini, indah sekali, tidak kusangka xing li memiliki pesona kecantikan yang sangat luar biasa sampai sampai aku tidak bisa berkedip melihatnya.


Ujar suan er dalam hati....


“suan er....suan er...suan er.....”.


Berulang kali xing li memanggil suan er tapi suan er sama sekali tak menjawab dan masih terbuai dalam pesonanya.


“hey....suan er....”


Paaaaaakkkk......,tamparan xing li pun langsung menyadarkan suan er dari alam bawah sadarnya.


“arrrgggg......”. teriak suan er kesakitan.


“xing li apa yang kau lakukan......,kenapa kau malah menamparku...”. ujar suan er yang agak kesal.


“bagaimana aku tidak menamparmu sedangkan kau saja hanya diam mematung padahal aku memanggilmu berulang kali tadi, tapi walaupun aku sudah memanggilmu berulang kali kamu hanya diam saja.....,jadi ya aku tampar...”.


“kamu ini jahat sekali....”.


“iya iya aku minta maaf, tapi kenapa kamu tadi hanya diam saja...”.


Kau pikir kenapa tentu saja karena melihat pesona body sexy mu yang luar biasa. Ujar suan er dalam batinnya.


“hey suan er kenapa kau malah mematung lagi.....”.


“hah......oh, tadi itu aku terdiam karena sedang memikirkan rencana apa yang akan kita lakukan untuk menghindari para pengawal ayahku....”.


“oh....begitu, baiklah kita bahas itu nanti setelah aku berganti baju, sekarang mandilah bukankah kau belum mandi...”.


“oh iya, baiklah aku mandi dulu....”.


Setelah suan er selesai mandi dan berganti baju, akhirnya suan er dan xing li pun merundingkan rencana apa yang akan mereka gunakan untuk menghindari para pengawal ayah suan er,ayah suan er adalah seorang penasehat kerajaan ia ingin menikahkan putranya suan er dengan putri sahabatnya,setelah beberapa lama xing li dan suan er terlarut dalam pikirannya masing masing, seketika terlintas sebuah ide di benak suan er.


“ah......, aku tahu, sekarang aku mempunyai ide yang luar biasa...”.


“benarkah apa itu....?”.


“sekarang, agar kita bisa menjual kayu dengan aman, maka para pengawal ayahku harus tidak mengenali kita....”.


“apa maksudmu kita akan menyamar....?”.


“iya...., kita akan menyamar menjadi kakek kakek dan nenek nenek...”.


“apa tapi bagaimana caranya....?”.


“xing li apakah kau masih menyimpan pakaian kakekmu....”.


“mmmm....,tentu saja masih...”.


“baikah kalau begitu kita mulai berdandan sekarang.....”.


Akhirnya xing li dan suan er memutuskan untuk menyamar menjadi kakek kakek dan nenek nenek,suan er mengenakan pakaian kakek xing li dengan kumis palsu sedangkan xing li memakai rok ala ala seperti seorang nenek nenek rambutnya di gelung ke belakang dan sama persis seperti seorang orang tua, sesaat setelah mereka berdandan akhirnya mereka mulai melancarkan aksinya.


“baiklah....., aku sudah selesai bagaimana dengan dirimu xing li”.


“aku juga sudah selesai....”.

__ADS_1


“baiklah waktunya kita melancarkan aksi kita....”.


***


“sekarang kita sudah sampai di pasar....”.


“kau yakin ini akan berhasil, bagaimana jika kita ketahuan...”.


“tidak, aku yakin kita tidak akan ketahuan.....”.


“baiklah kalau begitu....”.


Sesaat ketika mereka berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di toko tempat biasa mereka menjual kayu.


“xing li sekarang ayo kita buat suara kita seperti suara kakek dan nenek....”.


“baiklah...”.


“sekarang aku coba dulu, ekhemmm...., permisi tuan apakah kami boleh menjual kayu di sini....”. ujar suan er mencoba mengubah suaranya menjadi suara kakek kakek.


“wah...., suaramu sudah seperti seorang kakek kakek, baiklah sekarang giliranku, ekhem....., iya tuan kami ingin menjual kayu ini untuk memenuhi kebutuhan kami, apakah boleh tuan....?”.


“baiklah bagus sekarang kita sudah siap, ayo kita pergi....”.


“baiklah


***


“permisi tuan....”.ujar suan er menggunakan suara orang tua


“ iya kek nek, maaf ada urusan apa...?”.


“oh...., tentu saja boleh kek....”.


“kalau begitu terima kasih tuan...”.


“ah....., sama sama nek...”.


“kek nek ini uangnya....”.


“ya ampun, taun bukankah ini terlalu banyak...”.


“tidak apa apa kek nek, anggap saja ini pemberian hadiah dariku.....”.


“kami sangat berterima kasih padamu tuan...”.


“iya tuan terimakasih banyak...”.


“ah tidak.., itu tidak seberapa...”.


“baiklah kalau begitu, kami pergi pamit dulu tuan....”.


“baik kek nek, hati hati ya...”.


Setelah mereka meraih keberhasilan besar, xing li merasa tidak enak dengan pemilik toko karena ia sudah merasa membohonginya, terlebih lagi ia sudah begitu baik dengan dirinya dan suan er ketika mereka menyamar.


“xing li akhirnya kita berhasil...”.


“mmmmm...., iya”.

__ADS_1


“hey...., kau kenapa”.


“aku merasa tidak enak dengan pemilik toko itu, aku merasa telah membohonginya, apalagi dia sudah baik memberikan uang lebih kepada kita...”.


“hey..., sudahlah lagi pula kita melakukan ini karena terpaksa..., ini demi keamanan kita...”.


Setelah mereka berjalan tidak lama kemudian ada sekelompok pengawal yang mulai mendekati mereka.


“maaf kek nek, apakah kalian tahu orang yang ada di lukisan ini...?”.tanya para pengawal kepada mereka.


ah gawat itukan pengawal ayahku bagaimana ini apakah mereka mengenali kami.ujar suan er panik.


“Kek nek apakah kalian mendengar kami....”.


“oh....., iya nak kami tidak pernah melihat orang yang ada di lukisan ini...”.


“oh....., baiklah kalau begitu terima kasih kek nek, jikalau kakek dan nenek melihat orang yang ada di lukisan ini tolong beritahu kami....”.


“iya baiklah...”.


huft.....syukurlah mereka tidak mengenali kami, ujar suan er dalam hati cukup lega.


“suan er syukurlah mereka tidak mengenali kita sama sekali...”.


“iya..., tadi itu cukup menegangkan....”.


“kalau begitu ayo kita pulang.....”.


“mmmm...., baiklah...”.


Setelah rencana mereka berhasil akhirnya mereka pun kembali pulang, mereka cukup puas dengan apa yang telah mereka capai, setelah mereka berganti baju mereka pun duduk santai di depan gubuk sambil meminum teh hangat.


“hah....,akhirnya rencana kita berjalan dengan lancar ....”.


“iya..., kalau begitu ayo kita ganti baju...”.


***


“xing li...., ini teh hangatnya....”.


“mmmm...., baiklah terimakasih”.


“kau tahu hari ini terasa sangat menyenangkan sekali...”.


“kenapa kau berpikir begitu.....”.


“iya, kita dapat uang lebih banyak, para pengawal ayahku juga tidak mengenali kita, itu adalah hal yang sangat memuaskan untukku...”.


“iya, yah aku akui kau ternyata cerdik juga...”.


Sesaat setelah xing li mengatakan itu, xing li yang menengok ke arah suan er pun terkejut karena suan er melihatnya dengan mata yang tajam seakan akan ia ingin di terkam olehnya matanya buas sudah seperti serigala.


“su...suan er kenapa kau menatapku seperti itu....”.


“xing li.....”.


Suan er semakin mendekatkan wajah nya ke xing li.


\# Bersambung \#

__ADS_1


__ADS_2