
Posisi tubuh Carine yang hampir tenggelam menyisakan ubun-ubunnya saja dalam air busa yang merendam tubuhnya di dalam bathtub itu yang membuat Orlando panik dan segera menghampiri Carine untuk mengangkat tubuh itu.
Baru saja tangannya menyentuh pundak mulus itu, tiba-tiba satu kepalan tangan Carine menghantam rahangnya membuat Orlando jatuh terjerembab.
"Apa yang kau lakukan bodoh?!" pekik Carine menyembunyikan tubuh bugilnya agar tidak menjadi santapan mata jelalatan Orlando padanya.
"Aku hanya menolongmu yang hampir tenggelam. Kenapa malah aku yang dipukuli. Akhh...! Tulang pipiku rasanya retak...!" keluh Orlando sambil mengusap rahangnya yang berdenyut sakit. Tinju Carine lumayan keras hingga meninggalkan lebam dipipinya Orlando yang masih meringis kesakitan.
"Keluar...! Ini ruang privasiku...!" usir Carine penuh emosi.
"Cih...! Sudah syukur aku menolongmu kalau tidak kamu sudah mati mengambang di dalam bathtub itu," emosi Orlando kesal juga dengan Carine yang tidak bisa mengendalikan diri.
"Kau saja yang bodoh karena menganggu semedi ku di dalam air. Aku sedang menghitung kekuatan nafasku saat berada di dalam air. Berapa lama aku bertahan jika aku ditenggelamkan orang," ucap Carine yang tidak sadar mengikis identitas profesinya sendiri.
"Emangnya siapa yang berani membunuhmu? Akan ku habisi dia..!" geram Orlando bergegas beranjak keluar agar Carine bisa membilas tubuhnya di shower.
Bukannya keluar dari kamar Carine Orlando sengaja menunggu Carine di balkon kamar Carine yang menghadap ke arah pantai. Carine yang mengira Orlando sudah keluar dari kamarnya, malah duduk santai dengan masih mengenakan jubah mandinya dan mengambil roti hamburger yang sudah disiapkan oleh Orlando.
Baru saja ingin mengigit hamburger itu, Orlando tiba-tiba masuk lagi ke kamarnya Carine yang tersentak karena dia baru ingat jika saat ini dirinya tidak sedang menyamar.
Meletakkan kembali humburger itu untuk ke kamar ganti. Orlando segera menarik lengan Carine hingga tubuh gadis itu membentur dada bidangnya.
"Mau ke mana kamu? tidak usah menyamar lagi karena aku sudah melihat semuanya," tanya Orlando seraya merapatkan tubuh Carine dengan membelit kuat pinggang ramping itu.
"Orlando."
__ADS_1
Panggilan lirih Carine yang bergetar hebat dengan nafas tersengal saat wajahnya mendongak menatap wajah tampan Orlando yang juga tersihir dengan kecantikan alami Carine.
"Sempurna!" puji Orlando tergoda dengan bibir merah cherry milik Carine.
Carine tidak bisa menapik pesona Orlando yang dari dulu menjadi pria pujaannya walaupun dirinya menjadi bulan-bulanan lelaki yang memeluk erat tubuhnya kini. Kadang ia berfantasi liar membayangkan dirinya bisa merasakan sentuhan lembut bibir pria sejuta pesona ini.
Kini Carine nampak pasrah hingga memejamkan matanya untuk menerima sentuhan bibir lembut Orlando padanya. Orlando nampak bergetar hingga kerongkongannya terasa kering menahan hasrat dan juga rindu.
Ia baru merasakan sensasi aneh dalam dirinya saat menyentuh Carine padahal sudah puluhan wanita seksi sudah sering dijamahmya namun sangat jauh berbeda ketika berhadapan dengan Carine. Jantungnya seakan tidak bisa dikendalikan karena saking kuat detakannya seakan dirinya sedang dikejar zombie.
"Sayang. Miss you baby!" desis Orlando terdengar sensual dengan nafas yang masih tersengal dan memberikan sentuhan bibir seksinya untuk menyentuh lembut bibir segar Carine yang belum pernah merasakan bagaimana ciuman dengan seorang pria karena ia belum merasakan sensasi hebat yang ia rasakan saat ini adalah kakak tirinya sendiri.
Pagutan keduanya makin memanas kala Orlando mencengkram kedua pipi Carine agar gadis cantik ini tidak menarik wajahnya dari kungkungan Orlando. Carine terlihat bersemangat dengan sengaja membuka mulutnya agar Orlando bisa menjelajah lebih dalam rongga mulutnya dan menghisap lidah Carine dengan penuh gairah. Keduanya mengabaikan status hubungan mereka saat ini karena cinta yang mereka punya.
Kini tangan Orlando mulai turun mengusap leher jenjang beraroma sabun mahal itu menyeruak ke hidung mancungnya menuntunnya agar menjelajahi juga jalur jenjang itu.
Tangan kekar itu ditahan Carine dan menurunkannya dengan lembut.
"Maaf. Aku tidak siap," ucap Carine masih berpikir waras.
"Kenapa sayang, hmm? Apakah kamu takut? Aku akan menikahimu, Carine," janji Orlando terdengar serius namun Carine tidak ingin mendengarkan sumpah atau janji apapun.
"Carine, sayang!" pinta Orlando yang sudah puasa lama untuk tidak menyentuh wanita karena cinta yang ia miliki untuk Carine.
Carine enggan menjawab dan lebih tertunduk diam membuat Orlando tidak lagi ingin memaksa gadis perawan ini.
__ADS_1
"Apakah kamu masih virgin?" tanya Orlando masih berdiri berhadapan dengan Carine yang mengangguk pelan.
"Ok baby. Terimakasih sudah menjaga tubuhmu dengan baik," syukur Orlando lalu memeluk lagi tubuh Carine dan menggendong tubuh Carine yang langsung berkoala padanya.
"Kita akan melakukannya setelah kita menikah. Aku tidak akan memaksamu. Itu adalah tantangan untukku. Aku mencintaimu Carine ...!" ucap Orlando menahan bokong padat Carine yang membuatnya kembali tergoda namun ditahannya sedemikian rupa karena Carine tidak ingin terlihat murahan dihadapannya.
Keduanya kembali berciuman mesra hingga terdengar perut Carine berbunyi karena lapar. Orlando tersenyum melihat wajah cantik Carine terlihat blushing.
"Aku sudah membuat sarapan untuk kita berdua. Susunya pasti sudah dingin. Aku hangatkan lagi ya!" ucap Orlando seraya mendudukkan Carine di sofa hingga ujung jubah mandi itu tersingkap memperlihatkan paha mulus Carine terekspos menggoda mata Orlando yang langsung membuang wajahnya ke segala arah.
"Sial...! Kenapa setiap inci tubuhnya membuat hatiku bergetar," umpat Orlando merutuki dirinya sendiri.
"Tidak usah di panaskan lagi karena aku sudah keburu lapar dan lebih baik hangatkan di perutku saja," ucap Carine penuh canda membuat Orlando tersenyum lalu mengacak rambut Carine yang tersenyum padanya dengan pipi gembul mengunyah makanannya.
Orlando belum pernah merasakan sesenang ini hingga matanya berkaca-kaca menahan haru. Sejak perceraian kedua orangtuanya, ia lebih banyak menjalani hidup penuh kepalsuan.
Ia mengira ia bisa menemukan kesenangan di tubuh wanita, di club malam dengan hingar bingar musik memecahkan telinga atau di minuman yang bisa melupakan kesedihannya sesaat.
Tapi nyatanya, ia menemukan sesuatu yang hilang itu pada diri Carine. Sosok gadis cupu yang pernah membuatnya frustasi karena Carine yang tiba-tiba menghilang setelah mereka lulus kuliah.
Walaupun saat itu ia sangat usil pada Carine namun hatinya selalu tenang jika dekat dengan wanita itu walaupun ia tidak menunjukkannya secara langsung karena pengaruh dengan teman-temannya dan kekasihnya Belinda saat itu. Carine meneguk susunya hingga tandas setelah menghabiskan satu hamburger.
"Kamu habis dari mana Carine?" tanya Orlando membuat Carine tersentak lalu mencari alasan agar bisa menjawab pertanyaan Orlando.
"Dari Hawai..!" ucap Carine asal karena malas untuk mencari alasan lain. Carine baru menyadari pipi Orlando yang terlihat makin lebam. Ia segera berdiri dan mengambil cream penghilang lebam.
__ADS_1
"Aku akan memakaikan krim penghilang lebam di pipimu. rasanya dingin dan cepat meresap," ucap Carine seraya membungkuk untuk mengoles krim itu ke pipi Orlando yang menatap dalam manik biru Carine lalu kembali turun menatap bibir sensual itu yang menarik dirinya untuk kembali berciuman.