PESONA ADIK TIRI CULUN

PESONA ADIK TIRI CULUN
17. Pertanyaan konyol Carine


__ADS_3

Carine mengigit sudut bibirnya sambil mencengkram seprei erat saat Orlando membenamkan wajahnya memberikan sentuhan di pusat gairahnya dengan lidah itu. Orlando benar-benar ingin memberikan kepuasan kepada istrinya yang belum pernah merasakan kenikmatan bercinta.


Pengalaman pertama untuk Carine yang didapatkan langsung pada sang suami. Mungkin Carine tercatat sebagai wanita kuno yang menjaga kesuciannya hingga usianya menginjak ke 23 tahun.


Nafas Carine sudah terengah-engah karena melakukan pelepasan berkali-kali. Nampaknya Orlando tidak melewatkan bagian tubuh Carine sedikitpun. Ia mencicip nya seperti kucing yang terus menjilat tubuh mulus bak pualam itu.


"Gadis culun yang membunyikan tubuh indahnya selama ini hanya untukku," batin Orlando yang merasa bangga telah mendapatkan Carine seutuhnya.


"Sudah puas, sayang?" tanya Orlando saat Carine menikmati sisa-sisa kenikmatannya.


"Apakah seperti ini rasanya?" tanya Carine di sela pemanasan mereka.


"Iya sayang. Ini belum apa-apa karena kita belum memasuki permainan inti," ucap Orlando tersenyum sambil memainkan bukit kembar milik Carine dengan tangan kekarnya.


"Apakah akan sakit jika dimasukkan dengan ini?" tanya Carine menggenggam pusaka kokoh suaminya yang sebentar lagi akan mendiami bagian sempit tubuhnya.


"Hanya sedikit, setelah itu akan tersisa nikmat," ucap Orlando.


"Kalau begitu lakukanlah, aku sangat penasaran dengan rasanya!" pinta Carine penuh binar.


"Tapi kalian belum berkenalan secara akrab. Sentuh dia sayang...! Lakukan dengan lidah dan mulutmu...!" pinta Orlando menuntun miliknya ke mulut Carine yang berusaha menyenangkan hati suaminya sebelum memasuki milik istrinya.


Jika Orlando berpikir Carine adalah wanita kaku yang tidak bisa memuaskan dirinya, justru Orlando salah. Carine begitu lihai memainkan milik suaminya itu seperti wanita liar yang sudah sering memuaskan lawan mainnya di ranjang. Mata Orlando melebar.


Antara percaya dan tidak melihat kehebatan Carine menyenangkan miliknya bercampur nikmat. Bahkan Carine tidak memberinya jedah untuk bisa mengambil nafas untuk beristirahat sejenak.


"Carine, sayang....! Ssssttt baby."


Orlando seperti kehilangan akal. Ia tidak pernah merasakan senikmat ini saat miliknya dimainkan oleh wanita pelacur manapun.


Karena tidak kuat lagi menahan ledakan dari dalam dirinya, Orlando segera memasukkan miliknya ke liang sempit istrinya secara perlahan. Carine memekik kesakitan hingga kepalanya menggeleng ke kanan dan ke kiri.


"Sakit.... sakit.... sakit, hubby!" teriak Carine namun bibirnya di bungkam dengan ciuman panas Orlando yang menghisap kuat lidahnya hingga terdengar gumaman Carine.


Hentakan pinggang Orlando memberi tekanan lebih dalam hingga merasakan sesuatu yang sobek di bawah sana. Miliknya ikut ngilu bercampur nikmat karena merasakan sempitnya milik Carine.


Bulir bening itu menetes dari sudut matanya karena tidak kuat menahan rasa sakit pada intinya. Orlando terus menghentakkan pinggulnya lebih dalam hingga akhirnya ia menyemburkan benihnya sambil mende$ah nikmat.

__ADS_1


"Ohhh... Sayang. Ini sangat nikmat," desis Orlando dengan matanya terasa berat.


"Sayang, apakah masih sakit?" tanya Orlando seperti orang bodoh dengan mendiamkan miliknya sesaat sebelum melanjutkannya lagi.


"Nikmatnya di mana?" tanya Carine dengan jawaban konyolnya sambil meringis kesakitan.


Orlando mencabut miliknya karena Carine merasa tidak nyaman. Namun kepuasan diwajahnya Orlando tergambar jelas karena benihnya sudah tersalurkan di tempat yang seharusnya.


Orlando bangkit dari tubuh Carine dan melihat bercak darah kesucian istrinya tercecer di seprei putih. Karena terlalu beringasnya Orlando yang mengusai tubuh Carine hingga makeup Carine luntur bersama peluh dan air mata gadis itu. Wajah Orlando memperhatikan sekilas pipi Carine yang tergores tipis dan terlihat memerah.


"Sayang. Kenapa dengan wajahmu?" tanya Orlando sambil memegang dagu Carine membalikkan kanan kiri.


"Tadi aku ke taman belakang rumah sakit dan tidak sadar jatuh ke salah satu rimbunan bunga liar yang tak terawat hingga rantingnya mengenai wajahku," bohong Carine.


"Kita harus segera ke dokter. Aku tidak mau lukamu infeksi," ucap Orlando cemas.


"Ais...! Kamu ini apaan sih. Sakit di pipiku tidak seberapa dibandingkan bercinta denganmu," sewot Carine.


Orlando terkekeh mendengar ocehan Carine seperti bocah remaja yang baru kenal cinta.


"Kalau yang ini sakitnya sesaat dan enaknya seumur hidup. Nanti juga kamu akan ketagihan. Lagian bukannya tadi kamu bilang mau makan aku?" ledek Orlando mengecup luka di pipi istrinya.


"Jangan jalan sendiri, sayang! Kamu akan jatuh," ucap Orlando.


"Jatuh bagaimana? aku baik-baik saja." menepis tangan Orlando sambil melangkah.


"Akhhh...! Sakit...!" teriak Carine sambil mengapit pahanya dan langsung kembali jatuh terduduk di tempat tidur.


"Kau apakan milikku? Kenapa sesakit ini?" amuk Carine seperti perawan desa. Orlando memeluk leher jenjang itu lalu menyentil dahi Carine dengan gemas.


"Augghtt sakit!"


"Itu hukuman untuk gadis keras kepala sepertimu!" geram Orlando lalu menggendong tubuh Carine membawanya ke kamar mandi.


"Berapa hari aku akan seperti ini? Beli obat untukku agar cepat hilang atau telepon doktermu memberikan obat penghilang nyeri di sini," cecar Carine.


"Kamu sendiri dokter. Pasti kamu lebih tahu obatnya," pukas Orlando mendudukan Carine di atas closet.

__ADS_1


"Kenapa ini perih sekali saat pipis Orlando? Apakah ada jarum atau silet di milikmu itu?" tanya Carine seraya memeriksa milik suaminya yang masih agak tegang. Orlando kembali ngakak mendengar ocehan konyol Carine yang masih terlihat polos menurutnya.


"Sayang. Semua milik pria dewasa seperti itu. Sekarang kamu bisa membencinya. Nanti juga kamu akan kangen dengannya," ucap Orlando.


"Tidak mau lagi. Tunggu aku sembuh baru main lagi tapi, jangan masuk terlalu dalam aku takut lecet lagi," gerutu Carine.


"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan bertahan lama," ledek Orlando.


"Tentu saja aku bisa. Selama ini aku tidak tergoda denganmu," balas Carine.


"Tapi kalau sudah mengenal yang namanya bercinta, kamu akan menjadi candu sayang. Itulah mengapa saat masih gadis kamu kuat karena kamu tidak pernah tersentuh," ucap Orlando.


"Jadi, wanita atau pria akan merindukan kehangatan ranjangnya jika sudah merasakan kenikmatan bercinta?" tanya Carine.


"Ada yang bisa kuat dan ada yang terus mencari," balas Orlando.


"Termasuk kamu yang tidak terlepas dengan kebutuhan sek*?" sarkas Carine.


Deggggg.....


Orlando terdiam disudutkan istrinya seperti itu. Ia begitu malu mengingat dirinya tidak sepadan dengan Carine yang begitu menjaga kehormatannya.


Carine meminta dituntun ke bathtub karena ingin mandi. Orlando menyalakan air di bak besar itu terlebih dahulu untuk istrinya. Setelah itu membantu Carine masuk ke dalam bathtub.


"Aku yang mandikan kamu ya, sayang?!" tawar Orlando dan Carine mengangguk.


Acara mandi itu berlangsung tenang. Carine merasakan kembali setiap sentuhan tangan suaminya pada tubuhnya.


Dada sekang Carine menjadi sasaran tangan Orlando yang membuat Carine kembali bergairah. Tapi, Carine tidak memberikan akses pada tangan Orlando untuk mengusap bagian bawahnya.


"Jangan menyentuh yang satu ini! masih ada polisi line-nya. Di larang mendatangi tempat ini kerena baru saja terjadi pemerkosaan sadis pada korbannya," celetuk Carine membuat Orlando makin gemas.


"Sini sayang. Obatnya gampang dengan liur pasti akan cepat sembuh. Aku akan menjilatinya," bujuk Orlando.


"Benarkah? Kamu tidak modus kan?" tanya Carine dengan mata mendelik.


"Aku lebih berpengalaman akan hal itu, sayang?" jawab Orlando.

__ADS_1


"Sudah berapa gadis yang kamu perawanin, hingga kamu tahu kalau liur bisa mengobati bagian dalam inti wanita?" selidik Carine dengan rasa cemburunya.


"Kamu yang pertama dan terakhir Carine," balas Orlando penuh penekanan pada kalimatnya. Wajah itu terlihat datar dan cukup mengerikan untuk Carine tatap. Mungkin Orlando cukup jengah dengan pertanyaan Carine yang seakan sedang menghukumnya.


__ADS_2