
Orlando dan Carine sudah berada di depan kantor polisi. Carine yang lebih terlihat semangat menemui ibu mertuanya itu namun tidak dengan Orlando. Langkahnya cukup gontai terasa enggan untuk menemui ibu kandungnya yang sudah ia anggap mati.
"Kenapa sekalinya hadir lagi dalam hidupku, kau malah menyusahkan aku? Kenapa tidak mati saja?" geram Orlando yang masih menyimpan dendam pada ibu kandungnya.
"Hei...! Ayolah..! Kenapa malah berhenti melangkah?" kesal Carine kembali menarik tangan suaminya agar segera menemui ibunya.
Para polisi yang mengenal siapa Carine langsung memberi sikap hormat pada Carine membuat Orlando malu hati sendiri.
Carine tampak acuh seakan tidak mengenal mereka sama sekali karena ia sedang menjaga hati suaminya.
"Kenapa kamu tidak membalas hormat mereka?" tanya Orlando penasaran dengan sikap dingin istrinya.
"Pangkat ku lebih tinggi dari mereka. Jadi aku tidak perlu membalas hormatnya mereka karena itu aturan mainnya dalam kesatuan. Lagi pula kami berbeda kesatuan," santai ibu satu anak ini berjalan dengan anggun namun terlihat berwibawa.
"Ada yang bisa kami bantu, nona Carine?" tanya salah satu polisi di bagian kriminal.
"Aku ingin bertemu dengan ibu mertuaku, nyonya Cole Scherzinger," ucap Carine.
"Apa...?! Jadi nyonya Cole adalah...-"
Di mana aku bisa menemuinya?" tanya Carine tanpa ingin menjelaskan lebih dalam pada polisi Ben tentang hubungannya dengan nyonya Cole.
"Nyonya Cole dibawa ke rumah sakit karena harus mendapatkan perawatan atas luka yang dialaminya," ucap polisi itu membuat Carine sudah mengerti ke mana nyonya Cole dibawa pihak kepolisian ke rumah sakit mana.
Orlando mengikuti setiap jejak langkah istrinya yang melewati beberapa barisan polisi yang langsung berhenti memberikan hormat mereka pada Carine.
"Wow...! Istriku sangat keren. Untung aku yang mendapatkan dirinya. Aku mendapatkan bonus yang banyak dari wanita ini. Benar-benar wanita terhormat.
Apa jadinya aku kalau memilih wanita yang mudah menjajakan tubuhnya pada pria manapun," batin Orlando begitu terpukau pada gestur tubuh Carine yang sangat bernilai di matanya.
Hanya dengan melihat sikapnya saja, setiap orang begitu segan pada Carine. Tidak ada pria di kesatuan kepolisian dan FBI menyepelekan dirinya. Beda halnya dengan Orlando dan teman-temannya dulu melihat Carine seperti zombi yang perlu dijauhi karena penyamarannya yang menciptakan wajah buruk rupa.
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit, ada seorang polisi yang menjemput Carine dan Orlando karena sudah mengetahui kedatangan Carine dari bosnya.
"Selamat malam nona Carine..!"
"Malam...!"
"Mari saya antar ke kamar nyonya Cole!" tawar polisi itu sambil mengarahkan ke kamar inap nyonya Cole.
Setibanya di depan pintu kamar inap itu, lagi-lagi Orlando enggan masuk menemui ibunya.
"Kamu saja sendiri. Aku tunggu di luar," ucap Orlando.
"Kalau begitu ayo kita pulang saja," ketus Carine yang sudah malas merayu suaminya.
"Ehh... tidak... tidak..! Aku hanya bercanda. Ayo kita masuk baby!" pinta Orlando seraya mencekal lengan istrinya yang sudah mau melangkah pulang.
"Bersikap dewasalah...! Jika dibandingkan dengan dosa ibumu, dosa kamu yang terlihat begitu banyak. Jadi jangan merasa sok suci kalau kamu adalah mantan penjahat kelamin," sarkas Carine membuat Orlando tercengang.
Nyonya Cole yang terlihat terlelap dengan selang infus tertancap di punggung tangan kanannya. Ada beberapa memar yang terdapat di lengannya dan wajahnya penuh dengan luka lebam dengan sudut bibir yang terlihat pecah.
"Mommy...!" sapa Carine mencoba membangun wanita cantik itu.
Sesaat kepala nyonya Cole terasa pusing namun matanya mulai mengerjap menatap wajah cantik yang ada dihadapannya.
"Kalian datang menjengukku?" sudut bibir itu tertarik paksa dengan ringisan menahan sakit.
Orlando nampak terpaku melihat keadaan ibunya yang terlihat sangat menyedihkan.
"Siapa yang tega melakukan ini pada mommy?" tanya Carine walaupun ia sudah tahu kalau tuan White yang melakukannya.
"Bajingan yang telah menghancurkan hidupku. Dia mencoba melecehkan aku. Entah bagaimana caranya dia bisa tahu keberadaanku?" kesal nyonya Cole masih menyimpan dendam pada pria tua dan gendut itu.
__ADS_1
"Mommy. Apakah dia yang telah membunuh ayah mertuaku?" selidik Carine yang ingin tahu segalanya.
"Kisahnya diawali dari perebutan kekuasaan bisnis yang di jalankan Javier yang tidak mau menerima bisnis kotor Franco dan White yang saat itu ingin berlindung di perusahaan bersihnya Javier agar tidak terendus oleh polisi dan FBI tentang kegiatan ilegal mereka yang menjual organ tubuh manusia dan menjual gadis-gadis muda yang terlihat frustasi dan kehilangan tempat tinggal," tutur nyonya Cole mengenang lagi masa kelam itu.
"Bagaimana hubungan mommy dan tuan Javier?" tanya Carine.
"Saat itu kami baru pulang dari bulan madu. Franco dan White datang ke rumah saat Javier tidak ada. Skenario mulai terjadi saat itu. Mommy yang tidak begitu peduli dengan hubungan Javier dan kedua bajingan itu menyuruh mereka menunggu Javier yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang.
Entah bagaimana caranya, mommy dibekap dari belakang saat mommy sedang berada di ruang ganti. Mommy di bius dan mereka membawa mommy ke tempat tidur dan selanjutnya mommy tidak tahu apa yang terjadi. Hiks....hiks...!" nyonya Cole tidak sanggup melanjutkan ceritanya.
"Jadi, ayahJavier pulang dan mendapati mommy sedang selingkuh dengan tuan Franco?" tebak Carine.
"Iya. Mommy akhirnya diceraikan oleh Javier. Sebulan kemudian mommy dinyatakan hamil oleh dokter dan Javier tidak mempercayai kalau mommy hamil anaknya. Dalam rasa putus asa mommy menerima begitu saja Franco yang ingin menikahi mommy.
Tapi sebulan kemudian kabar meninggalnya Javier membuat mommy sangat terpuruk. Tapi, sebelum ia terbunuh, ia sudah mengalihkan semua aset perusahaan dan rumah serta harta yang tersimpan di bank atas nama anaknya yang mommy kandung. Dia baru percaya mommy hamil anaknya namun sayang, mommy sudah terlanjur menikah dengan Franco," tutur nyonya Cole panjang lebar sambi berurai airmata.
"Terus, bagaimana dengan pelayan Lucio?" tanya Carine.
"Lucio adalah asisten pribadinya Javier. Demi ingin melindungi Orlando agar Orlando memiliki semua harta ayah kandungnya Javier rela turun jabatan dari asisten pribadi berganti asisten rumah tangga," ucap nyonya Cole.
"Dan bagaimana perselingkuhan mommy dengan dua pria yang aku lihat di kamar itu?" tanya Orlando menatap tajam wajah ibunya yang terlihat sembab.
"Itu hanya rekayasa untuk membuat Franco membenci mommy dan memutuskan untuk menceraikan mommy.
Mommy tidak selingkuh dengan dua pria yang mommy sewa itu. Mommy berharap Franco yang melihat perselingkuhan mommy, tapi justru kamu yang melihatnya," ucap nyonya Cole membuat putranya langsung jatuh terduduk di lantai karena ia telah salah paham pada mommynya yang ingin terlepas dari pernikahannya dengan Franco.
"Maafkan mommy Orlando ...! Mommy tidak bermaksud menyakitimu. Mommy sudah berusaha ingin menemuimu berulang kali namun tidak diperbolehkan oleh Franco. Saat mengetahui dia mendekam di penjara atas kejahatannya dengan kecerdikan istrimu yang menangkapnya, mommy merasa sangat lega dan baru berani menemui kamu, nak," tutur nyonya Cole tersedu-sedu.
Orlando yang merasa bersalah dan sangat marah pada Franco dan White membuat dirinya ingin membunuh keduanya karena telah memisahkan kedua orangtuanya. Ia langsung bangkit berdiri dan keluar dari kamar inap ibunya.
"Orlando ...!" pekik nyonya Cole namun ditenangkan oleh Carine.
__ADS_1
"Mommy istirahat saja. Biar saya yang mengurus Orlando," ucap Carine yang tahu saat ini Orlando sangat terpukul mendengar kenyataan hidupnya yang sebenarnya.