PESONA ADIK TIRI CULUN

PESONA ADIK TIRI CULUN
25. Jujur


__ADS_3

Carine menarik nafas dalam lalu mengajak suaminya kembali ke mobil. Ia tidak ingin membahas pekerjaannya itu di jalan karena takut menimbulkan salah paham.


"Aku akan bicarakan semuanya padamu tapi tidak di sini, sayang. Bagaimana kalau kita membahasnya tentangku di tempat tidur?" Carine mengecup bibirnya Orlando sedikit menyedotnya kuat membuat hati Orlando langsung meleleh dengan sikap Carine yang selalu sukses membuat amarahnya reda.


"Baiklah. Biar aku yang menyetir," datar Orlando yang tidak ingin mengendurkan rasa penasarannya pada istrinya yang sangat mencurigakan dirinya karena sudah beberapa kali Carine melakukan aksi berbahaya namun terlihat sangat profesional saat bersamanya.


Carine duduk manis sebelah Orlando yang langsung menjalankan mobilnya dengan wajah datar. Carine yang sudah terlatih emosinya menghadapi makhluk batu ini tetap tidak terpengaruh karena sudah mengenal luar dalam sikap Orlando jauh sebelum menjadi suaminya.


Tiba di unit kamar apartemen mereka, Orlando seperti biasa ingin menggendong istrinya ke kamar mereka. Walaupun hatinya masih diliputi puluhan pertanyaan pada wanitanya itu, namun sikap romantis yang ditunjukkannya pada Carine tidak berkurang. Itulah sebabnya Carine tergila-gila pada Orlando.


Orlando membaringkan tubuh Carine di tempat tidur yang sudah rapi itu. Pakaian Carine otomatis sudah di copotin semua oleh Orlando. Begitu pula dengan Orlando yang sudah tidak mengenakan pakaiannya.


Tidak lupa ia mengambil minuman dingin di dalam kulkas kecil yang ada di dalam kamarnya untuk membasahi kerongkongan mereka yang sempat kering akibat mereka sempat menguji adrenalin dengan menumpas penjahat beberapa menit yang lalu.


Carine meneguk minuman itu hingga tandas lalu mendesah lega sambil melemparkan kaleng kosong itu ke keranjang sampah di sudut kamar dan langsung gol. Melihat hal yang ringan itu saja, Orlando sudah paham bahwa istrinya bukan wanita biasa.


Orlando menarik tubuh istrinya dan meminta Carine duduk di atas perutnya..


"Sekarang, tolong jelaskan siapa kamu sebenarnya, Carine!" pinta Orlando sekali lagi dengan wajah serius diikuti tatapan tajamnya menusuk langsung ke bola mata cantik Carine yang mengulas senyum terbaiknya.


"Aku adalah bagian dari agen rahasia FBI," Jujur Carine langsung pada inti jawabannya membuat Orlando terkesima hingga spontan duduk sambil menarik tubuh polos Carine ke dalam dekapannya.


"Sayang. Jadi selama ini kamu pergi ke luar negeri untuk mengembankan tugas berbahaya itu?" tanya Orlando.


"Hmm!" jawab Carine sambil mengangguk dalam pelukannya Orlando.


"Termasuk di hari pernikahan kita dan kamu mencoba membohongi aku?" tanya Orlando lagi.


"Hmm!" angguk Carine memeluk erat tubuh seksi suaminya sambil sesekali mengecup dada bidang itu yang membuatnya selalu berdebar. Orlando membaringkan tubuh Carine kesamping dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk kepala Carine. Dengan satu tangan bermain nakal diantara dua gundukan kenyal Carine, Orlando masih mengajukan pertanyaan sekitar profesi Carine selain dokter bedah.


"Sudah berapa tahun kamu bergabung di FBI?"

__ADS_1


"Kurang lebih 7 tahun saat usiaku 16 tahun namun sudah terlatih menjadi calon agen FBI di usia 10 tahun," jawab Carine.


"Hmm..! Lumayan lama. Pantas. Kamu tidak takut apapun. Tapi, kenapa kamu rela menyamar jadi gadis jelek saat menjadi mahasiswa dan juga saat bertemu lagi denganku dan kita menjadi saudara tiri?" cecar Orlando.


Deggggg....


Bagian pertanyaan ini, Carine cukup sulit untuk menjawabnya karena itu berkaitan dengan penyelidikan atas ayah kandungnya Orlando sendiri yang merupakan ayah tirinya sekaligus ayah mertuanya.


"Ya ampun. Bagaimana ini? apa yang harus aku jawab jika Orlando tahu kalau aku hanya ingin menyelidiki tuan Franco sebagai mafia dalam dunia bawah dengan bisnis haram yang ia geluti," resah Carine.


"Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa menceritakan yang lebih jauh dari ini karena itu bagian dari rahasia misi kenegaraan. Jadi, tidak semua aku harus berbagi denganmu karena sudah bagian dari sumpah," ucap Carine penuh permohonan.


"Baiklah. Aku mengerti resiko pekerjaanmu. Tapi, tahukah kau kalau saat ini aku sangat bangga padamu setelah mengetahui aku menikahi agen rahasia negara ini yang cantiknya seperti bidadari," puji Orlando yang langsung memagut bibir kenyal Carine sambil memeluk tubuh polos itu dengan posesif. Carine membalas ciuman itu tidak kalah buasnya.


"Aku mohon jangan ada yang tahu siapa aku, Orlando. Itulah sebabnya aku memilih menyamar jadi gadis culun agar aku tidak mudah didekati dengan begitu rahasia negara akan aman untuk aku jaga," pinta Carine.


"Keselamatanmu adalah segalanya bagiku. Tapi, aku harap jangan sampai kamu terluka jika sedang menjalani misi menegangkan seperti tadi. Oh, iya. Apakah mobil penjahat yang satunya lagi kamu juga yang melumpuhkan mereka?" tanya Orlando.


Orlando terhenyak dengan wajah kagum." Benarkah..? kamu yang menyingkirkan mereka, baby?" tanya Orlando.


"Hmm...! Siapa yang suruh mereka yang ingin menghabisi suamiku yang tampan ini? Sebelum mereka melakukannya, langkahi dulu mayatku," ucap Carine sambil menatap dalam wajah tampan Orlando.


"Aisss....! Itu sebenarnya perkataan yang aku lontarkan kepadamu. Akulah yang harus melindungi mu, bukan malah sebaliknya," malu Orlando mendengar pengakuan istrinya.


"Ceritanya, istrimu ini adalah agen rahasia FBI, sayang. Bukan gadis biasa. Jadi wajar kalau aku harus melindungi kekasihku sekaligus suamiku yang merupakan bagian dari jiwa ragaku," balas Carine tidak kalah romantisnya.


"Apakah kamu takut kehilanganku, hmm?"' tanya Orlando.


"Tentu saja," jawab Carine.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena tidak ada lagi stok pria tampan dan menyebalkan sepertimu di dunia ini," canda Carine namun terdengar serius.


"Justru aku yang harus takut akan kehilanganmu, honey."


"Tidak. Banyak gadis cantik yang akan kamu dapatkan dengan mudah," protes Carine.


"Tapi, aku tidak menemukan kebahagiaan diantara mereka, apalagi cinta," balas Orlando.


"Apakah kamu sangat mencintaiku, Orlando?"


"Kau lebih dari segalanya untukku, honey."


"Bagaimana kalau suatu saat aku membuatmu kecewa? Apakah cintamu padaku akan luntur seketika?" cecar Carine.


"Jangan berandai-andai sesuatu yang tidak pasti. Aku tidak akan berubah dan tidak akan pernah berubah walaupun aku harus melawan dunia untuk mempertahankan kamu," ucap Orlando sepenuh hati.


"Termasuk melawan ayah kandungmu sendiri?" tanya Carine.


"Bukankah aku sudah buktikan kepadamu kalau aku lebih memilih meninggalkan kemewahan yang dia berikan kepadaku demi bisa bersamamu?" tanya Orlando.


"Sekarang, apa yang akan kamu lakukan jika kamu tidak lagi mengelola perusahaanmu mulai besok?" tanya Carine prihatin.


"Tentu saja aku akan membuat junior kita terlebih dahulu agar bisa meneruskan kerajaan bisnis kita," ucap Orlando tersenyum nakal pada istrinya yang sudah mengetahui ke mana arah pembicaraan Orlando yang tidak jauh-jauh dengan percintaan mereka.


"Apakah kamu sangat menginginkan kehadirannya?" tanya Carine.


"Apakah kamu keberatan mengandung benihku di dalam sini?" mengusap perut rata Carine lalu turun ke bawah untuk menemukan lorong kehidupan untuk keturunannya.


"Tidak sama sekali. Aku akan memberikan apapun untukmu Orlando termasuk melahirkan bayi-bayi lucu untukmu dan aku berharap mereka tumbuh tidak nakal seperti ayahnya," ucap Carine.


"Baiklah. Mari kita undang kehadiran mereka. Aku ingin mereka cepat datang bersemayam di dalam rahimmu, baby. Aku mencintaimu, Carine," serak Orlando yang sudah siap dengan pemanasan global cintanya dan mengisi kehidupan baru untuk mendapatkan keturunan dari rahim istrinya yang kini sudah sibuk mende$ah saat lidah nakal itu sudah memberinya sentuhan demi sentuhan yang mengobarkan hasrat birahinya.

__ADS_1


"Hmmmmpp...Orlando, sayang...!"


__ADS_2