PESONA ADIK TIRI CULUN

PESONA ADIK TIRI CULUN
62. Mengambil Sendiri


__ADS_3

Mr. M memperkenalkan seorang pria yang tidak lain pencipta bom yang hilang itu pada Carine. Pria tampan itu menatap wajah Carine penuh persahabatan sambil mengulurkan tangannya menjabat tangannya istrinya Orlando itu.


"Carine. Ini profesor Nick..! Dia seorang ilmuwan sains dan teknologi energi. Dia yang akan membantu kita untuk menjinakkan bom itu setelah ditemukan oleh kita," ucap Mr. M memperkenalkan keduanya.


"Ini agen rahasia kami, Carine . Tolong kerjasamanya, prof Nick," ucap Mr.M memperkenalkan keduanya.


"Nick."


"Carine."


Menjabat tangan Nick dengan wajah datarnya. Nick melirik jemari tangan Carine yang sudah terpasang cincin kawin di jari manis ibu satu anak itu. Wajahnya berubah kecewa karena tidak sesuai ekspektasinya.


Keduanya ngobrol sesaat mengenai material bom itu. Carine mendengarnya dengan baik.


"Pantas saja mudah di curi karena hasil penemuanmu itu belum sempurna," sindir Carine membuat prof Nick terdiam.


"Apa maksud anda nona Carine?"


"Apakah kamu tidak pernah memikirkan bahwa bom buatanmu itu akan dicuri oleh seseorang?" tanya Carine.


"Kenapa harus berpikir ke sana?" santai prof. Nicky.


"Jika kamu cukup cerdas, maka kamu bisa menambahkan alat penyadap seperti GPS pada bom itu agar pekerjaan kami lebih mudah untuk menemukan bom itu," ucap Carine sambil berlalu dari hadapan prof. Nick yang terpaku diam.


"Aiss....! Apakah dia tidak tahu jika aku pasangkan benda itu bukan tidak mungkin penjahat yang lainnya akan memburunya juga."


Mengejar Carine yang sudah masuk ke dalam mobil menuju bandara. Prof.. Nick duduk di sebelah Carine yang sibuk menatap ponselnya tanpa mempedulikan Nick yang menyampaikan keberatannya kalau hasil temuannya itu diangggap Carine belum canggih.


"Berpikirlah lebih cerdik agar tidak ada yang bisa mengetahui jejak bom itu berada jika kamu menghidupkan kode sandi tersendiri untuk melacak di mana bom itu disembunyikan. Hanya kamu yang tahu kode itu dan tidak perlu perusahaan itu tahu," ucap Carine kembali membuat prof. Nick terbentur dengan alasannya sendiri.


"Jadi kau mencurigai seseorang yang ada di dalam timku melakukan pengkhianatan?" tanya Carine.

__ADS_1


"Semua kemungkinan itu ada. Bagaimana mungkin orang luar itu bisa mengetahui kalau kalian akan meluncurkan sebuah bom yang siap diselesaikan pengerjaannya hari itu juga? Bukankah itu hal yang mustahil yang dilakukan orang yang profesional seperti anda khususnya?" cibir Carine.


"Sialan....! Lagi-lagi aku tidak pernah berpikir ke arah itu. Tapi kenapa polisi tidak memeriksa timku dalam kasus pencurian itu?" batin prof. Nick.


Setibanya di bandara, langkah Carine agak sedikit lebih cepat berlari ke pesawat jet milik FBI itu. Baru saja dirinya naik ke tangga, suaminya sudah tiba di situ.


"Baby..!"


Orlando turun dari mobilnya dengan stelan jas hitam dan penampilan yang begitu memukau. Carine harus turun lagi tangga pesawat lalu menghampiri pangerannya sesaat.


Keduanya berciuman lalu berpelukan membuat prof Nick cukup kaget kalau Carine adalah istri dari pengusaha muda yang sangat terkenal di negaranya itu.


"Sial. Kenapa dia memilih pria itu menjadi suaminya. Bukankah pria itu terkenal dengan sebutan penjahat kelamin," geram prof. Nick yang memperhatikan adegan mesra itu dari jendela pesawat.


"Kau boleh menyusulku setelah bom itu ditemukan. Aku mohon tetap disamping putra kita agar aku tenang menjalankan misi ku kali ini sebaik mungkin," ucap Carine penuh harap.


"Aku akan melakukannya. Namun berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan pergi meninggalkan aku dan putraku..! Jika itu terjadi kau juga membawa pergi duniaku dan menciptakan kesepian yang lebih menyiksa daripada kematian itu sendiri, baby," ucap Orlando menahan bulir beningnya namun tidak sempat terjatuh.


"Ternyata wanita itu begitu pintar memainkan perannya begitu sempurna. Apakah masih ada wanita seperti Carine di dunia ini. Dia sudah memenuhi syarat untuk menjadi seorang istri yang sangat aku butuhkan saat ini," batin prof. Nick penuh minat.


Orlando melepaskan kepergian istrinya kali ini dengan berat hati. Jika tidak ada putra mereka ia ingin sekali mendampingi istrinya di misinya Carine kali ini. Sesaat kemudian, pesawat langsung melesat ke udara.


Jantung Orlando seakan ikut di bawa serta. Dadanya seakan sangat sesak hingga lehernya merasa tercekik. Orlando melonggarkan dasinya. Tanpa terasa air matanya ikut jatuh.


...----------------...


Baby Kenan sedang bermain dengan Ciko, anjing kesayangannya. Bayi tampan ini melempar bola dengan posisi duduk dan Ciko berlari untuk mengambilnya dan menggiring bola itu ke arah baby Kenan yang tertawa geli melihat tingkah anjingnya.


Orlando hanya memperhatikan putranya namun pikirannya hanya tertuju pada istrinya. Sudah seharian ini ia menunggu Carine menghubunginya namun tidak ada notifikasi apapun yang masuk ke ponselnya kecuali asisten pribadinya Wizz.


Di Armenia, tepatnya di gereja katedral tertua di dunia, Carine dan timnya menyusuri tempat itu. Setiap sudut ruangan sudah mereka selidiki namun tidak juga di temukan bom itu.

__ADS_1


"Apa kelemahan dari bom buatanmu itu?" tanya Carine.


"Jika baterei di bomnya itu melemah, maka dia akan mengeluarkan energi panas secara otomatis dan jika tidak dikendalikan oleh sistem maka akan meledak," jawab prof. Nick.


"Berapa hari dia bisa bertahan?"


"Sekitar tiga hari lagi dia baru bisa bertahan."


"Apakah itu berarti bom itu tetap meledak walaupun di temukan?" tanya Carine menghentikan langkahnya sambil melihat pesan masuk dari suaminya.


"Jika ditemukan tepat waktu maka bom itu bisa segera dijinakkan olehku," ucap prof Nick namun tidak begitu digubris oleh Carine karena matanya sedang melihat putranya yang foto bersama Ciko sambil memegang bingkai fotonya.


Carine meneguk salivanya dengan hati-hati. Ia sangat merindukan senyum putranya itu.


"Semoga misi mommy berhasil ya! I love you!" tulis Orlando mewakili perasaan putranya di caption di bawah foto itu.


"Kita akan segera bertemu sayang. Mommy janji," balas Carine kembali melanjutkan langkahnya mencari keberadaan bom itu.


Tapi langkahnya itu terhenti saat melihat ada simbol-simbol tertentu yang menggambarkan suatu peradaban di Romawi kuno tepat di dinding gereja itu.


"Bukankah ini simbol matahari...? Jika matahari adalah sumber kekuatan energi bumi yang bisa meningkatkan suhu panas bumi bukan tidak mungkin kalau bom itu berada di atas menara gereja untuk mendapatkan lagi energinya. Itu berarti baterei bom itu tidak akan melemah kecuali saat ini sedang musim salju," batin Carine dengan analisanya sendiri.


Prof. Nick memperhatikan raut wajah Carine yang sedang menemukan jawaban keberadaan bom ciptaannya itu.


"Apakah kamu menemukan sesuatu?" tanya prof. Nick namun enggan dijawab oleh Carine. Ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan prof. Nick.


"Tidak ada. Bisa kita kembali lagi kesini besok pagi?" ucap Carine seraya berjalan keluar dari gereja itu.


"Baiklah."


Prof Nick mengalah dan ia langsung mengeluarkan ponselnya sambil mengetik pesan untuk seseorang. Begitu pula dengan Carine yang juga menulis pesan dan di kirimkan ke Mr. M.

__ADS_1


"Aku sudah tahu siapa pelaku sebenarnya. Aku juga sudah menemukan keberadaan bom itu dan aku akan mengendalikan sendiri bom itu. Aku perlu menunggu waktu malam hari untuk mengambil bom itu," tulis Carine.


__ADS_2