Petualangan Sang Dewi Malam

Petualangan Sang Dewi Malam
BAB 12


__ADS_3

Malam harinya, ketika aku sudah bersiap untuk memejamkan mata, ponsel bututku berbunyi, menandakan ada sebuah pesan masuk. Aku segera mengambil ponselku yang terletak diatas nakas dan melihat pesan itu.


From : +6285678xxxxxx


"Malam Rin, sudah tidur kah? maaf mengganggu."


"Siapa ya ini? kayaknya aku gak kasih tau nomerku ke orang baru deh." gumamku seraya mengingat-ingat.


Aku pun segera membalas pesan itu untuk mengusir rasa penasaranku akan pemilik nomer tersebut.


To : +6285678xxxxxx


"Malam juga, gak gangu kok, maaf ini siapa ya?"


Pesan terkirim. Baru saja aku ingin memejamkan mataku karena sudah beberapa kali menguap, handphoneku kembali bergetar. Dengan tidak sabar aku segera mengecek balasan pesan tadi.


From : +6285678xxxxxx


"Lagi ngapain? Aku Zahir."


Glodaaakk....


Tanpa sengaja aku menjatuhkan ponsel bututku hingga terpelanting jatuh ke lantai. Sari yang berbaring disampingku menghadap dinding sampai menoleh melongokkan wajahnya mencari tahu apa yang jatuh. Aku hanya nyengir kuda menatapnya lalu segera memungut kembali ponsel berlayar kuning itu.


Dalam hatiku masih tak percaya, hingga membaca pesan masuk itu berkali-kali. Namun yang aku baca memang tidak salah, disana jelas tertulis nama Zahir.


Tanpa sadar aku senyam senyum sendiri kegirangan, karena orang yang selama ini selalu aku fikirkan tiba-tiba mengirimiku pesan. Namun dalam sekejab aku tersadar akan sesuatu, bisa saja itu orang lain yang mengaku-ngaku sebagai Zahir untuk menjahiliku.

__ADS_1


Aku segera mengetik untuk membalas pesan tadi.


To : +6285678xxxxxx


"Lagi nyantai aja, Sebenarnya ini siapa sih? Jangan bohongi aku ya dosa loh."


Tak lama, balasanpun masuk. Dengan antusias aku segera membuka dan membacanya.


From : +6285678xxxxxx


"Gak bohong kok beneran aku Zahir,"


To : +6285678xxxxxx


"Kalau benar iya, tau nomerku dari siapa?"


From : +6285678xxxxxx


Aku merasa senang bukan main mendapat pesan dari Zahir, tanpa sadar aku tertawa girang sambil bergulingan di kasur sambil menciumi layar kuning ponselku, hingga membuat Sari merasa heran dengan tingkahku. Aku pun segera menutup wajahku menggunakan kedua telapak tanganku, malu dengan kekonyolan yang barusan aku lakukan.


"Kamu kenapa Rin? kesambet ya?" tanya Sari seraya menatapku dengan bingung.


"hehehe nggak kok Mbak, mm...anuu...hehehe," aku kebingungan harus bagaimana menjelaskannya kepada Sari, aku malu untuk mengatakannya bahwa aku mendapat pesan dari orang yang aku sukai, rasanya sungguh memalukan karena hal seperti itu saja sudah membuatku bersikap aneh.


"Lagi jatuh cinta ya? ciieee, ntar kenalin ya pacar barumu, nanti aku kenalin juga pacar baruku," ucap Sari lalu kembali berbaring membelakangiku seraya memainkan ponselnya.


Aku melongo mendengar penuturannya, bagaimana tidak, baru beberapa hari bekerja disini, Sari udah punya pacar baru. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala menanggapinya, meskipun Sari sudah tak melihat kearahku lagi.

__ADS_1


Aku kembali tersenyum saat ponselku bergetar lagi, pertanda ada pesan balasan dari sang pujaan hati. Aku pun segera membalasnya dengan tak henti-hentinya tersenyum.


"Beginikah rasanya orang yang sedang dimabuk cinta?" gumamku dalam hati yang sedikit berbunga-bunga malam ini.


*****


Hari demi hari berlalu, aku menjalaninya dengan lebih bersemangat. Setiap hari Zahir selalu intens mengirimiku pesan, meskipun Ia jarang datang mengunjungiku, namun aku sudah sangat bahagia hanya dengan mendapat sebuah pesan darinya.


Hubungan kami memang masih tidak ada kejelasan, lebih tepatnya bisa dibilang kami hanya berteman, namun perhatiannya lewat pesan-pesan itu sudah cukup untukku, karena aku tidak mau berharap lebih kepadanya, apalagi Zahir masih sekolah, dan aku juga menyadari posisiku sebagai pelayan warung kopi, sangat tidak pantas untuknya.


"Woy...ngelamun aja! mikirin Zahir ya," tegur Sari seraya mendudukkan tubuhnya disampingku. Mulutnya sibuk mengunyah kacang goreng yang dijual di warung.


"Kamu Mbak, ngagetin aja," seruku yang masih terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Abisnya kamu siang bolong begini ngelamun, nih kacang biar gak bengong aja." ucap Sari menyodorkan sebungkus kacang goreng. Aku pun menerimanya dan segera membuka bungkusnya lalu memakannya.


"Gimana, udah jadian belum ama Zahir?" tanya Sari.


Aku hanya menggelengkan kepalaku sebagai jawaban dari pertanyaannya.


"Gila apa ya, udah perhatian kayak gitu, masih aja gak nembak juga, dasar bocah," gerutu Sari ikut merasa kesal dengan Zahir yang tak kunjung menyatakan perasaannya kepadaku.


"Apaan sih Mbak, mungkin emang dia hanya nganggep aku teman aja gak lebih dari itu. Perhatian kan bisa aja sesama temen kayak gitu." ucapku menyimpulkan sendiri.


"Kamu sih, mau aja digituin. Kalau aku bodoh amat dah ama cowok kayak gitu, mending cari yang lain aja, banyak kok yang suka ama kamu tapi kamunya aja yang cuek." ujar Sari kesal.


"Bukan cuek Mbak, cuma aku kan gak ada perasaan apa-apa sama mereka, gimana mau nanggapin mereka. Aku itu cuma menganggap mereka semua itu temen doank gak lebih." kataku membela diri.

__ADS_1


Sari mendengus mendengarnya. "Kamu itu harusnya gak usah nunjukin ke mereka kalau kamu itu gak suka, itu sama aja buat mereka kecewa dan akhirnya gak mau lagi datang kesini. Kalau kamu gak suka ya pura-pura aja biar mereka itu datang kesini terus, kalau warung rame kan kita juga yang dipuji sama Mbak Su dan Pak Imam karena udah bikin warung jadi rame. Kalau perlu pacarin aja mereka toh mereka gak bakalan berani apa-apain kamu aku jamin deh."


Aku hanya terdiam tak menanggapi ucapan Sari, namun dalam hati aku membenarkan ucapan Sari. Jika aku mau berpura-pura menyukai mereka, mungkin mereka akan selalu datang kesini mengunjungiku dan itu pasti akan berdampak dengan omset warung. Namun aku belum yakin bisa atau tidak untuk melakukan seperti yang disarankan oleh Sari, karena walau bagaimanapun itu tidak sejalan dengan hatiku, karena hanya ada satu nama yang mengisi hatiku, Zahir, meskipun nantinya rasa itu tidak terbalaskan, setidaknya aku masih bisa merasakan cinta itu didalam hatiku.


__ADS_2