
Iring iringan mobil berhenti d tepi sebuah hutan.. Tempat yang tersembunyi, Di setiap mobil ada satu orang stand by berjaga d atas nya.
2 mobil terdapat banyak senjata, sedangkan satu mobil terdapat teknologi canggih yg menghubungkan mereka satu sama lain..
Keano memandang hutan d depan nya. Mata fokus melihat sebuah tab yg ada d tangan nya. Ia mempelajari jalan yg akan ia lalui, Sedangkan Okada berada d dalam mobil memantau situasi.
Mereka juga terhubung dengan Dimas d balik earphone.
Mereka d bagi jadi 3 kelompok. Yg satu arah Utara, barat dan timur.. Masing masing kelompok memiliki 7 orang pasukan. Tapi masih ada kelompok bayangan yg stand by d setiap sisi, beberapa helicopter dan beberapa mobil medis sudah berada d tempat tersembunyi.
Keano memimpin kelompok barat, Leo memimpin kelompok timur sedangkan Namoto memimpin kelompok Utara.
Sengaja mereka menurunkan para suhu karena musuh mereka kali ini bukan musuh sembarangan.
Okada mengacungkan dua jempol tanda siap. Setelah mereka selesai memasang rompi anti peluru.
Keano, Leo dan Namoto saling melirik dan mengangguk.
Mereka berpencar,, dengan senjata mengacung ke depan mereka bergerak pelan dan hati hati.
"Utara, 5 langkah kanan mu,, 3 orang" Suara Okada d balik earphone.
Kelompok Namoto menunduk,, belum saat nya melepaskan tembakan. Karena itu akan memancing musuh keluar..
Salah satu anak buah Namoto menghantam kepala salah satu dari mereka. Karena mereka tidak siap, yg satu tumbang, dan dua orang lagi terlibat pertarungan..
Tentu saja di menangkan pihak Namoto.
Sedangkan pasukan Leo, sudah berjalan menjauh hingga mendekati titik musuh..
Tidak banyak rintangan yang berarti. Leo bisa mengalahkan mereka dengan sangat mudah.
Kelompok Leo juga berhasil menghalau para musuh yg sudah menarget kan Keano..
Keano menatap awas. Mata nya liar melihat sekeliling, langit yg tadi nya terang perlahan lahan berubah menjadi gelap menandakan hari akan berganti malam,, Sesekali Keano mendongak melihat Keatas, sekelompok binatang bersayap terbang bergerombolan.
Ia terus berjalan lambat hingga menemukan sebuah sungai yg aliran nya sangat deras.
"Apa kita salah jalan paman???" tanya nya d balik earphone.
"Kurasa tidak, tapi air nya tidak sederas itu kemarin "
"Jadi???"
"Tidak ada pilihan, kau sudah hampir dekat"
Keano melihat aliran sungai., ia berjalan ke arah kanan.. Tangan nya stand by mengacungkan senjata.
Aliran sungai ini semakin ke kanan semakin mengecil, membuat Keano semakin jauh dari titik musuh.
"Kau harus menyebrang disana, karena semakin kau ke kanan sambungan kita akan terputus"
Keano melihat kebelakang, para anak buah nya mengangguk.
__ADS_1
Mau tak mau, Keano akhirnya menyebrang dengan susah payah.. Rompi anti peluru yg berat dan beberapa senjata d badan membuat nya berkali kali hampir tenggelam..
Sedikit lagi mencapai tepi, tiba tiba DOOR..
Tembakan dari kiri Keano membuat nya segera berlari. Mereka semakin mendekat, membuat ia menembak kan senjata nya dari jauh.
Saling tembak dan serang pun terjadi. Keano menembak berkali kali ke arah mereka.
Ada yg tepat sasaran ada pula yg meleset. Para anak buah yg terlatih membuat mereka selamat, tapi 2 dari mereka terkena tembakan di lengan kiri dan kaki kanan.
"Kalian tak apa??? Apa masih kuat??" Tanya Keano cemas.
"Tak usah mengkhawatirkan kami tuan muda, ini sudah biasa bagi kami. Mungkin sudah menjadi makanan sehari hari" jawab salah satu dari mereka yg terluka.
"Apakah Daddy sekejam itu??" tanya nya tapi tetap melanjutkan perjalanan. Ia tetap dalam posisi siap..
"Bahkan Daddy mu lebih kejam dari apa yg kau bayangkan Keano" Suara Dimas d balik earphone..
"Ah, aku tidak menyangka dia sekejam itu. Karena jika berhadapan dengan mommy dia akan menjadi seekor kucing yang manis"
Hahaha,, tawa bersahutan menggelegar..
Keano sengaja membuat suasana agar tidak begitu tegang, saat ini saja jantung nya berdetak lebih kencang dari biasa. Tangan nya ikut Tremor membuat senjata yg ia pegang ikut bergetar..
"Kau gugup bung???" tanya Dimas.
"Sedikit,"
"Kau tau, jika Daddy mu tau ia akan tertawa dengan kencang melihat anak lelaki nya menggigil seperti banci"
"Buktikan!! Kiri 8 orang " titah Dimas..
Keano mengacungkan senjata nya dengan cepat ke arah kiri.. Kemudian mengajak kelompok nya bersembunyi d balik pohon.
Langkah lebar dan kasar dari mereka membuat Keano menutup mata.. Bayangan orang tua nya menari menari d pikiran nya.
Bohong jika ia tidak takut.. Apalagi melihat badan mereka begitu kuat dan tangguh.. Otot otot mereka seolah akan keluar dari pergelangan tangan nya..
"Dad,, aku akan menuntas semua nya hari ini.. Aku akan membuat mereka membayar darah yg sudah kau keluarkan .. Tolong lindungi aku dari sana"
Dor dor..
Keano membidik dan menembak tepat kepala mereka berjarak 3 meter.
Membuat kepala itu hancur dan isi nya terburai...
Dengan cepat senjata nya berubah haluan ke kanan dan DOR..
Satu lagi ia tembak,, tinggal 3 orang lagi. Karena 3 di antara musuh sudah lebih dulu tewas d tangan anak buah nya..
Keano mencari posisi mereka, tapi naas..
Sebuah senjata tepat berada d samping kanan kepala nya..
__ADS_1
"Keano KAI.... Selamat karena kau datang dengan sendirinya tanpa harus repot menemukan mu" Ucap salah satu dari mereka.. Yang tadi nya 3 orang sekarang malah bertambah semakin banyak.
"Cuih" Keano meludah.. "Jika kau berani lawan aku satu persatu"
"Hahaha. Ini yg ku suka,,, sikap sok berani mu ini.."
"Kau takut???" tantang Keano.
"Kau baik baik saja???" bisik Dimas d balik earphone.
"Diam Lah paman" balas Keano .
Kaki Keano bergetar..
Ia akan berusaha mengalihkan perhatian mereka,, dan berusaha mengulur waktu karena ia mendengar jika Kelompok Leo sudah mendekati titik musuh..
Keano membuka rompi anti peluru dan memasang kuda kuda..
Salah satu dari mereka maju dan berhadapan dengan Keano..
Badan mereka yg besar membuat Keano menelan ludah nya dengan susah payah..
"Kaki mu bergetar bung" ucap mereka mengejek.
Keano tak menghiraukan dan menendang satu pusat inti orang d depan nya..
Saat lawan lengah, ia kembali melakukan serangan yg sudah ia pelajari bersama Dimas..
Para anak buah Keano pun ikut beraksi . Walaupun mereka kalah jumlah tak sedikit pun mereka menyerah..
Tak lama, suara tembakan 3x terdengar ..
Menandakan jika Leo dan Namoto telah sampai d titik musuh.
Seketika pertarungan mereka terhenti dan saat Keano sedikit lengah , moncong senjata salah satu mereka berada tepat d kepala Keano..
Keano mengangkat kedua tangan nya. Perut nya d tendang dengan keras membuat nya berlutut.
"Bawa mereka semua ke markas"
Titah seorang yg Keano yakini adalah bos dari mereka.
"Kenapa tidak kau habisi disini saja bos???"
"Tidak mungkin Namoto melepas nya begitu saja. Aku akan menuntas kan mereka semua"
Mereka mengumpulkan earphone milik semua anak buah Keano dan menginjak nya, hingga membuat sambungan mereka terputus..
Mereka membawa Keano ke sebuah mansion yg terletak d tengah hutan..
Keano merasa heran, bagaimana bisa ada mansion mewah berada d sini.
.
__ADS_1
.