Pinang Aku Dengan Keimanan Mu

Pinang Aku Dengan Keimanan Mu
Ledakan..


__ADS_3

Okada langsung mematikan sambungan jaringan yg menghubungkan dia dan Keano. Dari tempat nya berada, ia takut jika salah satu dari mereka mengambil dan memasangnya. Bisa dipastikan dimana titik mereka bersembunyi akan langsung diketahui..


"Aku sudah d lokasi" ucap Leo..


"Keano bersama mereka, aku tak tau bagaimana keadaannya" ucap Okada..


"Kita jalan kan rencana B" sambung Namoto..


Sementara itu, Keano dan para anak buah nya tengah berlutut d lantai .


Berkali kali ia terjungkal saat kaki dari mereka menghantam nya lagi dan lagi...


Wajah tampan nya sudah tak berbentuk.. Jangan lupakan seluruh tubuh nya bagai di remukkan.


Tak ada kesempatan nya membalas serangan. Lagi pula mereka hanya ber 7, mustahil bisa menang melawan mereka yg berjumlah hampir 100 orang.


Keano melirik sekeliling,, ia ingin membaca situasi. Senyum samar ia tampilkan, saat melihat bayangan Leo ada d sudut kanan.. Dan mengangguk pada nya..


Keano tiba tiba berdiri..


"Panggil bos mu keluar" teriakan Keano membuat mereka yg tadi nya berisik seketika terdiam.


"Haha, untuk apa anak muda. Kau ingin bunuh diri??"


"Jika aku mati disini, setidak nya aku bangga bisa melihat orang yg sudah membunuh orang tua ku , seorang pengecut yg hanya bisa main keroyokan "


Salah satu dari mereka mendekat , ia berdiri tepat d hadapan Keano..


"Cuih" Keano meludah tepat d wajah nya.


"Bang$at kau"


Ia memukul perut Keano dengan keras..


Keano meringis tapi dia masih bisa berdiri tegak, Ia mengambil sebilah pisau yg d sembunyikan d balik punggung dan


SREEEET...


Keano menusuk orang d hadapan nya berkali kali..


Seketika rumah ini gempar,, mereka mengepung Keano dan 6 anak buah nya..


Satu persatu kepala mereka sudah di todongkan senjata..


Tapi...


Satu persatu dari mereka terkulai dengan kepala bersimbah da rah.


Sniper dari kelompok Keano menembak mereka cepat tanpa suara..


Keano melihat Leo yg menyuruh nya agar cepat keluar dari rumah ini. Leo juga menunjuk jam tangan yg ia pakai. Yang berarti rumah ini sudah d pasang bom waktu yg akan meledak.


Keano mengajak agar anak buah nya segera keluar bersama nya, tapi 2 dari mereka menggeleng..


Pertarungan dan tembakan musuh membuat kaki mereka terluka dan menghabiskan banyak da rrah.


"Aku akan bantu kau berjalan"


"Tidak ada waktu tuan muda, cepat lah keluar. Bom akan meledak 10 menit dari sekarang"


"Aku tidak akan meninggalkan kalian disini, kalian sudah melindungi ku dan saat nya aku melindungi kalian"


"Kau.." tunjuk Keano kepada salah satu dari mereka yg tidak terluka "Papah dia, Aku tak ingin kita ada yg tinggal dan mati disini"


Mereka mengangguk..


Yang terluka di gendong belakang dan mereka berlari dengan cepat agar bisa keluar..


Suara helicopter menggema, angin bertiup dengan kencang di sekitar helicopter berdiri...


Satu persatu dari naik dengan cepat,, Hanya tinggal Keano dan satu anak buah.


Helikopter beranjak naik...


"Seperti nya kita harus menjauh dari sini tuan muda,, rumah ini akan meledak"


Anak buah yg bernama Farel itu menarik Keano dan berlari dengan kencang..


Keano yg terluka, tidak dapat mengikuti jejak Farel. Ia terjatuh berkali kali.


3 2 1 dan Duuuar....

__ADS_1


Ledakan dahsyat terjadi d belakang mereka, membuat tubuh Keano dan Farel terpental jauh...


Telinga Keano berdengung,, tak dapat mendengar apapun... Dada nya sesak ,,tak bisa bernafas..


Apa ini akhir nya Tuhan??? Jika ia, tolong bahagiakan orang orang yg aku sayangi...


Perlahan lahan mata Keano menjadi berat, sebelum benar benar tertutup. Ia melihat Farel yg memanggil manggil nya,, tapi suara Farel tak bisa ia dengar.. Dengan Wajah sudah penuh da rrah..


Tak lama mata itu tertutup sempurna....


.


.


.


PRANG...


Gelas yg d pegang Akiara seketika terjatuh dari genggaman.


Jantung nya berdetak cepat.


"Kamu kenapa Akiara???" tanya Fuji mendekat.


"Gak tau kak, perasaan aku gak enak.. Aku kepikiran kak Keano"


"Kamu tenang dulu, sekarang kita coba hubungi dia."


Fuji mengambil ponsel dan memencet nomor Keano. Tidak tersambung, sudah d pastikan jika saat ini Keano mematikan ponsel nya. Fuji mencoba menelpon semua orang yg berada d sisi Keano.. Tapi jawaban sama yg ia terima.


"Kau harus berdoa untuk nya"


Akiara hanya diam,, Dalam tiap nafas nya selalu mendoakan Keano.. Tapi bukan nya tenang ia malah semakin gelisah.


"Kak, bisa antar aku ke rumah paman???"


Saat ini mereka tengah berada di rumah Devan.


Fuji mengernyit..


Akiara tau jika Keano terhubung dengan Dimas, sebelum melakukan aksi berbahaya itu Keano sempat menghubungi nya. Dan berkata jika ia tak bisa d hubungi dalam waktu 24 jam, maka Akiara harus menemui Dimas..


Akiara menghitung bahwa sekarang sudah lebih dari 24 jam.. Ia yakin ada sesuatu yang tidak beres dengan Keano..


"Baiklah, aku akan meminta mas Devan menemani. Hari sudah malam" Fuji keluar dari kamar Akiara untuk meminta Devan menemani.


Akiara duduk d atas ranjang, ia melihat ponsel yg menampilkan foto keluarga kecil mereka sebagai wallpaper.


Dad, mom.. Aku mohon jangan bawa kakak,, aku butuh dia saat ini.. Aku takut jika di tinggal sendiri.. Tapi jika kak Keano tak kembali, aku akan menyusul kalian...


.


.


Sementara itu d dalam sebuah ruangan.


Dimas menyandar kan punggung ke Sandaran kursi kerja nya.. Ia melepas earphone yg sedari tadi terpasang di i telinga kanan nya.


Ia memijit dahi nya, pusing melanda karena sudah d pastikan jika Keano gagal..


"Maafkan aku Nomura, seharusnya aku ikut Keano kemarin."


Dimas menutup mata nya yg sudah sangat lelah..


"Sayang..."


Panggilan Vivi membuat Dimas kembali membuka mata.


"Kesini lah sayang"


Vivi meletakkan nampan berisi kopi dan beberapa cemilan d atas meja. Lalu ia duduk di atas pangkuan Dimas.


Dimas memeluk nya dari belakang seakan jika pelukan Vivi bisa memberikan nya kekuatan..


"Bagaimana???" tanya Vivi seraya memijat lembut kepala Dimas.


Dimas menggeleng lemah, setitik air mata turun d sudut mata nya.


Vivi langsung berdiri dari pangkuan Dimas,


"Kau bohong kan mas??? Keano selamat kan???" Vivi menutup mulut nya .

__ADS_1


"Maaf sayang, Keano tidak berhasil" jawab Dimas lemah..


"Tidak,, kakaaaak" teriakan d balik pintu membuat Dimas dan Vivi menoleh.


Mereka segera berlari ke sumber suara yg ia yakini adalah suara Akiara..


Akiara sudah terduduk lemas d atas lantai.. Ia memukul mukul dada nya..


Sakit sekali rasa nya.


Belum genap 2 bulan d tinggal orang tua sekarang ia juga ditinggal kan oleh kakak satu satu nya..


Hati siapa yg tidak pilu melihat keadaan Akiara sekarang. Ia sangat rapuh dan tak berdaya..


"Tolong antar aku kesana paman... Aku mohon.. Aku mohon padamu paman" Lirih Akiara yg membuat semua yg berada di sana menahan air mata..


Tidak ada yg menjawab..


"Kakak, kenapa kau tinggalkan aku sendiri ,, aku butuh kau kk.. Aku mohon, bawa aku bersama mu"


Vivi dengan cepat memeluk Akiara erat.. Memberikan kekuatan walau ia pun merasa rapuh..


Memang Keano dan Akiara bukan anak kandung nya, jadi jiwa ibu mana yg tidak terluka melihat gadis yg sudah dia anggap anak begitu rapuh dan terluka..


.


.


Dion mendengar kabar jika Keano pergi untuk selama nya.. Kabar yg ia dengar dari Devan tadi pagi.


Dan malam ini akan diadakan pengajian drumah orang tua Devan..


"Num" panggil Dion lirih..


"Nanti malam kita akan pergi ke pengajian dirumah om Dimas, kamu ikut???"


"Pengajian??? Memang siapa yg meninggal mas???" tanya Syanum bingung.


"Yakin kamu ingin mendengar nama nya??"


Syanum mengangguk cepat.


"KEANO "


Syanum kembali mengangguk, tunggu dulu.. Nama ini begitu tak asing d telinga nya.


"Maksud mas???"


Kali ini Dion yg mengangguk..


"Innalilahi wa innailaihi rojiun"


Tak tau kenapa , kini air mata Syanum mengalir dengan deras...


"Kenapa mas???"


Dion menggeleng, "Tidak tau apa yg sedang Allah rencanakan"


Syanum tergugu...


Saat mereka mengobrol di sambungan telepon tempo hari, Keano berjanji akan kembali dan meminang nya..


Ya Allah..


MAAF kan hamba yg sudah terlampau berharap kepada Manusia..


Bukankah aku harus nya hanya berharap pada Mu???


Maafkan hamba, ampuni hamba ya Allah...


Hamba berharap padamu agar berita yg hamba dengar ini tidak nyata..


.


.


Maaf ya reader, cerita nya kurang greget..


Aku takut nanti tidak lulus seleksi..


Jadi aku buat sedikit tidak kejam..

__ADS_1


Lagipula disini Keano tidak seperti Nomura yg sangat kejam...


__ADS_2