Pinang Aku Dengan Keimanan Mu

Pinang Aku Dengan Keimanan Mu
Masa lalu dan rencana Dimas..


__ADS_3

Malam ini pengajian pun dilakukan, di mulai dari sholat magrib dan isya berjamaah hingga pengajian yg selesai jam 9 malam .


Setelah acara pengajian.. Satu persatu orang orang yang hadir mulai pamit undur diri..


Mulai dari para kolega bisnis, para sanak family, anak yatim dan para tetangga.


Begitu juga dengan Dion dan keluarga nya yg juga turut hadir di sana.


Syanum terlihat syok dan sedih. Terlihat dari mata nya yg sembab.


Tak lupa Dimas mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang datang..


Setelah mereka pergi, Dimas mengajak seluruh anggota keluarga nya berkumpul di ruang kerja nya..


"Sebenarnya Keano masih hidup" Semua yg ada disana mengucapkan kata syukur..


Akiara bahkan menangis dengan keras, bukan tangisan kesedihan, melainkan tangis kebahagiaan..


"Benarkah paman???" tanya nya di sela tangis..


Dimas tersenyum dan mengangguk.


"Tapi untuk sekarang kita harus menganggap nya meninggal???"


"Maksud papa???" tanya Fuji tak terima.


"Banyak hal yg sangat sulit untuk ku katakan saat ini.. Tapi aku akan menjelaskan garis besar saja.." Ucap Dimas menghela nafas..


"Sebelum nya aku minta maaf Akiara, jika ada perkataan yg akan ku sampai kan menyinggung perasaan mu "


Akiara mengangguk..


"Nomura, ayah Keano adalah seorang mafia kejam dan terkenal.. Dan kalian pasti bertanya tanya balas dendam yg akan ia lakukan bukan???"


Semua yg ada di sana mengangguk, tapi tidak dengan Akiara dan Vivi yg sudah mengetahui sosok Nomura.

__ADS_1


"Balas dendam yg di maksud Keano adalah nyawa balas nyawa, Keano membalas dendam dengan pertarungan melawan musuh mereka"


"Aku dan Leo " Dimas melirik Fuji


"Sempat menjadi salah satu kaki tangan yg sangat dipercayai Nomura.. Membunuh dan melukai para musuh bukan sesuatu hal yg tabu. Tapi sesuatu yg membuat bangga. Semakin banyak kita membunuh maka semakin tinggi jabatan yg akan kita tempati.. Aku bahkan pernah di ajak Nomura melakukan satu misi yg membuat ku harus memisahkan kepala dari tubuh musuh.." mereka semua bergidik


(yang penasaran kisah Dimas, mampir di novel RICH MAN.. Disana. Di cerita kan secara detail kisah bagaimana Dimas memulai karir nya di dunia mafia)


"Sebenarnya saat mengajak Keano jalan jalan setiap hari itu hanya omong kosong, aku tidak mengajak nya jalan jalan melainkan melatih nya ilmu bela diri yg aku punya agar dia menjadi kuat seperti aku dan para Yakuza, latihan cepat dan tepat "


Dimas menghela nafas..


"Jadi aku tau pasti apa yg terjadi dengan Keano saat ini. Hanya 2 pilihan.. Sekarat atau mati!!! Untung Keano hanya sekarat "


Semua nya melotot tak percaya dengan apa yg mereka dengar, sangat tidak menyangka jika sosok Dimas yg di kenal ramah dan baik adalah mantan seorang mafia kelas dunia..


Pantas saja pembawaan Dimas saat tenang saat ia di curangi para rival perusahaan.. Bahkan ada di antara mereka yg jadi berbelok dan membela Dimas, Pasti sedikit banyak nya ada campur tangan Nomura..


"Itu hanya masa lalu yg tak akan pernah Ter ulang.. Aku bahagia dengan hidup ku yg sekarang"


Dimas terdiam membayangkan sosok nya di masa lalu. Sangat ingin melupakan, tapi kenangan itu tak kan bisa hilang dari pikiran nya..


"Keano dalam keadaan yg sangat mengkhawatirkan.. Aku sudah sepakat dengan mereka yg ada di sana agar mengatakan jika Keano telah meninggal kecelakaan.. Ini Semua bertujuan, agar di masa depan tidak ada lagi yg mengintai nyawa Keano.. Ku mohon agar kalian bisa menutup mulut dan ikut serta dalam sandiwara yg ku buat"


Semua yg ada di sana mengangguk serentak, tentu saja mereka takut jika tak mengikuti perintah Dimas..


"Dan Akiara.. Agar sandiwara kita berhasil,, besok aku akan mengantarkan mu ke Jepang.. Kita akan melakukan acara kremasi untuk Keano.. Tentu saja bukan mayat Keano, melainkan mayat yg tidak di ambil keluarga nya.."


Akiara mengangguk takut..


 "Jadi ku mohon lakukan sandiwara ini dengan baik, aku tak ingin ada kesalahan walau sekecil apapun.. Dan jika ada yg membocorkan, maka bisa ku pastikan nyawa kalian dalam bahaya. Aku pun akan mengangkat kedua tangan ku tak bisa menyelamatkan kalian" suara Dimas tegas dan tak terbantah..


Tentu saja itu hanya ancaman Dimas, Dan jika itu terjadi maka sudah dipastikan jika Dimas adalah orang yg pertama melindungi keluarga nya..


Mereka lagi lagi mengangguk takut.. Tak akan mereka lakukan itu, mereka masih sayang nyawa..

__ADS_1


Dimas hanya tersenyum melihat mereka, senyum samar yg bahkan tidak disadari oleh mereka kecuali Vivi..


Saat mereka semua keluar..


"Kau menakuti anak anak mas" ucap Vivi dengan bibir manyun..


"Kau semakin cantik jika seperti itu sayang"


"Jangan mengalihkan pembicaraan "


"Maaf, aku hanya tidak ingin mendengar nanti mereka membocorkan rencana ini.. Ini untuk keselamatan mereka juga.. "


"Tapi tidak mengancam juga mas, lihat wajah ketakutan mereka tadi.. Siapa sangka mereka mempunyai Ayah kriminal seperti mu"


"Haha.. Kriminal yg sangat kau cintai bukan ???" Vivi memutar bola matanya malas mendengar gombalan basi sang suami .


"Pokok nya kamu harus melindungi mereka"


"Kau tau bukan, jika aku sama sekali tidak pernah mempublikasikan identitas mereka.. Itu salah satu cara ku melindungi mereka "


"Aku percaya padamu mas"


Dimas memeluk dan mencium puncak kepala Vivi ..


.


.


Hai hai hai maaf ya bagi yg menganggap cerita tidak sesuai judul..


Aku hanya ingin menceritakan awal bagaimana mereka bertemu..


Agar cerita itu sambung menyambung jadi satu...


Setelah ini kita akan fokus ke cerita percintaan mereka..

__ADS_1


Dan Disana lah judul akan ku sesuai kan dengan cerita nya...


Yuuuukk lanjut baca ya


__ADS_2