Pinang Aku Dengan Keimanan Mu

Pinang Aku Dengan Keimanan Mu
Pertemuan ke dua


__ADS_3

5 hari lagi Keano akan kembali ke Jepang, hari ini ia mengantar kan Akiara ke Universitas yg terbaik di kota ini. Kiara mengatakan jika ia ingin melanjutkan pendidikan di negara ini.


Keano tak menyia nyiakan kesempatan untuk menemani sang adik. Pelatihan yg d berikan Dimas di anggap selesai karena kemarin ia sudah menyelesaikan pelatihan terakhir nya.


Akiara sudah kembali seperti semula, kesedihan karena ditinggal kan perlahan lahan sirna karena kasih sayang yg d berikan oleh keluarga Dimas.


Tentu Cinta sedalam yg Yuki berikan tidak ia dapatkan. Tapi support dari mereka membuat Akiara bangkit dan ingin mencoba mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan.


"Kak,, kakak gak usah nungguin. Disini aku akan mendapat teman baru. Kakak gak usah khawatir"


"No, lengah sedikit maka nyawa mu taruhan nya"


"Kak, aku sudah mengubah identitas ku selama disini. Jadi aku rasa tidak akan ada orang yang mengetahui nya"


Keano hanya diam, mobil tiba d parkiran. Ia membukakan pintu untuk aKiara.


"Jika kamu tak ingin kakak masuk, maka kakak akan menunggu di sini sampai pelajaran mu selesai"


"Kak.... " Kiara memelas..


"Kamu hanya punya 2 pilihan. Masuk kedalam mobil ini lagi dan pulang dengan kakak atau kakak akan menunggumu d sini sampai selesai "


"Baiklah kak" ucap Akiara lemah, ia mendekat dan mencium pipi Keano sayang.


Tingkah laku mereka di saksikan banyak pasang mata mahasiswa yang melintas.


Bisik bisik suara mengatakan mereka adalah pasangan yg romantis.


Keano tak menghiraukannya, ia kembali masuk ke dalam mobil saat punggung Akiara telah menjauh dan memasuki pekarangan.


Keano memutar lagu, ia merebahkan punggung d bangku kemudi menutu mata dengan pergelangan tangan kanan.


Keano takut nanti ia tak dapat lagi bertemu Akiara. Belum pasti ia akan berhasil mengalah kan musuh sang daddy yg segitu banyak nya itu.


Jadi biarlah untuk 5 hari ini ia menghabiskan waktu nya bersama Akiara.


"Dad, jika aku tak bisa menjaga Akiara disini, ku mohon Daddy menjaga nya dari sana. Aku takut sekali sekarang, bukan takut dalam pertarungan ini tapi takut meninggalkan adik ku seorang diri"


Drt drt.


Di tengah lamunan nya, ponsel nya berdering.


"Oji San LEO CALLING "


Keano keluar dari mobil mewah nya.


"Ya paman"


"Kapan kau akan kembali???"


"5 hari lagi, kenapa paman???"


"Tidak ada apa apa, paman hanya mengkhawatirkan mu saja"


"Aku tidak apa apa disini karena paman Dimas melatih ku dengan sangat baik"


Keano berjalan maju mundur seraya menunduk kan pandangan nya,,, ia sangat serius saat berbicara dengan Leo.


"Ya, Dimas sangat terlatih untuk itu"


"Bagaimana dengan perusahaan???"


"Sampai saat ini perusahaan sedang stabil. Kami semua disini juga melakukan pelatihan ekstra agar dapat membantu nanti nak"


"Terimakasih paman, paman memang yg terbaik"


Keano mundur selangkah dan BRUUUK....


Ia menyenggol seorang gadis yg berada tepat d belakang nya, membuat semua buku yg sedari tadi dipegang jatuh berhamburan...


"Maaf paman, nanti kita sambung lagi"


Keano memutus sepihak panggilan tanpa menunggu jawaban Leo.

__ADS_1


"Maaf, saya tidak sengaja"


Keano membantu gadis itu menyusun buku buku yg berserakan


"Tidak apa apa, tadi juga salah saya karena terlalu buru buru"


Saat Keano menoleh, betapa terkejutnya ia melihat gadis yg ia tabrak barusan.


Gadis yg beberapa hari ini memenuhi pikiran nya.


Kita bertemu lagi..


Kenapa Keano bisa tau???


Karena ia menandai mata Syanum, tahi lalat d ujung mata nya yg indah.


Keano kembali terpesona saat tak sengaja niqab yg d pakai Syanum di terbangkan angin.


5 detik, ya hanya 5 detik saja..


Ia melihat sendiri keindahan di depan mata nya..


Saat kesadaran Keano pulih , ia sudah tak melihat Syanum d hadapan nya tapi ia hanya bisa melihat punggung Syanum yg semakin menjauh


"Besok kita akan bertemu lagi nona"


.


.


Pagi ini Keano tampak bersemangat, ia semalam bisa tidur dengan nyenyak.


Karena hari ini akan kembali bertemu dengan wanita yg menghiasi pikiran nya.


"Seperti kamu bersemangat sekali" Fuji yg sedang menata makanan d atas meja makan melirik Keano yg selalu menampilkan senyum terbaik nya.


"Ya, aku sedang jatuh cinta"


"Tentu saja, kakak pikir aku sakit???"


Fuji menggeleng "Malah aku mengira jika kamu gila"


" masa pria se tampan aku gila"


"Jadi siapa wanita yg tidak beruntung itu???'


"Hei,, apa maksud mu kak??? Yg menjadi pasangan ku nanti adalah orang yg sangat beruntung, aku mempunyai segala nya"


"Hei, jangan sombong"


"Ada apa ini???" Devan turun dari lantai 2 dengan pakaian rapi karena ia akan berangkat ke kantor.


"Keano bilang jika ia jatuh cinta" jawab Fuji seraya memperbaiki dasi yg d kenakan Devan.


"Aku juga.." Devan berkata lantang membuat Fuji menghentikan kegiatan nya.


"Apa maksud mu??? Jatuh cinta pada siapa??" tanya Fuji marah .


"Kepada mu, selalu setiap hari " jawaban Devan membuat Keano bergidik.


"Dasar bucin kamu mas"


"Hahaha tenang lah anak pemuda, sebentar lagi kau juga akan merasakan nya."


Keano mengangkat tangan nya dan berlalu dari hadapan pasangan yg selalu kasmaran itu.


"Lebih baik aku menunggu Akiara d mobil saja"


.


.


Saat ini mobil yg di bawa Keano telah sampai di kampus Akiara.

__ADS_1


"Kakak nungguin aku lagi???"


"Tentu, kakak akan menunggu mu di sini"


Akiara mengangguk dan keluar dari mobil Keano.


Sedangkan Keano menatap ke arah gerbang dimana ia akan bisa dengan mudah melihat mahasiswa yang lalu lalang.


Pucuk d cinta ulam pun tiba.


Seseorang yg ia tunggu, nampak berjalan seraya menunduk .


"Hai"


Syanum menoleh.


"Saya yg kemarin menabrak mu, saya belum mengucapkan maaf"


"Oo, tidak apa apa mas. Saya juga terburu buru kemarin"


"saya yg tidak apa apa, jantung ku oh jantung ku" ucap Keano dalam hati.


"Sekali lagi maafkan saya, Kamu Syanum kan???"


"Ya, bagaimana anda bisa tau???"


"Saya adalah teman Dion."


Syanum terdiam seraya mengingat .


"Oia saya ingat mas, yg d cafe waktu itu kan???"


Keano mengangguk semangat...


"Bagaimana kalau siang nanti kita makan siang???"


Syanum menggeleng, "Maaf, saya tidak bisa mas."


"Kalau makan malam???"


Lagi lagi Syanum menggeleng.


"Maaf mas, saya masuk dulu"


"Tunggu. Kamu harus tanggung jawab atas sakit yg saya derita"


"Maaf mas, saya bukan dokter, jika anda sakit lebih baik anda ke dokter saja"


"Hanya kamu obat dan orang yang dapat menyembuhkan saya"


"Maksud mas apa??? saya tidak mengerti "


"Saya suka padamu, mau kah kamu menjadi pendamping hidup ku????"


Syanum terdiam tanpa kata, baru kali ini ia melihat ada orang yang terang terangan mengatakan cinta.


Tanpa perkenalan dan pendekatan.


"Maaf mas, saya sudah terlambat. Saya harus masuk. Assalamualaikum "


Syanum setengah berlari meninggalkan Keano yg d anggap nya sedikit tidak waras..


Sedangkan Keano tersenyum melihat Syanum yg sudah menjauh..


"Tenang Keano.. Masih ada waktu sehari lagi untuk kau bertemu dengan nya. Sebelum kau terbang ke Jepang, jika kau selamat, maka dia adalah jodohmu. Tapi jika kau tewas dalam pertempuran itu, maka dia akan menjadi milik orang lain"


Tidaaaak ... Jangan sampai itu terjadi. Aku harus selamat dan kembali ke sini dalam keadaan sehat.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2