
Syanum yg melihat ada orang yang baru masuk langsung mendekat dengan nampan yg ia bawa.
"Silahkan di coba kue nya mas,, jika ada kekurangan tolong beri tahu.. Saya dan tim akan memperbaiki nya"
Ucap Syanum lembut seraya meletakkan beberapa kue d atas meja depan Devan dan Keano.
"Kamu tidak punya kekurangan, bahkan terlalu sempurna di mata ku" jawab Keano lantang, mata nya tak lepas dari gerak gerik Syanum..
Devan yg berada di sebelah Keano hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
Sedangkan Dimas dan vivi hanya bisa tersenyum dan menggeleng.
Fuji bahkan menepuk kepala belakang Keano,, walau ada suami di tengah mereka, tak menghentikan tangan Fuji.
Sedangkan Keano hanya menampilkan senyum Pepsodent nya..
"oiya, ini ada hadiah untuk mu.." Keano berdiri dan memberikan buket bunga yg sedari tadi ia pegang..
"Alhamdulillah, terimakasih hadiah nya mas.. bunga nya cantik"
Walau Syanum tak mengetahui sosok yang ada di depan nya ini, tapi Syanum berusaha untuk ramah..
Yang Syanum tau, semua yg datang adalah kolega bisnis dari Rafael. Tak mungkin ia menolak pemberian kolega bisnis Rafael itu bukan?? Ia tak ingin membuat Rafael kecewa..
Keano sedikit menunduk dan berbisik "aku kembali Syanum"
Deg deg deg..
Kalimat ini adalah kalimat yg di tunggu Syanum dari seseorang yg ia rindukan.
__ADS_1
Walau sudah 3 tahun, suara ini tidak berubah..
Syanum tak ingin terlalu berharap.. wajah nya sangat tidak mirip, tak mungkin dia bukan.......
"Maaf, maksud anda???"
"Aku Keano" lagi lagi Keano berbisik..
"Haha, jangan becanda mas,,"Ucap Syanum dengan tawa paksa nya..
"Nanti setelah acara aku ingin berbicara dengan mu"
"Aku tunggu kamu di sini hingga acara nya usai" Setelah mengatakan kalimat itu, Keano kembali duduk di kursi nya dan memakan kue itu dalam dia..
Sedangkan Syanum mencerna kejadian yg baru saja ia alami..
Syok??? Tentu saja..
Lagi pula tak mungkin dia Keano.. Waktu 3 tahun tak bisa mengubah wajah seseorang bukan???
Ah,, Untuk apa dia berfikir terlalu jauh ???
.
.
"Bagaimana??? Sudah merasa lebih baik???" tanya Fuji yg melihat Keano tersenyum lebar.
Keano mengangguk senang..
__ADS_1
"Ah, kau seperti bocah yg di beri mainan"
"Ya, mainan rumah rumah Han ya kak " ujar Keano Menaik turun kan kedua alis tebal nya..
"Rumah apa??? Rumah Barbie???"
"Oiya, bagaimana dengan rumah mu Keano ??? Udah rampung???" tanya Dimas..
"Tinggal taman dan kolam berenang paman,, paling lama 2 bulan lagi"
Dimas mengangguk..
Keano memutus kan untuk tinggal di Indonesia.. Setelah pernikahan sang adik waktu itu ..
Akiara memutuskan menikah muda dengan pemuda yg membawa nya menjadi mualaf.. Dokter Farkhan
Dia menetap di Amerika sesuai dengan tempat kerja sang suami..
Keano saat ini sedang membangun cabang perusahaan di negara ini. Sedangkan di jepang ada Okada yg menjalan kan bisnis keluarga nya..
Ia juga sedang membangun hunian mewah tak jauh dari rumah Dimas dan Devan
Hunian bagi keluarga elit di jakarta..
Dan rumah ini akan ia tempati nanti saat sudah menikah , saat ini ia memilih tinggal di apartemen..
Walau Dimas dan Devan sudah menawarkan tempat tinggal tapi dia sudah tak mau merepotkan mereka..
Lagipula ia juga ingin mandiri dan tidak bergantung kepada siapapun..
__ADS_1
.
.