
"Ayolah mas bantu aku sekali ini saja"
"Astaghfirullah Keano, seharusnya kamu itu sadar diri. Berarti dia tak menyukai mu kalau itu yg dia katakan"
"Mas.. Apa kau tak mengasihani ku??? Aku sedang berjuang mendapatkan cinta. Seperti dirimu dulu bukan???"
Devan menghela nafas berat.
"Oke, tunggu sebentar. Aku akan menghubungi Dion "
"Ye..". Keano bertepuk tangan membuat Devan menggeleng kan kepalanya.
Ia tengah menghubungi Dion, karena Keano memaksa Devan agar bisa mencari tahu nomor ponsel Syanum.
Agar Keano bisa leluasa bertukar kabar dengan Syanum..
Devan telah mengakhiri panggilan nya, ia menggeleng saat Keano menatap kearah nya.
"Kata Dion , dia tak mempunyai ponsel. Karena ponsel nya di copet"
"Apa yg harus ku lakukan mas???"
"Tentu saja kau harus membeli kan nya ponsel edisi terbaru dan yg paling mahal. Katanya kau memiliki segalanya" Kali ini Fuji yg bersuara.
Keano mengangguk, "kak temenin aku ya"
Fuji mengetuk ngetuk pelipis nya dengan jari .
"Boleh, tapi kau harus memberikan ku imbalan"
"Tentu,,, apapun untuk mu"
Keano dan Fuji langsung berjalan keluar rumah .
Sedangkan Devan hanya tersenyum dan menggeleng melihat tingkah istri dan saudara sepupunya ini .
"Kamu lihat saja Keano, ku pastikan jika kantong mu akan jebol jika kau berhadapan dengan Fuji, Dia akan membeli sesuatu yang tidak masuk akal sekalipun jika ia sudah d tawari" Monolog Devan seorang diri..
.
.
Saat ini Keano tengah berada di tempat yg sama seperti kemarin, walau hari ini Akiara tidak ada kelas, ia datang seorang diri ke kampus Akiara.
Senyum Keano terkembang saat ia melihat Syanum berjalan dari jauh.
"Syanum"
"Kamu lagi mas???"
"Ini" Keano memberikan sebuah paper bag yg berisi kotak ponsel keluaran terbaru.
"Maaf , saya tidak bisa menerima nya mas." mendorong paper bag itu.
"Tapi saya memaksa " Keano juga mendorong ke arah Syanum.
"Astaghfirullah",, Syanum melafazkan zikir berkali kali.
"Saya dapat info dari Dion jika kamu tidak memiliki ponsel karena d copet. Jadi ini hadiah dari saya untukmu "
Syanum terdiam, dia seakan akan mengingat kembali kejadian tadi malam. Dion mengatakan jika ada yg meminta nomor telepon Syanum kepada nya.
Tapi Syanum berkata jika ia tidak ingin memberikan nomor telepon kepada siapapun..
__ADS_1
"Cantik"
Lamunan Syanum buyar, saat niqab yg ia pakai di singkap oleh Keano.
PLAAAK..
Satu tamparan mendarat dengan sempurna d pipi putih Keano, tapi tersangka hanya tersenyum manis.
"Anda tidak tau sopan santun tuan. Jangan pernah temui saya lagi"
Syanum hendak melangkah tapi hijab nya d tarik pelan Keano dari belakang. Membuat Syanum tidak jadi beranjak.
"Maaf kan saya, saya tidak bermaksud kurang ajar. Ini hari terakhir saya Disini. Ambillah dan anggap ini adalah hadiah perpisahan dari saya untukmu "
Syanum tidak bergerak, ternyata air mata sudah mengalir d sudut mata nya. Ia merasa sudah di lecehkan dan tidak d hargai.
"Oh ****..." Keano melihat air mata yg Syanum keluar kan.
"Sekali lagi, maafkan saya dan selamat siang" Keano beranjak dan berlalu meninggalkan saya. Tak lupa ia meletakkan paper bag tadi d dekat kaki Syanum.
Terserah jika Syanum mengambil atau membuang nya. Karena ia sudah merasa putus asa, CINTA nya di tolak sebelum berkembang.
Seperti nya Tuhan memang menyuruh nya untuk melakukan misi terlebih dahulu baru memikirkan urusan percintaan..
"Selamat tinggal Syanum"
Sesampainya di rumah..r
"Bagaimana??? Kamu d terima???"
Fuji mengikuti kemana langkah Keano, ia hanya menggeleng lemah.
"Dia menamparku kak"
"Aku membuka penutup wajah yg dipakai nya"
Fuji melotot tak percaya.
"Astaghfirullah Keano.... Kau gila" teriak nya lantang.
"Ya memang, aku gila karena nya"
Fuji menepuk pelan kepala belakang Keano. Yg membuat nya meringis...
"Sakik kak, kau kdrt"
"Biar, biar otak kau itu kau pakai. Kau tau, bagi mereka yg memakai cadar . Kelakuan mu itu sama saja melecehkan mereka dan agama nya"
Keano menggaruk tengkuk nya yg tak gatal.
"Ya aku tau jika aku salah, dan aku pun sudah meminta maaf"
"Kau d maafkan???"
Keano menggeleng.
"Bagus, pilihan yg tepat itu"
"Kaaaak"
Devan yg Sedari menyimak hanya diam melihat perdebatan mereka. Ia hanya sibuk dengan laptop yang ada d atas pangkuan nya.
.
__ADS_1
.
Besok adalah hari keberangkatan Keano ke Jepang. Dia menjadi sangat pendiam.
Tidak ada Keano yg bawel seperti biasa. Jika semua bertanya tanya, tapi Dimas tau jawaban nya. Tentu saja Keano merasa takut tentang hasil akhir yg akan ia dapat. Karena dulu Dimas juga pernah merasakan hal yg sama seperti yang di rasakan oleh Keano.
Malam ini setelah makan malam, semua keluarga Dimas berkumpul d rumah.
"Besok jam berapa kamu berangkat???" tanya Dimas
"Jam 1 siang paman".
Dimas mengangguk.
"Paman hanya bisa membantu mu dengan doa agar semua bisa berjalan dengan lancar"
Keano mengangguk. "Terimakasih banyak paman"
"Kamu harus fokus dengan tujuan mu nak, sebenarnya bibi tak setuju jika kamu balas dendam, tapi semua keputusan bibi serahkan padamu nak" ujar Vivi.
Wanita yg masih cantik d usia nya, dengan hijab yg membuat nya makin anggun.
"Maaf bibi, tapi aku melakukan ini agar tak ada lagi kisah ini d masa depan" Jawab Keano sendu.
"Sinilah nak" Vivi memeluk Keano, sengaja ingin memberikan kekuatan "Bibi doakan agar kamu berhasil nak"
"Terimakasih bi" Keano menutup mata dalam pelukan Vivi, ia merasa sedang d peluk Mommy..
"Aku sebenarnya ingin mengadakan doa bersama sekarang, tapi......" Ucap Devan melirik Keano
"Tidak apa apa mas, aku setuju. Ku rasa tidak ada yang salah, lebih banyak yg berdoa tentu lebih besar peluang ku untuk menang"
Keano tau apa yg menjadi kebimbangan Devan, tentu saja karena perbedaan agama mereka. Saat menginap d tempat Devan, Keano sering mendengar kan Devan membaca kitab suci Al-Qur'an. Entah lah, rasa nya damai dan tentram..
"Baiklah, maaf jika kami menyinggung mu. Tapi kami akan berdoa menurut kepercayaan agama kami"
Keano tersenyum dan mengangguk.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Devan mulai melantunkan ayat ayat dalam bahasa arab. Doa untuk keselamatan Keano, semua terlihat khusyu saat Devan berdoa.
Keano tentu juga berdoa menurut agama nya sendiri. Doa yg sama seperti mereka, juga terselip doa akan kebahagiaan nya kelak.
Irama yg Devan keluar kan membuat semua yg ada di sana menitik kan air mata , tak terkecuali Akiara.
Keano tak tau apa maksud doa tersebut, yg jelas Keano merasa ia di lindungi oleh Tuhan.
Keano menatap satu persatu keluarga nya itu dan menutup mata...
Tuhan...
Jika ini awal nya, maka berikan aku kebahagiaan yg aku ingin kan setelah ini.
Tapi..
Jika ini akhirnya, maka lindungi dan berikan kebahagiaan ku untuk mereka...
.
.
Apakah Keano berhasil dan mendapatkan kebahagiaan???
__ADS_1