Pinang Aku Dengan Keimanan Mu

Pinang Aku Dengan Keimanan Mu
Benarkah dia Keano???


__ADS_3

"Aku kembali Syanum"


Syanum mendongak dan menatap dalam mata pemuda yg ada di depan nya..


Seketika nampan yg ia bawa jatuh ke lantai menimbulkan suara keras, membuat semua orang yang berada di san menoleh.


"Kamu???" tanya Syanum..


"Kamu tau jika janji adalah hutang bukan??? Saat itu aku berjanji padamu bahwa aku akan kembali.. Dan aku akan melamar mu"


"mas Keano???" tanya Syanum..


Syanum mengangguk..


"Kenapa wajah mas berbeda??? Bukan nya berita jika mas meninggal dalam kecelakaan???"


Keano tersenyum sangat menawan


"banyak hal yg terjadi saat aku di jepang,, aku akan menceritakan nya jika kamu sudah menjadi istri ku"


"maksud mas apa???" tanya Syanum yg belum mengerti maksud dari perkataan Keano


."Will you marry me???"


Di saksikan oleh semua mata yg hadir Disana membuat Syanum malu.. Lamaran romantis dengan Keano membawa kotak kecil berisi cincin dan bersimpuh di hadapan Syanum..


Syanum malu dan menggeleng lalu ia mundur selangkah hingga seorang pria memeluk pinggang nya dari samping..


Pria yg sepadan dengan Syanum, memakai peci ala ustad dengan baju Koko serasi dengan baju yg dipakai Syanum..

__ADS_1


"maaf mas,, Syanum harus menolak lamaran anda"


"benarkah??" Syanum mengangguk takut..


"Kenapa???" tanya Keano lagi..


"Karena Syanum adalah istri saya.. Tidak ingin terjadi fitnah diantara kita Nanti nya.. jadi saya mohon agar anda meninggal tempat ini sekarang"


Keano mundur dan ...


Ia menggeleng sekali lagi, dari tadi ia hanya berdiri di depan toko dengan bunga mawar di tangan nya..


Bahkan sudah berkali kali Dimas menjemput nya keluar.. Tapi ia seakan ragu dan takut untuk masuk ke dalam..


Dan kejadian tadi hanyalah bayangan Keano saja..


Devan juga mendapat undangan dari Rafael, tapi dia tadi meminta maaf jika harus datang terlambat karena harus bertemu dengan klien terlebih dahulu..


"Kau tak masuk Keano??? Kenapa hanya berdiri di sini??" tanya Devan bingung melihat tingkah Keano.


Keano melirik Devan dan menghela nafas.


"Kau yakin dia belum menikah mas??" tanya Keano lirih.


"Astaghfirullah Keano,, jadi itu yg membuat mu sedari tadi berdiri di sini???"


Keano mengangguk..


"Jadi kau belum bertemu dengan pujaan hati mu itu??? Sudah berapa lama kau berdiri di sini Keano???"

__ADS_1


Keano menggeleng.."hampir satu jam mas"


"Ya Allah,,, kau menunggu di sini bahkan hampir satu jam karena penasaran??? Kenapa tak kau tanya langsung ke orang nya langsung??? Kau hanya berjarak beberapa meter dari dia" Sumpah saat ini rasanya Devan ingin sekali menjitak kepala adik sepupu nya ini.


Terlalu b.doh..


"Kalau pun dia sudah menikah , tinggal kau rebut saja. Apa susah nya siih??"


"Aku takut mas"


"Kau membunuh orang saja tidak takut, ku suruh merebut wanita kau takut.. Aneh kau Keano"


"Tapi itu beda mas,, bagaimana kalau dia bahagia dengan pernikahan nya???"


"Tinggal kau buat dia menderita dengan pernikahan nya itu" Devan memutar bola mata nya ,, sudah sangat malas berdebat dengan Keano karena tak akan ada habis nya..


"Tapi mas???"


"Sini, ikut dengan ku.." Devan menarik paksa tangan Keano membuat Keano melotot dan tak bisa mengelak..


Devan dan Keano duduk di meja yg sama dengan Dimas sekeluarga..


"Akhirnya kau masuk juga Keano" ujar Fuji yg tengah asyik mencicipi kue d depan nya.


"aku menemukan nya di luar, melamun kayak payung" jawab Devan..


"Dari tadi kami sudah bolak balik menjemput nya keluar, tapi dia takut untuk masuk.. Gak tau juga apa alasan nya." ucap Dimas..


"Dia takut jika pujaan hati sudah menikah dan bahagia..." suara Devan terpotong karena Keano sudah lebih dulu membungkam mulut Devan dengan telapak tangan nya..

__ADS_1


__ADS_2