
Pandangan pertama itu menjebak kedalam dasar jurang yg bernama Jatuh Cinta.
.
.
Hari berganti Minggu berlalu dengan sangat cepat.
Terhitung sudah 2 Minggu Keano berada di Negara Ini, ia akan menunggu 2 Minggu lagi agar bisa kembali ke Jepang dan melakukan aksi nya.
Perusahaan keluarga saat ini ia Serahkan kepada orang kepercayaan untuk mengurus nya, tapi Keano tetap mengontrol dari jauh.
Saat ini Keano dan Devan tengah berada d pusat perbelanjaan, menemani Fuji dan Akiara.
Betul riset yg mengatakan jika pria tidak akan tahan menemani wanita jika berbelanja.
Terbukti, Keano dan Devan sangat jenuh dan bosan. Maka dari itu disinilah mereka sedang berada.
Duduk disebuah cafe yg masih dalam pusat perbelanjaan, seraya menunggu wanita nya berburu diskon besar besar an.
"Devan???"
"Hai, Dion. Sedang apa???"
"Biasa lah, menunggu para wanita berburu" jawab Dion tergelak
"Ternyata nasib kita sama. Oia, kenalkan sepupu ku"
"Keano"
"Dion"
"Menemani mama mu???" tanya Devan.
"Tidak, kali ini menemani adikku"
Tidak ada percakapan yg berarti, hanya basa basi tentang perusahaan. Biasalah, omongan para pria dewasa.
Pembicaraan mereka terhenti saat ponsel Dion berdering.
"Maaf, sebentar.. Saya angkat telpon dulu" ucap Dion berdiri dan sedikit menjauh.
Tak lama ia kembali dan membawa 2 wanita d belakang nya.
"Kenal kan ini adik ku Devani dan sepupu ku Syanum" Dion memperkenalkan 2 wanita yg d bawa nya.
Devani menjabat tangan Devan dan Keano. Sedangkan Syanum hanya menangkup kedua tangan nya d dada.
"Kita makan dulu atau langsung pulang???" tanya Dion.
"Aku lapar sih kak, gimana kalau kita makan disini dulu num???" Vani meminta persetujuan Syanum yg terlihat enggan. Akan sangat sulit untuk nya makan d depan umum mengingat niqab yg ia kenakan.
"Kita duduk terpisah boleh???" tanya nya berbisik.
Vani mengangguk setuju.
"Maaf ya mas, kita pisah meja gak papa kan???" tanya Vani berat hati.
Devan yg mengerti mengangguk, sedangkan Keano terpana melihat penampilan yg baru pertama kali ia lihat.
Jantung nya berdetak lebih cepat, tidak tau apa penyebabnya.
__ADS_1
Kenapa ia melihat wanita ini berbeda????
Apakah ia jatuh cinta???
Keano menggeleng, mungkin yg ia rasakan adalah penasaran mengapa penampilan nya berbeda..
"Kenapa???" tanya Devan yg menyadari tingkah aneh sepupu nya.
"Tidak, hanya penasaran dengan penampilan wanita itu" jawab nya saat Vani dan Syanum telah duduk d meja yg sedikit jauh dari nya.
"Penampilan apa??? Biasa saja"
"Kenapa dia menutup seluruh tubuh dan wajah nya"?
"Kalau bagi umat muslim memakai pakaian tertutup adalah wajib, tapi yg dia pakai d wajah nya itu adalah niqab atau cadar"
"Apa tidak bisa dibuka saja???"
"Mereka akan membuka saat bersama Mahramnya saja"
"Mahram???"
"Ya, keluarga yg haram untuk d nikahi. Ku jelaskan panjang lebar pun kamu tak kan paham Keano"
"Lalu bagaimana cara dia makan???"
"Ya tinggal lihat saja cara dia makan, itu aja repot" kali ini Dion yg berbicara.
Keano bangkit dari kursi nya tapi dengan cepat Devan menahan tangan nya.
"Mau kemana???" tanya Devan curiga .
"Mau duduk d depan nya, aku penasaran ingin melihat cara nya makan"
"Maksud ku bukan kesana juga, tapi lihat dari sini saja" Dion berucap setengah kesal.
"Tapi dia membelakangi kita, aku tidak melihat nya dengan jelas"
"Ya Allah Keano... Otak mu seperti nya sudah geser, lagian untuk apa kamu penasaran hal begituan. Lihat YouTube saja. Agar tak bikin malu. Sudah jelas ia menjauh karena tak ingin kita perhatikan. Ini kau malah ingin kesana. Sudah lah, kita samperin Fuji dan Kiara saja" ucap Devan kesal.
Ia menarik tangan Keano keluar dari cafe, setelah pamit kepada Dion terlebih dahulu.
Saat berjalan keluar, mata Keano tak henti menatap Syanum. Kenapa melihat nya dari belakang saja membuat ku bergetar??? Ada apa jantung ku ini??? Mungkin aku besok harus memeriksa nya!!.
.
.
Setelah pertemuan nya dengan Syanum tempo hari, Keano menjadi tidak fokus dengan latihan yg ia jalani.
Kenapa??? Karena bayangan Syanum terus menghantui pikiran ny. bayangan gadis yg bahkan wajah nya saja tidak ia ketahui.
"Ada apa dengan mu Keano??? Seperti nya kamu sedang banyak pikiran" Dimas yg sedari tadi melihat Keano berlatih merasa bingung dengan ponakan nya.
"Aku akan istirahat sebentar paman" Keano melepas sarung tangan tinju yg sedari tadi ia pakai.
Keano tidur telentang di atas tanah, tempat nya berlatih. Sedangkan Dimas duduk di dekat kepala nya.
"Apa ada masalah dengan perusahaan???"
"Memang ada masalah, tapi tidak dengan perusahaan."
__ADS_1
"Lalu, apa ada seseorang yg menganggu mu???"
Keano mengangguk lemah.
"Astaga, apa mereka mengetahui jika kamu berada disini??"
Keano menggeleng dan menghembuskan nafas berat nya.
"Lalu??? Coba jelaskan pada paman siapa yg menganggu mu!!"
"Paman, kemarin saat belanja aku bertemu dengan teman mas Devan."
"Hmmm. Apa dia yg sudah mengganggu pikiran mu??"
"Bukan dia"
Dimas mengernyit
"Lalu"
"Saudara yg ia bawa, perempuan yg kata mas Devan memakai cadar atau apa lahh namanya itu" jawab Keano lirih
Devan terdiam, sekarang ia baru menyadari seseorang yg membuat keponakan nya ini tak fokus adalah seorang wanita.
Tapi tunggu dulu, bercadar??? Berarti wanita itu muslimah??? Oh ya Allah... Apakah ini jadi pertanda jika Keano akan mengikuti jejak Devan dan Fuji???
Jika ia betapa bersyukurnya Dimas,, berarti ini adalah langkah yg sangat baik untuk mereka.
"Apa kamu sedang jatuh cinta nak???"
"Hah . Entah lah paman, aku tidak tau apa dan bagaimana jatuh cinta. Tapi saat aku melihat nya begitu berbeda. Dada ku berdebar dan jantung ku berdetak lebih kencang"
Dimas tersenyum, "Itu adalah tanda bahwa kamu sedang jatuh cinta nak"
"Tapi,, kata mas Devan dia seorang muslim paman. Jadi seperti nya aku akan merasakan patah hati sebelum memulai nya"
"Sstt.. Jangan berkata tidak mungkin, karena Tuhan lah yg menentukan takdir umat nya. Mau muslim atau non muslim "
"Tapi apakah aku sanggup paman???"
"Kamu belum mencoba nya, bagaimana bisa kamu berkata tidak sanggup??? Kenapa kamu sekarang menjadi lemah???"
"Entah lah paman, mengingat semua masa lalu yg Daddy tinggalkan membuat ku takut untuk memulai. Aku takut jika karma Daddy berdampak kepada ku"
"Heei... Kamu tidak boleh pesimis seperti itu. Cobalah dulu. Kamu akan tau bagaimana rasa nya"
Keano mengangguk "Ya, karena paman memaksa, jadi aku akan mencoba nya"
"Sorry bung, aku tak pernah memaksa mu. Kau selesaikan dulu tugas yg Daddy mu tinggal kan untuk mu baru setelah itu kamu memikirkan masa depan indah mu"
"Ahhhhh... I hate you Daddy " teriak Keano membuat Dimas menggeleng.
"But .. I Miss you dad and mom" lirih nya kemudian.
"Berdiri dalam hitungan tiga. Satu dua ti....ga"
Keano sudah berdiri di hadapan Dimas dengan pandangan serius dan ber semangat. Di depan mereka sudah ada kandang seekor macan kelaparan yg akan menjadi pelatihan kali ini.
Keano hanya di bekali 2 buah pisau d tangan kanan dan kiri nya. Dia siap bertarung, dan kali ini adalah pelatihan terakhir sebelum ia kembali ke Jepang, Ia akan berangkat 1 Minggu lagi dan menuntas semua para musuh yg d tinggalkan oleh Nomura.
.
__ADS_1
.
.