Pindah Lapak Ke Oren

Pindah Lapak Ke Oren
Desa Tomore


__ADS_3

Semilir angin menerbangkan dedaunan kering pohon oak, saat ini Zee tengah melewati jalan yang berada di tengah hutan, hentakan telapak kaki kuda yang ia naiki, melaju kencang menimbulkan kepulan debu di belakangnya.


Moment seperti ini mengingatkan Zee pada masa lalu, di saat dirinya baru pertama kali belajar berkuda, di peternakan miliki kakeknya dengan sang ayah yang mengajarinya.


Mengingat sang ayah, membuat luka yang berusaha Zee tutupi terbuka kembali, membuat dadanya terasa begitu sesak, tak terasa setitik air bening lolos dari kelopak matanya.


Alexander Poulsen membohongi ibunya selama bertahun tahun, awalnya kehidupan mereka berjalan normal, seperti sebuah keluarga harmonis yang menjadi impian banyak orang, sampai kemudian tiga tahun yang lalu Ayahnya membawa seorang remaja laki-laki seumuran dengannya lalu tanpa merasa bersalah mengenalkan remaja itu sebagai anaknya.


Bukan hanya Ibunya, Andri juga begitu kecewa dengan sang Ayah, semenjak saat itu hubungan mereka menjadi dingin, ibunya sering mengurung diri di dalam kamar, Ayahnya jarang sekali pulang kerumah, Andri yang sudah tidak tahan dengan kondisi ini memilih pergi ke luar negri tempat dimana kakeknya tinggal, dan disanalah pertemuannya dengan Samuel Arsen berawal.


...[ Memasuki Desa Tomore ]...


Larut dalam kenangan masa lalu sampai dirinya lupa waktu, tidak terasa Zee tiba di desa yang menjadi tujuannya, Zee turun dari kuda lalu melangkah menuju gerbang desa, terlihat seseorang yang membawa tombak berdiri di samping pintu gerbang.


...[ Nama : Toro (NPC) ]...


...[ Ras : Human ]...


...[ Job : Warior ]...


...[ Level : 15 ]...


"Selamat datang petualang di desa kami, mari saya antarkan Anda menuju rumah kepala desa." Toro berkata ramah, dia melangkah di depan menuntun Zee untuk menemui kepala desa Tomore.


Desa Tomore merupakan desa terpencil yang lokasinya berada di wilayah barat kota daun merah, tapi walau pun wilayahnya begitu terbelakang akses jalan menuju desa ini tersedia cukup baik, dan lumayan lebar, hingga Zee tidak kesulitan melaluinya meskipun membutuhkan waktu dua jam penuh untuk sampai ke desa Tomore mengunakan kuda.


Bisa di bayangkan jika seandainya Zee berjalan kaki, mungkin menghabiskan waktu setidaknya lima jam perjalanan, desa tomore di kelilingi pagar dari papan kayu setinggi tiga meter dengan satu menara pos jaga, yang pastinya berfungsi untuk memantau keadaan desa, jika seandainya mendapatkan serangan musuh, salah satunya serangan dari monster.


Rumah-rumah di desa Tomore tampak sederhana, dinding bangunan setiap rumah terbuat dari anyaman pohon bambu dengan atap dari jerami kering, Zee memperkirakan ada belasan rumah di desa Tomore.


Zee tiba di rumah yang jauh lebih besar dari rumah lainnya, di sana Zee sudah di tunggu oleh pemilik rumah yang tidak lain adalah kepala desa.


"Petualang aku sudah lama menantikan mu, kau adalah orang yang di kirimkan dewa bintang untuk menyelamatkan desa ini!" Ucap Kepala desa dengan nada rendah,

__ADS_1


...[ Nama : Corbin (NPC) ]...


...[ Ras : Human ]...


...[ Job : warrior ]...


...[ Level : 10 ]...


...[ Desc. Kepala desa Tomore ]...


"Bisa Anda ceritakan apa yang terjadi Tuan Corbin?" Zee sedikit mengerenyit mendengar penuturan kepala desa itu, 'apa yang di maksud dengan dewa bintang?" Atau mungkin ucapan kepala desa itu ada hubungannya dengan salah satu Title miliknya!


"Tuan petualang, sudah hampir tiga bulan desa kami mengalami kejadian misterius, dimana setiap malam menjelang bulan purnama akan ada pemuda desa yang menghilang!" Corbin menerangkan dengan terbata, ada pancaran ketakutan di matanya.


...[ Quest Tersembunyi ]...


...[ Keterangan : Corbin sang kepala desa meminta mu untuk menyelamatkan setiap pemuda desa yang hilang, temukan mereka dan bawa kembali ke desa Tomore. ]...


...[ Tingkat kesulitan : B ]...


"Malam menjelang terjadinya kejaidan itu akan di tandai dengan munculnya kabut aneh yang menutupi seluruh desa, efek dari kabut itu membuat kami tak sadarkan diri, lalu setelah paginya pasti akan ada pemuda desa yang hilang, petualang aku mohon tolong kami.." Toro yang berbicara, dirinya tampak bersujud di depan Zee memohon dengan sangat pada pemuda itu.


"Tolong Anda jangan seperti ini, tentu aku akan membantu, masalah yang menimpa desa ini dan berusaha keras untuk menyelesaikan misi ini secepatnya." Ucap Zee sambil membantu Toro untuk bangun, dirinya merasa tidak enak dan terkesan agak canggung.


...[ Quest Diterima ]...


Zee mengumpat dalam hati mengenai kerealistisan Game ini dimana setiap NPC tampak hidup seperti di dunia nyata, sepertinya Dreamtecno benar-benar habis-habisan dalam merancang Game ini, Zee sedikit salut dengan itu.


Corbin memberikan perbekalan berupa makanan dan minuman, selain itu dirinya juga memberikan sebuah peta pada Zee untuk memudahkan pemuda itu dalam misi pencariannya, setelah mengucapkan terimakasih Zee pamit pergi dan Toro mengantarkannya sampai pintu gerbang desa.


Zee membuka peta yang sebelumnya terlipat, peta itu menunjukan keseluruhan wilayah desa Tomore termasuk tempat tujuan Zee yaitu Hutan bunga hujan.


...[ Anda memasuki Rainflower forest ]...

__ADS_1


Zee kembali memacu kudanya kedalam hutan lebih dalam, meskipin kontur permukaan jalan sedikit berbatu tapi laju kuda yang dia tumpangi cukup stabil, seperti namanya hutan itu banyak di tumbuhi oleh pohon tinggi yang dipenuhi bunga berwarna merah muda, mirip pohon bunga sakura.


Zee terkagum melihat keindahan hutan ini, di tambah dengan riuhnya suara kicau burung membuat perasaannya menjadi tenang, keadaan hutan ini tampak seperti musim semi, banyak bunga yang berguguran ketika tertiup angin, dan mungkin alasan inilah hutan ini dinamakan Rainflower forest .


Pastinya suasana hutan ini memang indah pada siang hari, tapi keadaan ini akan berbeda jika hari menjelang malam, di tengah hutan Zee menemukan sebuah Gua yang tampak mencurigakan.


Sebenarnya tidak cukup mencurigakan jika seandainya tidak ada banyak tulang belulang berserakan di depan Gua, Zee mulai mendekati gua itu secara perlahan, tidak lupa mengeluarkan Small Dagger dari dalam inventori, sebenarnya Zee ingin sekali menggunakan Sword of Ulinos hanya saja Level yang dia miliki saat ini tidak cukup.


...[ Small Dagger ]...


...[ Item Type ( Common ) ]...


...Dect : Sebuah pisau belati pendek dari logam biasa....


...Syarat pemakaian...


...Level : -...


...Dur. : 100...


Sepertinya ketahanan senjata ini berkurang banyak dari saat pertama kali di gunakan waktu membunuh Bradyblues, Zee tidak bisa mengeluh untuk saat ini, walau bagaimana pun fokusnya adalah keberhasilan misi ini.


Saat dari dekat gua, Zee bisa melihat dengan jelas kumpulan tulang itu dan ternyata kebanyakan adalah tengkorak manusia lalu sisanya adalah tulang hewan.


"Apa tempat ini yang ku cari, semoga saja?!" Zee bergumam saat memasuki gua itu, langkahnya berhenti sejenak ketika mendapatkan pemberitahuan dari sistem.


...[ Skill Night Vision diaktifkan]...


...[ Night Vision ( passive) ]...


...Beginner : Lv.1...


...[ Desc. Penglihatan mu akan cukup baik dalam kegelapan, batas maksimal 10 meter jarak pandang. ]...

__ADS_1


...[Mana : 50 mana point per 30 menit ]...


...[ cooldown : 1 hari ]...


__ADS_2