
Sudah hampir seminggu Andri tidak menyentuh helm VRnya, semenjak pertemuannya dengan Aldino, kini pengamen jalanan itu telah resmi menjadi penyanyi tetap di cafenya.
Tentu saja Aldino tidak melewatkan kesempatan itu, selain bayaran yang di dapat juga lumayan, kebanyakan tamu disana sering memberikannya uang tip.
Sesuai kesepakatan mereka berdua, Aldino hanya mengisi acara sesi konsernya selama dua kali dalam seminggu, itu pun hanya di waktu malam saja.
Lagi, pandangan Andri kembali pada helm VRnya, seolah benda itu terus memanggil untuk dikenakan, merasa suntuk karena tidak adanya kegiatan setelah pulang kerja, di tambah dengan hari ini adalah akhir pekan yang membosankan, Andri memutuskan kembali ke dunia Dream Miracle.
Kembali perasaaan melayang itu muncul sesaat setelah menekan tombol power di helm VR yang ada di kepalanya, pandangan Andri berubah gelap sebelum kembali terang.
Posisi tubuhnya masih sama seperti saat terakhir dirinya log-out, yaitu dalam keadaan tengkurap mencium tanah dan beruntunglah kali ini tidak ada orang lain yang melihatnya.
Zee langsung bangkit berdiri sambil menepuk-nepuk bajunya untuk menghilangkan noda kotoran dan debu yang melekat di pakaiannya.
"Syukurlah masih aman!" Ujar Zee saat meraba wajahnya, dia merasa khawatir dengan hal buruk yang tidak di inginkan, misalnya yang berpotensi mengurangi kadar ketampanannya.
Zee teringat dengan satu drop item yang belum di periksa, dia pun mengeluarkan benda itu dari dalam inventori.
...[ Pragmenstone ]...
...[ Item Type : Seal ]...
...Desc. : Sebuah pecahan batu dari The Scriptstone yang berisi mantra sihir kuno untuk membangkitkan iblis penguasa kegelapan....
...Dur : 500...
Batu itu berbentuk kotak persegi warna abu-abu, hampir seperti handphone android di dunia nyata, bedanya keseluruhan permukaan benda itu di lapisi ukiran rune sihir yang sangat rumit.
__ADS_1
Zee menimbang-nimbang batu itu sesaat sebelum memasukan kembali kedalam Inventorinya, untuk memenuhi pesan dari Odinius, Zee memutuskan akan pergi ke ibukota Star Kingdom yaitu kota Debu Intan.
Latar tempat game Dream Miracle sendiri dinamakan server Benua Nogard, luasnya sendiri mencapai dua kali luas benua Asia di dunia nyata, yang berarti lebih dari delapan puluh sembilan juta kilometer persegi, dari keseluruhan luas wilayah hanya 55% yang berhasil di jelajahi oleh pemain hingga saat ini, sisanya masih menjadi misteri dan menunggu untuk di datangi.
Benua Nogard terbagi dalam empat wilayah utama yaitu Nogard utara, Nogard selatan, Nogard barat, dan Nogard timur.
Nogard utara memiliki iklim kutub, merupakan wilayah dengan musim dingin yang berlangsung lama dan musing panas berlangsung singkat, medan wilayahnya hampir 85% adalah hamparan salju abadi, merupakan tempat yang belum pernah di datangi oleh pemain, diyakini terdapat kerajaan vampire disana.
Lalu Nogard selatan merupakan wilayah kepulauan beriklim tropis, hampir sepanjang tahun matahari bersinar si wilayah ini, Nogard selatan di dominasi wilayah perairan dengan 45% wilayah daratan dan merupakan tempat ras Duyung tinggal.
Nogard timur tempat Zee berada saat ini, wilayahnya di dominasi oleh pegunungan berapi, lembah sungai dengan tanah batu kapur, daratan lebih mendominasi dari perairan, memiliki empat musim utama yaitu musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi, Nogard timur merupakan tempat awal untuk setiap player yang akan memulai permainan.
Saat ini Zee berada di Red leaf City, lebih tepatnya termasuk kedalam wilayah Star kingdom.
Dan terakhir Nogard barat, wilayah dengan iklim Subtropis, dimana hanya ada wilayah gurun berpasir sejauh mata memandang, dengan musim panas sepanjang tahun, Nogard barat merupakan tempat berkumpulnya pemain level tinggi, sebenernya tempat ini cocok dengan Zee mengingat skill bawaan dari job spesialnya.
Guild yang di bentuk kerajaan dinamakan Asosiasi petualang, Guild itu menjadi pilihan Zee karena Asosiasi petualang bersifat netral dan tidak mengikat, tidak seperti Guild bentukan pemain dimana pastinya memiliki banyak aturan.
Lagi pula untuk saat ini Zee tidak berminat untuk memasuki Guild manapun, fokusnya adalah bermain untuk bersenang-senang, tanpa ada siapapun yang mengaturnya.
Pada awalnya sistem Guild tidak di hadirkan dalam game Dream Miracle, tapi dengan terpicunya main story sebulan yang lalu, oleh salah satu pemain yang saat ini menduduki top rank, Dream Miracle melakukan pembaharuan sistem dan salah satunya adalah Guild.
Semua informasi ini Zee dapatkan dari sebuah artikel yang di muat di situs resmi Dreamtecno. Helm VR Zee sendiri merupakan helm VR khusus edisi terbatas yang awalnya di gunakan untuk beta tester, jadi tentu saja memiliki beberapa keunggulan dari helm VR lain yang di jual di pasaran, salah satunya adalah akses internet langsung.
Saat ini Zee berada di gedung asosiasi petualang, luas dan bentuk bangunannya hampir sama dengan Job center, mungkin lebih luas sedikit. Zee berdiri di depan sebuah papan panjang yang memajang banyak sekali permintaan Quest.
Dimulai dari misi pengawalan bangsawan lalu mengantar merchant ke lokasi tujuan, membasmi hewan buas, sampai dengan misi receh seperti mencari celana dalam yang hilang, lengkap ada disana.
__ADS_1
Zee ingin sekali tertawa keras ketika membaca misi tersebut, siapa NPC konyol yang memasang Quest ini, benar-benar tidak tau malu. Zee menarik satu lembar kertas misi lalu memberikannya pada petugas Asosiasi.
"Aku ambil misi ini." Ucap Zee.
...[ Quest ]...
...Keterangan : Penduduk desa Tomore melaporkan adanya kasus penculikan misterius, selidiki dan laporkan pada Asosiasi petualang....
...Tingkat kesulitan : C...
...Hadiah : ???...
...penalti : ???...
"Apa Anda yakin, lokasi tempat ini lumayan jauh dari pusat kota ini?" Petugas Asosiasi bertanya, pasalnya desa Tomore berada di wilayah terujung kota daun merah.
"Tentu, lagi pula kebetulan aku berencana menuju kota Debu intan, jadi sekalian lewat saja." Jawab Zee ringan.
...[ Quest Diterima ]...
Petugas Asosiasi mencatat misi yang akan di jalankan oleh Zee, lalu memberikan sebuah lencana sebagai tanda anggota Asosiasi tidak resmi pada Zee.
Zee berpikir alasan kenapa Quest itu tidak ada pemain lain yang mengambil, mungkin karena hadiah yang akan di dapat tidak akan cukup memuaskan mereka, melihat tingkat kesulitannya hanya berada di level C, di tambah dengan pinalti yang tidak di ketahui, semakin membuat mereka tidak berminat.
Tapi Zee berbeda, dia merasa Quest ini tidak sesederhana yang terlihat, bisa saja Quest ini dapat memberikannya kejutan lain seperti sebelumnya.
Zee memutuskan pergi ke pasar terlebih dahulu untuk membeli seekor kuda, dirinya tidak mungkin melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, mengingat AGI yang ia miliki hanya 19 Poin, pasti akan membutuhkan banyak waktu untuk sampai kesana.
__ADS_1