
Mereka bertiga kembali ketempat dimana mallet monkey berada, kumpulan Kera itu tampak ribut di atas pohon, mereka semua saling memperebutkan Zirah perak.
Zee memusatkan perhatiannya pada zirah Kalatera yang tengah di dekap oleh salah satu mallet monkey, Zee mengeluarkan bubble dream dari Inventorinya, lalu setelah dia aktifkan bola transparan itu melayang lurus menuju atas pohon tempat dimana mallet monkey berada.
Ada sekitar sepuluh bubble dream yang terbang melayang, perhatian mallet monkey mulai teralihakan oleh kemunculan bola-bola itu, mereka semua mulai menatap penasaran.
Mallet monkey yang tengah menenteng zirah perak yang pertama meraih bola itu, sesuai namanya bubble dream mengeluarkan efek ilusi ketika bersentuhan dengan target dan dalam pandangan mallet monkey bubble dream berubah menjadi sesisir pisang.
Kawanan mallet monkey kembali ribut dan saling berebut, tidak butuh waktu lama bagi mallet monkey melepaskan genggamannya pada Zirah itu dan lebih memilih menangkap bola sebanyak mungkin, bagaimanapun makanan lebih menarik daripada sekedar mainan bagi mereka.
Dengan sigap Chopin mengambil Zirah yang terjatuh lalu mengajak mereka semua untuk segera pergi, ketiganya berlari cepat memasuki hutan lebih dalam meninggalkan serentetan suara ledakan di belakang mereka.
Zee tertawa keras di ikuti Kaltera dan Chopin, mereka semua membayangkan ekpresi konyol yang akan di tampilkan oleh mallet monkey ketika menyadari kawanan mereka telah ditipu, sayangnya Zee tidak bisa melihat langsung peristiwa itu.
Mereka baru berhenti ketika melihat di bawah tebing terdapat cerukan yang mirip sebuah gua, lalu merekapun memutuskan untuk masuk kesana, di dalamnya tidak terlalu luas hanya sekitar lima meter persegi.
Chopin memutuskan untuk log-out setelah sebelumnya memberikan benda yang menjadi milik Kalatera, kini tinggal Zee dan gadis demi-human itu yang tersisa, suasananya berubah agak canggung sepeninggal Chopin.
"Terimakasih kalian telah membantu ku, apakah ada yang bisa ku lakukan untuk membalasnya?"
Zee memperhatikan Kalatera lebih lekat, gadis itu terlihat unik dengan bentuk tubuh setengah kucing, matanya berwarna kuning keemasan dan juga rambut panjang berwarna senada.
__ADS_1
"Sama-sama, hal itu hanya masalah kecil jadi tidak perlu di pikirkan, apa kau mau ikut berparty dengan kami, kita bisa membicarakan hal lainnya jika kita bersama?!"
Ajakan Zee di sambut antusias oleh Kalatera, gadis kucing itu tersenyum bahagia, tentu saja karena Job support yang dia pilih tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri untuk hunting mob dan jika itu dilakukan sama saja dengan memintanya di bunuh dengan sopan.
...[ Kalatera bergabung kedalam party ]...
"Kau pasti bertanya-tanya apa yang terjadi dengan ku sampai berakhir di serang oleh mallet monkey!" Kalatera menarik napas dalam sebelum mulai becerita.
Saat itu Kalatera tengah mencari rekan untuk menemaninya berpetualang, kebetulan seorang pemain datang menghampirinya dan mengajak untuk bergabung kedalam sebuah party, Kalatera pun setuju dan akhirnya mereka berburu bersama di hutan Plaint forest.
Sialnya party mereka yang berjumlah tujuh orang tanpa sengaja memasuki teritori sebuah pack besar yang merupakan sekumpulan dari skywolf.
Terjadi pertarungan yang cukup sengit, awalnya grup partynya cukup mendominasi pertarungan tapi semua berubah saat ketika sang alpha muncul, dengan mudah pemimpin kawanan serigala itu mengalahkan mereka dan menyisakan hanya tiga orang termasuk Kalatera sendiri.
Membayangkan berada diantara sekumpulan mallet monkey yang tengah menggerayangi Kalatera membuat Zee tersenyum sendiri, kemudian lamunan indahnya terhenti ketika Kalatera membentaknya dengan nada ketus.
"Hentikan ekpresi menjijikan mu itu, jujur saja kau membuatku takut!"
"Apa yang kau katakan, aku hanya merasa lapar," Zee berkilah tapi perkataannya membuat wajah Kalatera semakin menggelap, menyadari ucapannya di salah artikan oleh gadis itu, cepat-cepat Zee kembali berkata meskipun sedikit tergagap. "Sudah jam delapan pagi di dunia nyata, sebaiknya aku log-out dulu, kita lanjutkan petualangannya setelah jam makan siang, sampai jumpa."
Tanpa menunggu jawaban dari Kalatera, Zee memutuskan sambungan dari game, tubuh avatarnya berubah jadi partikel cahaya lalu menghilang dalam ketiadaan, sementara Kalatera sempat terdiam sesaat sebelum tawa keras yang terdengar merdu menyembur dari bibir mungilnya.
__ADS_1
Andri melepas helm Vr yang menempel di kepalanya, jarum pendek pada jam beker di samping nakas menunjukan angka delapan, menghabiskan waktu semalaman membuat badannya terasa sedikit kaku.
Di luar langit tampak bersih dari sekumpulan awan, sehingga matahari dengan bebas menyinari daratan di bawahnya, Zee tersenyum senang dengan hal itu, dia berharap semoga saja cuaca cerah ini akan bertahan lama, akan sangat membosankan jika hari liburnya terus di guyur hujan.
Andri bangkit dari tempat tidurnya kemudian melakukan olah raga kecil seperti melakukan push up dan sit up beberapa kali, kemudian setelah itu masuk kedalam toilet untuk membersihkan diri.
Selesai dari kamar mandi, Andri menganti pakaiannya dengan kaos oblong berwarna putih dengan celana kolor selutut, dia merebahkan tubuhnya di atas sofa yang menghadap televisi di ruang tamu apartementnya.
Andri meraih ponsel yang sebelumnya tergeletak di atas meja, kemudian menghubungi salah satu karyawan cafenya, bermaksud meminta untuk diantarkan sarapan, meskipun masih banyak bahan makanan yang bisa diolah di lemari pendingin tapi Andri terlalu malas melakukannya.
Sambil menunggu pesanannya datang, Andri menyalakan televisi untuk mengusir rasa bosan, kebetulan siaran televisi yang Andri tonton sedang membahas tentang game Dream miracle online.
📺
"Hallo pemirsa, masih di acara talkshow kesayangan kita di minggu pagi, bersama saya Tundra savera, hari ini kita kedatangan tamu yang istimewa," Tundra menjeda sebentar ucapannya untuk melihat kearah tamunya yang tampak misterius dengan memakai penutup wajah sejenis masker, "seperti yang kalian saksikan, di sebelah kanan saya adalah Wolfgang salah satu pemain terbaik dream miracle online yang berasal dari Indonesia."
Andri mengubah posisi duduknya agar lebih nyaman, dia menekan tombol volume bertanda plus agar suaranya terdengar lebih kencang.
"Bagaimana tanggapan Anda mengenai game Dream miracle online ini?" Tundra mulai bertanya.
"Menurut saya sendiri, DMO bukan hanya sekedar game biasa tapi lebih dari itu, DMO merupakan dunia kedua dimana takdir hidup bisa kita tentukan sendiri, selain itu DMO dapat memberikan pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah kita capai di dunia nyata, misalnya seperti dapat menjadi Pejabat yang korup atau menjadi Raja lalim yang memimpin sebuah kerajaan, itulah yang membuat permainan ini semakin menarik." Wolfgang menjawab panjang lebar.
__ADS_1
"Coba Anda ceritakan mengenai pengalaman paling menarik yang pernah Anda alami di dalam game Dream miracle online?" Tanya Tundra kembali.