Pindah Lapak Ke Oren

Pindah Lapak Ke Oren
Red leaf City


__ADS_3

...[ Fame : Semakin tinggi Point ketenaran mu, karakter mu akan semakin terlihat berkarisma, setiap NPC yang melihat akan menghormati mu ]...


Zee dengan riang berjalan masuk ke kota Daun Merah, dengan levelnya saat ini setiap monster di hutan itu enggan mengusiknya termasuk Rabbit Blood Fangs, sehingga perjalanannya menuju kota daun merah tanpa adanya hambatan.


Itu karena Hutan daun merah merupakan tempat untuk pemula yang akan memulai perjalanan mereka menaikan level, karena rata-rata monster yang menghuni di sana hanya berkisar level satu sampai dengan Level delapan paling tinggi.


Perasaan Zee cukup baik kali ini sehingga senyum lebar tidak pernah lepas dari bibirnya, untuk pemain wanita yang melihat senyuman itu mereka terpesona, sementara untuk pemain pria yang kebetulan melihat tingkah Zee, melihatnya dengan pandangan sinis, sebagian dari mereka juga menganggapnya gila, tentu saja karena mereka para pemain pria itu merasa iri, mengingat karakter Andri di game ini memiliki ketampanan di atas rata-rata.


Zee tidak mengubris sikap yang di tunjukan mereka dan membiarkannya, hingga langkah Zee sampai di tempat tujuannya yaitu Potion shop, tentu saja untuk mengambil reward dari misinya mengumpulkan red core, di dalam toko ternyata Yoda sudah menunggunya.


"Petualang! Anda kembali sangat cepat." Yoda sedikit terkejut dengan kedatangan Zee, dia memperkirakan akan membutuhkan waktu seharian untuk Zee menyelesaikan Quest ini, dan sekarang Zee sudah kembali dalam waktu kurang dari 5 jam.


Zee mengeluarkan dua puluh red core dari dalam inventori lalu menaruhnya di atas meja yang langsung di ambil oleh Yoda.


Yoda menatap Zee lekat, dilihatnya pemuda di depannya kini memiliki level dua belas, padahal saat datang pertama kali Zee masih berada di level satu.


"Anda sepertinya bekerja sangat keras!" Ucap Yoda, dengan status fame yang di miliki Zee saat ini, sikap Yoda terhadap Zee jauh lebih sopan.


Zee tersenyum canggung menanggapinya, terimakasih kepada Odinius yang malang karena membantunya untuk mendapatkan semua drop ini dengan mudah dan tanpa harus bekerja dengan bersusah payah.


...[ Quest berhasil ]...


...[ Mendapatkan 5 High red potion ]...


...[ Hubungan mu dengan penjaga toko Yoda meningkat +100 ]...


Zee mengucapkan terimakasih sebelum keluar dari dalam toko potion shop, hari berada di penghujung siang di dunia Dream Miracle saat ini.


Mengingat pesan yang pernah di katakan oleh Samuel Arsène sebelumnya, Zee memilih berkeliling kota untuk menikmati suasananya.


Arsitektur Kota Daun Merah hampir mirip dengan bangunan yang ada pada jaman eropa abad pertengahan, Zee merasa telah kembali ke masa lalu, tidak terlihat adanya kendaraan bermesin, baik itu mobil, motor atau pesawat sekalipun, yang ada hanya kereta kayu yang di tarik oleh seekor kuda.


Lingkungan masih tampak terjaga dan jauh dari kata polusi udara, tidak seperti kota tempat asalnya bahkan untuk melihat langit biru saja dirasa sangat sulit. Dream Miracle sudah seperti dunia kedua menurutnya.


Tampak penghuni kota daun merah berbagai ras, baik itu NPC atau pemain melakukan aktipitas mereka masing-masing, ada yang berkumpul dengan sesama anggota partynya, ada yang mengelar lapak dagangan dengan melakukan aksi akrobatik bermaksud untuk menarik perhatian pelanggan dan masih banyak lagi.


Zee tidak berencana untuk kembali berburu saat ini, masih banyak waktu menurutnya, saat ini lebih baik menikmati pemandangan kota sambil memakan camilan yang banyak dijual oleh pedangang NPC.


Di game Dream Miracle setiap pemain memiliki status hunger, jika pemain tidak memenuhi kebutuhan hariannya untuk mengkonsumsi makanan dan minuman dan cenderung mengabaikannya di pastikan pemain itu bisa mati karena menerima efek fainted.


Akan sangat konyol bagi pemain, jika tiba-tiba langsung mati karena terkena efek dari status hunger.


..."Open Status!"...

__ADS_1


...[ Nama : Zee ]...


...[ Ras : Human ]...


...[ Level : 12 ]...


...[ EXP : [ 1700/48% ] [ 3500 EXP Nxt. LV ]...


...[ Job. : Warzard/ Highmage ]...


...[ Title : [ 3 ]...


...[ HP : 10.300/100% ]...


...[ MP : 10.300/100% ]...


...[ STATUS ]...


...Fame : 350...


...STR(44) VIT(17) AGI(19) INT(51)...


...-...


...[ WEAPON ]...


...1. Small Dagger (Common)...


...2. Sword of Ulinos ( Unique)...


...[ SKILL ]...


...1. [ Hard Absolute technique Series ]...


...- Lv.1 Shield of Sand...


...- Lv.1 Spears of Dragon Color...


...- Lv.20 (Lock)...


...- Lv.40 (Lock)...


...- Lv.60 (Lock)...

__ADS_1


...- .............


...- .............


...2. [ Night Vision ( passive) ]...


...(----)...


Zee tengah berada di sebuah taman dan menduduki bangku yang ada di sana. "Apa tidak apa-apa aku pergi kesana?" Zee bertanya pada dirinya sendiri, dia sedang memikirkan tentang jobnya.


Semua pemain yang memulai dari level nol akan memiliki job Novice, seharusnya pemain dapat mengganti jobnya terlebih dahulu dengan mengunjungi Job center, karena jika tidak memiliki job maka tidak akan mendapatkan point status ketika naik level.


Berbeda kasusnya yang di alami oleh Zee, dimana dirinya mendapatkan Job melalui hidden Quest, bukan mendapatkannya dengan mendatangi job center, jadi prosesnya tanpa mendapatkan pelatihan dari instruktur job center.


Sementara job center sendiri berada di barat kota, posisinya tidak jauh dari keberadaan Zee sekarang, mempertimbangkan kemungkinan yang terjadi Zee akhirnya memilih untuk pergi kesana.


Setelah berjalan beberapa blok dan melewati persimpangan, Zee sampai di sebuah bangunan berlantai satu dengan tulisan besar Job Center.


Zee melihat seorang gadis muda dari ras demi-human tengah mengelap meja, sepertinya dia yang bertugas sebagai penerima tamu.


Gadis itu memiliki rambut berwarna oranye, dengan telinga dan ekor seperti rakun.


"Permisi bisakah aku bertemu dengan instruktur job Mage?" Zee berkata ramah dan tak lupa dengan sedikit tersenyum.


"Tentu saja, mari saya antarkan Anda untuk menemui instruktur Miguel!" Gadis demi-human itu membawa Zee kesebuah ruangan bertuliskan Trainer Job. "Silahkan Anda memasuki ruangan ini" ucapnya kembali sebelum berlalu pergi.


Setelah mengucapkan Terimakasih Zee memasuki ruangan itu, di dalam terlihat seorang wanita paruh baya yang memakai topi kerucut tengah duduk menghadap meja, fokusnya tengah memandang bola kristal besar di tangan kanan dan juga seekor burung hantu bertengger manis di bahu kirinya.


"Petualang muda, bukannya kau sudah memiliki Job, untuk apa datang kemari?" Miguel bertanya tanpa mengalihkan pandangan.


...[ Nama : Miguel (NPC) ]...


...[ Ras : Half-Elf ]...


...[ Level : 40 ]...


...[ Desc. : Instruktur Job Mage cabang kota daun merah ]...


"Iya juga, kau benar Bibi, untuk apa aku kesini, buang-buang waktu saja!" Zee menggaruk rambut di belakang kepalanya, dia merasa sangat bodoh hanya karena menuruti rasa penasarannya.


"Tunggu!" Miguel menahan langkah Zee untuk keluar, sebelah alisnya tampak berkedut ketika mendengar pemuda itu memanggilnya bibi, kini pandangan matanya beralih menatap Zee.


Di tatap dengan cara seperti itu membuat Zee merasa tidak nyaman, 'apakah dirinya telah berbuat kesalahan?' memikirkan hal itu Zee hanya bisa menelan ludahnya kasar.

__ADS_1


__ADS_2