
Setelah selesai mengambil semua drop item, Zee mengajak Chopin untuk pergi dari sana, sekaligus mencari rombongan pemuda desa yang lebih dulu melarikan diri, di perjalanan mereka berdua mulai mengobrolkan tentang pengalaman mereka di game Dream miracle.
Chopin mulai menceritakan awal dirinya pertama kali memulai permainan satu bulan yang lalu, Awalnya Chopin mengambil kelas Archer, lalu suatu kejadian saat menjalankan misi dari asosiasi petualang, mempertemukannya dengan seorang NPC yang memberikan quest tersembunyi.
Reward dari quest itu tidak hanya mendapatkan item senjata unique tapi juga mendapatkan sebuah ring Job.
Saat di tengah perjalanan pulang menuju kota debu intan untuk melaporkan keberhasilan misi, Chopin bertemu dengan Oline, salah satu pemain lain yang menjadi teman partynya dulu, terjadi obrolan seru diantara mereka, sampai kemudian Chopin menceritakan tentang Job baru yang berhasil dia dapatkan.
Mengetahui Chopin mendapatkan sebuah Job spesial, Oline melaporkan berita itu pada salah satu Petinggi Guildnya, Guild itu bernama Bodrexs.
Dari sana Oline mendapatkan tugas untuk merekrut Chopin kedalam guildnya, tapi sayangnya tawaran itu di tolak oleh Chopin.
Guild master yang mendapatkan laporan kegagalan dari misi Oline, memerintahkan seluruh anggotanya untuk merekrut Chopin bagaimanapun caranya, lalu semenjak saat itu Chopin menjadi incaran anggota guild Bodrexs dan kerap mendapatkan tantangan.
"Pantas saja! Jadi itu alasan nickname mu bertanda merah." Respon Zee ketika selesai mendengarkan cerita Chopin, dirinya tampak termangut-mangut, "kalau begitu aku minta maaf karena sudah salah sangka sebelumnya."
"Tidak masalah Boss, wajar saja harus bersikap waspada ketika bertemu dengan pemain yang bertanda merah karena dipastikan pemain itu seorang PK dan mereka cukup berbahaya!"
Dengan begitu Zee mengerti bahwa job spesial memiliki keunikan tersendiri dimana informasinya tidak bisa di lihat oleh orang lain, terbukti dengan status Chopin yang hanya menampilkan Archer sebagai informasi jobnya.
Zee berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membocorkan rahasia job spesialnya pada orang lain termasuk pada Aldino sendiri.
Dengan bantuan Chopin akhirnya rombongan pemuda itu berhasil di temukan, sebelumnya belasan pemuda itu lebih dulu bersembunyi di atas pohon.
Zee menuntun kudanya memimpin di depan sementara Chopin berjalan di belakang barisan, perjalanan itu menghabiskan waktu selama dua jam untu sampai keluar hutan di tambah dengan setengah jam untuk sampai ke desa Tomore.
__ADS_1
Rombongan mereka di sambut oleh penduduk desa di depan pintu gerbang, mereka tampak bahagia karena dapat berkumpul kembali dengan keluarganya, beberapa dari mereka tampak bersedih karena orang yang mereka harapkan tidak kembali.
Zee yang melihat itu merasakan perasaan tidak nyaman, untungnya Chopin menyadarkan Zee bahwa semua ini tidaklah nyata sehingga perasaan Zee kembali normal, selanjutnya Zee dan Chopin di bawa menuju rumah kepala desa.
"Petualang, aku sangat bersyukur, berkat kalian aku bisa kembali bertemu dengan anak ku, aku mewakili semua penduduk desa mengucapkan banyak terimakasih!" Corbin membungkuk hormat di hadapan mereka berdua, lalu Corbin menyerahkan sebuah peti kayu berukuran sedang.
"Sama-sama Tuan Corbin, sudah menjadi kewajiban kami untuk menolong setiap orang yang mengalami kesulitan." Jawab Zee kalem, padahal jika seandainya tidak mendapatkan imbalan tentu saja dirinya malas membantu.
...[ Quest berhasil ]...
...[ Mendapatkan misteri box's ]...
...[ Hubungan mu dengan kepala desa Tomore meningkat +100 ]...
Chopin melihat kotak kayu hitam itu dengan raut wajah penasaran, dirinya hanya mendapatkan gold dari kepala desa sebagai hadiah karena membantu Zee menyelesaikan misi ini.
"Tentu saja, sekarang benda itu sudah resmi menjadi milik mu." Corbin tersenyum saat berkata.
Zee mengangguk kemudian membuka kotak itu secara perlahan, muncul sinar terang ketika tutup kotak terbuka sepenuhnya, di dalamnya terdapat sebuah telur besar seukuran bola basket, telur itu memiliki cangkang berwarna hijau serta memiliki motif sisik seperti naga.
...[ Mysterious Egg ]...
...[ Dibutuhkan 100 jiwa monster level tinggi untuk menetaskan telur ini ]...
...[ Spirit beast : 0/100 ]...
__ADS_1
"Tuan Corbin ini-" Zee tampak tergagap, tangannya sedikit bergetar ketika menyentuh permukaan kulit telur itu, Zee tidak bisa menduganya, kemungkinan di dalamnya terdapat bayi seekor naga.
"Telur itu merupakan harta peninggalan leluhur desa kami, Tuan Tomore, beliau merupakan pendiri desa kami, Telur itu berasal dari wilayah barat benua Nogard." Corbin menerangkan.
"Terimakasih Tuan Corbin, telur ini pasti sangat berharga, aku pasti akan menjaga telur ini seperti menjaga anak ku sendiri." Zee tersenyum lebar lalu memasukan telur itu kedalam Inventorinya, ingin rasanya ia melompat salto keudara karena saking senangnya.
Sementara Chopin melihat kotak itu dengan pandangan iri, dia mengetahui telur itu merupakan sebuah pet, akibat rendahnya minat pemain di dream miracle online terhadap job Summoner, pihak developer game yaitu Dreamtecno memberlakukan sistem pet.
Pet sendiri merupakan monster yang bisa di panggil oleh seorang pemain untuk membantunya saat bertarung, tentu saja mereka sangat berguna, hingga saat ini pun kurang dari seribu pemain yang berhasil mendapatkan Pet, Chopin sendiri tidak memilikinya.
Keduanya kemudian berpamitan pada Tuan Corbin, selanjutnya Toro mengantar meraka sampai kedepan pintu gerbang desa.
Selain itu salah satu penduduk desa menghadiahkan Chopin seekor kuda, sehingga dengan begitu Zee tidak perlu berbagi tunggangan dengan sang Elf, kemudian keduanya memacu kuda dengan cepat meninggalkan desa Tomore.
Chopin mensejajarkan kudanya di samping Zee, dia meminta untuk berhenti sebentar karena mendapatkan pemberitahuan bahwa dirinya terkena efek hunger.
Melihat ekpresi Chopin yang tampak kesulitan, Zee setuju untuk istirahat sebentar, Chopin mengajak Zee untuk pergi ke arah timur karena disana terdapat padang rumput luas, yang pastinya aman dari serangan binatang liar.
Memacu kuda selama lima belas menit akhirnya sampai di padang rumput yang dituju, keduanya turun dari kuda kemudian melangkah menuju satu pohon rindang yang ada di sana, Zee dan Chopin membiarkan kuda mereka untuk merumput.
Sebenarnya jika seorang pemain sedang dalam efek hunger, pemain tersebut tidak merasakan lapar pada umumnya, namun karena ingin terlihat seperti dunia nyata para perancang game menambahkan efek ini dengan memberikan penurunan healt point dan statistik secara berkala saat dalam efek hunger.
Zee mengeluarkan bekal makanan yang pernah di berikan oleh kepala desa Tomore, sementara Chopin mengeluarkan beberapa potong roti kering dan sekantong air.
"Boss, kemana tujuan mu setelah ini?" Chopin bertanya di sela-sela acara makan mereka.
__ADS_1
Zee memutuskan akan pergi ke ibukota dan tidak berniat kembali ke kota Daun Merah, selain karena jarak dari tempatnya sekarang lebih dekat ke kota Debu intan, selain itu terdapat asosiasi petualang juga disana.