Pindah Lapak Ke Oren

Pindah Lapak Ke Oren
Adu domba


__ADS_3

Zee melompat keluar dari balik semak-semak, mengejutkan beberapa Mallet Monkey yang kebetulan melihatnya, dibawah pohon Zee tersenyum miring sambil berdiri dengan penuh gaya.


"Oi kalian semua, sekumpulan makhluk idiot, kalau berani kejar aku, dasar pemalas!" Teriak Zee memprovokasi dibarengi dengan mengacungkan jari tengah pada kawanan Mallet Monkey di atas pohon.


Mata setiap Mallet Monkey bersinar terang saat melihat sang penyihir datang, mereka semua mulai berteriak heboh sebelum satu persatu dari mereka melompat turun sambil mengangkat palunya tinggi memberi gesture seperti akan memukul.


Sesaat sebelum kawanan Mallet Monkey menapak tanah dengan suara bedebam keras, Zee sudah lebih dulu berlari kencang meninggalkan tempat itu.


Berkat Agi potion yang diberikan Kalatera sebelumnya membuat langkah kakinya bertambah cepat beberapa persen, setidaknya dapat memberikan jarak beberapa meter dari gerombolan Mallet Monkey di belakangnya.


Sementara itu di tempat  lain Chopin dan kalatera kembali kelokasi dimana sebelumnya mereka melakukan pengintaian, muncul pemberitahuan sistem saat mereka berdua baru saja sampai.


...[ Memasuki wilayah Bluemoon pack, skywolf akan menargetkan mu ]...


Tidak seperti pohon sakura yang ada di Rainflower forest, di Plaint forest Redcedarlah yang banyak tumbuh, pohon itu memiliki tinggi lebih dari lima puluh meter dengan diameter sebesar enam meter, wilayah hutan ini merupakan habitat alami untuk spesies hewan tipe pemangsa, sebagai contohnya adalah skywolf.


Chopin dan kalatera tengah mempersiapkan diri, mereka berdua barada di tempat yang sama, berdiri pada salah satu cabang batang pohon Redcedar, Chopin  menganti senjatanya dengan sebuah longbow, ternyata berganti job tidak membuat kemampuan dasar dari job sebelumnya menghilang.


Pandangan Chopin menatap lurus kearah depan, pada jarak seratus meter dari tempatnya berdiri terdapat sebuah padang rumput yang mirip sebuah lapangan sepak bola dan tedapat satu pohon besar berdiri di tengahnya.


"Berapa lama lagi?" Tanya Chopin, ekor matanya melirik Kalatera sekilas, ia kemudian mulai merentangkan busur panahnya.


"Dia akan sampai dalam waktu empat menit!" Kalatera menyahut, dia pun mengeluarkan sebuah mace dari Inventorinya, tongkat kebesaran itu tampak unik, gagangnya terbuat dari besi hitam yang dililit ukiran tanaman rambat dengan ujung tongkat membentuk sebuah lingkaran, selain terdapat bola kristal besar di tengahnya yang terus bersinar, di pinggiran setiap lingkaran dalam jarak tertentu terdapat sebuah rantai kecil berbandul kristal yang sama.


"Oke, aku akan mulai."


...[ Elemental Arrow : Fire risentment ]...


Saat busur direntangkan sebuah anak panah dari kumpulan mana api yang dipadatkan muncul, Chopin mulai membidik sasarannya yang tidak lain adalah sebuah pohon besar yang berdiri ditengah lapang, kemudian setelah dirasa pas dia melepaskannya.

__ADS_1


Anak panah berselimut api melesat cepat menimbulkan suara berdesing nyaring, sang panah terus melaju sampai kemudian berakhir menancap pada sisi batang pohon, pendaratan itu menimbulkan suara ledakan hebat dengan sedikit goncangan.


Bersamaan dengan meredanya getaran pada batang pohon, dari lubang di bawahnya, monster berbentuk serigala berwarna biru langit berhamburan keluar, mereka semua tampak panik dan mulai saling melolong.


Ternyata pohon besar yang tumbuh di tengah lapang adalah sarang dari sekumpulan serigala tersebut.


Dari arah lain tampak seseorang berlari tunggang langgang, sesekali terdengar umpatan kasar keluar dari mulutnya, lalu dari jarak sepuluh meter di belakang punggungnya puluhan ekor kera yang membawa palu mengikutinya.


Orang itu tidak lain adalah Zee dan melihat kedatangannya yang semakin dekat Chopin bertindak cepat dengan menurunkan sebuah tali dari akar pohon, kumpulan Skywolf mulai menyadari kehadiran asing di wilayah mereka, secara serempak gerombolan itu berlari menuju tempat dimana Zee berada.


...[ Holy magic : Safety wall ]...


Kalatera mengeluarkan skillnya setelah memastikan Zee meraih tali yang sebelumnya Chopin siapkan, setidaknya skill itu dapat menahan gerombolan Mallet Monkey beberapa saat, Kalatera dan Chopin kemudian menarik talinya ke atas pohon.


Bersamaan dengan bergabungnya Zee di atas pohon, sihir dinding pelindung cahaya dari Kalatera pecah berkeping-keping, tapi malang bagi gerombolan Mallet Monkey, sebelum mereka bergerak kembali untuk naik keatas pohon menyusul Zee, dari arah depan kawanan serigala datang, mereka semua mulai menyebar cepat kemudian mengepung puluhan Mallet Monkey itu.


"Sebentar lagi kita akan menyaksikan pertunjukan yang menarik!" Kalatera tersenyum puas, dia tampak begitu membenci sang kera malang, dari inventorynya kalatera mengeluarkan sebuah bungkusan besar berisi camilan, "ada yang mau?"


"Kau bisa menyebutnya begitu." Kalatera menahan tawa sambil menyodorkan bungkusan pada mereka berdua, kemudian ketiganya mulai memakan camilan sambil beruncang kaki diatas pohon menatap kebawah dimana pertarungan seru baru saja dimulai.


Gerombolan Mallet Monkey mulai saling memunggungi, mereka terlihat cukup percaya diri meskipun lawan di depan berjumlah duakali lipat dari mereka, mungkin karena selisih perbedaan level diantara mereka dimana Mallet Monkey kebanyakan berlevel lima belas sementara Skywolf hanya berada di level dua belas.


Gerombolan Skywolf yang pertama memulai langkah menyerang, sementara Mallet Monkey berada dalam posisi bertahan, mereka mulai mengangkat palunya tinggi ketika jarak dengan para Skywolf sedikit lebih dekat.


Kemudian terjadi retakan tanah cukup lebar diikuti sebuah gempa lokal ketika gerombolan Mallet Monkey secara serempak mengayunkan palu mereka.


Bebrapa serigala terperosok kedalam celah lubang dan sisanya tetap lanjut menyerang, akhirnya bentrokan pun tidak terelakkan, kawanan Skywolf menggigit dan mencakar sementara Mallet Monkey terus memukul setiap kepala dari skywolf yang mencoba mendekat.


Dua puluh menit berlalu, pertarungan antar kelompok hewan masih terus berlanjut, beberapa luka yang di sebakan oleh gigitan serigala mulai terlihat di setiap bagian tubuh mallet monkey, tapi serangan dari Skywolf bukan tanpa pengorbanan, hampir seperempat dari kawanan mereka musnah terkena pukulan palu yang membabibuta.

__ADS_1


Zee menguap lebar merasa mulai bosan, diapun berdiri kemudian mengeluarkan semua simpanan small dagger dari Inventori, lalu tangannya mulai bergerak melemparkan satu persatu pisau itu mengunakan skill spears of dragon color, yang pertama menjadi incaran Zee adalah para mallet monkey.


...《 Anda memberikan (200) kerusakan》...


...《 Anda memberikan (400) kerusakan》...


...《Mishit》...


...《 Anda memberikan (200) kerusakan》...


...《Mishit》...


...《Mishit》...


...《 Anda memberikan (950) kerusakan》...


.............


...[ Mallet Monkey terbunuh ]...


...[ Mallet Monkey terbunuh ]...


...EXP di dapatkan : (2850)...


...[ Anda menerima (950) EXP ]...


Zee berdecak pelan setiap kali lemparannya meleset, matanya melirik kearah Chopin dan dilihatnya Elf itu masih asik memakan camilannya, sesekali Chopin dan Kalatera bersorak riang ketika menemukan kejadian yang menurut mereka lucu.


Zee baru menyadari, ternyata EXP yang dia dapatkan setiap kali membunuh monster akan terbagi rata dengan teman satu partynya.

__ADS_1


"Hei, apa kalian akan terus menonton mereka berkelahi, jujur saja aku mulai merasa bosan?!" Zee melemparkan pertanyaan pada Chopin dan Kalatera.


__ADS_2