Pindah Lapak Ke Oren

Pindah Lapak Ke Oren
Korban bluefenrir


__ADS_3

Semuanya berlangsung cepat, Zee bahkan tidak sadar ketika tubuhnya melayang di udara dan berakhir menghantam batang pohon Redcedar dengan suara bedebam keras.


Chopin dan Kalatera membuka mulutnya lebar, merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, dan kini wajah mereka terlihat begitu pucat, semua itu disebabkan oleh satu kibasan ekor Blue Fenrir dalam kecepatan kilat.


Kemudian seolah merasa belum cukup Blue Fenrir kembali menyerang dengan menembakan puluhan jarum bulu kearah dimana Zee yang terlihat tengah berusaha bangun dengan susah payah.


Bulu-bulu di atas punggung sampai ke ujung ekor Blue Fenrir tampak kaku berdiri, seperti diselimuti oleh sekumpulan duri landak, suara gemerincing terdengar nyaring setiap kali ekornya bergerak, seolah bulu-bulu itu merupakan logam besi yang saling beradu.


🐺


"Ugh, sial sakit sekali." sang Penyihir mengeluh, mengusap dadanya yang terasa sesak, hasil dari pertemuannya dengan batang pohon sebelumnya.


Zee baru saja berdiri dan ratusan jarum sepanjang setengah meter yang dilepaskan Blue Fenrir sudah sampai di depannya, "dan ini lebih sial lagi." Zee membuang napas kasar lalu menutup mata, seolah pasrah dengan nasib buruk yang akan menimpanya.


...《 Anda terkena physical attack, menerima (5000) kerusakan 》...


...[ Anda Terbunuh!]...


...[ Anda bisa kembali bermain setelah 0 Hari | 11 jam | 59 menit | 60 detik ]...


Andri melepas helm Vr dengan perasaan kesal, pertama kalinya dia terbunuh dalam game Dream miracle online. Harus Andri akui merasakan perasaan ketika berada di ujung kematian benar-benar mendebarkan.


Andri bangkit dari tempat tidur, saat pandangannya melihat ke arah jendela dia menyadari hari sudah menjelang malam, selain itu perutnya kini mulai berbunyi meminta jatah untuk diisi.


Andri kembali membuang napas kasar, sepertinya kali ini dia tidak bisa merepotkan Tomi untuk mengantarkan makanan kembali dan terpaksa harus memasak sendiri, Andri pun pergi menuju dapur.

__ADS_1


Andri mulai mengenakan apron kemudian mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam lemari pendingin, seperti seikat asparagus, jagung kalengan, sebuah wortel dan daging rajungan, setelah itu dia taruh semua di atas meja.


Andri berencana membuat olahan Sup, Andri mulai memasak dengan menyalakan kompor terlebih dahulu, lalu menaruh wajan diatasnya, menuangkan margarin kemudian memasukan semua bahan dan air termasuk bumbu penyedap.


Lima menit berlalu dan satu porsi Sup Asparagus sudah siap dihidangkan, Andri melepaskan apron, mengantungnya pada kaitan dinding kemudian membawa hidangan itu meninggalkan dapur menuju ruang tengah apartemennya.


Suasana di sekitar gedung apartement miliknya begitu sepi, mungkin karena hari ini begitu cerah sehingga kebanyakan penghuni apartement memilih keluar rumah. Tidak ambil peduli Andri menyalakan televisi, menonton sebuah tayangan film aksi sambil memakan supnya dengan lahap.


Setelah di habiskan, Andri membawa kembali mangkuk kosong bekas makannya ke tempat pencucian yang ada di dapur, lalu diapun mencucinya dengan cepat kemudian setelahnya Andri merapihkan dapur yang sebelumnya dia gunakan.


Andri berpikir, mungkin saja jika seandainya dia memiliki pasangan, hidupnya akan jauh lebih mudah, mengingat kata 'pasangan' sendiri Andri jadi teringat pada Kalatera, "bagaimana keadaan mereka sekarang yah, mungkinkah mereka juga kembali kedunia nyata seperti yang ku alami, semoga saja tidak?!"


Andri terkekeh pelan, langkah kakinya membawa dia masuk kedalam kamar, merebahkan tubuh diatas kasur dan tidak berapa lama Andri pun tertidur, membiarkan TV terus menyala semalaman.


Pukul enam pagi, Andri sudah bersiap untuk kembali berpetualang di Benua Nogard, hari ini Andri memutuskan untuk tidak bekerja, Andri tidak merasa khawatir sama sekali, lagi pula siapa yang akan berani menegurnya mengingat dia sendiri merupakan bossnya.


Latar tempat kembali berubah setelah Andri menekan tombol power di helm VRnya, meskipun mulai sedikit terbiasa dengan sensasi pandangan berputar saat memulai permainan, tapi tak urung Andri mengeluh juga, karena menurutnya hal itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan.


...[ Menghubungkan kembali kedalam game! ]...


...[ Sebelumnya Anda terbunuh! Anda akan kembali memulai permainan di kota terdekat ]...


"Ah, akhirnya aku kembali." Zee merentangkan tangan, mengusir rasa pegal akibat pertarungan dengan kawanan monster sebelumnya.


Hal pertama yang di lakukan Zee sebelum memasuki kota adalah mengecek status, levelnya turun kembali keangka sembilan belas dengan beberapa penurunan poin atribut, selain itu sepertinya sisa small dagger juga ikut terjatuh saat dirinya terbunuh.

__ADS_1


Zee menghembuskan napas lega, setidaknya small dagger bukan merupakan drop item yang terlalu penting, akan berbeda situasinya jika yang di jatuhkan adalah Ulinos Sword.


Zee menepuk jidatnya pelan, saat teringat pada drop item yang belum sempat dia kumpulkan, padahal ada begitu banyak disana, terutama drop item dari Mallet Monkey dan Zee hanya bisa menyayangkan hal itu.


Zee memasuki kota dengan langkah gontai dan untuk bisa masuk kedalam kota sendiri Zee harus melakukan serangkaian pemeriksaan yang melelahkan, mengingat kota Debu Intan merupakan ibu kota kerajaan pastinya wilayah itu akan mendapatkan penjagaan yang begitu ketat.


Proses tersebut memakan waktu lumayan lama, dan setelah selesai akhirnya Zee diijinkan untuk memasuki kota, tujuan Zee selanjutnya adalah mencari NPC bernama Tuan Narius lalu menyerahkan gulungan surat yang sebelumnya merupakan titipkan dari Tuan Odinius.


Kota Debu Intan tentu jauh lebih megah dari kota Daun Merah, kota itu berbentuk sebuah lingkaran dengan tiga lapis tembok benteng yang mengelilinginya.


Zee memasuki kota melalui gerbang timur, jalanan luas dari batu yang dipadatkan menyambutnya ketika pertamakali melewati pintu gerbang.


Bangunan gedung berderet rapih dipinggir jalan, dari mulai pertokoan, restoran dan kedai sederhana yang menjual makanan kecil.


Ujung menara dari puncak sebuah Castle megah terlihat berdiri di balik benteng tembok lapis ketiga, di dalamnya merupakan komplek bangunan istana milik kerajaan.


Seperti kota di dunia nyata, kesenjangan sosial begitu jelas terlihat disini, hampir setiap sudut jalan Zee kerap menemui pengemis dan gelandangan yang tengah melakukan aktivitas mereka.


Zee menghiraukan hal itu, saat ini mencari cara  untuk menemukan orang yang di carinya adalah fokus utama.


Sekitar lima belas menit kemudian, Zee memutuskan untuk mendatangi Bar terkenal di kota Debu Intan. Menurut film yang kemarin dia tonton, paling mudah mendapatkan informasi dalam sebuah kota yaitu melalui seorang Pelayan.


Blacktruth merupakan bangunan tiga lantai yang menjadi bar sekaligus tempat hiburan malam terbaik di kota Debu Intan, semua orang yang Zee tanyai merekomedasikan tempat ini.


Zee segera menarik perhatian ketika memasuki Blacktruth, dia mengerti pandangan semua orang di sebabkan baju Novice yang dikenakannya sudah tidak layak pakai, bayangkan saja terdapat banyak sekali lubang di beberapa bagian dan juga bekas robekan memanjang di bagian punggungnya di jahit kasar mengunakan benang dari rumput.

__ADS_1


__ADS_2