Pindah Lapak Ke Oren

Pindah Lapak Ke Oren
Mallet monkey


__ADS_3

"Sebuah keberuntungan untuk ku kalau begitu, ngomong-ngomong apa kalian akan pergi ke ibukota?" Tanya Antloph, dia berharap mereka berdua ikut bergabung, setidaknya perjalanan menuju ibukota akan jauh lebih aman jika mereka berdua ikut bersamanya.


"Kami memang berencana pergi kesana, tapi setelah ku pikir kembali, mengejar sisa serigala yang melarikan diri jauh lebih menarik sepertinya!" Zee yang menjawab, dia melirik Chopin untuk meminta persetujuan dan sang Elf putih yang mengeri tatapan itu hanya mengangguk setuju.


"Ah-ya, tadinya aku ingin kalian ikut bersama ku, tapi sepertinya aku tidak bisa memaksa, itu pilihan kalian!" Antloph sedikit kecewa, "ambil ini sebagai hadiah dari ku, di dalamnya ada seratus keping emas." Tambahnya sambil mengangsurkan kantong kain kehadapan Zee.


"Terim-." Sebelum Zee menyelesaikan kata-katanya, kalimatnya terpotong oleh ucapan Chopin.


"Maaf kami tidak bisa menerimanya, lagi pula kami tidak terlalu bekerja keras disini, lebih baik berikan saja pada pengawal mu!" Chopin mendorong Zee kebelakang dengan menarik kerah bajunya, dia hanya bisa menggeleng pelan melihat bossnya tanpa sadar meneteskan air liur ketika mendengar tentang uang.


Seketika pancaran mata Zee yang tadinya bersinar terang kini kembali meredup, dia beralih melihat Chopin dengan tatapan jengkel.


"Tentu saja mereka semua akan mendapatkan upah tambahan dari ku," ujar Antlop membuat semua pengawal tersenyum senang, "hm, begini saja, terima uang ini dan aku ambil semua drop item itu, anggap saja kalian menjualnya pada ku, bagai mana?"


"Tentu, tentu saja Tuan Antloph, senang berbisnis dengan Anda!" timpal Zee cepat karena takut keduluan Chopin, sambil menarik tangan Antloph untuk mengajaknya bersalaman, setelah sebelumnya mendorong kasar bahu Chopin untuk menjauh.


Antloph tertawa pelan sebelum kembali berkata, dia menyerahkan kantong kain itu pada Zee yang langsung di terima pemuda itu dengan senang hati. "Sepertinya kita berpisah disini, aku akan kembali melanjutkan perjalanan, semoga kalian beruntung."


...[ Antloph menambahkan mu sebagai teman ]...


...[ Terima? | Tolak? ]...


Zee memandang sebentar layar transparan yang muncul di depannya sesaat sebelum menekan panel 'Terima', dia baru mengetahui ada fitur seperti ini di dalam Game dream online.


Fitur teman sendiri merupakan sarana komunikasi yang mirip seperti aplikasi chating, dimana fitur ini tidak hanya bisa mengirimkan pesan teks tapi lebih dari itu, memungkinkan pemain untuk melakukan video call.


"Oke terimakasih sudah menerimanya, aku duluan dan sampai jumpa!" Antloph tersenyum senang, kemudian masuk kembali kedalam kereta.


Zee dan Chopin memandangi kepergian rombongan Antloph yang semakin menjauh, kemudian mereka berbalik menuju kuda yang sebelumnya mereka ikat.

__ADS_1


Zee dan Chopin memacu kuda mereka mengikuti jejak kaki yang di tinggalkan serigala sebelumnya, perjalanan itu membawa mereka masuk kedalam sebuah hutan.


...[ Anda memasuki Plaint forest ]...


"Boss kita sudah memasuki hutan, aku akan log-out dulu sebentar, hati-hati monster penghuni hutan ini rata-rata berlevel lima belas ke at-!"


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa!"


Suara teriakan di kejauhan memotong ucapkan Chopin, keduanya langsung saja memfokuskan pendengarannya ke asal suara itu. Zee melompat dari punggung kuda kemudian berlari cepat meninggalkan Chopin di belakangnya.


Zee menghentikan langkah ketika tak terdengar lagi suara teriakan itu, membuat perasaannya sedikit khawatir, apakah dirinya terlambat batinnya berkata.


"Hei kau! Cepat tolong aku!"


Teriakan suara yang terdengar feminim membuyarkan lamunan Zee, dia menengok kearah asal suara, tampak seorang wanita tergeletak di bawah pohon, tampilannya sangat berantakan dengan pakaian robek di beberapa bagian, menampilkan lekuk tubuhnya yang sangat indah.


...[ Nama : Kalatera ]...


...[ Job : Acolyte ]...


...[ Level : 18 ]...


"Apa yang terjadi dengan mu?" Tanya Zee terlihat gugup, wajahnya sudah memerah sejak pertama kali melihat gadis itu, Zee kemudian mengirim pesan pada Chopin untuk memintanya datang kemari.


"Kau lihat di atas sana, monster brengsek itu mencuri Armor ku." Tunjuk Kalatera dengan ekpresi wajah kesal.


Bersama dengan ucapan gadis itu Chopin datang menghampiri mereka, Zee melihat ke arah yang di tunjuk Kalatera, dirinya berdecak pelan ketika melihat banyak sekali Kera berukuran sedang bertengger manis di atas dahan pohon, kulit mereka begitu gelap, kebanyakan monster itu membawa palu kayu kecil di tangannya, salah satunya tampak menenteng baju zirah perak.


...[ Mallet Monkey ]...

__ADS_1


...Tipe : Normal...


...Level : 15...


...ATK/SPD : 200/300...


...HP : 1450...


"Kenakan ini, lalu kita pergi dulu dari sini." Ucap Chopin pada Kalatera sambil mengeluarkan mantel panjang dari inventorinya, kemudian ia berikan pada Kalatera, setelah itu dirinya melangkah pergi dari sana.


"Ta-tapi bagai mana dengan Armor ku?" Kalatera mengenakan mantel itu dengan cepat, dia ingin menahan mereka berdua untuk membantunya mengambil kembali Armor itu.


"Pikirkan masalah mu nanti saja nona, melawan mereka untuk saat ini bukan keputusan yang tepat, mereka terlalu banyak, dipastikan kita tidak akan selamat jika memaksakan diri!" Zee yang berucap saat memberikan satu high red potion miliknya, lalu mengajak Kalatera untuk menyusul Chopin yang terlihat semakin menjauh.


Zee, Chopin dan Kalatera berkumpul di tempat pertama tadi Zee turun dari kuda, mereka tengah berdiskusi untuk mencari cara membantu kesulitan Kalatera.


"Jika aku tidak salah, Kera adalah mahluk yang agak kepo, maksudku mereka adalah mahluk dengan rasa penasaran tinggi, mungkin kita bisa menunjukan sesuatu yang unik untuk menarik perhatian mereka!" Zee mengelus dagunya tampak berpikir, dirinya yang pertama memberi saran.


Chopin dan Kalatera serempak menganguk setuju, cara itu bisa di coba, mengenai hasilnya itu bisa di pikirkan nanti menurutnya.


"Mungkin aku bisa menggunakan ini, jadi kita harus bersiap." Zee mengeluarkan sebuah bola transparan seukuran bola kasti, item itu dia dapatkan dari salah satu drop item yang di jatuhkan oleh skywolf.


...[ Bubble Dream ]...


...Sebuah bola sihir yang terbentuk dari sisa energi negatif yang di serap oleh skywolf, saat di sentuh oleh target sihir ilusi di dalamnya akan aktif, dalam hitungan detik langsung meledak....


"Bukannya benda itu merupakan sebuah bom? Boss kau mendapatkan item yang menarik, mengenai masalah pedagang tadi, ngomong-ngomong kau belum memberikan bagian ku!" Chopin berkomentar, dia teringat sebelumnya Antloph memberikan banyak gold pada Zee.


"Oh, bukannya kau sempat menolak? jadi untuk apa kau memintanya, aku pikir kau tidak membutuhkannya." Zee menarik sebelah alisnya, dengan bibir sedikit dimajukan.

__ADS_1


"Ayolah jangan pelit seperti itu boss, anggap saja aku melantur saat berkata pada pedagang itu tadi." Chopin memelas, dimatanya wajah penyihir itu tampak sangat menyebalkan.


Kalatera menyimak perdebatan keduanya dengan tatapan bosan, Kalatera begitu cemas, merasa takut kawanan mallet monkey akan pergi menjauh jika terlalu lama tinggal disini dan jika itu benar terjadi bisa dipastikan akan kehilangan Armor berharga yang susah payah dia dapatkan.


__ADS_2