
Teman kecil ku Doni yang telah meninggal, setelah melalui proses penelusuran ternyata terlibat dalam hilangnya seorang anak 20 tahun lalu.
Tiga anak laki-laki kecil melemparkan batu dan membunuh seorang gadis kecil.
Doni adalah pemimpin dari tiga anak laki-laki itu, dan sekarang dia dan satu anak laki-laki sudah meninggal secara tragis.
Kami menduga ibu gadis kecil itu yang bernama Nina secara diam-diam melakukan rencana balas dendam.
Nando dan aku melacak keberadaan Nina dan pergi ke desa kota di Jalan Teratai yang berada Kota Jakarta, dan menemukan bahwa Nina pernah menyewa sebuah rumah di sini sebagai pelacur.
Dan pemilik bangunan mengatakan kalau salah satu tamu yang dilayaninya adalah teman masa kecilku yaitu Doni.
Doni berusia 34 tahun dan Nina berusia 50 tahun. Kami tidak bisa membayangkan adegan ketika keduanya berhubungan badan.
Pemilik bangunan juga selalu bertanya-tanya mengapa Doni dengan usianya yang muda mencari wanita dengan usia yang lebih tua.
Dia juga menyarankan wanita yang lebih muda tapi Doni menolaknya.
Aku bertanya pada pemilik bangunan kalau kapan dia terakhir melihat Doni?
Dia bilang beberapa waktu lalu, saat malam dengan hujan deras, dia yang berada di depan pintu melihat Doni menaiki taksi ilegal dan pergi.
Kami menemukan pengemudi taksi ilegal itu dan menyebutkan nama Doni membuat dia terlihat sedikit emosi.
Dia mengatakan bahwa bajingan itu mau pergi ke Jalan Damai sambil menggunakan tongkat penyangga, dan itu tidak masalah bagiku tapi tidak membayarku dan melarikan diri.
Jalan Damai berada di ujung barat tengah kota. Jalan itu sebenarnya sebuah gang kecil yang di dalamnya dipenuhi dengan tempat jasa mencuci kaki dan tempat pijat, jalan itu dekat dengan tempat lampu merah yang terkenal.
Sopir membawa Doni ke jalan Damai, lalu Doni memberi sebungkus rokok dan menyuruh sopir menunggu.
Setelah menghabiskan setengah bungkus rokoknya, dia masuk ke dalam untuk bertanya, dan menyadari bahwa Doni telah pergi melalui pintu belakang tanpa mengambil tongkat penyangganya.
Sopir ilegal itu masih tampak marah saat dia membicarakannya.
__ADS_1
Aku bertanya hari apa itu dan dia menjawabnya dengan yakin kalau hari itu tanggal 21 bulan lalu, hari itu hujannya benar-benar deras.
Aku meminta sopir ilegal itu membawa kami ke toko itu.
Pada malam 16 Mei 2015, aku dan Nando mengikuti sopir taksi ilegal itu menuju jalan Damai dan memasuki toko yang bernama "Bar lotus".
Aku dan Nando berjalan masuk kedalam "Bar Lotus" dan ada beberapa wanita berpakaian minim duduk di sofa.
Melihat kami masuk, seorang wanita berdiri.
Dengan senyum menyanjung, dia bertanya layanan apa yang kami inginkan?
Aku menatap mereka yang ada di depanku dan melihat riasan tebal yang mereka gunakan sehingga tidak dapat menebak berapa umur mereka.
Aku tanya kepada bos wanita itu dan bertanya hanya segini saja?
Bos wanita itu mengangguk dan berkata pelayanan mereka bagus dan dipastikan kalau kami akan dilayani dengan puas.
Aku menunjuk Nando dan berkata kepada bos wanita, "Kakak laki-laki ini suka yang lebih tua. Apakah di sini ada?"
Aku bilang kalau Nando benar-benar lebih suka wanita yang tua, jika memang tidak ada maka kami akan pergi.
Bos wanita tampak kesusahan, dan berkata kalau yang di sini semua adalah gadis muda, sedangkan yang sudah berumur adalah petugas kebersihan.
Aku bilang petugas kebersihan juga tidak masalah, suruh mereka ke sini biarkan dia melihatnya.
Bos wanita melambaikan tangannya dan berkata, tidak, dia hanya bertugas untuk bersih-bersih saja bukan bertugas untuk memijat.
Aku menarik Nando pergi tapi bos wanita itu bergegas menahan kami dan berkata kalau di tokonya tidak ada yang tua tapi kalau mau dia bisa membantu mencarinya.
Aku bertanya dengan sedikit senyuman, apakah kalian juga menerima "Pesanan"?
Dia juga tersenyum dan mengatakan itu semua demi pelanggan.
__ADS_1
Bos wanita meminta kami untuk menunggu sebentar, sedangkan dia pergi untuk menelepon seseorang, dan kembali mengatakan bahwa "Redis" tidak bisa datang, tapi jika kamu ingin pelayanannya kamu bisa langsung ke rumahnya.
Ini sedikit mengejutkanku dan merasa sedikit menarik karena bisnis pelayanan seperti ini juga saling merekomendasi ke pihak lain?
Bos wanita itu tersenyum dan berkata bahwa itu semua demi para tamu.
Aku bertanya kepada bos wanita: "Apakah ada fotonya? kami ingin lihat dulu, kakak laki-laki kami tidak ingin yang terlalu jelek."
Wanita yang duduk di sofa berbisik, "Bodoh!"
Aku berpura-pura tidak mendengarkan mereka dan berusaha keras menyuruh bos wanita itu menunjukan fotonya.
Bos wanita itu mencarinya di Hp dan menunjukan foto wallpaper Whatsapp dan berkata, "Redis terlihat seperti ini, apakah kamu puas?"
Aku menyerahkan Hpnya ke Nando dan Nando mengangguk dengan keras dan aku segera meminta alamat rumah Redis.
Nando segera masuk ke taksi gelap itu dan ingin langsung menuju ke rumah Redis, sebelum menaiki mobil Nando terus mengeluh kepadaku.
Aku berbalik dan kembali ke "Bar lotus", bos wanita itu keluar dari pintu dan menabrakku.
Aku berkata, aku masih di sini, apa yang ingin kamu lakukan?
Dia memasang senyum centil itu lagi sambil berkata, abang, kamu tidak ikut bersama dia.
Aku bilang aku tidak suka wanita tua.
Bos wanita itu tertawa dan berkata begini baru benar, lalu menyuruhku segera memilih wanitanya.
Aku bilang aku tidak menyukai gadis-gadis ini dan hanya ingin mengobrol denganmu.
Mendengar itu, bos wanita sedikit canggung dan berkata kalau dia tidak melakukan "pelayanan".
Aku bertanya padanya apakah kamu pernah melihat seorang pria dengan tongkat penyangga?
__ADS_1
Bos wanita mengatakan dia tidak ingat.
Aku mengeluarkan foto Doni, bos wanita itu melihatnya dan mengatakan kalau dia tidak mengenalnya.