
Setelah Nando bangun, dia memeluk paha direktur dan terus menangis, "Orang itu bergerak, orang itu bergerak!"
Direktur memarahi detektif senior itu dan mengurangi bonus setengah tahunnya. Masalah Nando menjadi lelucon di seluruh kantor polisi, dan semakin menyebar dan menjadi sedikit keterlaluan.
Setelah kembali ke biro daerah, Nando sangat ketakutan sehingga dia kencing dalam celana, terus dia membeku di pohon dan pingsan.
Ketika dia kembali ke biro kota, Nando bilang bahwa dia berani dan meminta untuk tetap di gunung, tetapi ketakutan dan pingsan. Setelah bangun, dia menampar dirinya sendiri dan berkata, "Aku tidak akan bicara omong kosong lagi."
Insiden ini menjadi "Masalah yang dilarang dibicarakan" bagi Nando, dan dia akan emosi jika ada yang membicarakan soal itu.
Tapi hari ini, Nando berinisiatif untuk membicarakan kasus ini, karena nama mayat yang mengagetkan dia adalah Fero.
Aku bertanya pada Nando, apa yang terjadi selanjutnya?
Nando berkata bahwa dokter menemukan jaringan manusia orang lain di kuku tangan Fero, mencurigai bahwa Fero mencakar tersangka.
Mereka menganalisis DNA ke gudang nasional dan mencoba mencocokkan dengan orang yang mempunyai catatan kriminal.
Berbicara tentang ini, Nando tiba-tiba berhenti.
Aku kira dia ingin menarik rasa penasaranku, dia lalu mengeluarkan sebatang rokok dan memberiku sebatang.
Tapi Nando masih diam setelah mengambil sebatang rokok. Aku sudah sangat cemas dan berkata kamu ingin bertengkar.
Namun, Nando berkata secara misterius, Kapten Agus, cerita selanjutnya mungkin sedikit aneh seperti mendengar cerita hantu.
DNA cocok dengan seorang pria bernama Garot, seorang tahanan dari Bengkulu.
Nando berkata kalau mereka segera menghubungi kepolisian Bengkulu dan respon mereka cepat namun hasilnya sangat aneh.
Polisi bengkulu mengatakan Garot sudah lama dibebaskan dari penjara dan meninggal karena kanker hati dua tahun lalu.
__ADS_1
Aku pusing lagi karena orang yang mati lagi yang ditemukan.
Atasan Nando secara khusus mengirim orang ke Bengkulu. Setelah memeriksa informasinya, Garot memang sudah mati.
Dokter forensik mengumpulkan DNA putra Garot, dan hasilnya sesuai dengan DNA di kuku Fero.
Nando berkata mereka ingin membuka kembali peti dan melakukan otopsi tapi Garot dikremasi setelah meninggal, jadi tidak ada cara untuk melakukan otopsi.
Polisi di kedua tempat itu bingung, dan tidak ada yang bisa menjelaskan mengapa jaringan manusia di kuku Fero adalah milik orang yang sudah meninggal.
Pada akhirnya kedua pihak polisi itu saling menyalahkan dan membuat suasana menjadi tidak menyenangkan karena kasus ini masih dalam proses.
Entah bagaimana, aku tiba-tiba teringat pada pengedar narkoba "Hantu kesembilan" yang sudah lama meninggal pada kasus Doni.
Keesokan harinya, aku mendapat informasi dari Nando kalau "Ibu Angkat" sudah bangun, aku segera bergegas ke rumah sakit.
"Ibu angkat" berbaring di ranjang rumah sakit, matanya kosong terlihat putus asa.
Aku ditendang keluar, dia berkata dia ingin mengajukan pertanyaan kepada pasien, jadi aku tidak boleh berada di dalam sana.
Aku akhirnya menunggu di gerbang rawat inap.
Setelah merokok selama satu jam, Sonic dan lainnya keluar dari lift, dan aku bergegas menemui mereka.
Ketika Sonic melihatku, dia langsung menunjuk ke arah mobil dan menyuruhku masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju dan di dalam mobil tidak ada satupun yang berbicara. Aku gelisah dan tidak tahu apa yang akan terjadi kali ini.
Nando duduk di sampingku, aku menyodoknya tapi dia mengabaikanku.
Akhirnya aku meninjunya dengan keras tapi Nando bajingan ini mengambil borgol dari pinggangnya, tidak dapat dipercaya.
Nando memegang borgol dan berkata, "Kapten Agus, aku juga orang yang mencari nafkah. Kali ini aku diperintahkan untuk menangkap kamu, jadi kamu harus patuh. Jangan mencoba mengambil ahli mobil dan melawan, dan akhirnya bunuh kami semua, maka kamu tidak akan mudah melewati hari-harimu.”
__ADS_1
Sonic berbalik dan ingin menampar Nando, membuat Sandi yang mengemudikan mobil juga ikut tertawa.
Saya melihat mereka bertiga tertawa membuatku bingung. Sonic yang sedang menahan tawanya berkata bahwa "ibu angkat" mengatakan yang sebenarnya kalau kamu tidak di suap.
Aku lega namun bingung kenapa dia memberiku kartu kosong.
Sonic takut kamu akan mengetahui insiden dulu dan menggunakan cara ini untuk menjebakmu.
Saat itu juga aku mengingat kasus Mina dulu dan merasa ini tidak benar, jika menggunakan cara ini sudah dari awal ketahuan.
Sonic berkata mereka menunggu masa kadaluarsa, mereka ingin menunggu sampai hari Nasional dan setelah hari Nasional berakhir, mereka tidak akan takut ketahuan lagi karena kasus itu sudah melebihi 20 tahun.
Aku bertanya mengapa?
Nando berkata kalau masa kadaluarsa kasus itu harus melewati hari Nasional baru melebihi 20 tahun.
Aku memberi tahu semua yang aku tahu kepada Sonic dan dia memintaku untuk melaporkan kembali dan mendiskusikannya pada pertemuan besok.
Keesokan pagi, pada pertemuan khusus, Sonic mengumumkan bahwa aku akan bergabung dengan tim dan kemudian mulai membahas kelanjutan kasus tersebut.
Pada malam tahun baru Doni pergi membeli narkoba dan terjadi kecelakaan pada dirinya, pada saat itu Sergio yang menangani kasus itu tidak pernah menemukan mobil penyebab kecelakaannya.
Ketika Sonic mendengarnya, dia sangat marah dan memberikan tenggat waktu tiga hari untuk mencari mobil penyebab kecelakaan itu dan jika gagal maka Sergio harus keluar dari tim.
Doni memberitahuku sebelum kematiannya bahwa pengedar narkoba yang dia hubungi bernama "Hantu kesembilan", dan Sonic telah meminta departemen anti-narkoba untuk menyelidiki "Hantu kesembilan".
Polisi anti-narkoba mengetahui bahwa dua bulan lalu, ada orang asing yang datang untuk membeli narkoba.
Orang asing ini menyebut dirinya "Kesemban", dan terdengar mirip seperti "Hantu kesembilan". Terakhir kali orang asing itu mengambil barang adalah pada 19 April, tiga hari sebelum kematian Doni.
Orang dari luar kota pada saat itu ingin membeli jumlah yang banyak tapi penjual tidak cukup jadi mereka berjanji menebus sisanya nanti. Tetapi setelah kecelakaan Doni, orang dari luar kota itu menghilang.
Nando juga tidak tahu siapa pria paruh baya dalam pembakaran rumah Doni.
__ADS_1