
Nina menatap foto itu dengan linglung.
"Memangnya ini dapat membuktikan apa?"
"Dia membayar uang itu karena berhutang padaku." Ucap Nina, "Kami akan menikah, tetapi dia tiba-tiba menyesal dan memberiku dua ratus juta sebagai kompensasi."
Aku merasa lucu mendengarnya karena dia bahkan mengatakan akan menikah dengan Geri sedangkan ayah kandung Mina sedang duduk di ruang interogasi sebelah.
Aku terus mengobrol dengannya, dan meladeni kebohongannya dengan banyak pertanyaan sampai dia membuat kesalahan sendiri.
Aku tanya pada dirinya dimana Geri sekarang?
Nina bilang kalau Geri sudah pergi.
"Sudah pergi, memangnya kapan kamu melihatnya pergi?"
"Tiga atau empat hari yang lalu, dia memberiku kartu ATM dan pergi."
"Kemana perginya?"
“Bagaimana aku tahu?!” Nina berkata sambil menunjukkan ekspresi tidak senang.
Aku terus menantinya sampai dia berkeringat dingin.
Dia bahkan sudah tidak mampu berbohong lagi, dan pada saat itu juga suasana menjadi canggung.
Ponselku berdering yang berisi pesan pendek dari polisi bagian teknis yang bertuliskan: suara yang sama.
Aku tersenyum dan Nina tertegun sejenak sambil menatapku dengan keraguan di matanya.
Aku berkata, "Kami menemukan alat perekam di mobil Geri
yang merekam perdebatan antara seorang pria dan seorang wanita di dalamnya. Aku rasa kamu juga penasaran."
__ADS_1
“Alat rekam?” Nina bertanya dengan suara yang serak.
Aku melihat wajah tegangnya Nina.
Aku memberitahu dia soal Geri yang meminjam uang dengan jaminan mobilnya.
Nina membuka mulutnya, tetapi tidak mengatakan apa-apa.
Aku memperlihatkan padanya semua bukti yang telah aku kumpulkan sebelumnya dan membuat semua kebohongannya telah dipatahkan.
Ketika Nina melihatnya, dia menundukan kepalanya dan bernafas terengah-engah.
Aku menyuruh mereka membuka suara rekaman yang berisi perdebatan Geri dan Nina di ruang interogasi.
Nina semakin menundukan kepalanya dan tiba-tiba tertawa lalu mengangkat kepalanya lagi sambil mengeluarkan air mata.
Aku mengetuk-ngetuk meja dan memberikan sebatang rokok padanya sambil bertanya, "Apa kamu tidak ingin mengatakan yang sebenarnya?"
Dia mengatakan bahwa ayah Mina adalah Edan, tetapi ketika Nina baru hamil Edan ditangkap polisi karena sebuah kasus.
Kemudian, dia bertemu Herman dan tinggal bersamanya. Anak itu lahir dan namanya diambil dari keluarga Herman.
Tiga sekeluarga hidup bahagia sampai hilangnya Mina pada tahun 1995 yang membuat hidupnya berubah.
Nina selalu merasa kalau Mina pergi ke suatu tempat makanya beberapa tahun ini dia selalu mencari anaknya.
Herman baru mulai hidup bersamanya, uang pun sudah dihabiskan demi mencari anak itu, namun Nina masih tidak menyerah.
Yang satu bersikeras mencarinya, dan yang satu tidak mau mencarinya, sehingga keduanya berkonflik.
Nina sangat ingin mencarinya, jadi dia pergi meninggalkan Herman sendirian.
Aku bertanya pada Nina, "Apakah Herman tahu bahwa Mina itu bukan anaknya?"
__ADS_1
Nina bilang kalau harusnya Herman tidak tahu karena dia menyembunyikan rahasia itu kepadanya.
Nina pergi ke tempat jauh untuk mencari anaknya sambil bekerja di bidang prostitusi. Hingga tahun 2002, dia bertemu dengan pria ketiga dalam hidupnya, Geri.
Tahun itu Nina berada di Jakarta bekerja sebagai wanita prostitusi dan bertemu dengan Geri yang sangat mencintainya.
Sejak saat itu Geri sering mengunjunginya dan saling mengenal lebih dalam lagi.
Geri yang tidak berdaya bertemu dengan Nina yang sendirian, serta rasa hangat yang diberikan oleh Nina kepadanya semakin membuat Geri gila untuk mengejar cintanya.
Nina tidak menolaknya dan menyuruh Geri membantunya menemukan seorang anak sebagai syarat.
Geri setuju dan mereka memulai pencarian anak itu lagi namun tidak menemukan hasil yang berguna, sampai pada tahun 2007 ketika ditemukannya tulang mayat anak-anak di sungai Musi.
Nina melihat adanya pengumuman test DNA dan pergi untuk melakukan tes DNA tapi mayatnya sudah dibawa pergi oleh Edan.
Nina langsung putus asa menerima kematian anaknya.
Nina mendapat nomor Edan dari biro kepolisian dan langsung menghubunginya. Mereka sama-sama menangis ketika mereka bertemu.
Setelah mereka berpikir ulang baru menyadari kalau tidak masuk akal kalau Mina yang mati karena tenggelam di temukan mati di pinggiran sungai yang penuh lumpur itu.
Nina ingin melaporkan hal itu ke polisi.
Tetapi Edan bilang pada saat itu mereka masih terlalu muda dan tidak bisa menerima hukuman pidana walaupun mereka dinyatakan bersalah.
Tetapi Nina tidak dapat menerimanya, dulu dia tidak dapat menerima kehilangan anaknya tapi sekarang melihat mayat anaknya dan tidak tahu penyebab kematian anaknya membuat dia semakin tidak dapat menerimanya.
Dengan rasa ketidakrelaannya dia semakin percaya kalau tiga anak laki-laki pada saat itu adalah pembunuh yang membunuh anak perempuannya Mina.
Nina mulai melakukan proses pencarian lagi, tapi kali ini yang di cari adalah Doni, Fero dan Agro yang telah membunuh putrinya.
Jadi, Nina meminta Geri untuk membantunya menemukan pembunuhnya dan Geri pun setuju.
__ADS_1