Polisi Malam

Polisi Malam
Bab 19 Kebenaran Yang Mencurigakan


__ADS_3

Kemudian, Geri menyuntikkan metamfetamin ke lengan kanan Doni, dan menyeretnya keluar dari pintu belakang bar lotus.


Edan menunggu di luar, dan mereka bertiga membawa Doni langsung ke tempat konstruksi dan melemparnya ke lubang terus mati seketika.


Hujan deras membuat hampir tidak meninggalkan bukti yang pada tubuh Doni .


Namun, mereka bertiga tidak tahu kalau metamfetamin tidak disuntikan seharusnya dikonsumsi, apalagi disuntikkan dalam jumlah banyak membuat itu mencurigakan.


Tongkat penyangga serta sopir taksi ilegal itu juga tidak dalam perhitungan mereka.


Aku tanya kepada Nina, "Mengapa Geri bisa mati?"


Nina dan Edan dari awal sudah tidak ingin membiarkannya hidup.


Saat Edan di dalam penjara, dia sudah belajar soal hukum dan ketika dia pertama melihat Geri dia sudah merasa bahwa Geri adalah kambing hitam yang cocok.



Nina berkata, "Aku pernah berpikir untuk membunuhnya, tetapi tidak sekarang. Bagaimanapun juga Agro masih belum ditemukan. Tetapi Edan tidak tahan lagi dengan hubunganku dengan Geri, bahkan tidak dapat berpura-pura lagi."


Dulu Nina dan Edan jatuh cinta pada pandangan pertama dan segera memutuskan untuk menikah.


Mereka hidup dengan baik, namun Nina di perkosa.


Edan menemukan si pemerkosa, memukuli dan membunuhnya dengan kejam hingga dirinya dipenjara.


Sedangkan Nina harus pergi dari tempat itu karena tidak tahan dengan opini publik, dan akhirnya bertemu dengan Herman, sampai muncul masalah tersebut.


Nina menatapku dan berkata, "Edan selalu mencintaiku."


Oleh karena itu, Edan dari awal sudah tidak menyukai Geri.


Setelah Geri melakukan dua pembunuhan itu membuat dirinya semakin berani dan berkata kalau jika Nina tidak menikahinya, dia tidak akan membantu dalam kasus Agro.

__ADS_1


Ketiganya menemui jalan buntu. Geri berkata, tidak peduli lagi mau membunuh berapa orang lagi lagi pula sudah membunuh orang. Jika Edan ingin ikut campur dengan urusan ini, dia juga akan ikut dibunuh.


Edan marah namun dia tidak panik dan malahan menyuruh Nina untuk berpura-pura menikahinya.


Tapi syarat Nina kali ini adalah mahar dua ratus juta rupiah.


Geri meminjam uang dan menjaminkan mobilnya, lalu menyerahkan buku tabungannya kepada Nina.


Setelah Nina mengetahui kata sandi kartu ATMnya, Nina dan Edan langsung berencana membunuhnya.


Caranya sama dengan membunuh Doni, menyuntikkan narkoba ke dalam tubuh Geri, menjadikannya sebagai supir yang memakai narkoba yang jatuh kedalam air dan mati tenggelam.


Pada titik ini, kebenarannya sudah terungkap.


Aku menelpon rekan-rekan kerjaku untuk makan bersama.


Pada pukul enam malam, aku dan Sergio sedang makan sambil menunggu Nando di restoran Selatan Vert.


Sergio bilang kalau dia menemukan identitas Geri.


Nando berkata, "Kapten Agus, bisa ke sini sebentar."


Aku bilang, "Kenapa, mau aku jemput kamu di sana?"


“Tidak, ada yang salah dengan kasusnya.” Suara Nando sedikit cemas.


Kami segera kembali ke kantor.


Nando menunjukan tiga foto kepadaku. Yang pertama adalah foto lokasi di mana Bara menunjuk ke arah tempat Mina dikubur, yang kedua adalah foto lokasi di mana Nina dan Edan membunuh Doni, dan yang ketiga adalah foto jenazah Mina yang digali.


Aku tanya pada Nando, apa masalahnya?


Nando menunjuk ke foto Bara dan foto jenazah Mina, mengatakan bahwa kedua lokasi itu berbeda.

__ADS_1


Aku mengamati fotonya dengan teliti, semuanya adalah lokasi konstruksi daerah pasang surut, tidak ada yang beda.


Nando menunjuk ke latar belakang foto dan menyuruhku melihat posisi gedung itu.


Baru kemudian aku menyadari bahwa memang ada perbedaan posisi antara Gedung Musi di latar belakang kedua foto tersebut.


Bara mengatakan kalau adegannya berada menghadap gedung Musi, dan foto jenazah Mina jelas ada di sebelah kanan gedung.


Nando bilang dua foto ini mungkin berada pada tempat berbeda.


Aku bilang ini bukan lelucon, apa kau yakin?


Nando berkata dengan serius, "Kapten Agus, aku belajar melukis di kampus dulu dan teknik komposisi adalah teknik dasar."


Aku melihat ketiga gambar itu lagi.


Bara bilang kalau Mina dikuburkan di sebelah tiang pemantau ketinggian air dan di seberangnya ada gedung Musi.


Di foto jenazah Mina, ada tiang pemantauan ketinggian air yang berkarat, tetapi tidak menghadap ke gedung Musi.


Tiang itu sudah tidak ada, sudah ditarik dan diambil oleh pihak management sungai. Jika Bara tidak salah ingat, maka kasusnya masih ada yang salah.


Aku berkata, "Hubungi pihak management sungai dan minta informasi tentang tiang pemantau ketinggian air itu!"


Setelah lewat satu hari, pihak pengelola sungai yang susah payah mencari informasinya akhirnya informasi soal tiang itu.


 Aku menemukan arsip informasi tiang sedangkan Nando menemukan informasi soal pekerjaan pada tahun 1995.


Dikatakan bahwa pada tanggal 7 Oktober 1995, demi kerja sama dengan para pekerja di sungai musi, jadi tiang pemantau itu di pindahkan ke arah timur sejauh 45 meter dari tempat awalnya .


Setelah tiang pemantau itu dipindahkan ke arah timur yang merupakan tempat mayat Mina ditemukan.


Aku tercengang.

__ADS_1


Menurut penyelidikan sebelumnya, Mina terbunuh pada 4 Oktober 1995. Tiga hari kemudian, pengelola sungai memindahkan tiang pemantaunya.


Artinya Mina yang mati tiga hari yang lalu ikut pindah bersama dengan tiang pemantau itu.


__ADS_2