Polisi Malam

Polisi Malam
Bab 3 Si Enam


__ADS_3

Aku menatap jaksa wanita itu karena pertanyaannya yang sangat tidak berbobot. “Kalau aku tahu siapa yang dendam dengan dia kasus ini sudah lama terpecahkan, dan kenapa aku masih duduk di sini berbicara dengan kamu.”


Dia juga bereaksi sedikit malu, dan mengubah pertanyaannya: "Apa yang kamu ketahui tentang kasus pembakaran itu?"


   Pada tanggal 8 April, seminggu setelah kasus pembakaran, Nando meneleponku dan memberitahuku bahwa dia sudah menemukan orang yang mencurigakan yang ada dalam CCTV.


Nando menunjukan video itu padaku, kejadian di video itu adalah beberapa hari sebelum kejadian kebakaran.


Dalam video itu, seorang pria paruh baya bertopi merah dan bermantel cokelat memegang kantong plastik berwarna merah di tangan kanannya.


Kamera CCTV dipasang di sudut atap rumah dan terekam seorang pria berjalan dari samping, lalu berbelok di sudut dan berjalan ke gang, dan akhirnya menghilang di ujung gang.


Dalam video beberapa hari berikutnya, pria yang sama berjalan melewati kamera CCTV lagi sambil membawa sebuah tas. Setelah insiden pembakaran, pria itu tidak pernah terlihat lagi.


Terus aku bertanya pada Nando, apakah kamu punya foto wajahnya?


Nando bilang kalau kamera CCTV lainnya sudah pernah di filter sekali jadi tidak ada rekaman dan potret orang itu. Nando pergi ke komite lingkungan, pemilik properti, dan kepala keluarga beberapa rumah untuk identifikasi orang tersebut, semuanya berspekulasi bahwa pria itu bukan penduduk disitu.


Aku tanya kenapa Kamera CCTV itu bisa merekamnya?


Katanya itu kameranya sendiri.


Kamera yang menangkap pria paruh baya itu bukanlah sistem pemantauan yang dipasang oleh Biro Keamanan Publik, tetapi sebuah kamera probe tersembunyi yang dipasang oleh Nando sendiri beberapa bulan yang lalu untuk menangkap sekelompok pencuri yang sedang mencuri mobil listrik.


Ketika Nando memasang kamera ini, dia membuat kesalahan karena dia merasa hanya ingin memantau bagian titik buta yang tidak dapat dijangkau kamera pengintai lainnya. Dia baru menyadari kalau kamera pemantaunya hanya bisa memantau satu area titik buta setelah dia sudah memasangnya.


Titik buta ini sangat berguna karena dapat merekam pria paruh baya itu, jika dia terekam oleh kameranya Nando artinya ia harus menghindari semua kamera pemantauan lain di sekitarnya.


“Maksudmu, dia sengaja menghindari kamera pemantauan?” Ekspresi jaksa wanita menjadi serius.


Aku mengangguk, itu saja yang bisa aku jelaskan untuk saat ini.

__ADS_1


 “Terus setelah itu apa yang kalian temukan?” jaksa wanita itu terus bertanya sedangkan Direktur Harto yang duduk di sampingnya terlihat sedikit tidak puas, dan menoleh untuk menyela: "Lalu siapa, kasus siapa yang sedang kamu selidiki?"


  Jaksa wanita tampak sedikit canggung: "Mengapa kamu ikut dalam penyelidikan kasus Doni? Itu bukan tanggung jawabmu, apa motif kamu?"


“Tugas aku?”Aku tersenyum, “Aku seorang polisi, bukannya wajar aku harus terlibat dalam suatu kasus?”


Jaksa wanita itu segera membenarkan kalau maksud perkataannya tidak seperti itu, karena kasusnya tidak berada di dalam kendaliku, jadi mengapa harus ikut dalam proses penyelidikan?


Kalau begitu, kamu harus tanya pada Sonic, aku mengikuti aturannya dan di sini kami mendengar perintah dari atasan untuk menjalankan tugas.



Jaksa wanita melihat Sonic yang mengangguk.


“Agus, izinkan aku bertanya, di mana kamu ketika kecelakaan Doni terjadi?” Melihat bawahan dia tidak bertanya lagi, Direktur Harto sudah tidak tahan lagi untuk bertanya langsung padaku lagi.


Aku bilang karena malam itu hujan jadi aku hanya tidur di rumah, memangnya mungkin aku masih jalan-jalan di luar.


Aku bilang karena aku sendirian, jadi hanya kasur yang dapat membuktikan.


Karena ada yang tertawa membuatku juga ingin ikut tertawa.


 Direktur Harto membungkamku dengan wajah serius dan bertanya dimana diriku sehari setelah kejadian?


Aku berpikir sejenak dan berkata kalau Sergio memanggilku ke kantor polisi lalu lintas karena insiden kecelakaannya Doni.


Aku bergegas ke pos polisi lalu lintas dan ketika sampai Sergio memberikan setumpuk data teknis, dia bilang rekan teknisinya menggunakan beberapa cara teknik untuk mendapatkan beberapa data nomor telepon yang digunakan saat kejadian.


Namun masalahnya ketika Doni mengalami kecelakaan, 10 kelompok nomor telepon terdekatnya semua dikesampingkan dari tuduhan sebagai tersangka.


Aku sangat terkejut karena pelaku yang menabrak Doni tidak mungkin tidak membawa ponsel.

__ADS_1


Sergio berkata bahwa parameter teknis tidak akan menipu orang, kecuali jika Doni ada sesuatu yang tidak disampaikan dengan jelas dan dia menyuruhku untuk pergi bertanya pada Doni keesokan harinya.


Namun keesokan harinya Doni mengalami insiden lagi. Aku juga di skors oleh Sonic ketika berada di tempat kejadian kematian Doni karena Doni melaporkan di suap.


"Agus, apakah kematian Doni benar-benar tidak ada hubungannya denganmu?"


Pertanyaan Direktur Harto selalu membuat aku marah. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berkata kalau dia masih hidup maka aku tidak akan mendapat masalah ini.


"Tetapi sebelum Doni meninggal, kamu menyuruh seorang pria berjuluk 'Si Enam' untuk mengikuti Doni. Pria ini terdaftar sebagai pecandu narkoba. Bagaimana kamu menjelaskannya?" Nada suara Direktur Harto terdengar begitu bangga. Dia benar-benar mengira kalau dia telah menundukkan aku.


 Aku tertegun sejenak dan mulai melirik ke arah Sonic meminta petunjuk.


Sonic akhirnya berkata: "Si Enam adalah penyelidik khusus yang ditemukan oleh Agus, dan identitasnya perlu dirahasiakan."



Karena Direktur Harto tidak dapat menerimanya jadi demi ini, aku harus mengungkapkannya.


Kecelakaan mobil Doni terjadi di Jalan Teratai, Distrik Oro. Saat itu, dia sedang terburu-buru untuk membeli narkoba. Dia mengatakan bahwa pengedar narkoba itu dijuluki "Hantu kesembilan".


Karena Doni hanya tahu nama itu saja, jadi aku menyuruh Si enam untuk mencari tahu tentang Hantu Kesembilan ini tapi ditemukan kalau Hantu Kesembilan sudah meninggal lima tahun lalu.


Pada saat itu, aku tercengang mendengarnya, ketika Si Enam memberikan nama asli dari Hantu Kesembilan, aku segera mencarinya di platform kepolisian umum dan menemukan kalau memang benar dia sudah meninggal lima tahun lalu karena overdosis heroin.


Kenapa  Doni berbohong padaku?


Jadi demi menemukan kebenaran, aku meminta Si Enam mengikuti Doni secara diam-diam.


“Informasi apa saja yang diberikan Si Enam kepadamu?” Direktur Harto bertanya.


Doni jarang keluar, dia hanya dua kali ke Taman Sungai Musi, dan beberapa kali dia ke tepi sungai dan tidak melakukan apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2