
Aku menyuruh Si Enam mengikutinya sampai terjadi sesuatu pada Doni.
“Apakah dia dapat dipercaya?” Direktur Harto kemudian bertanya.
Sonic menyela dan berkata kalau Si Enam sudah diselidiki dan dapat dipercaya.
Direktur Harto menyelesaikan pertanyaannya, menatap catatan yang ada di komputer untuk waktu yang lama, lalu menginstruksikan bawahannya untuk melanjutkan pertanyaan, lalu meninggalkan ruang rapat dengan wajah muram. "Petugas Agus, tolong beri tahu kami tentang hari saat kejadian kasus Doni."
Setelah Direktur Harto pergi, nada suara jaksa wanita menjadi lebih lembut dan menggunakan kata "tolong".
Di pagi hari tanggal 21 April 2015, di sebuah lokasi konstruksi yang sudah ditinggalkan di tepi Sungai Musi, paman penjaga menemukan seseorang tergeletak di dasar lubang. Dia mengira seseorang sedang mabuk dan tidur. Ketika dia mendekat, dia baru menyadari kalau orang itu ditikam dengan baja ulir.
Paman itu sangat ketakutan sehingga dia segera menelpon polisi.
Tiket bus bulanan yang ada di tubuh korban membuktikan bahwa korban adalah Doni.
Nando memberitahuku dan kami tiba di TKP pada siang hari.
Tempat konstruksi yang ditinggalkan memiliki lubang sedalam 5 meter. Aku berdiri di tepi lubang dan melihat ke dalam. Bagian bawah lubang semen penuh dengan darah, dan bau busuk menyengat yang membuat perut aku mual.
Polisi mengatakan bahwa ketika mereka datang di pagi hari, secara sekilas sudah dapat melihat Doni di dalam lubang itu tertusuk oleh empat batang baja ulir.
Dokter forensik menentukan bahwa ini adalah tempat awal kematian Doni, dan waktu kematiannya sekitar jam 3 pagi.
Ada kantong mayat di tepi lubang yang menggembung.
Aku membuka resleting kantong mayat dan langsung terkena aura berdarah yang lebih tebal.
Kemudian, aku melihat Doni.
Matanya sedikit terbuka, pupilnya sudah lama melebar, dan pakaian di tubuhnya compang-camping, semuanya berlumuran darah, dan warna kulit aslinya hampir tidak terlihat.
__ADS_1
Aku mengangkat bajunya, dan mendapati bajunya terdapat empat lubang di bagian dada dan perut, ada beberapa daging dan darah yang mengalir keluar.
Agar tidak merusak penampilan asli mayat, batang baja tidak boleh dikeluarkan dari tubuh Doni, tetapi hanya bisa digergaji dari dasar lubang besar.
Potongan-potongan organ manusia tergantung di atas jeruji baja yang menembus mayat.
Aku memperlambat nafasku, tetapi bau darah yang kuat dan bau saluran pencernaan di sekitar, bercampur dengan bau kotoran feses dari mayat yang keluar membuat aku masih merasa tidak nyaman.
Setelah memeriksa lukanya dengan hati-hati, aku menarik resleting kantong mayat.
Rekan tim teknis menilai bahwa Doni tampaknya terpeleset dan jatuh. Karena semalaman hujan terus jadi tidak ada bukti berguna yang dapat ditemukan di TKP. Penyebab spesifik kematian masih perlu diidentifikasi lebih lanjut oleh dokter forensik.
Aku menelpon Si Enam dan menanyakan apa yang terjadi dengan Doni. Si Enam bilang setelah dia melihat lampu rumah Doni mati dia pergi meninggalkannya, dan tidak tahu kalau Doni mati di tempat konstruksi itu.
Aku menelpon Si Enam untuk ke tempat kejadian namun Sonic tiba-tiba datang dan menyuruhku pergi.
Bos Sonic dengan tegas bertanya kepadaku kenapa aku datang ke tempat kejadian.
Aku baru mau menjelaskannya tapi Sonic menyuruhku untuk menyerahkan kasus Doni dan dokumen Si Enam kepadanya.
“Kamu telah diskors karena dugaan masalah kedisiplinan," kata Sonic.
Sebelum aku mengetahuinya, dia diberi "liburan panjang".
Aku tidak percaya kalau Sonic melemparkan sebuah amplop ke wajahku dan aku tidak percaya kalau Doni sudah melaporkan aku.
Setelah berbicara sampai sejauh ini, aku berhenti.
"Lalu apa?" tanya jaksa wanita itu.
"Setelah itu," kataku sambil mencibir, "kita bertemu dan 'lalu' melihat bagaimana kalian menangani ini."
__ADS_1
Jaksa wanita membolak-balik catatan kerjanya dan tidak mengajukan pertanyaan lagi.
Direktur Harto juga kembali ke kantor dan melihat beberapa catatan transkip pertanyaan tadi, lalu mengatakan ingin mengakhirinya.
Aku merasa lega karena tidak langsung ditangkap oleh kejaksaan dan bertanya pada Sonic kapan aku mulai bekerja kembali?
Dia terdiam beberapa saat, dan berkata bahwa kamu harus pulang untuk berlibur dan menunggu pemberitahuan.
Aku tidak mengerti karena aku tidak membunuh seseorang, mengapa aku diragukan.
Tapi Sonic berkata, bukan hanya soal pembunuhan tapi juga masalah suapmu itu juga diragukan, jadi lebih baik kamu pulang dan mencari tahu bagaimana menjelaskan masalah Kartu ATM mu ke kejaksaan.
Aku justru semakin tidak mengerti, bukan kah sudah dibilang kalau kartu itu diberikan oleh "Ibu Angkat", tinggal tanya saja bukankah sudah cukup.
"Jika sesederhana itu, mengapa kamu harus begitu bermasalah?" Wakil Direktur Sonic berkata tanpa daya, "Ibu Doni sedang koma sekarang, apakah dia bisa bangun saja masih menjadi pertanyaan."
Aku hanya bisa di skors, dan ini adalah pertama kalinya aku mengambil cuti panjang setelah sepuluh tahun sebagai petugas polisi.
Setelah istirahat dua hari, aku menelepon Nando untuk bertanya soal keadaannya.
Nando berkata bahwa dokter forensik mendeteksi bahan obat di Doni, mencurigai bahwa dia berhalusinasi setelah meminum narkoba, dan berlari ke lokasi konstruksi dan jatuh hingga tewas. Tim khusus didirikan di biro, dia dan Sergio masuk ke dalam timnya.
Terus Nando berkata karena ibu Doni masih koma, jadi kamu masih lebih baik diam di rumah.
"Kalau selesai cuti dia masih belum bangun, gimana?"
Nando menghela nafas panjang, atasan menyuruhmu untuk menjadi juru masak di kantin kepolisian.
"Bajingan..."
Nando tertawa sampai menangis dan berkata jangan khawatir, saudara-saudara semua mempercayaimu, dan sekarang mereka semua bekerja keras untuk membantumu menyelidikinya.
__ADS_1