
Dia dan Sergio dimarahi Sonic secara bersamaan.
Setelah rapat aku dan Nando kembali ke kantor.
Aku mengeluarkan materi dan membacanya halaman demi halaman.
Ketika aku membolak-balik profil korban, aku melihat resume Doni dan aku tidak tahan untuk berteriak.
Nando mendengar teriakanku dan membungkuk untuk melihat.
Aku menyerahkan kertas berisi tentang pengalaman pendidikannya kepada Nando, dan dikatakan bahwa dari September 2002 hingga Juni 2006, dia belajar di Fakultas Hukum Universitas XX dan memperoleh gelar sarjana hukum.
Nando menatapku bingung, dan aku bertanya padanya, mengapa Doni melaporkanku?
Nando berkata itu demi dia dapat bertahan sampai masa kasus berakhir.
Aku menjawab ya, tapi dia adalah sarjana hukum selain mengetahui masa penuntutan kasus dia juga pasti tahu kalau itu berlaku untuk kasus pidana, tetapi kasus Mina jatuh ke air dan menghilang itu jelas bukan kasus pidana.
Aku membalikkan halaman materi itu dan melihat di bagian bawah materi itu dan menemukan hasil otopsi dari Doni.
Hasil pemeriksaan medis forensik dari tubuh Doni tercatat di sana.
Aku melihat hasil tesnya menunjukkan bahwa Doni memiliki lubang jarum di lengan bisep kanannya, dan terdapat metamfetamin yang tinggi pada darahnya.
Nand berkata kalau Doni menyuntikan banyak narkoba ke dalam tubuhnya sebelum mati. Mereka berspekulasi bahwa Doni mengalami halusinasi setelah menggunakan narkoba dan secara tidak sengaja jatuh ke lubang.
Aku melihat berkasnya dan tersenyum, kalian satu tim tidak menemukan masalahnya?
Pertanyaanku membuat Nando bingung.
__ADS_1
Aku bilang kalau Metamfetamin pada umumnya digunakan dengan cara dihirup dan di masak dan jarang ada yang di suntik, dan menurutku tingkat kecanduan Doni belum sampai pada tingkat menyuntikan narkoba.
Nando mengangguk mengerti, terus aku menjatuhkan pulpen dan menyuruh Nando mengambilnya dengan tangan kanan, kemudian aku langsung memegangi lengan bisep tangannya.
Nando cukup lama memperagakannya, dan pulpen jatuh ke tanah.
Aku bilang masalahnya ada di sini, dan Nando terus menatapku dengan wajah bingung.
Aku merasa kesal, dan bertanya kepadanya apakah tindakannya barusan canggung? Dia berkata canggung.
Aku bilang kalau Doni juga merasa canggung.
Nando bilang dia dapat menggunakan tangan kirinya, jadi dia memperagakannya menggunakan tangan kiri.
Terus aku bilang jadi tanya saja ke orangnya langsung kenapa tidak menggunakan tangan kiri?
Nando berpikir sebentar dan berkata, mungkinkah tangan kirinya tidak nyaman?
Aku menghela nafas dan menyuruhnya kembali mencari hasil pemeriksaan kecelakaan mobil Doni dan menyalinnya terus melaporkannya padaku!
Tercatat barang-barang milik korban ditemukan di TKP - tiket bus bulanan, telepon genggam, uang tunai 206.800 rupiah, satu set kunci rumah, kartu masuk rumah sakit, dan tongkat penyangga yang bisa disetel.
Ada foto yang menarik perhatianku, aku terus memperhatikan tongkat itu, aku selalu berpikir ada yang tidak benar tapi tidak tahu kenapa.
Aku bertanya pada Nando di mana barang-barang ini sekarang?
Dia mengatakan itu semua di ruang bukti.
Ketika kami masuk kedalam ruang bukti, Nando langsung menunjukan kepadaku tongkat penyangga itu. Aku pernah melihat tongkat itu di rumahnya dulu.
Aku bertanya pada Nando, apakah ada yang melakukan sesuatu pada tongkat penyangga ini?
__ADS_1
Nando bilang tongkat ini selalu disimpan di sini tidak ada yang memindahkannya.
Aku menyuruh Nando menggunakan Tongkat penyangga itu dengan benar dan dia mencobanya.
Nando mencoba berjalan dengan tongkat itu dan aku bertanya bagaimana rasanya?
Nando mengatakan tongkat penyangganya bagus, bantalan ketiaknya lembut, pegangannya kokoh, dan beratnya sedang.
Aku tertawa, dan Nando bertanya mengapa aku tertawa, tapi aku langsung bertanya berapa tingginya dan dia menjawab 1,83 meter.
Kemudian aku bertanya berapa tinggi Doni?
Nando segera mengerti.
Doni hanya 1,68 meter, tetapi dia menggunakan tongkat penyangga panjang 1,83 meter.
Karena itu, aku juga melipat sudut halaman jika ada beberapa hal penting.
Ada banyak hal yang membingungkan tentang kematian Doni. Aku ingin bertanya kepada "ibu angkat" lagi, tetapi aku baru tahu kalau dia koma lagi.
Nando bertanya, Kapten Agus, apa yang harus kita lakukan sekarang?
Aku bilang karena Fero dan Doni sudah meninggal tapi kita masih ada Agro, ayo temukan dia.
Tidak ada yang namanya "Agro" di database informasi online, jadi Nando berusaha keras untuk menemukan kartu registrasi rumah tangga asli Agro dari arsip Pusat Manajemen Pendaftaran Rumah Tangga Biro Kota.
Pada tahun 1995, keluarga Agro pindah ke kota Kuta, Provinsi Bali, mengubah namanya dan menetap di sana.
Sekarang dia tidak dipanggil sebagai Agro lagi tapi sebagai Bara.
Dengan bantuan polisi Kuta, kami menemukan Bara.
Setelah disetujui Sonic, aku dan Nando pergi ke Kuta.
__ADS_1
Polisi di sana membawa kami ke rumahnya, aku terkejut ketika dia membuka pintu karena Bara yang sekarang menjadi pria gemuk besar dan berbeda dengan Bara 20 tahun lalu yang juga teman bermainku 20 tahun yang lalu, sehingga aku tidak dapat memastikan bahwa dia adalah orang yang sama dengan Agro yang kurus dulu.
Nando menunjukan surat kepolisian dan menjelaskan kalau polisi dari kota asalnya datang untuk menyelesaikan beberapa hal.