
Aku tidak percaya dengan hal mistis, pasti ada hal mendetail yang telah terlewatkan.
Aku menemukan semua foto penemuan mayat Mina.
Sebagian besar adalah foto jenazah Mina, dan ada beberapa foto benda, termasuk botol anggur, perabotan busuk, serta beberapa barang berharga, seperti cincin dan jam tangan.
Aku bertanya pada Bara dan dia bersikeras mengingat dengan jelas tempat dikuburnya Mina dan tidak mungkin dia menyentuh Mina lagi.
Aku menunjukkan kepada Bara foto-foto ini satu per satu, dan dia menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku tidak ingat lagi."
Aku juga bertanya kembali pada Nina, dan dia bersikeras mengingat lokasi itu dengan benar.
Aku menunjukan foto-foto itu.
Nina menatapku dengan curiga, tapi aku berkata jangan menatapku tapi lihat foto-fotonya.
Nina menundukkan kepalanya dan melihat foto-foto itu dengan serius.
Aku melemparkan sebatang rokok ke Nando dan menyalakannya rokok sambil mengamati Nina.
Dia menunduk dan dengan serius melihat fotonya sehingga aku tidak dapat melihat ekspresi wajahnya.
Akhirnya, matanya terhenti pada satu foto.
“Petugas, dari mana jam tangan ini berasal?” Nina mengangkat kepalanya dan bertanya padaku.
Aku berjalan ke arahnya dan melihat sebuah foto berisi jam tangan yang telah kehilangan jarum jamnya.
"Jam tangan Rolex yang telah lama terkubur, sehingga di dalam fotonya terlihat kotor."
Tetapi Nina menyelaku dan bertanya, "Apakah arloji itu masih ada di sana?"
Aku menjawab ya, dan mengeluarkan arloji yang dibungkus dengan plastik putih.
Nani mengambilnya dan menggosok dengan pelan dengan tangannya.
“Kau tahu tentang jam itu?” tanyaku.
Nina mengabaikanku dan malah berteriak histeris: "Herman, aku akan membunuhmu!"
Meskipun arloji di foto itu telah terkubur di lumpur sungai selama bertahun-tahun namun Nina masih mengenalinya.
Jam tangan ini dibeli oleh saudara iparnya, dan kemudian memberikannya kepada Herman.
Nina terus berteriak histeris dan terus bilang ingin menemui Herman.
Aku ingin menemui Herman juga dan butuh penjelasannya.
Dua hari kemudian, Herman juga dibawa ke ruang interogasi.
Herman yang cerdik terus berteriak di ruang interogasi: "Kita di provinsi yang berbeda, kamu tidak punya hak untuk menangkapku, aku akan menuntutmu!"
__ADS_1
Aku melihat dia berulah, semakin dia berulah semakin tidak berdaya dia.
Setelah dia selesai berulah, aku mengetuk meja: "Herman, aku akan menanyakan tiga pertanyaan kepada kamu. Jika aku puas dengan jawabanmu maka aku akan melepaskanmu."
Mendengar bahwa dia akan dilepaskan, Herman berhenti berteriak dan menatapku.
Aku bertanya kepadanya, "Pertanyaan pertama, apakah kamu tahu bahwa Mina bukan putri kandungmu?"
Herman berkata tanpa berpikir, dia mengetahui hal itu karena waktu kehamilan Nina tidak betul, jika dia tidak bodoh maka tidak ada laki-laki yang tahu.
Aku mengangguk dan bertanya: "Pertanyaan kedua, kalau kamu sudah tahu dia bukan anakmu tapi kenapa pada tahun 2007 kamu masih ingin pergi memeriksakan DNA mu pada anak itu?"
Herman tertegun dan tidak menjawab karena ada sesuatu di hatinya yang tidak bisa diungkapkan.
Aku mengangguk lagi dan berkata, “Artinya benar kalau kamu tidak menjawab. Pertanyaan ketiga, apa ini milikmu?” Lalu aku meletakkan arloji “Rolex” di depan Herman.
Herman melirik jam tangannya dan berkata tidak tahu.
“Ini Rolex yang mahal sekali, kamu lupa pernah berfoto memakai jam tangan ini?” Aku mengambil foto Herman saat dia muda.
Dalam foto tersebut, Herman berusia dua puluhan, berdiri di jembatan dengan tangan di dadanya yang sengaja menunjukkan arloji "Rolex" di tangannya.
Herman tampak sedikit gelisah, dia menelan ludah dan berkata, "Aku kehilangan arloji itu."
"Di mana kamu menghilangkannya?" Tanyaku.
Herman menjawab dengan cepat dan berkata dia lupa.
Mulut Herman terbuka lebar, dan suara aneh keluar dari tenggorokannya.
Pada tanggal 4 Oktober 1995, Mina tidak mati, tetapi keluar dari lubang dan berjalan pulang sambil menangis. Tidak berjalan jauh Mina menemui Herman yang datang mencarinya.
Awalnya Hermann tampak marah karena melihat kepala Mina yang penuh darah, tetapi dalam perjalanan pulang karena tidak melihat siapapun di sekitarnya, sebuah pikiran buruk muncul di benaknya.
Herman merasa sangat sedih karena dia menginginkan seorang anak melanjutkan keturunannya.
Dia sudah lama tahu bahwa Mina bukan anaknya, dan karena kehadiran Mina membuat Nina tidak menginginkan anak bersamanya.
Herman semakin dia memikirkan hal itu semakin ambisi juga dia, dia tiba-tiba berhenti dan melihat Mina yang diterangi oleh bulan.
Dia juga sedikit kacau saat itu, karena bagaimanapun dia sudah membesarkan anak itu beberapa tahun ini, tetapi pada saat itu di dalam hatinya ada suara anak laki-laki yang memanggilnya ayah.
Herman patah hati dan membawa Mina ke sebuah rumah kosong di tepi sungai.
Herman tidak berani melakukannya dan hanya menguncinya di rumah tersebut.
Selama dua hari berturut-turut dia berpura-pura mencari Mina dan pada malam hari pergi ke sungai untuk memberikannya kepada Mina.
Karena takut Mina menangis terus jadi Herman memberinya jam tangan itu tapi ketika Herman ingin memintanya kembali, Mina bilang sudah hilang.
Selama dua hari itu Herman ragu akan membunuh Mina atau tidak.
__ADS_1
Herman sangat menginginkan seorang putra tapi juga tidak bisa membunuh Mina..
Pada hari ketiga, Nina memutuskan untuk memanggil polisi yang mengubah pikiran Herman.
Herman kaget dan takut karena jika polisi menemukan kalau Mina dikurang dua hari olehnya, dia tidak hanya tidak akan mendapat seorang anak laki-laki tapi juga kehilangan istrinya.
Pikiran tersebut membuat Herman membuat adegan seakan-akan menyalahkan ketiga bocah pria itu.
Herman membawa Mina ditempat Doni menggali lubang itu.
Dikarenakan tiang pemantau itu sudah berpindah 45 meter ke timur jadi dia harus menggali lubang yang baru.
Di tengah malam pada tanggal 8 Oktober 1995, Herman membunuh Mina dan menguburnya di lubang tersebut.
Setelah Herman menyelesaikan itu tanganya gemetar tapi ada rasa senang di hatinya.
Dia merasa bahwa rencananya sempurna, dan Mina tidak punya alasan menolak memiliki seorang putra bersamanya lagi.
Tapi dia jauh meremehkan kekuatan cinta ibu, Herman tidak menyangka bahwa bahkan jika Nina menjual rumahnya, Nina tetap akan mencari Mina.
Pada akhirnya, Herman tidak punya pilihan lain selain mengakhiri hubungannya dengan Nina.
Herman bahkan tidak mengira kegilaan Nina dalam membalaskan dendamnya, melakukan pembunuhan berantai tiga orang tewas dan benar-benar perhitungannya gagal total.
"Ini benar-benar tindakan Tuhan. Masalah Mina telah berlalu 19 tahun, 6 bulan dan 24 hari hampir 20 tahun lamanya tapi kasusnya masih dapat digali kembali."
Ini adalah hal terakhir yang Herman katakan kepadaku di pusat penahanan.
Pada 10 September 2015, Pengadilan Menengah Jakarta mengajukan kasus terhadap "Kasus Pembunuhan sungai musi 1995.10.4", "Kasus Pembunuhan di gunung 2007.12.21", "Kasus kecelakaan cedera serius 2015.2.10", "Kasus Pembakaran 2015.3.31" dan "Kasus Pembunuhan yang Disengaja 2015.4.22".
Terdakwa Nina dinyatakan bersalah karena mengangkut, menjual narkoba, dengan sengaja menyebabkan kematian dan pembunuhan, dia dijatuhi hukuman mati karena beberapa kejahatan sekaligus.
Terdakwa Edan dihukum karena pembakaran rumah, mengangkut dan menjual narkoba, pembunuhan yang disengaja, dan cedera yang disengaja untuk menyebabkan kematian. Dia dijatuhi hukuman mati untuk beberapa kejahatan sekaligus.
Terdakwa Geri dinyatakan bersalah atas pembunuhan yang disengaja, cedera yang disengaja yang menyebabkan kematian, cedera yang disengaja yang menyebabkan cedera serius, dan perdagangan narkoba. Karena Terdakwa terlibat dalam kasus ini dan meninggal, maka dia tidak dapat di dakwa.
Terdakwa Herman dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan yang disengaja dengan penangguhan hukuman dua tahun.
Seperti apa yang aku katakan di awal, banyak kejahatan lahir dari pemikiran berbahaya, yang aku sebut dengan "momen kegelapan".
Pikiran itu muncul ketika beberapa bulan lalu aku mendengar cerita dari Agus.
Agus bilang banyak tahanan yang bertobat setelah ditangkap, karena penyesalan tidak datang di awal dan akan lebih baik bersabar lebih lama dalam melakukan suatu tindakan.
Sebenarnya, mereka tidak benar-benar memahami pikiran jahat mereka pada saat itu, mereka tampak impulsif, tetapi sebenarnya mereka gigih untuk waktu yang lama.
Jika kamu jatuh ke dalam kegelapan, kamu akan berpikir kalau ada "kejahatan yang sempurna" di dunia ini.
Nah, Teman-teman yang sudah sampai di sini artinya sudah baca sampai selesai ya, aku tidak akan banyak bicara lagi.
Masih banyak cerita "Polisi malam" yang diceritakan Agus kepada kita.
__ADS_1