
Terus pabrik pengecoran itu bangkrut, ibuku di PHK, sedangkan keluarga Doni pindah ke luar kota. Kami tidak pernah berhubungan lagi sampai aku bertemu dia di kantor polisi jalan mewah saat itu. Jaksa wanita itu menghadap layar komputer sambil mengetik dengan cepat, dan suara mengetiknya sangat keras sehingga terdengar di seluruh ruangan. "Ceritakan padaku tentang kecelakaan mobilnya?"
“Pada 18 Februari 2015, Malam Tahun Baru, Doni ditabrak truk di sebuah desa yang jauh dan membuat kakinya patah. Beberapa hari kemudian, aku baru mengetahui bahwa dia mengalami kecelakaan mobil, jadi aku membeli sesuatu dan pergi ke rumah sakit untuk menjenguknya.”
"Pergi menjenguknya? Bukannya sudah lama tidak bertemu dengannya, hanya pernah bertemu sekali sudah akrab kembali?" Jaksa wanita menyelaku. Aku bilang kamu membosankan, aku kan bebas menjenguknya.
“Aku bertemu Doni dan ibunya di rumah sakit, yaitu "ibu angkat" aku. "Ibu angkat" sangat senang melihatku, dan bilang kalau aku yang sudah bekerja di kantor kepolisian bisa membantunya menyelesaikan masalah kecelakaannya, jadi mereka tidak begitu khawatir. Doni sangat gugup saat itu, dan sementara "ibu angkat" tidak memperhatikan, dia berulang kali memohon padaku untuk tidak menyebutkan penggunaan narkobanya.”
“Aku bertanya kepada Doni, kenapa pergi sejauh itu untuk tahun baru? Dia terus diam dan tidak mengatakan apa pun.”
"Lalu?" tanya jaksa wanita sambil mengetuk keyboard nya.
“Terus aku tanya tentang hari dimana dia membeli narkoba.”
"Siapa pengedar narkoba itu?"
“Aku bilang masih dalam pemeriksaan.”
Jaksa wanita menatap aku, mencoba melihat melalui ekspresiku: "Kapan kamu mengusulkan untuk 'membantu Doni keluar dari masalahnya'?"
Aku berkata dengan tenang, aku tidak mengusulkan untuk 'Membantunya'.
Di rumah sakit hari itu, "ibu angkat" bilang kalau pelaku penyebab kecelakaan telah melarikan diri dan tagihan medis Doni tidak dibayar. Dia memintaku bertanya dengan petugas polisi lalu lintas.
Lagi pula, tidak melanggar peraturan kedisiplinan kalau aku hanya "bertanya", jadi aku mencari Sergio, dia dari brigade polisi lalu lintas, dan kasus kecelakaan Doni berada di bawah kendalinya.
Sergio bilang bahwa kasus Doni sangat aneh karena mobil yang menyebabkan kecelakaan itu menghilang begitu saja dan tidak dapat ditemukan.
__ADS_1
Sergio berkata: "Doni agak aneh, dia selalu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang tidak relevan."
Pada hari Doni keluar dari rumah sakit, aku membawanya pulang. Di rumahnya, "ibu angkat" memberiku kartu ATM dan memohon agar aku membantunya "menyelesaikan" dengan cepat kasus kecelakaan mobil Doni.
Aku terpaksa tidak bisa menolaknya, dan kemudian berpikir untuk mengembalikan kartu itu nanti jika menemukan kesempatan lain.
"Apa maksudmu 'tidak bisa menolak'?" Jaksa wanita itu duduk dengan tegak.
Aku bilang dia mempunyai penyakit serangan jantung dan hari itu dia juga sangat emosional jadi aku tidak berani merangsangnya dan harus menerimanya terlebih dahulu.
"Di mana kartu banknya? Berapa banyak uang di dalamnya?"
Aku tersenyum dan berkata kalau kartunya disimpan di dalam brankas kantor. Aku tidak tahu berapa banyak uangnya, kalau mau tahu cek sendiri.
Direktur Harto segera berkoordinasi dengan Sonic untuk mendapatkan kartu bank itu, dan Sonic menugaskan seorang polisi pergi untuk mencarinya.
Jaksa wanita sedang membolak-balik buku catatannya, sepertinya mereka sudah melakukan banyak pekerjaan dalam tiga hari terakhir ini demi aku.
Dia tiba-tiba bertanya tentang Nando dan membuatku sedikit bingung, aku bertanya kembali padanya, memangnya apa hubungannya masalah ini dengan Nando?
Jaksa perempuan tidak menjawab pertanyaannya, hanya mengatakan kalau dia bertanya sesuai dengan prosedur yang ada, jadi jawab apa yang sudah ditanyakan.
Aku bilang oke, memang harus sesuai dengan prosedur. Hubungan Nando dan aku adalah hubungan antara atasan dan bawahan, kami juga biasanya memiliki hubungan bisnis.
"Bagaimana dengan hubungan pribadimu?" lanjutnya.
Aku terus berkata kalau sesuai dengan prosedur tidak ada pertanyaan yang mengenai hubungan pribadi, jadi sebenarnya apa yang ingin kamu tanyakan?
__ADS_1
“Sebenarnya, aku mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Nando. Dia, Sergio dan aku adalah "Tiga Bersahabat yang baik" di Biro Keamanan Publik.
Ketika aku menjadi wakil direktur kepolisian jalan megah, Nando dipindahkan ke tempatku dan mengikutiku.”
Jaksa wanita berkata kalau mereka sudah memeriksa platform kepolisian umum dan mengetahui kalau Doni mengalami insiden pembakaran setelah dirinya mengalami kecelakaan. Petugas polisi yang seharusnya bertanggung jawab akan akan hal itu adalah Nando, tetapi nama aku ada di dalam laporannya.
"Di dalam tugasmu, Kamu tidak punya wewenang untuk menyelidiki kasus pembakaran itu, tapi mengapa kamu ikut berpartisipasi dalam kasus ini?"
“Pada tanggal 1 April 2015, Hari April Mop, Doni menelponku dan bilang kalau rumahnya terbakar.
dia mau menginap di rumahku, aku bahkan mengiranya bercanda.
Tapi aku tetap pergi ke rumahnya. Saat aku tiba, apinya sudah padam, untungnya dapat dipadamkan tepat waktu, Ibu dan Doni tidak terluka.”
"Kenapa rumah Doni bisa terbakar?"
“Ada puluhan ribu alasan kebakaran di daerah tua yang terabaikan. Tetapi petugas pemadam kebakaran bilang kalau kebakaran itu terjadi karena ulah manusia karena ditemukan sebuah botol molotov di dekat jendela rumahnya. Aku bertanya pada Nando karena kasus kebakaran itu sudah diserahkan pada dirinya, bagaimana pendapatmu tentang kasus pembakaran ini?”
“Nando bilang kasus ini seperti ada yang ingin balas dendam.”
"Doni punya musuh?" tanya jaksa wanita.
Aku bilang aku tidak tahu dan hanya berspekulasi.
“Biasanya ada tiga tipe orang yang melakukan hal semacam ini: mereka yang melampiaskan amarahnya, mereka yang sakit jiwa, dan mereka yang balas dendam.”
__ADS_1
Keluarga Doni tinggal di lantai tiga, jika orang-orang yang dendam padanya dan ingin melampiaskan amarahnya, biasanya menyerang orang sekitar dengan tanpa pandang bulu.
“Memangnya siapa yang dendam padanya?” Jaksa wanita itu sangat penasaran makanya dia terus bertanya.