Posesifnya Suami Tampanku

Posesifnya Suami Tampanku
KECEMBURUAN WILDAN


__ADS_3

Wildan yang terlebih dahulu bangun dari pada Silvia mulai membuka matanya.kini kedua wajah mereka berhadapan.namun sayangnya Silvia masih terlelap tidur.wildan yang menatap indah wajah Silvia bahkan saat ia masih tidur pun terpesona pada kecantikannya.wildan terus memandangi wajahnya.hidung yang mancung, bibir yang tipis kulit yang putih membuat Wildan memuji Silvia .


"Gue baru sadar ternyata elo secantik ini vie.bahkan saat elo tertidur pun elo terlihat cantik."ujarnya dalam hati seraya mengelus rambut Silvia.


Tak lama kemudian Wildan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Tak lama kemudian Silvia pun ikut terbangun dari tempat tidurnya.ia perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling nya.kini ia tengah mencari sosok suaminya


"Kemana Wildan kok gak ada" batin nya.


Ia pun beranjak dari tempat tidurnya lalu meregangkan otot-otot tangannya.tak lama kemudian ia melihat Wildan dari kamar mandi.Wildan yang hanya menggunakan handuk saat keluar dari kamar mandi,matanya  terbelalak melihat  tubuh Wildan sangat sixpack.


"Biasa aja kali liatnya, kenapa? Terpesona ya?"ujarnya


"Gak..PD amat Lo" elaknya dengan salah tingkah lalu wajahnya mulia memerah seperti udang rebus


"Kenapa tu muka, kok merah kaya udah rebus aja " ujarnya lalu mendekatkan badannya ke Silvie


"Ngapain lo dekat dekat, mau perkosa gue ya"


Ucap Silvia dengan nada gelagapan


"Kenapa? takut? Kan kita udah suami istri"goda  Wildan yang kini mendekati Silvia.silvia yang hatinya sudah tidak karuan terus memundurkan tubuhnya hingga ke tembok.wildan pun langsung mengunci tubuh Silvie dengan tangan nya.ia pun mulai mendekatkan kepala nya kearah Silvie sehingga membuat nya menutup mata.


"Mandi sana,badan ku sudah bau dan juga ilermu sudah keluar"bisiknya


"Iii siapa juga yang ileran ."ujarnya seraya mengusap bibirnya untuk memastikan bahwa ia tida mengiler .


"emang bener kok lagian ngapain kamu tutup mata segala, berharap lebih ya" godanya


"Dasar cowok gak jelas"ucapnya lalu meninggalkan Wildan dengan salah tingkah.


Wildan yang melihat nya pun tersenyum.ia tau bahwa Silvia kini tengah salah tingkah karena perlakukannya.


Silvia lalu mengambil kimono nya menuju kamar mandi.sedangkan Wildan sedang bersiap-siap untuk ke kantor.setelah bersiap-siap Wildan langsung turun menuju ruang makan.


"Maaf ya  Wil hanya ini yang bisa kami  hidangkan" ujar ibu mertuanya


" Iya mi gak papa kok."


" Mana Silvia kok belom turun"tanya papi


"Masih diatas Pi, masih mandi" jawab Wildan


Mereka kini tengah menyantap makanan di meja makan.tiada Suara yang terdengar.


Yaps kini Wildan tengah dirumah Silvia, Karena menurut adat mereka, setelah melakukan pernikahan harus dirumah sang mempelai wanita.


"OOO iya mi, Pi mungkin setelah Wildan dari mau pamit langsung pulang kerumah mi, Pi."


" Gak mau tinggal disini selama satu Minggu dulu Wil? " Tanya ayah mertuanya


" Gak Pi, tapi kalau ada waktu bakal kesini kok " ujar wildan kepada kedua mertuanya.


" Yaudah mami titip Silvia ya,mami harap kamu sabar ngadapin sifat Silvia kalau dia bikin Onar gak usah sungkan-sungkan marahin." Pesan ibu mertuanya.


" Iya mi,Wildan akan jaga Silvia kok " sahutnya dengan senyuman.


Tak lama kemudian,Silvia turun dari tangga menuju meja makan.


Ia pun segera menyantap makanan yang ada dikantor . Setelah itu ia mengantar Wildan kedepan rumah


" Semangat kerjanya ya pak suami" godanya seraya mencium tangan suaminya.


"Jangan lupa bawa cuan yang banyak untuk istrinya dan satu lagi jangan sekali kali melirik wanita lain selain gue." Sambungnya.


"Hem" jawabnya lalu membuka pintu mobil dan mengemudikan mobilnya.ia melirik ke kaca mobil sembari Melihat Silvia yang memberi lambaian tangan kepadanya.ia pun tersenyum mengingat kata-kata Wildan.


Sesampainya di kantor Wildan datang Dengan senyuman cerah di wajahnya.


" Loh pah, kok gak libur malah kekantor. Gak honey moon ya pak" tanya Rio sang sekertaris didalam lift


"Honeymoon nya di tunda dulu rio.sya mau ketemu klien dan menyelesaikan semua pekerjaan baru pergi honeymoon " sahutnya


" Kalau masalah Kantor mah tuan bisa


serahkan ke saya tuan"ujar Rio


Wildan yang mendengar nya pun hanya membalas dengan senyuman.

__ADS_1


Beberapa kemudian, Wildan langsung memasuki ruangan nya Lalu memeriksa berkas-berkas yang perlu ditanda tangani . setelah menandatangani ia melakukan meeting dengan kliennya.saat melakukan meeting ponsel milik Wildan berdering.terlihat pesan dari Silvia


"Pak suami, gue bosan dirumah mau kantor pak suami boleh kan"pesannya


Wildan yang melihat nya pun tiba tiba tersenyum.lalu ia membalas pesan dari istri nya


"Heeeem" jawabnya dengan singkat


Sepertinya yang dikatakan sebelumnya bahwa wildan sudah mulai menyukai Wildan.hanya saja rasa sukanya masih tertutup oleh rasa gengsi yang membuatnya enggan untuk mengungkapkan perasaan nya pada Silvia.


****


Sesampainya Silvie Di perusahaan.ia disambut dengan ramah.para karyawan di kantor Wildan memberikan salam dan menyapa kepada Silvie.


"Beruntung sekali ya tuan Wildan mendapatkan non Silvia.cantik sekali"ujar salah satu karyawan nya


" Iya bener.udah cantik, ramah lagi" sahut karyawan satunya.


Sesampainya diruangan kantor, melihat bahwa Wildan tidak ada di ruangan tersebut.ia pun menunggu di sofa sembari mengotak-ngatik hpnya.tak lama kemudian Wildan pun memasuki ruangannya .


" Tumben kamu kesini"tanya Wildan pada Silvia


" Kan gue rindu sama pak suami, emangnya gak boleh rindu sama suami sendiri?" Ucapnya


Wildan yang mendengarnya langsung tersenyum .


" Oo iya pak suami nanti antar gue ke mall ya gue mau belanja."


" Bisa gak panggilnya kalo ngomong sama aku jangan  pakai Lo gue, harus pakai aku kamu." Ucapnya


" Iya deh iya gue eeh aku usahain gak pakai lo gue" jawabnya.


" Aduh pak suami aku laper, belum makan bisa pesenim makanan gak" rengek nya.


Wildan yang dengar pun memesan makanan sembari menghela nafas kasar .tak lama kemudian makanan yang dipesan pun akhirnya datang.silvia pun menyantap makanan nya sembari menunggu Wildan menyelesaikan pekerjaan nya.


Silvie menatap Wildan saat fokus mengerjakan pekerjaan nya dengan tanpa berkedip.ia merasa Wildan lebih terlihat tampan jika sedang bekerja.


" Ternyata laki gue ganteng ya kalo lagi kerja gini..hihihi" ucapnya


" Iya aku tau aku tampan jangan segitu nya juga kali sampe gak berekedip liat aku " ucap Wildan dengan pdnya


"Yasudah ayo kita ke mall." Ajak Wildan kepada Silvie


" Memangnya kamu udah selesai ."


"Udah kok ." Ujarnya dengan senyuman


Silvie yang melihat senyum Wildan pun membuat hati nya berdebar .


"Yaudah kalo gitu sekarang kita pergi" sahutnya lalu menggandeng tangan Wildan.wildan yang melihatnya pun sontak kaget dengan perlakuan nya.hatinya berdegup sangat kencang.


" Mila, aku rasa aku sudah dapat menggantimu" batinnya dalam hati.


Mila adalah kekasih Wildan yang sangat ia cintai.mereka sudah merencanakan menikah.tetapi lima bulan kemudian kekasihnya di vonis mempunyai leukimia stadium akhir.


Beberapa jam kemudian, mereka telah sampai di mall, Wildan dibuat kaget lagi oleh Silvia.


"Lah katanya mau shopping kok ke bioskop"


" Hehehehe shopping nya nanti aja, kita nonton aja dulu" ajaknya lalu merangkul tangannya.


Setelah menonton mereka menghabiskan waktu untuk shopping.setelah shopping mereka pergi ke restoran.


"Vie kamu tunggu sebentar ya aku mau ke toilet" pamit Wildan


" Oke,aku tunggu di sini ya pak suami.jangan lama ya di toiletnya" ujarnya


Saat dijalan, tak sengaja mereka bertemu mantan nya Silvia


"Hai Vie lagi belaja ya"


" Eh fikri, gak kok udah udah mau pulang"


Saat mereka bersenda gurau sepasang mata melihat ke akraban mereka merasakan panas.yaa siapa lagi kalau bukan Wildan.wildan yang sudah melihat nya pun langsung menghampiri mereka.


" Maaf ya sayang aku lama" ujarnya sembari menoleh kearah Fikri dengan tatapan tajam dan merangkul pinggang Silvi.

__ADS_1


Silvia sontak kaget melihat tingkah Wildan ditambah lagi Wildan memanggilnya .


" Yaudah kita pamit dulu ya, permisi " ujarnya dengan penekanan


Silvie yang melihat nya  menganga tidak percaya dengan tingkah nya.


Sesampainya di mobil Wildan langsung membukakan pintu mobil nya.setelah masuk ia menutup pintunya dengan kasar sehingga membuat Silvia kaget.ia pun masuk juga di kursi pengemudi.hingga kini kedua mata Silvie masih lekat memandang tingkah aneh Wildan.


"Tadi itu si Fikri mantan kamu yang datang ke pernikahan kita itu kan"tanya nya dengan nada kesal.


"Hehehe i..iya emang kenapa pak suami"


" Mulia detik ini dan seterusnya jangan pernah berhubungan dengan dia.dan untuk kamu jangan pernah pergi kemana pun tanpa seizin ku apalagi sendiri.aku tidak akan mengizinkan mu" ucapnya sembari mengemudikan mobil.


"Cie lagi cemburu ni cerita nya.coba panggil sayang lagi"


"Dengar gak si apa yang aku bilang?"


"Aku dengar dan aku setuju kalau kamu panggil aku sayang lagi pak suami "goda Silvia


"Aish...sayang?" Ujar nya


" Yang bener dong kok gitu nadanya, gak aku gak mau nurutin apa kata kamu


"Kamu dengar kan sayang, jangan keluar sama siapa pun Tanpa seizinku dan tidak bersamaku. Oke sayang" ujarnya sembari mengelus kepalanya dengan malu


"Iya pak suami ku yang tampan dan posesif ini" goda Silvia


"Ekhem, kita kerumah mama dan papaku dulu.baru pulang kerumah kita."


" Oke, lagian aku pengen ketemu opa dan oma" sahutnya


***


"Mama, apa kabar aku kangen" sapa Silvie lalu meleluk mama mertuanya 


" Iya sayang mama juga kangen."sahutnya dengan membalas pelukan Silvia


"Mama gak kangen sama Wildan?" Tanya Wildan lalu sembari merentangkan tangan nya berharap di peluk oleh mamanya.


" Iya mama juga kangen sama kamu " ucap mamanya.


"Udah acara peluk-pelukannya ayo masuk kedalam diluar cuacanya sedang dingin nanti masuk angin lagi" ujar papa Wildan.


Mereka pun masuk kerumah lalu menuju ruang keluarga


" OOO iya Wil, kalian gak honeymoon?" Tanya mamanya 


"Iya bener kata mama kamu, kalian gak honeymoon."sambung papa Wildan


"Wildan masih ada yang diutus di kantor ma jadi kita belom bisa pergi honeymoon" jawab Wildan


" Aduh Wildan, papa kasi tau ya kamu itu jangan kerja, kerja, dan kerja.saking sibuknya kerja kamu sampai lupa sama istri kamu."


"Betul kata  mama dan papa, masa aku di tinggal kerja ma pagi - pagi, Silvi kan jadi kesepian" adu Silvia pada kedua mertuanya.


" Wildan  Wildan dasar lelaki gila kerja"


" Tapi gak papa si pa gila kerja kan uangnya untuk istri juga daripada gila wanita." Canda Silvie sehingga membuat suasana ruang keluarga menjadi penuh tawa.


"Hemm nanti Wildan fikirkan dulu ma" ujarnya lalu menoleh ke arah Silvia dengan Tatapan kesal.silbie yang melihat nya pun hanya meledek dan tersenyum tanda kemenangan nya.


"Yaudah kita makan malem yuk mumpung bik Ratih udah nyiapin semua makanan nya di meja makan"


"Oo iya ma dari tadi kok Silvia gak ada liat Kla sama Oma ya"


" Opa sama Oma lagi keluar kota Vie,mungkin dua harian lagi baru pulang kerumah "


" Yah padahal mah ketemu sama opa dan Oma juga.Kalau gitu Silvie salam ya ma sama opa dah " ujarnya 


" Oke siap sayang"


"Ayo kita ke meja makan "


" Kita udah makan Vie gak mungkin makan lagi kan aku sudah kenyang"bisiknya Wildan pada Silvie


"Iii pak suami makan aja sedikit, biar mama sama papa seneng."jawabnya dengan berbisik juga .

__ADS_1


Akhirnya pu  mereka makan bersama di meja makan.


__ADS_2