Posesifnya Suami Tampanku

Posesifnya Suami Tampanku
BELAJAR JADI CALON ISTRI IDAMAN


__ADS_3

pagi pun tiba, silvia lalu menuruni anak tangga dengan senyum merekah.semuanya art yang melihatnya turut bahagia .kedua orang tua Silvia masih di luar kota.kini hanya ada silvia dan art lainnya.


"wah non kelihatannya non lagi bahagia ya?"tanya bik inem kepada Silvia


"iya bik hari ini Silvi lagi seneng banget.saking senengnya silvi serasa terbang melayang" jawabnya dengan senyuman.


Silvia mulai bernyanyi sambil menunggu roti bakarnya masak.setelah sarapan ia membantu bik inem didapur.


"bik boleh kan Silvi bantu bibik masak?"tanya Silvi pada bik inem


"emang non Silvi bisa masak?"tanya Silvi


"bisa dong bik, kalo gak percaya bibi bisa mencicipi masakan Silvi kalo udah masak."


dengan setengah tidak yakin bik inem manganggukan kelapa nya.


"gini aja bibik duduk disana nanti kalo udah masak Silvi minta bibik untuk mencicipi masakan Silvi"titah Silvia


"yang bener non, gak papa ni,? "tanya bibik dengan ragu


"bener bik, kayak ragu aja sama Silvi.bibik tenang aja Silvi gak akan merusak dapur ini."ujar Silvi meyakinkan bik inem.


dengan hati yang meragukan bik inem menuruti perkataan Silvi.ia hanya memperhatikan Silvia memasak di dapur.keraguan bik inem dipatahkan dengan tatapan penuh kekaguman melihat Silvia dengan lihainya memotong bawang.iya memasukan bawang lalu di gorengnya.setelah itu Silvi memasukkan sayur kangkung yang akan ditumisnya.dengan tangan yang lihai ia memasukkan bumbu kedalam sayur tumis kangkung .setelah masak ia mulai memasak paha ayam pedas manis. kelihaiannya membuat bik Silvi menjadi kagum. ternyata nona mudanya lihai di dapur.kali ini Silvia banyak membuat menu makanan beraneka ragam.ada tumis kangkung, paha ayam pedas, spageti, ikan gurame, dan menu penutup berupa puding dan salad.iya pun meminta bantuan bibik membawa menu makanan nya ke meja makan


"bik tolong bantu Silvi ya bawa semua makanan ini"titah Silvi kepada bik inem


"baik non"ujar bik inem lalu membawa makanan.


"OOO iya panggil mang Tejo, bik Ijah sama, pak Deden kita makan sama sama.kan gak ada mama sama papa jadi Silvi gak mampu ngabisin semua menu ini bik"pinta silvi kepada bik inem

__ADS_1


"tapi non, saya raya kami tidak pantas ikut makan bersama non" tolak nya


"gak papa bik.lagian Silvi gak keberatan dan gak ada yang marah kok, ya bik ya please."rengek Silvia dengan memelas.


akhirnya pun bik inem memanggil semua artnya untuk makan bersama dengan Silvia.


"wah....masakan non Silvi sangat enak non apalagi tumis kangkung dan paha ayam pedesnya..enak banget"puji bik inem


"jadi ini semua non Silvi yang masak"tanya mang Tejo


"hehehe iya mang "jawabnya dengan tersipu malu


"wah ternyata non Silvi jago masak ya"sambung pak deden sopir pribadi keluarga Silvia


"Silvi bisa masak semenjak diam di La mang, cuman kalo udah pulang aja males mau masak."jawab Silvi


mereka pun melanjutkan makan nya dengan tanpa suara.hanya terdengar suara hantaman sendok ke piring.


"wah lagi pada makan ni cerita nya"tiba tiba suara papi silvi membuat semua art kaget.


"nyonya , tuan besar" ucap pak Deden dengan terkejut dan langsung berdiri dari tempat makan.


art yang lain pun ikut berdiri .semua yang ada dirumah kaget tiba tiba sudah ada dirumah.karena kemaren kedua orang tua Silvi akan keluar kota selama seminggu ternyata baru dua hari mereka langsung pulang.


"ya ampun gak papa di lanjutkan aja makannya..kita gak marah kok ..iya kan ma?"ujar papi Silvia meminta semua artnya makan kembali bersama anaknya.


"makasih tuan nyonya" ujar mereka serentak


mereka pun menganggukan kepalanya dengan ramah.

__ADS_1


" ayo dong mi Pi, ikutan makan bareng kita, ini semua Silvi loh mi, pi yang masak."pamer Silvi kepada kedua orang tuanya


"beneran bik Silvi yang masak?"tanya mami nya dengan ragu kepada bik inem


"iya nyonya ini semua non Silvi yang masak, dan masakannya sangat enak nyonya"


" tuhkan Mami gak percaya di cicipi aja dulu gimana rasanya."ujar Silvia seraya menyuapi maminya.dengan mata terbelalak .


"masakan kamu enak banget sayang, dari mana kamu belajar masak?" tanya maminya Silvia


"hehehe silvi tau masak pas diem di LA, cuman kan kalo dirumah males kan ada bik inem"jawabnya


"tumben kamu masak"tanya papi Silvia


"kan Silvi mau belajar jadi calon istri yang idaman"


papanya mendengar jawaban langsung meledeknya


"cie yang lagi kasmaran, iya tau seminggu lagi kan calon mu datang kerumah"


dengan wajah kaget membuat Silvia tersipu malu.


"papa tau dari mana?"tanya nya dengan wajah yang tiba tiba memerah.


"ya iya dong kan papa nya sahabatan papa calon mantu papi lagian, itukan yang mau papi jodoh kan tapi kamu nolak "ledek nya


"makanya papi sama mami pulang cepat, karena 1 Minggu lagi mereka datang kerumah"


"udah ah Silvi mau ke kamar."elaknya lalu lari ke kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2