Posesifnya Suami Tampanku

Posesifnya Suami Tampanku
DI INTEROGASI


__ADS_3

Wildan kini telah berada dikantor nya.ia terus saja memikirkan kejadian semalam.


"Rio masuk ke ruangan saya .ada tugas untukmu " pinta Wildan dalam telpon .


"baik tuan saya akan segera ke ruangan bapak"jawab nya lalu mengakhiri Teleponnya.


Tok tok tok...


"masuk" titah Wildan


"ada apa tuan? bapak minta bantuan apa sama saya?"


"tolong kamu selidiki wanita yang bernama Silvi Anggita Pratama"titah Wilda kepada Rio


" baik tuan, akan saya selidiki "jawabnya lalu keluar dari ruangan nya.


Wildan yang tengah memeriksa dan menandatangani berkas tiba-tiba teringat pada wajah cantik Silvi.


' shitt kenapa lagi gue harus kepikiran cewek mesum itu. 'batin nya.perkataan Silvi yang meminta tanggung jawab Wildan menghantui pikiran Wildan .ia pun membuang pikirannya jauh-jauh tentang Silvia dan melanjutkan dengan pekerjaan nya .


setelah pekerjaan nya selesai, Wildan pulang menuju rumah utama.


***


sesampainya Wildan dirumah ia disambut oleh mama dan papanya.didalam rumah juga ada opa dan Oma nya.


"Akhirnya yang di tunggu datang juga" ujar Oma seraya memeluk Wildan


" ya ampun Cucu opa udah besar aja ya" sambung memeluk opanya Wildan.


"iya Oma opa, Wildan rindu sama opa dan Oma"ujarnya merengek sambil memeluk Oma dan opa nya.wildan adalah pria berpribadiam manja dan lembut kepada keluarga, orang terdekat dan orang yang disayanginya.ya walaupun ia terkenal kejam dimata semua orang.


"udah udah Dramanya, buruan masuk kerumah setelah wildan mandi kita makan bersama"ujar papanya.


Wildan pun menaiki tangga menuju kamar nya.


setelah sampai ia segera membuka bajunya.ia melihat dirinya di cermin.tiba tiba ia tersentak melihat tanda merah kebiruan di lehernya.


"**** kenapa bisa ada di sini sih"gerutunya


"ini semua gara-gara si wanita mesum itu" umpatnya lagi.


Satu jam ia berendam dan meregangkan ototnya di bathtub.setelah selain mandi ia menggunakan kaos dan celana pendek.setelh itu ia turun tangga menuju ruang makan.


"lama banget kamu mandi kami udah lama nunggu kamu ni" gerutu papanya


"ya biasa pa...tadi rebahan bentar dikamar,hehehe" jawab Wildan.


mereka pun makan bersama tiada suara yang berbunyi saat makan.hanya terdengar suara sendok yang bersentuhan dengan piring.seusai makan, keluarga besar Wildan ngumpul di ruang keluarga.mereka bersenda gurau dan tertawa bersama sama.


"hmm...kurang si Adel ni, kalau dia ada pasti lebih seru" ujar Omanya yang merindukan cucu kedua dari Dimas Setyo Atmaja yang tak lain adalah papanya wildan.adek adalah adik kedua dari Wildan.ia kini tengah menempuh pendidikan kuliahnya di LA .saat Oma melihat Wildan, ia tak sengaja melihat tanda merah kebiruan di lehernya.dengan penasaran Oma nya pun bertanya kepada nya.


"Wildan, itu tanda apa nak, kok ada merah kebiruan gitu kayak habiss di gigit nyamuk" ledek Oma nya dengan senyuman


deg...


'ah sial gue lupa, ada tanda merah di leher gue'batinnya.dengan sontak semua mata tertuju ke leher Wildan.


"wildan, kamu punya pacar?" spontan opa nya menanyakan hal tersebut.


"iya, kamu punya pacar ya sekarang, kok gak di kenalin sama mama si"selidik mamanya


"beneran ni...waah...tanda tanda mau gendong cicit Dong opa "sambung opa nya

__ADS_1


"beneran Wil, siapa pacarmu, pantas saja dijodohkan waktu itu tidak mau"ledek papanya


belum sempat ia menjawab handphone Wildan berbunyi.


dengan mata yang jeli Oma Wildan melirik siapa yang menelepon nya tetapi dimatikan.terlihat nomor yang diberi nama calon istri di hp nya.


"wah Wildan beneran kamu udah punya pacar kenapa gak dikenalin ke kita" tanya ulang Omanya


"gak ada Oma Wildan gak ada pacar "tegas Wildan


"lah itu tadi kok namanya calon istri "selidik oma nya


"gak kok Oma,, mungkin Oma salah liat "elaknya


yaps semua mata tertuju pada Wildan .dia merasa seperti di interogasi oleh keluarga besar nya.


"sini hp nya, mama mau liat"tiba tiba tangan mamanya menyambar hp nya.


karena belum sempat terkunci mama Wildan pun segera melihat siapa yang menelpon nya.mamanya terkejut melihat nama di kontak hp bernama calon istri.


"wah...kamu mau bohongin kita ya wil, siapa wanita yang kamu beri nama calon istri ini"selidik mamanya.


'ah sial,,, ngapain lagi si Silvi ngasi nama calon istri harus jawab apa coba gue sekarang..' batin dia


"jawab dong Wil mama kamu nanya tu",titah papanya yang ikut penasaran.


"tega sekali kamu mematikan telepon nya".gumam kakeknya


"coba kamu telpon lagi siapa tau ada perlu kan ."ujar Omanya yang menerima anggukan.


"tapi Oma"tolaknya


"sini biar papa aja yang nelpon"usil papanya lalu menekan panggilan kepada silvi.tak lama kemudian Silvi mengangkat telpon dari wildan.


"halo wil, kok gak ada suara Lo sih?"tanya Silvi didalam telpon.


isyarat mamanya menyuruh Wildan untuk berbicara.


"i...ya halo"ujar Wildan dengan terbata bata


"kenapa lo kok kayak terbata-bata si ,grogi Lo bicara sama gue"tanya nya pd


"jangan lupa ya sayang, bicarakan baik baik dengan orang tua mu apa yang kita bicarakan tadi pagi oke"goda Silvi didalam panggilan


Wildan masih saja diam


"yaudah Gue mau mandi dulu ya, bye bye calon suami."pamit nya lalu mematikan telepon nya.


dengan suasana hati yang berdetak kencang ia melihat tatapan mata keluarga nya pada Wildan


"wah.... ternyata kamu udah punya pacar sayang.kenapa gak cerita si sama kita" tanya lagi mamanya kepada Wildan.


Wildan yang tiba tiba teringat perkataan Silvi dengan terpaksa menganggukan kepala nya dengan ragu ragu.


"iya ma Wildan udah ada pacar"ujarnya membohongi keluarga nya.karena mau gimana pun ia harus bertanggung jawab atas kejadian tadi malam.


"terima kasih tuhan engkau telah mengabulkan doa ku agar aku segera mempunyai menantu".ucap mamanya.


"sudah berapa lama kalian menjalani hubungan?"tanya papanya


"sudah 4 bulan pa" bohongnya lagi.


"yaudah kita adakan 1 Minggu lagi untuk menikah"ujar opanya

__ADS_1


"ha? satu Minggu pa?, jangan dong itu terlalu cepat "tanya papanya wildan


"iya pa itu terlalu cepat, bagaimana kalau kita kerumahnya saja dulu kita adakan pertunangan."tambah mamanya


"jangan tunangan takut gak jadi langsung nikah aja lagian Oma setuju kalo pernikahan nya kita adakan dalam satu Minggu ini"tambah Omanya


" Bagaimana Wildan menurut mu"tanya papanya


" kita kerumah nya saja dulu Oma,opa , ma ,pa kita diskusikan dengan kedua orang tua nya baru Kita putuskan bersama."saran Wildan sambil menghela nafas kasar


" baiklah kalau gitu kita kerumahnya saja dulu kita diskusikan dengan keluarga nya."ujar papanya


"siapa nama calon menantu mama sayang"tanya mamanya


"Silvia Anggita Pratama ma, dia di panggil dengan Silvi, terkadang juga via"ujar Wildan


"Silvia ? apakah dia putrinya Pratama Wil "tanya ayahnya lagi.untungnya Wildan di waktu kantor tadi sudah menemukan latar belakang Silvia.


"iya pa...dia anak dari om pratama"


"kalau begitu papa setuju.karena sebelumnya papa mau menjodohkan kalian berdua.


hari pun semakin malam kedua orang tua Wildan masuk kedalam kamarnya begitu juga dengan Oma dan opanya.Wildan pun beranjak dari ruang tu menuju kamarnya.sesampainya dikamar,Wildan merogoh koceknya lalu mengambil hp nya untuk menghubungi Silvia.


***


drrtttt.. drrtttt drrtttt...


"iii siapa si nelpon tengah malam gini"kesal Silvia lalu melihat layar ponselnya .dengan terkejut ia melihat bahwa Wildan lah yang menelpon nya.


"halo sayang ada apa"ucapnya kepada Wildan dalam telpon.


"sayang sayang....dengar ya gara gara kamu mengangkat telpon ku tadi jadi kedua orang tuaku bersama Oma opa ku mengintrogasi ku"gerutu Wildan didalam telpon sana..


"terus Lo jawab apa?"tanya nya sambil mengulum senyuman.


"ya aku jawab saja bahwa kita telah berpacaran selama 4 bulan"jawabnya dengan nada salah tingkah


Silvia yang mendengar nya pun tersenyum sumringah.


"dan Minggu depan aku berencana untuk kerumah mu untuk mendiskusikan nya dengan kedua orang tua mu"ujar Wildan dalam telpon


"diskusi apa Wil? Lo gak ngasi tau kan kalau kita udah pernah tidur bareng"tanya Silvia dengan selidik


"ya gak lah ...mereka memang menyuruh ku untuk menikah.jadi mau mendiskusikan kamu mau menikah atau tunangan dulu"jelasnya pada Silvia


"yaudah kita langsung nikah aja"ceplos Silvia di telpon


"sembarangan saja kamu berbicara kan keluargaku dan keluargamu belum berdiskusi."gerutu wildan


"lagian aku belum mencintai mu."sambung Wildan


deg...rasanya ada luka sayatan sedikit di hati Silvia.


"yeeee, awas aja Lo nanti jatuh cinta ke gue.gue jamin bakal bucin akut Lo nanti sama gue"dengan pede nya berkata seperti itu kepada Wildan


Wildan terdiam sejenak mendengar Silvia berkata seperti itu.


"halo...Wil...elo dah tidur"tanya Silvia didalam telpon nya


"eh...yaudah sampai disini dulu telponannya,aku ngantuk mau tidur"ucap nya mengalihkan pembicaraan


"yaudah kalo gitu, selamat malam calon suami semoga elo mimpiin gue ya"ucapnya lalu mematikan sambungan telpon dengan senyum sumringah lalu kembali tidur.

__ADS_1


__ADS_2