Posesifnya Suami Tampanku

Posesifnya Suami Tampanku
MALAM YANG PANAS


__ADS_3

sesampainya mereka dirumah, Silvia dan Wildan masuk kedalam rumah dengan berpegangan erat.terpancar senyum di wajah Wildan maupun Silvia.


" makasih banyak ya pak suami atas semua kejutan nya.aku suka banget." ujar silvia sembari menaiki anak tangga .


" iya sayang...maaf ya aku telat ngucapin selamat ulang tahun ke kamu" ujar Wildan


" iya gak papa pak suami, kamu tau hari ini ulang tahun aku aja seneng apalagi kalau pak suami sampe buat kejutan kek tadi.aku terharu banget."jelas silvia


" makasih ya selalu mengerti aku


tak terasa mereka telah sampai di depan kamar.


" ayo sayang, masuk kedalam." ujar wilda masuk kedalam kamarnya.


" Silvi,,, maaf kan aku belom bisa jadi suami yang sempurna untuk kamu, maaf kan aku yang tidak mengerti perasaan kamu dan maaf telat membalas cinta mu. aku sangat beruntung mempunyai istri seperti kamu." ujar Wildan sembari memeluk silvia


" iya pak suami iya udah jangan minta maaf terus,


jadi gak enak aku denger nya.yang berlalu biarlah berlalu.sekarang kita fokus ke masa depan.oke" jawab Silvia


" sayang,, aku mau meminta hak ku sebagai suami.apakah kamu sudah siap?"


" pak suami, dari awal pernikahan kita hingga sekarang aku selalu siap melayani pak suami.aku ini istri.peran istri itu melayani suami nya dengan puas.tanpa membantah perkataan suami.kecuali itu melanggar hak dalam pernikahan."


" jadi kamu udah siap sayang."


" aku udah siap melayani pak suami dengan puas" bisiknya.


Wildan yang senang mendengar jawaban silvie pun langsung memeluknya.


" makasih sayang". jawabnya lalu melepaskan kembali pelukan.


saat Wildan ingin mencium bibir silvia.tiba-tiba silvia menahan bibirnya dengan tangan nya.


" mandi dulu... bau.baru kita ekhem-ekheman" goda silvia


" tapi sayang..."


"pokoknya harus mandi dulu.lagian aku mau mempersiapkan diri agar bisa membuat suami ku ini puas di ranjang" goda silvie kepada Wildan.


Wildan yang tadinya sempat menolak untuk mandi pun bersemangat mendengar perkataan silvia.


saat Wildan tengah mandi, Silvia yang di sibukkan merias kamarnya nya dengan menaburkan bunga mawar di kamarnya.ia pun menyemprotkan kamar nya dengan parfum yang wangi.karena Wildan mandi lumayan lama, silvia menumpang mandi dikamar tamu.ia merendamkan tubuh nya di bathtub dengan menuangkan the body soap foaming bath beraroma kan vanila chai. wangi vanila yang lembut membuat Silvia menyukainya.ia berfikir pasti Wildan sangat menyukai wangi tersebut.selang beberapa belas menit kemudian silvia menyelesaikan ritual mandi nya itu.ia pun langsung pergi kekamar nyae kembali.


setelah mandi Silvia mencoba lingerie berwarna merah terang yang diberi oleh Anisa saat kado pernikahan nya


" gak sia-sia juga Lo ngasi kado ini nis" ucap dirinya sendiri di kamar nya lalu memakai lingerie tersebut


ia merias dirinya dengan cantik.ia mau membuat suaminya senang dan puas terhadap nya.

__ADS_1


parfum beraromakan vanila pun ia semprotkan.


ia pun menyemprotkan parfum khusus untuk untuk tempat kewanitaan.


tak lama kemudian Wildan datang dari kamar mandi.silvia yang sudah siap di atas kamar dengan wajah menggoda Wildan.


Wildan yang melihatnya pun terpesona.


hujan di malam yang hari membuat suasana semakin bersemangat.


" tubuhmu wangi sekali sayang, aku menyukai nya" ujar Wildan lalu mulai mencium istrinya nya itu.


******* memenuhi suara ruangan.hasrat yang selama ini Wildan tahan telah tercurah kan dengan penuh gairah.


mereka menikmati malam ini dengan penuh peluh lengket di badan mereka.baju sudah berserakan dimana mana.suasana hujan menambah malam yang penuh gairah.


Wildan terus menikmati goyangan nya diatas Kungkungan Silvia.hingga kini mereka berada di akhir yang *******..


"ahk" desah mereka bersama.


" makasih sayang.makasih udah nyerahin sepenuhnya untuk ku.sekarang kau sepenuhnya milikku.tidak ada yang bisa merebut kamu dariku sampai kapan pun.I love you my wife "ujar Wildan memeluk Silvia dari belakang dengan posesif.


" iya pak suami.i love you to my husband " jawabnya lalu membalikkan arah lalu membalas pelukan Wildan.


"semoga Benih aku segera hadir di sini ya sayang." ujar Wildan lagi sembari mengelus lembut perut silvia


" kita bikin 12 anak gimana sayang.biae jadi tim sepak bola." goda Wildan


" enak aja.enak di kamu sakit di aku.gak ah..kalo 5 gimana? "tanya silvia


" mmmm masih sedikit sayang."


" pokoknya harus 12" ledeknya lagi sembari tertawa kecil.


" iiiii gak pokoknya gak mau."


" hahahahha iya iya gak kok gak."mengelus rambut silvia lalu mencium kening istrinya dengan lembutn


" pokoknya kita harus kejar target bikin anak ya sayang.harus sering bercocok tanam.biar di perut kamu ada Dedek bayi nya." goda Wildan.


silvie yang mendengar nya pun mencubit perut Wildan.


" enak aja.capek tau.sekarang aja badan aku sakit semua.apalagi yang dibawah sana.masih sakit."


gerutu Silvia


" tapi kamu suka kan" godanya lagi.


"hehehehhehe " jawabnya lalu menyembunyikan wajahnya di dada Wildan.

__ADS_1


Wildan yang melihat istrinya salah tingkah pun tersenyum gemas.


" pak suami,, besok dan seterusnya pakai parfum yang wangi ini ya.aku suka ciumnya."ujar silvia yang menduselkan kepala nya ke dada Wildan.


"sssst sayang jangan seperti itu..kau akan membangunkannya."


" yasudah bangunkan saja sekalian" godanya memegang adik Wildan.


Wildan yang mendengar nya pun kembali memulai olahraga malam kembali.


bisa di bilang mereka melakukan malam pertama setelah pernikahan mereka yang hampir satu bulan itu.ya walaupun sudah di jebol sebelum mereka menikah


****


pagi pun tiba mereka masih tidur tanpa memakai baju.hanya selimut yang menyelimuti tubuh mereka.


Silvia yang bangun duluan menatap wajah suaminya.


" suami aku ganteng juga ya, lagi tidur aja tetap ganteng.jadi makin cinta,, hihihihi."


silvia yang dari tadi malam berbunga bunga terus tersenyum ceria.


ia meraba wajah suami nya.tangannya memainkan bulu mata nya yang lentik itu.


" pak suami bangun.... ini udah siang,,, emangnya gak ke kantor ." usilnya menggoyangkan badan Wildan.


" sayang,, hari ini aku gak kekantor.aku masih ngantuk jangan ganggu aku " ketus Wildan


" yaudah kalo gitu, nanti temenin aku jalan jalan ya."


" siap laksanakan tuan putri."


" mmmm aku mau mandi dulu ya pak suami badan aku udah lengket semaunya."ujar Silvia bangun dari tidur nya lalu mencoba berjalan seperti bebek karena merasakan sakit di bagian bawah.


" ssssst sakit banget"lirih Silvia berjalan sembari memegang tembok kamar


Wildan yang mendengar merintih kesakitan pun langsung bangun dan membantu nya berjalan


" maafkan aku ya sayang gara-gara aku kamu jadi susah jalan gini" ujar Wildan


" kamu si gak mau berhenti."gerutu Silvia


" hehehehe tapi kamu menikmati nya kan" goda sayang"goda Wildan yang tak terasa sudah sampai didepan pintu kamar mandi.


" udah sampe sini aja jangan masuk" larang Silvia


" bisa emangnya, gimana kalo kita mandi bareng?" tawar Wildan


" gak usah nanti malah ngelakuin aneh-aneh lagi kamunya" tolak Silvia lagi

__ADS_1


__ADS_2