Posesifnya Suami Tampanku

Posesifnya Suami Tampanku
malam yang indah


__ADS_3

Malam pun tiba.silvia yang telah bersemangat untuk pergi dinner pun segera  memilih gaun yang akan ia pakai, selang beberapa waktu.ia merias wajahnya dengan cantik.setelah selesai ia turun ke bawah mengapiri Wildan yang sudah menunggunya di bawah


" Udah siap?"tanya Wildan


" Udah dong, Gimana bagus gak?" Tanya silvia


" Iya bagus kok .udah cantik kek bidadari turun dari kayangan goda Wildan.


"iih pak suami bisa aja.pak suami udah lama ya nunggunya"tanya silvia


" lumayan lama, ya udah gak heran kan kalo wanita dandan itu kayak gimana.jadi udah hal yang lumrah." jawab Wildan dengan senyuman


Mereka pun pergi meninggalkan rumah.


Sesampainya di restoran, Wildan mengajak silvie masuk kedalam sembari menggandeng tangan istrinya itu.


Wildan memesan ruangan VIP khusus mereka berdua.saat menelusuri jalan menuju tempat yang dipesan, silvie di buat kagum dengan keindahan tempat tersebut.banyak lampu-lampu dan balon.


"Wah, tempatnya bagus banget" ujar silvie dengan kagum


" Ayo kita duduk disitu"ajak wildan kepada silvia


" Ini hanya ada kita ?" tanya Silvia kepada wildan


" Iyaa, aku sengaja memesan tempat ini khusus untuk kita berdua" ujar Wildan membuat pipi silvie menjadi merah.


Tak lama kemudian, pramusaji pun datang lalu membawa pesanan yang telah dipesan oleh Wildan.


Pramusaji tersebut membawa menu steak special dan minuman lalu pergi meninggalkan mereka.dengan telaten Wildan memotong kecil steaknya lalu memberikan nya kepada silvia.


" Makasih ya pak suami" ujar silvia tersenyum senang.

__ADS_1


" Sama sama sayang"jawab wildan dengan panggilan sayang


" Apa? Sayang? Coba ulangi lagi" pinta silvia.


" Udah ah makan nanti keburu gak enak " goda Wildan seraya menyuapkan steak kedalam mulutnya.


Mereka pun menikmati makanan semuanya.tak lama kemudian, lantunan musik membuat suasana semakin romantis.tak lama kemudian, pramusaji datang kembali membawa menu spesial nya yang ditutupi oleh tudung saji.


"Makasih ya" ujar Wildan kepada pramusaji tersebut .


Pramusaji pun tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka.


"Nah, sekarang kamu buka apa yang ada didalam" ujar wildan sembari tersenyum meminta silvia membuka menu tersebut.


Silvia pun membuka apa yang ada didalam .


Betapa terkejut nya silvia saat melihat apa yang ada didalamnya.


" Selamat ulang tahun istri mesum ku yang dua puluh empat ini.semoga kamu jadi istri yang baik untuk aku dan menjadi ibu dari anak anak ku kelak.maaf aku baru ngucapin selamat ulang tahun sekarang.sebenarnya aku tau kalau kamu hari ini ulang tahun.cuma aku sengaja baru ngerayain nya sekarang.selamat ulang tahun ya sayang.."ujar Wildan dengan menatap hangat silvie sembari memegang kedua tangan istrinya.


Silvia yang terharu pun menangis mendengar ucapan selamat ulang tahunnya.ia mengira bahwa Wildan memang tidak tau bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.ternyata ia salah menebak.ia tak menyangka Wildan menyiapkan begitu banyak kejutan untuk nya.


Wildan yang melihat nya pun bangun dari tempat duduknya lalu menarik silvia kedalam pelukannya.


" Makasih ya pak suami atas semua kejutan nya.aku suka, dan makasih atas kuenya.makasih udah tau hari ini ulang tahun aku.buat aku ini adalah kado terindah yang aku dapat kan" ujar silvie menangis di pelukan Wildan.


" Udah jangan nangis...sekarang kita duduk.


Ujar Wildan lalu menghapus Air mata silvia.silvia pun menurut perkataan Wildan.


mereka pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun

__ADS_1


" Nah, sekarang kamu tiup lilin nya terus  berdoa setelah itu baru  potong kuenya" ujar  Wildan.


Silvia pun meniup lilin lalu berdoa semoga Wildan membalas cinta nya.setelah itu ia memotong kue lalu memberikan suapan kepada wildan.dengan senang hati Wildan menerima suapan silvia.


" Vi,,, menurut aku ini adalah waktu yang tepat aku ngungkapin perasaan aku ke kamu.aku gak mau kamu nunggu lama-lama, aku gak mau kamu merasa di gantung dengan sikap aku ini, entah bagaimana aku memulai nya yang jelas aku gak tau perasaan ini hadir.asal kamu tau, aku selalu nyaman kalo kamu ada di samping ku, kamu selalu ada dipikiran ku.rasanya sedetik pun aku gak mau mau jauh dari kamu, bahkan saat kerja aja aku selalu merindukan mu.aku gak sabar untuk segera pulang kerumah dan ketemu sama kamu, Aku selalu gelisah saat kamu pergi keluar tanpaku.aku takut kau tergoda oleh pria-pria tampan diluar sana.yaa walau masih tampan aku.saat kita jalan berdua, aku gak suka mata lelaki yang melihatmu apalagi kamu tersenyum kepadanya.rasanya ingin aku congkel mata mereka yang melihatmu itu.awalnya aku merasa aneh dengan semuan perasaan Ku ini.tapi kini aku sadar, aku udah jatuh cinta sama kamu.aku udah sayang sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu.kamu hanya milikku .aku mau kamu Terus menemaniku hingga ajal yang memisahkan kita.aku mau kau menjadi ibu dari anak ku, Vi.. i love you so much " ujarnya panjang lebar mengungkapkan isi hatinya kepada silvia sembari memegang erat kedua tangan.


Silvia yang mendengar semua ungkapan hati Wildan lu kembali meneteskan air mata bahagia.ia tak menyangka cinta nya terbalaskan tepat di hari ulang tahunnya.


Ia pun langsung berdiri lalu memeluk Wildan kembali.


" Akhirnya cinta ku terbalaskan tepat di hari ulang tahun ku. Makasih Wil atas semua ungkapan cinta mu.aku sangat terharu.aku merasa bersyukur karena kamu udah cinta sama aku" ujar silvie terisak di pelukan Wildan.


" Iya sayang. Makasih udah tulus mencintai ku dengan tulus.maafkan suamimu yang bodoh ini baru membalas cinta ku"jawab Wildan lalu mengelus lembut rambut silvia.


" Aku cinta kamu Vi" ujarnya kembali mengungkapkan cintanya lalu mengecup kening silvie.


" Aku juga mencintaimu wil.bahkan sangat-sangat mencintaimu" jawab silvie mendongakan kepala lalu menatap Wildan.


"  malam ini yang terindah yang tak kan pernah aku lupakan ."sambungnya lagi


Wildan yang sejak tadi membalas tatapan Silvia pun tersenyum.ia menatap bibir ranum silvie.dengan tak sabar ia mencium bibir istrinya dan memberikan sedikit gigitan.


" Manis"goda nya


"Hempt Wil..jangan disini aku malu" ujar silvia mendorong tubuh Wildan kebelakang


" Malu sama siapa coba .disini hanya ada kita.


" Kamu gak liat apa ada beberapa pianis dan pramusaji yang melihat kita aku malu" sambung silvia.


" Yaudah kalo gitu, Kita lanjut dirumah.aku mau minta hak aku  sebagai suami" bisik Wildan menggoda silvia lalu menarik tangan nya keluar restoran untuk melanjutkan aktivitas nya di rumah.

__ADS_1


__ADS_2