Posesifnya Suami Tampanku

Posesifnya Suami Tampanku
Yes! fix menikah


__ADS_3

hari yang di tunggu kini telah tiba.dimana akan ada pertemuan antara kedua belah keluarga Wildan dan Silvia. sebenarnya Wildan sangat gugup.ada sedikit rasa yang aneh muncul dibenak nya.ia Sangat gugup.padahal ini baru pertama. antara kedua belah keluarga.jalan menuju rumah wildan ke rumah Silvia memakan waktu satu jam setengah.waktu terus berjalan.jalanan macet membuat mereka jadi sedikit lama untuk tiba dirumah Silvia.papa Wildan yang sadar melihat anaknya gugup lalu menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.Selama di perjalann,Wildan selalu melihat jam di tangannya.tapi ntah apa yang di pikirkan nya ataukah tidak sabar atau ingin mengulur waktu.papa Wildan meminta pak Budi selaku sopir pribadi mereka membawa mobil dengan kecepatan agak laju.karena merasa tak nyaman membuat keluarga silvia menunggu lama.dua jam mereka di perjalanan kini mereka sudah tiba didepan rumah Pratama papinya Silvia.


mereka pun menekan bunyi bel rumah Silvia.dengan cepat pak satpam pun membukakan gerbang rumah Silvia.rumah Silvia tak kalah besar dengan rumah utama keluarga Wildan.karena papi nya Silvia juga termasuk dalam jajaran pengusaha kaya nomor lima.keluarga Wildan pun di sambut dengan pelukan.


"ayo masuk "pinta papi Silvia kepada semua


keluarga Wildan


"mari silahkan duduk semuanya"Titah mami silvia kepada keluarga nya Wildan


dengan sigap bik inem pun membawakan air minum dan cemilan ke ruang tamu tersebut.


"silahkan di minum dan dimakan nyonya,tuan"ujar bik inem lalu pergi meninggalkan ruang tamu tersebut


"udah lama ya kita gak ketemu put" tanya Dimas kepada putra


"udah ada 1 bulanan deh kayaknya dim, ya walaupun kita masih kontekan kan" ujar putra sambil tertawa bersama.


"jadi ini anak mu dim"sambung Papi Silvia menanyakan Wildan pada papanya wildan


"iya put ..yang waktu itu kita rencanakan mau jodohkan itu tetapi mereka tidak mau"ledek papa dimas sambil melirik Wildan.mendengar jawaban papanya wildan membuat semua yang diruangan itu tertawa.


"ganteng juga ya calon mantu ku ini"lanjut putra menggoda Wildan .


wajah Wildan yang mendengar nya langsung merah seperti udang rebus.ia hanya bisa tertawa kikuk didepan keluarga nya dan keluarga Silvia.


"bagaimana kabarnya jeng" tanya mama Wildan


"Baik jeng,kalau jeng Wina " gumam mami Silvia


" Alhamdulillah jeng baik juga kok"jawab mama Wildan


"oo iya Silvia mana kok gak ada jeng" tanya mama Wildan sehingga yang lainnya termasuk Wildan pun menoleh kepada maminya juga


"iya kemana Silvia kok gak keliatan dari tadi" sambung papanya wildan yang penasaran ingin melihat wajah calon mantunya. Wildan yang dari tadi memang seperti mencari keberadaan Silvia yang tidak ada di situ pun ikut penasaran mengapa hingga saat ini belum ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


"OOO iya Silvia tadi lagi siap-siap, biasa lah ya kalo wanita make up itu seperti apa lamanya" jawab maminya Silvia.


"jadi gak sabar jeng mau liat calon mantu "ujarnya seraya melirik Wildan.


Terdengar suara mereka saling cerita satu sama lain.


di sisi lain Silvia yang gugup mendekati ruangan tamu.detak jantung berdegup kencang.ia pun menanyakan kepada bik inem bagaimana penampilannya


"bik" panggil Silvia pelan


"non Silvia cantik sekali non,bibik sampai pangling lihat non" puji bik inem kepada Silvia


" gak ada yang aneh kan buk sama tampilan Silvi, baju Silvi sopan kan bik,dan make up Silvi gak menor kan bik?" tanya Silvia tak hentinya


"udah sip non,gak ada kurangnya"jawab bik inem dengan mengacungkan jempol nya.


dengan gugup Silvia memberanikan diri untuk pergi ke ruangan tamu.


suara Silvia membuat nya menoleh kepada nya semua mata tertuju pada Silvia terutama Wildan.penamampilannya seolah-olah menghipnotis mereka


" maaf mi, pi,om Tante, Wildan membuat kalian menunggu lama" Lirih silvia dengan senyum dan nada Sopan lalu mencium kedua tangan orang tua Wildan .


"iya, kamu sangat pintar ya wil mencari pasangan"goda papanya wildan


Silvia yang mendengar pun menjadi tertunduk malu.kedua mata Wildan masih lekat menatap silvia.dan langsung saja ketahuan oleh Silvia, ia pun memberikan pesan WhatsApp kepada Wildan


" kenapa lo, cantik kan gue, terpesona kan elo" pesan Silvia kepada Wildan


Wildan pun terkejut dengan bunyi hpnya lalu membuka pesan dari Silvia.ia pun lalu menatap Silvia dan segera membuang muka kembali.silvia pun mengulumkankan senyumnya melihat tingkah Wildan yang mati kutu Tidak bisa berkata apa-apa.


"oo iya Vi,om dengar kamu lulusan universitas yang cukup terkenal di LA ya" tanya papanya wildan


"iya om" jawabnya dengan ramah disertai senyuman


"wah ternyata kamu pinter juga ya,,, ngambil jurusan apa kamu Vi?" tanya papanya wildan lagi

__ADS_1


"jurusan bisnis dan manajemen om"jawabnya


"kalau boleh mami tau kamu ketemu Wildan dimana"


"OOO waktu itu kami ketemu di cafe ma,terus Silvi jatuh cinta pandangan pertama sama Wildan" ujarnya seraya menatap Wildan


"jadi kamu dulu yang suka sama Wildan" tanya mama Wildan


" iya Tante, jadi sebenarnya tu Silvi dulu yang suka dan Silvi yang ngejar-ngejar Wildan ya walaupun sifat Wildan yang cuek dan dingin tapi Silvi gak nyerah.dan akhirnya wildan cinta deh sama Silvi Tante "ucapnya dengan bohongnya.


"maaf ya mi,Pi,om,Tante kami udah ngerasain ini dari kalian" pinta silvi merengek kepada mereka


" tenang aja, kita gak marah kok ,iya kan " jawab papa Wildan dan menanyakan kepada yang lain


"iyaaa gak kok Kami malah suka kalian jadian."jawab mama Wildan dengan senyum.lalu yang lainnya pun menganggukan kepala menanda kan setuju.


"jadi langsung aja ya karena kita udah kumpul semua disini kita membicarakan masalah kedua anak kita ini.kedatangan kami disini ingin mendiskusikan sama kalian apakah setuju kalau mereka segera di nikahkan.karena aku sendiri saja sudah lama ingin memiliki menantu" ujar papa Wildan


"ya kita si setuju sama pendapat kamu dim.kami pun ingin Wildan segera menghalangi putri semata wayang kami ini." jawab papinya Silvia membuat kedua orang tua Wildan senang.


"ya sudah bagaimana kalau Minggu depan saja kita nikahkan mereka put"tanya Dimas pada putra papinya Silvia


"wah semakin cepat semakin baik.karena jika mereka cepat menikah kita akan dengan cepat mendapatkan cucu" goda papinya Silvia sambil menoleh ke arah anaknya dan Wildan.


"bagaimana Wildan apa kamu setuju dengan keputusan kami"


Wildan pun menoleh kepada Silvia. ia pun menatap Silvia.ada harapan Silvia agar Wildan menjawab iya.


dengan nafas kasar ia pun menjawab


"baiklah kami akan menuruti apa yang kalian putuskan.iya kan sayang"ucap nya dengan agak nada penekanan pada Silvi


"iya dong sayang" jawabnya dengan santai.


"okee berarti positif ya Minggu depan mereka akan menikah."

__ADS_1


' yes fix nikah ' batin silvi


'ah sial kenapa gue gak bisa nolak, ada apa dengan gue, ya masak gue suka gitu sama si cewek mesum ini' batin wildan.


__ADS_2