
Tak terasa waktu semakin malam.perjalanan dari rumah orang tua Wildan menuju rumahnya memakan waktu satu jam.wildan yang dari tadi tengah fokus mengemudi, ia menoleh ke arah Silvia.terlihat silvia sudah tertidur.wildan yang melihatnya pun tersenyum.beberapa saat kemudian, mereka telah sampai dirumah.wildan yang sudah keluar dari segera membuka pintu mobil samping pengemudi.ia menggendong perlahan silvia ala bridle style.
Sesampainya dikamar, ia meletakkan perlahan tubuh silbie di kasur.lalu ia menyelimuti istrinya.
" Selamat malam istri mesum ku.semoga kamu memimpikan suami tampan mu ini" ujar Wildan seraya mengelus lembut rambut silvia lalu mengecup kening istrinya itu.saat Wildan hendak tidur, ia tak sengaja melihat buku diary silvia. Karena penasaran Wildan akhirnya membuka buku diary tersebut.
" Ternyata istriku punya hobi menulis diary ya" bantin Wildan.
" Dear diary....
Hari ini gue masakin buat orang yang gue cinta untuk pertama kalinya.jujur aja beberapa hari ini dia bersikap aneh sama gue.dia tiba-tiba perhatian sama gue, posesif sama gue, dan suka ngegoda gue. Kan gue jadi terbang melayang.jujur aja gue seneng banget di perlakukan gitu sama suami gue.apalagi dia adalah orang yang gue suka.ya walaupun Gue tau dia suka atau gak juga ke gue.tapi gue harap dia suka sama masakan gue." Tulis silvie dalam diary tersebut.wildan yang membaca diary tersebut pun tersenyum lalu menjawab nya dengan pelan.
" ia aku suka kok sama masakan kamu" ujarnya dengan pelan dan tertawa kecil.
Ia pun terus membuka dan membaca isi diary tersebut.saat membuka buku diary, Wildan tak sengaja melihat ada sobekan selembar kertas seperti kalender.
" Hahahaha aneh aneh saja kamu Vie nyimpan segala sobekan kalender kek gini" ujarnya dengan tawa kecil.ia pun melihat ada tanggal yang telah dilingkari olehnya.disitu ada tanggal pernikahan mereka.dan juga tanggal ulang tahunnya.
" Jadi besok kamu ulang tahun ya, selamat ulang tahun istriku" ujarnya membisikkan ke ketinga silvie yang sudah terlelap tidur disampingnya.
" Hemmm aku rasa aku akan membuat kejutan untukmu sayang" dalam hati Wildan sembari menutup diarynya dan mengembalikan ke tempat semula.lalu ia membaringkan tubuh nya di kasur.lebih tepatnya disamping silvie.
*****
"Tapi tetap aja badan pak suami wangi dan aku suka sama wanginya" lanjut silvie.
" Vie mulai hari ini dan seterusnya aku mau kamu masak dan mengantar makanan siang ku ke kantor."titah Wildan
" Ciee suka ya sama masakan aku."goda silvie
" Hehehe ya habisnya masakan kamu enak si aku suka deh jadinya."jawab Wildan.
" Oke, nanti pas jam siang aku ke kantor kamu untuk mengantarkan makanan suami tercinta aku ini."ujar silvie
__ADS_1
"Udah sana bangun ini udah jam berapa, nanti telat lagi."
" Ya biarin kan aku bosnya."
" Gak, sana mandi. Nanti aku siapin baju yang mau pak suami pakai." Ujarnya lalu mencoba mengangkat tubuh Wildan.
Dengan berat hati Wildan pun bangun dari tidur nya menuju kamar mandi.mereka pun bergantian mandi.setelah mandi, silvie mengantar Wildan kedepan rumah yang hendak pergi ke kantor.
" Yang semangat ya pak suami kerjanya, hati-hati di jalan.jangan ngebut." Pesan silvie sembari mencium punggung tangan suaminya
" Iyaaa, jangan lupa yaa nanti siang."pesan Wildan lalu masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya.
****
Sesampainya di kantor silvie langsung masuk keruangan Wildan.
"Selamat siang pak suami ku yang tampan nomor satu dari belakang" canda silvie seraya menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa.
"Kok nomor satu di belakang si, kenapa gak di depan."sahut wildan
" Hem halu aja kerjaan kamu.udah sana pergi ke suami kedua mu" gerutu Wildan sembari membuka kotak makanan yang silvie bawa.
" Pak suami, pak suami tau gak hari ini hari apa? " Tanya silvie
" Taulah... Ini kan hari Kamis."jawab Wildan
" Iya ini memang hari Kamis, tapi pak suami tau gak ini itu hari spesial buat aku.masak pak suami gak tau si."tanya silvie berharap Wildan mengetahui bahwa hari ini dia ulang tahun.
" Mmmmmm aku tau...hari ini spesial karena kita tidur bedua seranjang kan? " Tanya Wildan dengan pd.
"Iiii udah ah malas mau bahas lagi " ujar silvie lalu memasang wajah masam lalu kembali fokus mengotak-ngatik hpnya.
Wildan yang melihat silvie ngambek tertawa kecil.ia pun menghampiri istri nya itu.
__ADS_1
" MMM jangan ngambek dong Ayo kita makan.aku udah laper ni" ajak Wildan
" Gak , aku udah kenyang.makan aja sendiri " ujar silvie yang merajuk kepada Wildan
" Yaudah kalo gak mau nemenin aku makan, aku makan diluar aja.kebetulan rio tadi ada temen Rio yang perempuan ngajak makan bareng diluar." Ujar wildan berdiri hendak meninggalkan silvie .
Silvie yang mendengar nya pun langsung menatap tajam wildan.ia menarik kasar Wildan Hingga ia duduk kembali.
" Auh....sakit Vie, pelan pelan dong jangan main tarik-tarik" gerutu Wildan
" Biarin siapa suruh coba makan diluar bareng perempuan lain lagi.gak liat apa istri ada disini bawain makanan siang.gak ngehargain istri apa ada disini.ganjen amat si jadi laki.dasar buaya.udah ada istri malah mau perempuan luar lagi ." Umpat silvie kepada Wildan sembari memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Hahahaha serem juga ya kalo kamu marah.iya deh iya aku makan di sini bareng istri aku disini gak makan diluar.lagian aku cuma bohongin kamu kok ."ledek Wildan sembari tertawa kecil.
" Nyenyenye" umpat silvie
" Udah jangan marah marah mulu, nanti cepet tua.ni aku siapin, aaaaaaa" rayu Wildan
sembari menyuapi istrinya.silvie pun menerima suapan suaminya.
Wildan pun tersenyum kecil dan gemas melihat istrinya tengah cemburu itu.ingin sekali ia menerkam istrinya itu.
" Aduh ..Vie kamu ini udah gede.tapi makan nya masih belepotan.pelan-pelan dong makannya" ucap Wildan lalu membersihkan sisa makanan di bibirnya.
Silvie yang tadinya masih ngambek lalu tersenyum kecil.
" Nah gitu dong jangan ngambekan.nanti cantik nya ilang." Goda Wildan
" Nanti malam dandan yang cantik ya. Aku mau ngajak kamu dinner."
" Tumben .biasanya sibuk kerja sampe pulang malem.sampe gak inget sama istri dirumah "gerutu silvie
" Udah ah jangan marah-marah, nanti cepet tua lagi." Ledek Wildan
__ADS_1
" Hem" jawab silvie dengan nada dingin.
Sebenarnya ia senang mendengar bahwa Wildan mengajaknya dinner malam ini.hanya saja Wildan pandai merayu silvie hingga ia tidak begitu kesal dengan wildan.