
Tiga hari setelah pertemuan kedua keluarga, hari ini Silvi dan Wildan akan Melakakuan fitiing baju pernikahan.Wildan yang sebelumnya menolak untuk mengantarkan silvi karena alasan pekerjaan, akhirnya mau di paksa oleh mamanya wildan kini yang sudah rapi menggunakan t-shirt putih berukuran oversize dan celana kulot straight jeans berwana biru muda.ia pu bergegas ke garasi mobil dan mengemudikan mobil nya dengan laju.1 jam perjalanan Wildan akhirnya sampai dirumah Silvi .
"Silvi nya ada bik"
"eh den Wildan, ada kok didalam ,ayo den masuk" ujar bik Ijah kepada Wildan yang mempersilahkan untuk masuk kedalam rumah.
"Wildan udah Dateng aja, tunggu ya nak panggil Silvi.dia masih di kamarnya" pamit maminya.sesampainya mami Silvi dikamar, terkejut melihat anaknya masih tertidur dengan pulas.
"silvi ayo bangun, katanya mau fitting baju, ada Wildan lo luar " ujar mami Silvi.
Silvi sontak kaget dan langsung bangun mendengar nama Wildan
"yaudah bilang Wildan suruh tunggu ya mi"ujar nya dengan rambut acak-acakan lalu mengambil handuk dan mandi.maminya hanya bisa menggeleng kan kepala melihat kelakuan Silvi.
Wildan yang kini diruang tamu menuggu Silvi sedang mengotak-ngatik hp nya.
silvi pun datang menggunakan baju blouse cut oversize berlengan pendek berwana putih dan celana jean highwaist lose kasual berwarna biru muda.rambutnya yang panjang terurai ditambah make up natural ala Korea membuatnya sangat cantik.ia yang melihat keberadaan Wildan di ruang tamu pun menghampiri nya.
"Hei,,dah nunggu lama Lo" sapa Silvia
" lumayan ada satu jam lah" jawabnya
"hehehehe sorry ya,btw kita samaan ni bajunya.fix jodoh sampai mati " goda Silvia
" Hem...." jawabnya dengan dingin
kini mereka pun pergi ke butik tempat fitting baju.
Silvia pun melihat semua gaun pernikahannya.
"yasudah mbak, saya mau nyoba semua yang sudah saya pilih tolong bawa ke ruang ganti."ujarnya kepada pelayan dengan senyum ramah
"Lo tunggu di sini dan liat yang mana cocok sama gue oke".
"hemm"jawabnya.
ia pun mencoba memakai baju dan meminta pendapat kepada Wildan yang mana yang bagus untuk di pakai dihari pernikahan nya.satu demi satu gaun yang iya coba tapi belum ada yang pas.hingga Silvia pun mencoba gaun yang terakhir dan menanyakan pada Wildan
"gimana yang ini, cocok gak?"tanya Silvie kepada Wildan.
Wildan sungguh terpesona dengan kecantikan Silvie.silvie sangat cantik menggunakan gaun tersebut.kulitnya yang putih tubuh nya yang molek sangat cocok memakai gaun tersebut.
"Wil,jawab dong....bagus gak yang ini, gue capek tau harus Gonta ganti tapi gak ada yang cocok sama gue"gerutu Silvie sambil mengerucutkan bibirnya.
"yaudah itu aja bagus kok" ucapnya sambil salah tingkah
"jadi yang ini saja mbk"ujarnya pada pelayan di butik tersebut.
"sekarang gantian sana elo yang nyoba jas nya nanti gue yang nilai"titah Silvi setelah mengganti gaun nya
__ADS_1
"aku tidak perlu mencoba nya.biar Rio saja nanti yang memilihkannya untuk ku
" gak, pokoknya harus sekarang"ujarnya menarik tangannya lalu membawa Wildan ke tempat ruang ganti .
"mbak tolong bantu saya ke ruang ganti ya."titahnya.
pelayan tersebut pun membantu Silvie membawa jass nya .
"sudah mbak biar saya yang bawa ini semua keruang ganti."
" emangnya nona bisa bawa ini semua?"tanya pelayan dengan ragu
"bisa kok, gak papa.biar saya yang bawa."jawabnya
"Wil, ni Lo harus coba semuanya."ujar Silvie yang tiba tiba masuk ke ruang ganti.
"kenapa kamu masuk Vie, kenapa gak nyuruh pelayannya saja."
" gak....gue gak rela nanti tiba-tiba elo pas buka baju dia masuk dan melihat tubuh lo"
"kenapa cemburu?, lagian kamu aneh belum aja ngambil jas nya udah nyuruh aku masuk kedalam, padahal aku baru aja mau ngambil jas nya yang mau di coba. "gerutu Wildan
"ya iyalah gue cemburu, elo kan calon suami gue, wajar aja gue cemburu" ujarnya dengan salah tingkah lalu tiba tiba keluar dari ruang ganti.
Wildan yang melihat Silvie salah tingkah untuk pertama kalinya mengulumkan senyum .
sama seperti Wildan tadi ia merasa belom ada yang cocok dengan Wildan.
Wildan pun mencoba yang terakhir kali nya dan menanyakan nya kepada Silvi, Silvi pun langsung mengacungkan jempol yang artinya setuju dengan jas tersebut.
setelah fitting baju, Silvie mengajak Wildan ke restoran.
"Wil,kita cari makan dulu ya gue laper" pinta nya kepada Wildan
"mau makan dimana "tanya Wildan
" dimana ajalah yang penting makan" sahut Silvi
"yaudah kita ketempat biasa aku dan Rio makan"jawabnya
"iya deh terserah elo"jawab Silvi.
sesampainya di tempat parkir Wildan membukakan pintu mobil nya untuk Silvi.
setelah itu ia pun masuk kedalam mobil dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.silvi yang duduk disamping Wildan membuka kaca jendela mobil wildan.silvie menikmati pemandangan di luar sana dengan senyuman.wildan yang disamping Silvi pun melirik ke arah Silvi.ia mengulumkan senyum nya mengingat tingkah Silvi yang bar bar tersebut.selang beberapa waktu akhirnya Meraka sampai di tempat makan yang dimaksud oleh Wildan.dengan tak sabaran Silvi langsung membuka pintu mobil Wildan.
"ayo kita masuk" ujar Wildan dengan sedikit menampakkan senyumnya
Silvi yang melihat Wildan yang menampakan senyumnya tersenyum dengan sumringah.baru pertama kali ia melihat senyum diwajah wildan.
__ADS_1
sesampainya disana,Wildan masuk keruangan VIP dan segera memesan menu makanan kepada pramusaji tersebut.
"saya untuk makanan nya pesen griled salmon dan minumnya fruittea,vi kamu mau pesan apa?"
" saya pesen spageti rasa bolognese dan untuk minuman nya fruittea juga ya mas"ujarnya sambil memberikan senyuman
"baik tuan,nona harap di tunggu sebentar ya"jawab pramusaji tersebut
"oke sip mas" jawabnya dengan senyuman kembali.
pramusaji tersebut pun pergi meninggalkan mereka.
"ck, sok ramah banget si kamu, ngapain juga senyum sama pramusaji segala"gerutu Wildan
"yaelah Wil, biasa aja kali.lagian cuman senyum, kenapa elo cemburu gue senyum sama tu pramusaji"
"di siapa juga yang cemburu" elaknya dengan salah tingkah.
tak lama kemudian pesanan mereka datang.
"silahkan dinikmati tuan, nona." ujar pramusaji lalu meninggalkan mereka.
"akhirnya datang juga, udah laper banget ni gue."
keluh Silvi karena sudah kelaparan dari tadi
" kamu suka spageti ya"tanya Wildan
"iya, gue suka banget sama spageti." ujarnya tidak begitu jelas karena sambil memasukan makanan kedalam mulutnya
"kalau ngomong itu telan dulu makanan nya"
"hehehehe " tawanya
Wildan yang melihat tingkah Silvi pun tertawa dan menggelengkan kepalanya.
hari mulai gelap, mereka pun memutuskan untuk pulang.sesampainya di tempat parkir Wildan kembali membukakan pintu mobil untuk Silvi.
Wildan pun menyalakan mesin mobilnya lalu mengemudikan dengan kecepatan sedang.saat di perjalanan, Silvi tiba-terlelap tidur.
Wildan yang melihat nya pun berkata di dalam hati"kalau di lihat-lihat dia cantik juga."selang beberapa waktu mobil Wildan pun sampai dirumah Silvi.saat mau membukakan sabuk pengaman Silvi, tiba-tiba Silvi terbangun dan kaget melihat Wildan yang melepaskan sabuk pengaman nya..
"u..udah sampai ya...makasih ya wil atas waktunya, gue masuk kerumah dulu ya..hati hati dijalan jangan ngebut "pamitnya dan memberikan pesan sambil tersenyum lebar
"hmmm iya Vi" ujarnya lalu menghidupkan mesin mobilnya kembali.
di perjalann pulang Wildan tersenyum tak jelas mengingat kejadian tadi..
"sepertinya gue mulai jatuh cinta sama elo Vi"ujarnya sambil tertawa.
__ADS_1