
Yaudah aku berangkat kerja dulu ya.ingat, jangan keluar rumah tanpa seizin ku."pamit Wildan
" Iya pak suami.semangat kerjanya.hati-hati di jalan."ujar Silvia sembari mencium tangan wildan.wildan pun membalasnya dengan senyuman lalu pergi masuk kedalam rumah.
Dari kejauhan, mama Wildan tersenyum melihat interaksi anaknya dengan menantunya itu.ia sangat bersyukur Wildan mendapatkan wanita baik seperti Silvia
Saat Wildan pergi kentor Silvia menghabiskan waktunya sembari menonton drama Korea.setelah menonton drama, Silvie merasa bosan.ia pun meninggalkan kamarnya lalu turun ke lantai bawah.sesampainya di bawah, Silvia melihat mama mertuanya di dapur.
"Mama mau ngapain di dapur?" Tanya Silvie kepada mama mertua nya
" Ini Vie mama mau masak tapi bingung mau masak apa" keluh mama mertuanya
" MMM gimana kalau masak ikan gurame?"tanya Silvia
" Hem.. boleh juga tu ide kamu "
" Yaudah gini aja, mama duduk manis disini biar Silvia yang masak untuk menu makan siang hari ini" ujar Silvia kepada mama mertua nya
" Emang kamu bisa masak sayang?" Tanya mama mertuanya
" Bisa dong ma, mama jangan meragukan masakan Silvia, nanti kalo udah masak mama bisa ngecicipi masakan Silvia.pasti mama langsung suka"sahut Silvia.
" Yaudah mama nurut deh sama menantu mama yang paling cantik ini" godanya lalu duduk di kursi yang telah Silvia sediakan.
Dengan lihai ia memotong bawang dan memasukkan nya kedalam.dengan lihainya ia memasukkan bumbu masakan kedalam masakannya.selang beberapa waktu ikan gurame buatan Silvia sudah jadi.ia pun menyidangkan nya di meja dapur nya.ia meminta mama mertuanya untuk mencicipi nya terlebih dahulu.
" Waaaah gak nyangka mama sama kamu Vie, ikan gurame masakan kamu enak"ujar mamanya mencicipi masakan yang Silvia buat.
" Oh iya ma, kalau Silvia boleh tau makanan kesukaan Wildan apa?"tanya Silvia
"Sebenarnya Wildan gak milih-milih kalo soal makanan.dia suka semuanya.tapi Wildan paling suka sama menu bertemakan udang.apalagi kalo makanan yang pedas- pedas.dia paling suka."ujar mama mertua nya
" Wildan ada alergi gak ma" tanya Silvia
" Alhamdulillah si, Wildan gak punya alergi" jawab mama mertuanya kembali.
" Yaudah aku mau masakin Wildan sambal goreng udang pedas manis ah.." ujar nya lalu menuju freezer.
"Yaah kirain ada udang, ternyata gak ada." gerutunya
" Yaudah kalo kamu mau masak udang, minta tolong bik Mariam aja untuk membuka kepasar.
" Oo iya betul juga kata mama" sahut Silvia
Silvie pun memanggil bik Mariam untuk membelikannya udang di pasar.lima belas menit kemudian, bik Mariam pulang dari pasar.pesanan Silvia pun sudah terbeli semua.dengan segera ia kembali ke dapur untuk memasak udang.sebelum memasak, Silvia dengan telaten membersihkan Udangnya dan membuang kulitnya.setelah Selesai membersihkan, Silvia pun memasak udang tersebut.tak perlu beberapa lama, sambal goreng udang pedas manis ala Silvia pun sudah jadi.
"Ma, coba mama Rasa ada yang kurang gak sama bumbunya" titah Silvia
"Gak kok, enak banget lagi " ujar mama mertua nya mencicipi masakan Silvia.
"Alhamdulillah deh kalau enak.silvia mau lanjut masak lagi ya ma."
" Yaampun sayang banyak banget masaknya nanti gak habis lagi."
"Gak banyak kok ma, tinggal sayur sama puding aja kok.lagiam kan Silvia mau bawain Wildan makanan siang.jadi sekalian aja masak banyak untuk di rumah juga."jawabnya
" Mama beruntung sekali punya menantu seperti kamu Vi. Udah cantik, pinter masak lagi" puji mama mertuanya
" Ah mama bisa aja" ujar Silvia tersipu malu
" Iya bener kok, gak sia-sia perjodohan papa kamu selama ini nak" goda mama mertuanya.
" Ah mama bisa aja, jadi melayang terbang tinggi ke atas bulan deh Silvia."candanya membuat ibu mertuanya itu tertawa.
Setelah tiga puluh menit, Silvia selesai memasak sayur dan membuat puding.
"Akhirnya selesai juga.yaudah ma, Silvia mau siap-siap dulu ya, mau ke kantornya wildan.jangan lupa dimakan ya ma semua masakan Silvia ini.awas aja gak dimakan"ujarnya sembari tersenyum kepada mertuanya
"Iya sayang iya, nanti mama makan kok." Jawab mama mertuanya itu.
__ADS_1
****
Sesampainya di kantor, Silvia langsung masuk keruang kerja nya Wildan. Ia bersyukur karena Wildan tidak ada di kantor nya. Silvis sudah menebak pasti Wildan sedang meeting dengan karyawan atau klien.selama ia di dalam kantor, Silvia hanya mengotak -ngatik hp nya.tak lama kemudian ia mendengar suara langkah kaki menuju ruangan Wildan.ia menebak pasti itu adalah suami nya.silvia pun langsung berlari kecil kebelakang pintu untuk mengejutkan Wildan.
Kreeek
Suara pintu terbuka.
Benar tebakan Silvia bahwa yang masuk adalah wildan
"Suprice" kejut Silvia kepada Wildan
"Silvi, sejak kapan kamu ada dibelakang pintu?"tanya Wildan karena terkejut.
"Hehehehe pas denger langkah pak suami mau masuk ke dalam "
" Untung aja gak kenal pintu" ujar Wildan
" Oo iya pak suami, ayo kita duduk dulu.kita makan siang bareng-bareng.tadi aku bawa makanan kesukaan pak suami" ujar Silvia menarik tangan Wildan lalu duduk di sofa.
"Ya ampun Vie, banyak banget kamu bawa makanan nya, Gimana kalo gak habis?"ujar Wildan yang sontak kaget saat Silvia membuka kotak makanan yang Silvia bawa.
" Iya dong kan spesial untuk pak suami, tau gak ini semua aku yang masak Lo. Khusus untuk pak suami ku tercinta ini" jelas Silvia pada Wildan
" Kamu yang masak? Ah yang bener?" Selidik Wildan
" Ya elah pak suami gak percaya amat sama istrinya, kalau gak percaya pak suami bisa tanya deh sama mama." Sahut Silvia
"Kamu gak ngasi aneh aneh kan ke makanan ini"
" Ada, aku tadi ngasi di bumbu cinta didalamnya.biar pak suami makin jatuh cinta sama aku" goda Silvia
" Cepet, dimakan pak suami jangan hanya di liatin aja"titah Silvia
Tampak jelas di wajah wildan tidak percaya bahwa Silvia bisa masak.silvie yang melihat Wildan meragukan itu kesal.ia segera mengambil udang dengan sendok lalu menyuapkannya kepada Wildan
Dengan ragu Wildan mulai membuka mulutnya.dengan tersenyum Silvia langsung memasukkan udang tersebut kedalam mulut Wildan.wildan pun memakan nya.ia tak percaya bahwa masakan Silvia bisa seenaknya itu.
" Ekhem, sini aku makan sendiri aja.kamu juga makan.jangan sampai sakit" ujarnya lalu memakan dengan lahap .
" Gimana enak kan? Pak suami si gak percaya sama aku" ujar Silvia lalu memasukkan nasi dan lauknya kedalam mulutnya
" Lumayan" jawabnya lalu memakan masakan Silvia kembali.
Silvia yang memperhatikan Wildan sedari tadi yang memakan masakan dengan lahap.ia seolah-olah terhipnotis dengan kelezatan rasa masakan Silvia.ia pun menganggukan kepalanya lalu memberikan jempol kepada Silvia yang menandakan bahwa Wildan sangat menyukainya masakannya.
" Nah,,, jangan lupa pak suami, pudingnya di makan ya sebagai hidangan penutupnya" ujar Silvia kembali.
" Kamu juga makan ya, aaaaa"sahut wildan memberikan suapan kepada Silvia.dengan senang hati Silvie menerima suapan tersebut.
Wildan dan Silvia kini tengah menikmati makanan yang di bawa oleh Silvie.apalagi Wildan ia sangat lahap memakan semua yang di bawa oleh istrinya itu.
" Ternyata istriku ini bisa memasak ya, enak lagi masakannya" goda Wildan sembari memakan puding nya
" Pudingnya enak juga Lo, lembut dan manisnya pas" lanjut nya memuji Silvia
" Iya dong, masakan aku itu emang enak." Sahut Silvia dengan PD
Wildan yang mendengar jawaban Silvie pun tersenyum.
" Kamu tau dari siapa kalau aku paling suka sama udang?" Tanya Wildan
"Hehehe, aku tadi nanya sama mama, kata mama kamu suka banget sama udang.apalagi kalo makanan yang pedas." Sahut Silvia
Wildan pun kembali menganggukan kepalanya.
" Habis ini mau kemana?" Tanya Wildan
" Gak ada rencana mau kemana-mana sih, karena dari awalnya cuma mau ke sini aja ketemu sama pak suami" goda Silvia
__ADS_1
"Rencananya aku mau ngajak kamu kerumah aku hari ini dan kita pamitan sama mama dan papa. Tapi kamu mau gak?" Tanya Wildan
" Kalau aku si bakal ikut apa kata pak suami selagi itu yang terbaik." Jawab Silvia
" Yaudah setelah pulang dari kantor kita kerumah utama untuk ngambil barang.sekalian kita pamitan sama mama dan papa" ujar wildan
Silvia yang mendengar nya pun langsung mengangguk.beberapa menit kemudian,mereka telah menyelesaikan kan makan.
Silvia yang berada di samping Wildan tiba-tiba menyenderkan kepalanya di dada wildan.melihat tingkah Silvia seperti itu membuat Wildan tersentak kaget.
" Biarkan sejenak seperti ini pak suami" pinta silvie kepada Wildan.
Wildan yang awalnya canggung dengan suasana tersebut mencoba memberanikan diri mengangkat tangannya lalu mengucap rambut Silvie dengan lembut.
" Hem...aku rasa, posisi saat ini sangat nyaman dan aku suka" Ujar Silvia memejamkan matanya
Hembusan nafas Silvia terasa di dada di wildan.ya walaupun ia memakai baju tetapi tetap saja nafas Silvia terasa sedikit didada wildan.tiba tiba saja suara jantung Wildan berdegup kencang.ia berharap Silvia tidak mendengar nya.
" Ekhem, pak suami suara dekat jantung nya kenceng amat, pak suami grogi ya sama aku? Atau,,, pak suami udah mulai jatuh cinta sama aku?" Ujar Silvia lalu Terbangun dari sandaran dada Wildan.
Wildan tidak menjawab.ia hanya menatap lekat mata Silvia.kini keduanya beradu tatapan.tatapan mereka sangat dalam.dengan perlahan, Wildan memiringkan kepalanya lalu mendekati wajah silvia.silvia yang tadinya menatap Wildan mulai memejamkan kedua matanya.kini jarak wajah Meraka sangat berdekatan.saat hendak mencium Silvia, Tiba tiba mereka di kejutkan dengan kehadiran Rio
" Tuan ini ada berkas yang harus di tand.." belom selesai ia ngomong,ia dibuat kaget dengan penampakan yang ia lihat.saking kaget nya ia menjatuhkan berkas ke lantai.
Silvia dan Wildan pun ikut kaget karena Rio sudah ada diruangan mereka.
Dengan sigap, Silvia langsung memeluk tubuh Wildan sembari menutup wajah nya karena tersipu malu.
" Rio, kalau masuk itu ketok dulu jangan sembarangan masuk" ujar Wildan penuh penekanan dan menatap Rio dengan tatapan tajam.
"Maaf tuan saya gak sengaja, kalau gitu saya keluar dulu ya tuan" ujarnya lalu lari keluar.
" Ekhem Rio udah pergi kok, udah jangan malu" godanya sembari membalas pelukan istrinya itu.
Tak berapa lama kemudian, Silvia melepas pelukannya
" Ekhem yaudah kita pulang lagian ini udah sore.kan kita mau pulang kerumah kamu lagi" ujar Silvia.
"Bukan rumah ku saja, tapi rumah kita " ujar Wildan menggoda nya sembari menyentil hidung Silvia.
****
Sesampainya dihalaman rumah utama, mereka langsung masuk kedalam rumah.
"Oma, opa, aaaa Silvia kangen banget sama kalian" ujarnya terkejut lalu memeluk Oma dan opa mertuanya
" Sama Oma juga kangen sama cucu menantu Oma ini" ujar Omanya
" Ayo kita ngobrol, duduk dulu di sini "ajak opa
Mereka pun berbincang dan bersenda gurau melepaskan rindu.
" Oo iya sayang kapan kalian memberikan Kami cicit,kami ini sudah tua pengen punya cicit" goda Opa nya
Pertanyaan itu membuat kedua sejoli tersebut membuat wajah Silvia menjadi merah seperti udang rebus.
"Kita tunggu aja pa, mungkin mereka lagi usaha" goda papa Wildan
Mereka yang mendengar papa Wildan pun kembali tertawa.
" OOO iya ma, Wildan mau izin pamit dari rumah, soalnya kami mau pindah kerumah pribadi Wildan ma, pa, Oma, opa "izin Wildan kepada seluruh keluarganya .
"Kenapa cepat sekali sayang" sahut mama wildan
" MMM... lagian udah lama juga kan di sini.terus dari awal aja cuma niatnya mau nginep beberapa hari terus pindah kerumah wildan. " Jelaskan wildan kepada keluarga nya
" Ya sudah kalau gitu, tapi jangan lupa ya buat cicit buat Oma dan opa"goda Oma nya
" Apaan si Oma liat tu muka cucu menantu Oma udah merah kayak udang rebus aja ." Goda Wildan membuat semua dirumah itu tertawa.
__ADS_1