
Pagi yang cerah membuat suasana yang begitu indah.Silvi pun membuka matanya perlahan lalu beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.Setengah jam ia habiskan berendam di bathtub nya . setelah selesai mandi,Silvi memakai mini dress dan turun ke ruang tamu.
"selamat pagi inem" sapa Silvia kepada art rumahnya yang bernama bik inem
" pagi non" jawab
"oh iya bik kemana papi dan mami,,tumben pagi ini mereka udah gak di rumah ?" tanya Silvia kepada bik inem
"oo iya non mereka tadi menitip pesan, kalo nyonya dan tuan ada keperluan keluar kota non"ujar bik inem
' yes,, mami dan papi gak ada dirumah dan gue bisa keluar kemana dan balik kapan pun gue mau' batin Silvia
" dan ini ada titipan nyonya untuk non Silvi "bik inem menyerahkan sebuah cek berisikan uang dari maminya Silvia
"aaaaa mami tau banget kalo Silvi gak ada uang bik,makasih ya bik " peluk Silvi ke bik inem
"sama sama non, silahkan di makan non bibik sudah menyiapkan sarapan buat non Silvi"titah bik inem
"oke bik,siap" jawab Silvi lalu mengacungkan kedua jempol nya
setelah Silvia selesai sarapan,Silvia kekamar ya lalu memperbaiki make up.tak lama kemudian ia kemudian berpamitan kepada bik inem.
"oo iiya bik nanti kalau mami dan papi pulang tolong sampaikan kalau Silvi mau kerumah temen ya bik" pesan Silvi kepada bik inem
"baik non nanti bibik sampaikan"sahut bik inem.
Silvi pun langsung ke garasi dan memanaskan mesin mobilnya.tak lama kemudian, Silvi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
***
"aaaaaa elo kemana aja si kok baru nongol,"tanya Anisa
"gue stres di rumah nis."keluhnya Silvia kepada sahabatnya
"stres gimana maksudnya?"tanya Anisa heran
"bisa bisa nya bokap gue nyabut semua fasilitas yang udah dia kasi ke gue kecuali mobil .untung aja ada nyokap gue ngasi cek 50 juta ke gue jadi gue gak setres-setres amat"gumam Silvia
"gilak,,,pantes aja lu di hubungin beberapa hari ini gak bisa ternyata lagi galau ya,, hahahahha "ledek Anisa kepada Silvi
Silvia yang mendapat ledakan sahabatnya hanya bisa tersenyum kecut.
"OOO iya Vi, nanti malam kita ke acara ulang tahun sepupu gue yuk"ajak Anisa
"ayuk, lagian gue mau cuci mata. siapa tau ada sugar Daddy atau cowok tampan yang bakal kecantol dengan kecantikan gue,, hahahaha"ujar Silvia dibarengi dengan tawanya
"yaudah kita shopping untuk acara nanti malem"ajak Anisa.
Anisa dan Silvi pun langsung bergegas pergi ke mall.
sesampainya di mall, mereka berdua memilih gaun yang akan di gunakan nanti malam.
setelah memilih gaun mereka pergi kesalon, lalu Silvi mengajak Anisa ke cafe tempat biasa mereka nongkrong.sesampainya di cafe mereka pun memesan minuman dan cemilan.
"aduh Nis gue mau ke toilet dulu ya mau buang air kecil ni"pamit Silvi
Silvi yang merasa sudah tidak tahan tidak sengaja menabrak seorang pria tampan
"Kalau jalan liat liat Dong, jatuhkan jadinya gue"gerutu Silvia sembari membersihkan bajunya yang terkena kotoran
" maaf ya yang salah itu kamu siapa suruh tidak melihat-lihat"elak pria tampan tersebut karena tidak menerima disalahkan Silvia.pada kenyataan nya memang Silvia lah yang menabrak pria tersebut.
"yaudah Gue minta maaf,lagian Gue udah kebelet mau ke wc,"pamit Silvia para pria tersebut
' untung aja ganteng kalo gak udah gue tonjok tu muka songongnya' umpat Silvia dalam hatinya
POV WILDAN
"dasar wanita aneh, dia yang nabrak, dia juga yang marah marah."umpat Wildan
"Lo kenapa Wil kok di tekuk aja tu muka" tanya Leo kepada sahabatnya
"gue tadi gak sengaja bertabrakan sama cewek gak jelas.dia yang nabrak Gue tapi dia juga yang marah marah."gerutu Wildan
"oo iya jangan lupa nanti malam Dateng ya ke acara ulang tahun adik gue awas lu gak Dateng" pinta leo kepada Wildan.
"hmmmm iya gue usahain".
****
malam pun tiba...
Silvia yang sudah cantik menggunakan gaun berwarna broken white dan polesan Make up yang natural membuat tampilan nya begitu cantik.silvia pun turun dari tangga rumahnya lalu berpamitan kepada bik inem untuk pergi ke pesta sepupu sahabatnya
"bik ,,Silvi berangkat dulu ya ,mungkin Silvi malam ini menginap dirumah Anisa bik"pamit silvi
"iya non, hati hati ya non"jawab bik inem
"Ayo Anisa, Silvi silahkan masuk"titah Tante nya Anisa kepada mereka berdua
__ADS_1
"iya Tante "jawab Silvia dengan anggukan yang sopan
"hai Laila happy birthday yaa,,,udah lama ni kita gak pernah ketemu"sapa Silvia kepada Laila sepupunya Anisa dengan ramah
"kak Silvia sih gak pernah main lagi kesini" gerutu laila kepada Silvia.
Keluarga besar Anisa sudah mengenal Silvia sejak lama.anisa dan Silvia sudah bersahabat sejak kecil mereka selalu bermain bersama.anisa maupun Silvia selalu mengajak bertemu keluarga besar mereka.anisa selalu menginap kerumah Silvia begitu juga sebaliknya.jadi, biasanya jika Silvia tidak pulang kerumah berarti ia menginap di rumah sahabatnya .
Silvia dan Anisa pun berbincang-bincang dengan Laila maupun kedua orang tuanya.canda tawa Terdengar sumringah.tak lama kemudian acara ulang tahun Laila yang ke 19 dimulai dengan meriah.setelah selesai acara tiup lilin dan memotong kue, Silvia menuju hidangan makanan yang disediakan.sembari memakan kue ia mengambil minuman.
arah mata Silvia tertuju pada sosok pria yang ia tabrak di caffe tadi siang.ia pun menghampiri nya.
"elo cowok tampan yang gue tabrak tadi kan?"tanya Silvia pada Wildan
"kamu, ngapain kamu disini?" tanya Wildan kepada Silvia
" ya gue kan diundang ke acara Laila" gumam Silvia sembari meneguk minuman.dari kejauhan Leo datang menghampiri Wildan dan Silvia
"via,,, apa kabar Lo, udah lama ya kita gak ketemu"sapa Leo kepada Silvia
"Leo,,kabar gue baik Leo,ya biasa gue baru pulang dari LA."jawab Silvia
"gimana kuliah Lo lancar?" tanya nya kembali
"yaelah elu ketinggalan berita ya,, gue udah lulus kali, udah gak kuliah "gumam Silvia kepada Leo
"gak nyangka gue pinter juga ya otak Vi"ledek Leo kepada Silvia.
" kalian saling kenal?" tanya Wildan kepada kedua temannya
"iya "jawab Leo dan Silvi bersamaan
"dia ini sahabat nya sepupu gue Anisa,"leo menjelaskan kepada Wildan
" kenalin Vi, ini sahabat gue namanya Wildan "ujar Leo memperkenalkan Wildan
"Wildan Aditya Atmaja " ujarnya berjabat tangan
"silvia Anggita pranata"jawabnya sambil membalas jabata tangan Wildan lalu melepaskan jabatan tangan tersebut.ia berfikir sejenak mengapa nama wildan tidak asing baginya.setlah lama berfikir ia langsung menyakan lagi kepada Wildan
"elu wildan CEO yang terkenal itu kan "tanya nya untuk memastikan
"ekhem....iya memang nya kenapa?" jawabnya salah tingkah tetapi sedikit menyombongkan diri nya
"gak disangka Wildan yang di bilang CEO terkenal tampan itu elo,, lumayan si gak ganteng ganteng amat"ucapnya seraya menatap wajah Wildan lalu meninggalkan mereka berdua
"via emang berbeda Wil, baru kali ini gue liat cewek yang bilang elo gak ganteng-ganteng amat padahal cewek mana coba yang gak terpesona sama ketampanan elo"ucapnya seraya menggeleng kepala nya.
" kan baru aja gue bilang bahwa dah ada aja cewek yang terpesona Sama ketampanan elo."bisik Leo kepada Wildan.
" salam kenal tuan, saya boleh kan bergabung ke sini."pinta wanita tersebut.
"boleh kok " jawab Leo dengan mengedipkan sebelah matanya.
wanita tersebut pun menjadi salah tingkah dengan leo.ketampanan Leo tidak kalah dengan Wildan ya walaupun masih tampan wildan.wildan hanya diam tidak terlalu menanggapi wanita tersebut.selain terkenal baik,tampan,dan sukses.ada sedikit sifat dingin yang ada dalam diri Wildan
"tuan ni saya bawakan minuman untuk tuan, silahkan di minum". tawarnya Pada Wildan
"terima kasih"jawabnya dengan dingin
'yes, setelah ini kau sepenuhnya akan milikku wildan'batin wanita itu dengan senyuman licik.
"Wil, gue ke sana dulu ya,, bye wanita cantik" pamitnya Leo kepada Wildan dan wanita itu.
Wildan pun meminum minuman yang diberi oleh wanita tadi.wanita itu terus menatap Wildan dengan tatapan licik.tak tunggu berapa lama,kepala Wildan menjadi pusing dan badannya terasa panas.
'sial kenapa kepala gue jadi pusing gini' gerutu batin Wildan.wanita licik itu pun melihat Wildan memegang kepala nya pura-pura bertanya kepada Wildan.
"tuan kenapa tuan? apa kepala tuan sakit?"tanyanya.
"ah.. kepalaku sakit sekali"Wildan memegang kepala ny
"bagaimana kalau kita toilet sebentar tuan"bisik wanita itu dengan menggoda nya sambil membopong tubuh Wildan yang sudah seperti orang mabuk
"sial kau mau apa membawa ku ke toilet hah?"bentak Wildan kepada wanita tersebut.
wanita tersebut tidak memperdulikan Wildan dan membopongnya ke toilet.
Silvia tidak sengaja melihat Wildan di bawa oleh wanita tersebut.Silvia melihat gerak gerik wanita yang membawa Wildan dengan tatapan curiga.
"nis gue ke toilet bentar ya" ucapnya membohongi Anisa .ia mengikuti wanita yang membawa Wildan. sesampainya di toilet ia mendengar erangan suara seorang laki-laki.
" ah..panas ... tubuhku sangat panas."ujar Wildan
"kali ini kau akan sepenuhnya milikku tuan Wildan"ujarnya dengan Suara menggoda
"jauhkan badanmu lajang sialan...ah..."bentak nya
Silvia yang mendengar nya dari pun tadi merekam suara mereka sebagai bukti kalau ada sesuatu yang tidak di inginkan.ia tau bahwa wanita itu memberikan obat perangsang kepada wildan.setelah selesai merekam silvia mendobrak pintu toilet yang didalam nya terdapat wildan yang bajunya sudah dibuka oleh wanita tersebut.
__ADS_1
"sialan Lo, keluar atau gue panggil satpam!? berani-beraninya elo ngegodain gebetan gue ha!?"bentak Silvia lalu menjambak rambut wanita itu.sempat ingin melawan, wanita tersebut tersentak melihat siapa yang menjambak nya.ia pun begitu terkejut bahwa Silvia lah wanita itu.
"apa Lo natap gue ha!? keluar sana sebelum keluarga elo hancur !?"bentak nya lagi
yaps sebenernya Silvia sudah terpesona dan menyukai Wildan hanya saja dia gengsi untuk mengakuinya.ia mengaku bahwa pesona Wildan sangatlah menggoda.ia pun langsung membopong Wildan lalu membawanya keluar pesta tersebut.ia memesan taksi online dan membawa Wildan ke hotel.sesampainya di hotel Wildan yang masih dipengaruhi oleh obat terus saja merasa badannya kepanasan.
"ah... panas, tubuhku sangat panas."desah Wildan.
"sabar ya wil bentar lagi kita ke kamar."ucap Silvia yang membopong Wildan dalam lift
Wildan pun menoleh ke Silvia.ia menatap wajah Silvia dengan lekat.mereka pun sambil menatap.dan akhirnya tatapan itu sangat dekat.
deg...deg..deg
suara gemuruh dada keduanya.
'aaaaa pokoknya jangan ambil kesempatan dalam kesempitan Vi. walaupun dia gebetan Lo lo harus tahan'batin Silvia.
sesampainya di kamar ia pun melemparkan tubuh Wildan ke kasur.
"gilak,, elo berat beut sih.untung aja gebetan kalau bukan gak perlu gue mau nolongin elo"gerutuya
"yaudah Gue pergi dulu ya my crush.. hihihi"bisik nya ke telinga Wildan.
"tolong aku Vi,tolong aku menghilangkan pengaruh obat ini"lirih Wildan dengan Suara serak meminta bantuan Silvi
"gue akan bantuin elo asalkan satu syarat".
"apa syarat nya"tanyanya
"sebagai jaga jaga gue mau ngevideoin elo berjanji Apapun yang terjadi diantara kita elo harus tanggung jawab.mendengar ucapan Silvia Wildan pun menyetujui nya.ia pun tak melewatkan moment langka seorang ceo kejam membuat video seperti itu.gelak tawa terpancar diwajah Silvi.wildan yang melihatnya pun terpesona.
ia lalu tangan menarik Silvia lalu terjatuh keatas tubuhnya.jantung Silvia semakin berdebar Melihat ia diatas tubuhnya.dengan grogi ia mencoba bangun dari tubuh Wildan.tetapi itu semua sia-sia.denga bergantian mereka saling menatap satu sama lain.tak lama dari itu sebuah ciuman mendarat di bibir ranum Silvia lalu keleher.wildan sempat mengukir hasil karya nya dileher Silvia dengan sangat indah. gairah Wildan terus menjadi jadi terus menciumi Silvia dengan panas.suara ******* mereka terdengar satu ruangan.tanpa disadari Wildan maupun Silvia sudah tidak memakai pakaian.ia. terus mencumbui Silvia dengan panas.hingga akhirnya...
JLEB.....
akhirnya sang junior wildan pun masuk kedalam sang empu Silvi
"ahk...."desah mereka berdua
"hiks sakiithh hiks.."tangis Silvi
Wildan yang melihatnya lalu mencium bibir Silvi agar tidak merasakan sakit.setelah Silvia pun terbuai akan belaiannya.awalnya Wildan melakukan nya dengan full naked hingga akhirnya berada di adegan yang *******
"ah....."suara ******* mereka.
keringat yang sudah membasahi tubuh mereka.dengan sigap, Wildan pun mengeluarkan junior dari lubang **** Silvia.
"ah..... ternyata begini rasanya bercinta."Suara serak Wildan lalu membaringkan tubuhnya disamping Silvi seraya memeluknya.cairan berwarna merah pun keluar dengan tanpa disadari oleh mereka berdua.
Pagi hari pun tiba .Silvi yang bangun terlebih dahulu lalu bergegas ke kamar mandi.sebenarnya ia tak mampu untuk berjalan tetapi mau gimana lagi tubuh nya sudah lengket oleh keringat.akhirnya ia memaksakan untuk mandi terlebih dahulu.karena baju silvi telah di robek Wildan, ia memakai kimono.setelah mandi ia kembali membaringkan tubuhnya lagi dan menghadap kan tubuhnya ke arah Wildan.ia pun mengingat kejadian yang mereka lakukan .wajahnya langsung memerah.ia melakukannya dengan sadar .tetapi tidak tau dengan wildan.karena ia masih didalam pengaruh obat tersebut.silvia melihat wajah wildan yang begitu tampan.
"elo tidur aja tampan banget,apalagi bangun."batinnya
Wildan pun terbangun dari tidurnya.betapa terkejut nya ia melihat sudah tidak memakai baju . bahkan sehelai benang pun tidak ada di tubuhnya.matanya terbelalak.ia pun langsung terbangunnya sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
"untung gue pakai kimono kalau gue belum mandi pasti Lo udah liat gue
telanjang bugil "ledeknya
"apa yang terjadi,mengapa aku tidak memakai apapun "tanya nya heran
"emang elo gak inget apa yang udah terjadi tadi malam?" tanya Silvi dengan santai
Wildan pun mencoba mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya tadi malam.
"ah ... sial ini karena silajang tersebut ."kesalnya
"ingat ya elo harus tanggung jawab sama apa yang elo lakuin ke gue.gue udah serahin keperawanan gue ke elo."
"tanggung jawab gimana aku saja tidak ingat dengan kejadian tadi malam, siapa tau kau kan yang menggoda ku" tuduh wildan kepada Silvi.
"enak aja Lo ngomong gitu, lagian gue ada bukti kalo elo yang bujuk gue untuk menghilangkan pengaruh obat itu." bela Silvi pada dirinya sendiri
"tunggu ya gue ada bukti."sambungnya kembali.
Silvi pun melihatkan video saat wildan merengek dan meminta agar Silvi membantu menghilangkan pengaruh obat itu.wajahnya memerah dan mulai salah tingkah saat melihat video tersebut .saat mau mengambil video tersebut dengan sigap Silvi memasukan hpnya ke dalam payudara agar tidak diambil oleh Wildan.
Wildan yang geram melihat tingkah Silvi langsung mengumpat nya
"dasar wanita mesum,lalu dengan apa aku harus tanggung jawab ?tanya nya
"ya nikahin gue lah.dan ingat ya gue gak mau nikah kontrak.gue mau kita nikah yang keluarga kita tau semuanya"pinta silvi
"oo iya mana hp Lo?"tanya Silvi
"buat apa kamu meminta hp ku?"
"gue mau mau minta nomor elo biar gak kabur dan tanggung jawab atas kejadian semalam"jawab Silvi
__ADS_1
Wildan pun memberikan hpnya.silvi pun memasukkan nomor handphone nya lalu me miscall ke nomornyaaa.
"oke udah gue save.dan nomor elo udah gue save balik.kalo gitu Gie pulang dulunya,jangan lupa datang kerumah dan lamar gue ya calon suami dan bajunya makasih ya sayang".pamitnya lalu memberikan kiss bye kepada Wildan. sebelum Wildan mandi, Silvi meminta ia untuk membelikan Baju untuknya karena gabun Silvi sudah di sobek oleh Wildan.