
Hari ini kita menginap di sini dulu ya, gak papa kan Vi" tanya Wildan pada Silvia
"Oke, gak papa kok pak suami" jawab Silvia dengan senyuman
"Kamu tidurnya di kasur aja, aku nanti tidur di sofa."ujar Wildan
"gak papa ni pak suami tidur di sofa?" Tanya Silvie meyakinkan Wildan.
"Iya, gak papa kok" sahut wildan kembali.
Suasana kamar pun menjadi hening.silvia sibuk mengotak-atik hp.sedangkan Wildan majalah yang kebetulan ada di meja.selang beberapa waktu, wildan menatap wajah cantik Silvia dengan tatapan cinta tanpa diketahui oleh silvia.senyum indah terukir manis.ia menyadari bahwa semakin hari ke hari ia merasa nyaman jika berada saat bersama Silvia.ia tidak bisa jika tidak bersama Silvia.ia selalu saja merasakan rindu jika ia tidak bertemu Silvia.ia tidak mengizinkan Silvia untuk pergi keluar tanpa didampingi nya.ia takut terjadi sesuatu pada Silvia.apalagi banyak mata lelaki yang melihat Silvia.hatinya terasa panas.rasanya Ia ingin menyongkel mata lelaki yang melihat wajah Silvia.tanpa disadari waktu semakin malam Silvia yang tadinya tengah sibuk mengotak-atik hpnya mengangkat tubuhnya mematikan lampu.sebelum mematikan lampu, Silvia menghampiri suaminya yang terlebih dulu tidur darinya.lalu ia mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh suaminya itu.dengan hati-hati ia menyelimuti tubuh suaminya agar tidak terbangun dari tidurnya.tubuh suaminya agar tidak terbangun dari tidurnya.
" Asal elo tau Wil, gue udah cinta sama elo sejak kita pertama kali ketemu di kafe itu, gue cinta pada pandangan pertama sama elo Wil,sayangnya cinta gue hanya sepihak.cuma gue yang cinta sama elo.tapi, gue gak akan nyerah gitu aja.gue akan cari cara agar elo cinta sama gue.gue akan buat elo cinta mati sama gue.bahkan gue akan buat elo gak rela kalo gue gak ada didekat elo bahkan hanya sedetik pun.gue gak akan biarin hati elo untuk wanita lain.elo hanya milik Gue. Gak akan ada wanita lain yang bakal ngerebut elo dari gue" curhatnya posesif sembari tersenyum kecut.
"Good night pak suami ku tersayang, jangan lupa mimpikan istrimu yang paling cantik ini ya hihihihi." sambungnya sembari mengelus kepala Wildan.
Sebenernya Wildan sudah terbangun saat Silvia memakaikan selimut kepadanya.wildan adalah tipe orang yang mudah terbangun.hanya saja ia pura-pura tidur.wildan tersenyum merekah saat mendengar semua perkataan Silvia.ia Tertawa mendengar curhatan istrinya itu.rasanya ia ingin menerkam istrinya itu, hanya saja ia waktu untuk mencari waktu yang tepat.
"Tanpa elo sadari gue udah cinta sama elo Vi."ujarnya pelan lalu memejamkan matanya kembali.
Wildan yang terlebih dahulu bangun dari Silvia segera mandi.setelah mandi, Wildan menuju kasur untuk membangunkan Silvia.
"Vi bangun ini udah jam empat, ayo kita shalat subuh berjamaah" ujar Wildan membangunkan Silvia.
Silvia masih saja tidak bangun.ia hanya menggeliatkan tubuhnya.wildan pun terus membangunkannya hingga Silvia bangun dari bangunnya.
" Ayo bangun, setelah itu kamu mandi, lalu kita shalat subuh berjamaah." Ujar Wildan menarik tangan Silvia
"Tunggu-tunggu, aku masih loading, nyawa ku belum terkumpul semuanya pak suami, sabar dong. " gerutu Silvia kepada Wildan
" Cepet, nanti keburu habis waktu subuhnya." Paksa Wildan ke kamar mandi.
__ADS_1
Setengah jam kemudian Silvia menyelesaikan mandinya lalu memakai pakaian.setelah itu ia segera mengambil mukenah untuk melakukan shalat bersama dengan sang suaminya yaitu Wildan.setelah selesai melakukan shalat berjamaah subuh, Silvia bertanya kepada Wildan
" Tumben pak suami bangunin aku jam segini, ngajak shalat lagi" tanyanya heran karena selama mereka menikah Wildan tak pernah membangunkan Silvia di jam empat subuh, apalagi mengajaknya shalat berjamaah.sebenarnya hari silvia sangat senang Karena
ini adalah kali pertamanya ia melakukan shalat berjamaah bersama Wildan.
"Memangnya gak boleh ya bangunin ini jam segini terus ngajak shalat subuh berjamaah?" Bisik Wildan dengan nada menggoda Silvia
Dibilang deg degan ya pasti Deg degan.hanya saja Silvia. masih melongo heran tidak percaya dengan tingkah suaminya subuh ini.entah mimpi apa suaminya itu.sehingga ia memperlakukan Silvie dengan begitu lembut dan menggoda nya
" Bukan gak boleh pak suami, hanya saja aku kaget dan heran dengan tingkahmu ini" tanya nya sembari mulutnya yang menganga.
" Biasa aja kali, jangan sampe nganga gitu.nanti Lalat masuk lagi ke mulut kamu" ledek Wildan dengan tertawa kecil.
Silvia bukannya tidak senang dengan suaminya memperlakukannya begitu, hanya saja ia masih syok melihat kelakuan suaminya yang berubah drastis kepadanya.
" Pak suami, coba pak suami cubit aku.apakah ini mimpi atau bukan" titah Silvia kepada wildan.
" Iiih pokoknya ikutin aja apa yang aku minta, cepet "gerutu Silvia kembali.
Bukannya mencubit, Wildan malah mencium kening Silvia.
Lagi dan lagi Silvia dibuat salah tingkah dengan sikap aneh Wildan .ia sontak kaget melihat Wildan tiba tiba-tiba mencium keningnya.
" Yaampun mimpi apa gue semalem? Kenapa sikap Wildan yang biasanya dingin dan cuek sama Gue tiba-tiba bertingkah aneh seperti ini" batin Silvia.
" Vie, kamu kenapa ngelamun?" Tanya Wildan
Silvia yang tadinya melamun Karena tingkah Wildan pun kaget ketika Wildan menegurnya.
Silvia Akhirnya menampar pelan pipi nya sendiri.ia merasa bahwa yang ia mau seperti nya masih bermimpi.
__ADS_1
" Agh... sakit.pak suami aku gak mimpi.ternyata ini nyata ya" tanya nya kepada Wildan
"Ini emang nyata Vi, bukan mimpi.lagian ngapain coba kamu nampar diri kamu sendiri.liat tu merah kan pipinya " ujar Wildan dengan nada khawatir sembari mengelus pipi nya Silvia yang memerah akibat tamparannya sendiri.
"Ekhem....udah ah aku mau lanjut tidur lagi.lagian ini masih awal" ujarnya dengan nada salah tingkah sembari memalingkan wajahnya dari Wildan.
"Tidur Mulu kerjaannya.coba kamu bantu aku menyiapkan baju untuk berangkat ke kantor." Sahut wildan
"Hehehehe iya deh iya, tunggu ya aku siapin bajunya.ujar Silvia lalu beranjak dari tempat tidur nya menuju lemari pakaian.setelah menyiapkan setelan pakaian, Silvia pergi meja rias untuk memakai riasan di wajah nya.saat Wildan melihat Silvia yang sedang memakai make up, Wildan meminta Silvia untuk tidak memoles wajahnya dengan make up yang tebal.
" Kalo make-up itu yang wajar-wajar aja jangan menor-menor" pinta Wildan dengn nada kesal
"Ya ampun pak suami, aku tau gak pernah make make-up yang menor. Aku itu selalu make-up yang natural kayak cewek cewek Korea gitu " sahut Silvia
"Tapi mengapa pria diliaran sana masih saja menatapmu.aku tidak suka vie.cara mereka menatapmu itu seolah-olah ingin mendapatkan mu.ingin sekali aku mencokel mata mereka.pokoknya kamu jangan keluar kemanapun tanpa ada aku" gerutu nya
" OOO jadi pak suami cemburu ni ceritanya " goda silvia
" PD amat siapa juga yang cemburu."elak Wildan
"Cepet sini bantu aku masang dasi.nanti telat lagi ke kantornya " sambung wildan mengalihkan pembicaraan.
" Dasar pak suami gila kerja. Emang gak bosen apa kerja mulu.sekali-kali kek liburan.atau honeymoon.kita kan setelah menikah sampai sekarang belum honeymoon" keluhnya sembari mengerucutkan bibirnya.
" Emangnya kamu mau banget ya pergi honeymoon" tanya Wildan
"Ya kepengen lah pak suami, istri mana coba ya h gak kepengen pergi honeymoon " jawab Silvia sembari memasangkan dasi.
" Mmmm aku usahakan ya kita pergi honeymoon.tapi nunggu semua urusan kantor aku selesai" ujar Wildan membujuk sembari mengelus lembut rambut Silvia.
Silvia tentu saja senang dengan tingkah suaminya .hanya saja tingkah aneh Wildan kali ini benar benar membuat Silvia tidak percaya sekaligus malu.
__ADS_1
"Ayo kita turun kebawah, mama sama papa pasti udah pada nunggu" ajak Wildan meraih tangan Silvia yang sontak membuat nya kaget lalu tersenyum merekah saat suaminya tercinta nya berperilaku lembut dan perhatian kepadanya.