
“Sepertinya Iqbal butuh bantuanku, bagaimana menurutmu?”
“Tentu, Nyonya! Akan kuatur pertemuanmu dengan gadis itu!”
“Baiklah, Kau tahu, apa yang harus kau lakukan pada Diego?”
“Ya, Nyonya. saya pastikan ia tidak dirumah saat itu.”
“Baiklah, Kau boleh pergi sekarang.”
Aku sudah mengingkari janjiku pada diriku sendiri. Kubilang aku takkan meminta bantuan pada Bunda, dan tak akan memihaknya.
Tapi sekarang aku sedang ada diruangan ini dan meminta bantuan Bunda, aku tengah berada disini ketika Bunda bertemu dengan Pak Min. Hatiku mengingkari berada disini, tapi hanya ini yang bisa kulakukan. Aku tidak ingin Evlin mengetahui kepulangan Diego, aku akan mencegahnya sebisaku.
Tentu Bunda tak melakukannya secara cuma-cuma. Ada perjanjian disini, ia akan membantuku. Tapi aku harus menjaga rahasia yang kemarin kudengar dari Ayah. Aku munafikkan semuanya.
__ADS_1
Kubilang aku akan menghentikan Bunda, dan akan memberitahukannya pada Ayah. Tapi sekarang aku berbalik dan menjadi bagian dari itu semua.
Aku benci semuanya, aku benci diriku. Karena aku membenci Diego, sebab itu aku melakukannya. seharusnya aku tak perlu membencinya, jika saja Evlin memilihku, tapi ia malah membuatku kecewa.
Ini jalan satu-satunya agar aku bisa bersamanya, ini bentuk perjuanganku. Hanya ini yang bisa kulakukan. Aku sudah mencoba melakukan hal lain, tapi ia tetap tak melihatku, ia tak memberiku kesempatan, maka jangan salahkan aku. Aku melakukan semuanya hanya untuknya.
Tidak masalah, kau membenciku. Tapi mungkin kau akan melakukan hal yang sama jika kalian ada diposisi ini. Jika mereka tidak menyukaiku. Setidaknya aku harus mendapatkan cintaku. Bukankah itu adalah hak-ku?
Aku berjalan keluar dari ruangan itu, setelah Pak Min sudah lebih dulu melakukannya. Aku keluar dengan santainya, karena hal yang biasa jika aku selalu kesana. Jadi, tidak mungkin ada yang merasa curiga.
Satu fakta yang membuatku terlihat lebih menyedihkan adalah, aku bukan anak Ayah. Dan aku baru tahu itu sekarang. Aku adalah anak Pak Min, sekertaris Ayah dan bekerja untuk Bunda.
Apakah Ayah tahu tentang ini? Karena itukah ia membenciku? Selama ini perlakuannya selalu berbeda terhadapku dengan Diego. Aku pikir itu karena Diego anak yang penurut.
Seketika itu kudengar Bunda terlibat pertengkaran mulut dengan Pak Min, ia meminta Bunda untuk menghentikan itu semua dan mengancam akan segera memberitahu Ayah tentang mereka. Seketika Bunda berteriak dan mengatakan semua ini untuk aku, putra mereka. Itu adalah satu kenyataan yang kusesali karena mengetahuinya.
Bagaimana bisa aku menjadi anak lelaki itu? ketika Ayah dan Bunda resmi menikah dan menjadi pasangan suami-istri. Apa Bunda menyelingkuhi Ayah dengan sekretarisnya? Apa Bunda sudah sangat sejauh itu hingga tak bisa mengendalikan diri.
Aku pikir hanya sejauh ide menyingkirkan Diego, saudara tiriku. Tapi ternyata Bunda melangkah terlalu jauh, bahkan sebelum aku menyadarinya. Aku merasa terpukul menghadapi itu semua.
__ADS_1
Bagaimana jika Ayah mengetahuinya? Apa ia akan mengusirku juga dari sini. Kurasa Ayah akan melakukannya. Bukan hanya Bunda tapi aku juga, yang berstatus sebagai anak tidak sah keluarga ini.
Kenapa Bunda harus melakukannya? apa kurangnya Ayah? aku benci diriku sendiri, aku benci mengetahuinya. Kurasa semuanya sia-sia, aku takkan mendapatkan cinta Ayah, Bunda telah menghancurkannya.
Harusnya aku tidak ke ruangan Bunda, jika tidak aku tak perlu mengdengar semuanya. Aku begitu bangga ketika tahu aku adalah anak Ayah, seorang pria yang pekerja keras, jujur, dan di segani oleh orang banyak. Tapi semuanya hancur dalam waktu sekejap, dan sekarang aku malah meminta bantuan Bunda dan pria itu.
Apa dia senang aku meminta bantuannya? Apa dia merasa aku memihaknya? Lihat saja, aku akan menunjukan siapa musuhku. Aku tak mau memiliki Ayah seorang kaki tangan pengkhianat.
Seorang mata-mata, tak pantas di sebut Ayah. Ayahku begitu mempercayainya dan menjadikannya sebagai sekretaris kepercayaannya, tidak hanya bekerja dan melakukan pekerjaan kotor untuk Bunda, ia juga malah mengkhianti ayah dengan hal seperti itu, sungguh itu sesuatu yang menjijikkan dan kotor.
Aku merasa bersalah pada Ayah tentang ini semua, selama ini aku selalu berpikir ayah tidak adil. Entah ayah sudah mengetahui ini atau tidak, tetapi yang jelas ini akan menyakitinya.
Selama ini ayah tinggal dengan seorang istri pengkhianat dan anak tidak sahnya. Seharusnya ayah yang menjadi ayahku. Astaga, kenapa ini selalu terjadi secara terus menerus.
Seandainya waktu bisa di putar ulang, aku tidak ingin terlahir dari rahim Bunda dengan pria itu, aku ingin menjadi anak Ayah. Seandainya memang seperti itu, mungkin Ayah akan sangat menyayangiku. Seperti ia menyayangi Diego.
Aku tidak begitu mengerti, selama ini yang selalu kulihat Bunda sangat mencintai Ayah dan menghormatinya. Tapi apa ini, Bunda benar-benar melampaui batas hingga tak bisa kembali.
Harusnya dia mencobanya, jika saja Bunda mengakui semuanya mungkin ini tidak akan menjadi begitu terlambat, dan Ayah mungkin masih bisa memaafkannya.
__ADS_1
Namun Bunda tidak, jangankan untuk mengakui, minta maaf saja tidak, dan sekarang malah terjebak dengan banyak dosa untuk di tutupi. Aku tidak ingin hidup seperti Bunda, aku akan menjalani kehidupan yang lebih baik tanpa harus menanggung apapun, karena pada akhirnya semua itu akan menghancurkan dan menghilangkan semua yang di miliki selama ini.
Bersambung,...