PRIA Di Toko Bunga

PRIA Di Toko Bunga
Berharap Keajaiban


__ADS_3

 


 


Aku meyakini diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja, aku hanya ingin memikirkan hal yang positif saja, semua kuserahkan pada pihak yang berwajib, karena kuyakin mereka akan melaksanakan tugasnya dengan baik, dan pelakunya akan segera tertangkap.


Aku tetap berkunjung setiap hari, seperti biasanya, aku tetap bercerita padanya tentang hal yang terjadi dan percaya ia mendengarnya meski tak menjawab. Sekarang aku akan memikirkan hal positif saja, dan Kak Diego pasti akan terbangun jika memang sudah saatnya.


Aku tidak ingin menyalahi diriku atau siapa pun atas semuanya. Mungkin benar semuanya sudah ditentukan oleh sang pencipta. Dan kuyakini setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Ya, hari-hari sulit akan kubiarkan menghampiriku, karena kuyakin hari baik sedang menanti di depan sana.


Seperti hari ini, Tante Rani yang awalnya sudah tidak memiliki harapan akan kesembuhan kak Diego, pun mulai menyadari bahwa keputusan yang ia ambil kemarin adalah salah. Ia menyadari beberapa hal, bahwa hal itu akan melukai perasaan Kak Diego dan ia membatalkannya.


Ia sekarang tetap akan menunggu kak Diego, dan tak putus harapannya. Tante juga selalu berkunjung setiap hari, ia selalu meminta maaf pada Diego berkali-kali. Hubungannya dengan Om pun tampak mulai membaik. Aku bersyukur akan hal itu, karena kutahu Kak Diego pun pasti menginginkan hal yang sama.


***                                                             


Sudah satu bulan dari komanya Diego masih belum sadarkan diri, aku berusaha mencari tahu penyebab kecelakaan itu dan siapa pelakunya. Apa motifnya sehingga ia melakukan hal itu.


Sejak Diego masuk rumah sakit, aku selalu sendirian dirumah, Ayah selalu bekerja dan terkadang pulang larut atau bahkan tidak pulang.


Ayah sudah jarang berbicara denganku, kecuali bertanya bagaimana keadaanku. Aku mengerti akan hal itu, mungkin Ayah merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpa Diego. Dan, siapapun pasti akan merasakan hal yang sama.


Entah bagaimana ceritanya, ini membuatku terkejut ketika Bunda menemuiku dirumah, bagaimana bisa? Sementara ia yang kutahu sedang berada dipenjara. Dan, sekarang tengah berdiri didepanku, menatapku dengan tatapan aneh yang membuatku sedikit bingung.


“Bagaimana bisa--,” ucapku terpotong.


“Tentu bisa, mereka takkan bisa menangkap orang yang memiliki kekuasaan lebih lama!”


“Bunda membayar mereka?” tanyaku menatap Bunda yang kini tengah tertawa mendengar ucapanku.


“Kau rasa bunda mampu melakukannya? langsung saja, kudengar Kau ingin mencari tahu siapa pelaku dibalik kecelakaan itu! berhenti melakukannya, Kau akan membuat orang yang Kau sayang terluka, gadis itu dia akan terluka!”


“Mengapa dia akan terluka ketika mengetahui pelakunya, Ia sendiri yang meminta aku membantunya. Bunda sekarang akan membodohiku!” ujarku menatap Bunda marah.


“Kau belum mengerti? bunda rasa Kau tak cukup bodoh untuk memahami ini semua!” ungkapnya lantas berlalu pergi.


“Apa maksudnya, mengapa aku harus menghentikan ini semua, dan kenapa juga Evlyn akan terluka!” gumamku pada diri sendiri.


Hari ini aku akan berkunjung ke Rumah sakit untuk melihat keadaan Diego, saat aku akan masuk kulihat Evlyn juga hendak menuju kesana, aku memanggilnya dan mengajaknya pergi bersama.


“Kau belum mengetahui siapa pelakunya?” tanyanya kemudian saat kami tengah berjalan.


“Um, belum, aku belum mengetahuinya. Apa Kau sungguh begitu ingin mengetahui siapa pelakunya?” ucapku balik bertanya.


“Apa maksudmu? Tentu saja kita harus menangkap pelakunya bagaimana pun caranya,” tegasnya menghentikan langkahnya.


“Ya, Kamu benar.”


Kami sekarang tengah berada diruang perawatan Diego, aku lihat Evlyn begitu percaya akan kesembuhannya meskipun ini sudah berjalan satu bulan lamanya, tapi ia belum menunjukkan tanda apa-apa. Evlyn mengatakan pada Diego akan segera menangkap pelakunya, ia menjanjikan hal itu. Dan berbuat seolah Diego akan mendengarnya.


Sementara aku masih teringat jelas akan perkataan Bunda, aku harus menghentikan pencarian ini, atau lebih kurangnya meminta polisi menghentikan semua penyelidikan itu, dan jelas itu atas persetujuan Ayah dan Ibunya.


Apa Bunda meminta aku membujuk Ayah? tapi kenapa, kenapa juga ini akan membuat Evlyn terluka.


“Bal, suka betul sih ngelamun!” bisiknya menyadarkanku.


“Iya--, gak kok!”


“Kita balik yuk sekarang!” ajaknya dan ia berpamitan dulu pada Diego.


“Um,” kataku bergegas pergi mengikutinya.


“Aku penasaran, siapa pelakunya yang katanya bisa merupakan orang dalam!” ungkapnya. Dan itu mengingatkanku akan sesuatu, bagaimana aku bisa melupakannya!


Sementara aku sendiri yang memberitahukannya. Ya, pelakunya adalah orang terdekat korban, itukah yang dimaksud oleh Bunda, aku harus menemuinya sekarang.


“Lin, gue duluan ya, gue ada urusan!” kataku menatapnya dan ia mengiyakannya. Aku segera berlari dari sini dan segera bergegas menuju rumah Bunda.




Aku mencari Bunda dimana-mana, tapi tak kunjung menemukannya. Kemudian aku mengambil henfon-ku yang berada disaku baju, dan segera menelponnya. Ia mengatakan bahwa ia sekarang sedang berada ditaman belakang rumah. Aku langsung menuju kesana setelah itu.



“Kau kesini karena merindukkan bunda?!”



“Katakan, siapa pelakunya?” ujarku setengah berteriak.



“Kupikir Kau sudah mengetahuinya, dan kesini untuk memberitahukannya padaku.”



“Berhenti bermain-main, katakan, aku harus mengetahuinya!”



“Jika Kau sudah mengetahuinya, apa yang akan Kau lakukan?” tanyanya santai menatap kearahku.


__ADS_1


“Aku akan menangkapnya sendiri!” ujarku yang justru membuatnya tertawa.



“Bahkan jika itu akan melukai gadismu?!”



“Apa maksud Bunda, mengapa ia harus terluka dengan ini semua. Dia sendiri yang memintaku mencaritahunya.”



“Itu karena dia belum tahu, pikirkan dulu apa rencanamu, dan aku akan memberitahukannya padamu!”



“Apa yang Bunda inginkan, dia kaki tanganmu, bukan?!”



“Ya, aku harus melindunginya agar Kau tak terluka! aku baru mengetahui tentang dia sekarang.”



“Mengapa membuatku tampak begitu bodoh, kenapa juga aku harus terluka!”



“Karena dia Kakak dari Gadis itu!”



“Apa, dia Kakaknya? Ah, Kau sedang becanda sekarang.”



“Pikirkanlah, aku tak akan menemuimu jika aku becanda.”



Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang, entah aku harus mempercayainya atau tidak. Tapi memang benar Bunda takkan becanda untuk hal sepenting ini. Apa yang harus kulakukan? Dia akan terluka jika dia mengetahuinya.



Aku masih teringat jelas akan ucapannya ketika dia mengatakan, “kakaknya adalah sebagai penguat, dan takkan meninggalkannya” apa yang harus kukatakan, dia akan terluka jika dia mengetahui kebenarannya. Siapa yang harus kulindungi? Dia dan Diego sama-sama adalah korban, dan Diego adalah Kakakku.



Sudah cukup melukainya karena perbuatan Bunda, dan sekarang aku akan meminta Ayah menutup kasus itu, itu artinya aku akan membiarkan pelakunya bebas. Diego bahkan belum menyadarkan diri sekarang. Dan, aku akan mengkhianatinya!




Ayah menerimaku tinggal bersama mereka, bahkan setelah ia mengetahui aku bukan Putranya dari Bunda. Dan sekarang Bunda memintaku menjalankan rencananya.



\*\*\*



“Iqbal, kamu kenapa?” tanya Tante Rani saat aku berjalan hendak menuju ke ruang tempat Diego dirawat. Aku tidak tahu harus bagaimana? Aku akhirnya memutuskan kesini. Aku hanya menatap Tante Rani tanpa menjawab pertanyaannya.



Aku tidak ingin menanggung rasa bersalah lebih banyak lagi. Aku hanya ingin menemui Diego, aku ingin meminta maaf atas ketidakberdayaanku. Bunda mengatakan ia melakukan semuanya untukku. Tapi aku merasa aku hanya bonekanya, yang ia gunakan sebagai umpan penutup kejahatannya.



Apa bunda menyayangiku, apa bunda bahagia ketika aku dilahirkan? Kurasa tidak, karena aku anak yang tidak di inginkan. Aku tidak diharapkan, aku hanya membuat hidupnya berantakan, tapi aku tak meminta ia melakukannya.



Aku hanya menatap Diego diam, aku ingin sekali menceritakannya tapi aku tahu ia tak mendengarku. Aku ingin menangis sejadi-jadinya dan menyesali karena telah terlahir.



Aku hanya ingin menjadi anak biasa, dari keluarga biasa, jika iya, aku sekarang takkan menanggung semua dosa yang Bundaku lakukan.



Kenapa ia melahirkanku, kenapa ia tak membunuhku saja saat itu. Aku hanya bernyawa sekarang, tapi seperti mengambang tak jelas kemana angin akan membawaku.



Aku ingin berlabuh pada satu tempat tujuan dan membentuk hidupku, sederhana, hanya hidup sederhana yang kumau, dan bertemu cinta tulus yang menyayangiku.



“Kamu sudah mau pergi?” tanya Tante Rani. Aku hanya menjawabnya dengan anggukan kepalaku, aku merasa tidak enak bertemu dengannya, kurasa ia sehalus seperti Diego. Sebab itu ia menjadi pribadi yang penyayang karena Bundanya seperti itu, tidak bisakah kami memiliki seorang ibu yang sama, seperti ini?



“Iqbal, Kamu kenapa? Kamu sakit?” tanyanya lagi.

__ADS_1



“Gak Tante, iqbal cuma lelah aja.”



“Yaudah, Kamu hati-hati ya! Jangan lupa istirahat!” ucapnya tersenyum. Seorang ibu yang hangat, kasih sayang yang tanpa batas, bolehkah aku memilikinya? Setidaknya di kehidupan nanti.



~~~                                                             



“Katakan, apa yang ingin Kau sampaikan?” tanya Ayah padaku. Ya, aku sekarang memilih menuruti rencana Bunda. Aku tahu ini salah, tapi aku tidak ingin menambah kesedihan lebih banyak lagi.



“Kurasa, kasus Diego sudah saatnya dihentikan! Kita dan polisi sudah berusaha mencari pelakunya tetapi sampai sekarang belum menunjukkan hasil apa-apa. Maaf Ayah, tapi kurasa orang-orang jenuh dengan ini semua.”



“Kamu benar, aku akan mencoba bicara dengan Ibunya nanti! Kau boleh pergi,” ujar Ayah.



Aku pikir akan sedikit susah untuk meyakinkan Ayah, aku pikir Ayah akan memarahiku. Tapi syukurlah ia menyetujuinya.



Kini tinggal Tante Rani yang masih perlu untuk di yakinkan. Tapi aku akan menunggu, Ayah saja yang akan berbicara padanya.



Aku sekarang hendak bertemu dengan seseorang, aku mengajaknya bertemu diluar. Karena dirumah orang-orang bisa melihat. Dia seorang pria, yang dibayar oleh Bunda untuk menjadi umpan kedua.



Aku tidak tahu apa yang dikatakan Bunda pada lelaki itu. tetapi yang jelas ia akan menjadikannya sebagai pelaku kejadian itu. Ia harus siap dengan semua kemungkinan yang akan terjadi, entah dibayar berapa, Pria itu siap dengan semuanya.



Mungkin Bunda memintanya melarikan diri ke luar negeri sebelum polisi melacaknya, atau Bunda akan bermain-main terlebih dahulu. Tetapi yang jelas ia akan menjebaknya, aku kesini untuk menyerahkan sebuah amplop yang diberikan Bunda untuk diserahkan padanya.



\*\*\*                                                            



Setelah aku berpikir cukup lama, akhirnya aku memutuskan untuk meminta Bang Rehan dan Rara untuk melanjutkan rencana pernikahan mereka, aku tak meminta mereka untuk menunggu kak Diego sadar terlebih dahulu. Karena kami sudah menunggu begitu cukup lama, tapi ia belum menunjukkan tanda-tanda akan sadarkan diri.



Aku tidak ingin Rara merasa tidak nyaman, hanya karena perasaanku. Meskipun Diego adalah sepupunya tapi tetap saja kami mengharapkan ia sadar sebelum pernikahan itu dimulai.



Terkait pencarian siapa pelaku dibalik kecelakaan itu, alih-alih itu sebagai kecelakaan tapi sebenarnya itu adalah upaya percobaan pembunuhan yang dibuat seolah-olah sebagai kecelakaan. Agar orang-orang tak curiga dan membiarkannya begitu saja.



Setelah menyerahkan kasus itu pada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kurasa, sampai hari ini tidak ada berita terbaru. Apakah mereka belum mengetahui siapa pelakunya.



Mengapa pencarian ini memakan waktu sampai begitu cukup lama, apakah kasus ini begitu sulit terpecahkan?



Tolonglah Tuhan, Kak Diego takkan pernah aman selama pelakunya belum di tangkap, jangan biarkan ia berkeliaran lebih lama, tolong berikan penerangan untuk semua masalah ini, Kak Diego harus mendapatkan keadilan.



Tante Rani menghubungiku dan meminta bertemu, aku menyetujui ajakannya dan pergi menemuinya di tempat biasanya. Ia mengatakan bahwa kasus itu akan ditutup, serta penyelidikan itu akan dihentikan, ia sudah berunding dengan Ayahnya kak Diego terlebih dahulu sebelum memutuskan itu.



“Tante mengajakmu bertemu untuk memberitahumu tentang ini!”



“Mengapa harus dihentikan Tante? pelakunya bahkan belum di tangkap!”



“Tenang saja, mereka sebentar lagi akan mengumumkannya di media, kita hanya harus menunggunya! Saya harap Kamu tak menentangnya,” katanya lalu berpamaitan pergi.



Kenapa semua begitu rumit sekali, tapi aku berharap semuanya berjalan lancar. Dan, segera menemukan kebenarannya. Dan yang terpenting kak Diego segera bersiuman.



Bersambung,...

__ADS_1


__ADS_2