PSYCHOPATH BABY BOY

PSYCHOPATH BABY BOY
Pov Livian Rey She Blak


__ADS_3

Sehari sebelum mereka berangkat ke Indonesia. Rey meminta Livian dan Sheblak untuk bertemu di sebuah kafe.


"Ada informasi apa?" tanya Livian lalu duduk di kursi.


"Quenby dan keluarganya melarikan diri ke Indonesia. Aku mendapatkan tugas untuk menangkap mereka dan bekerjasama dengan pihak Kepolisian di Indonesia." Kata Rey.


"Lalu? apa hubungannya kau mengajakku bertemu?" tanya Sheblak.


"Satu jam sebelum surat resmi dari pusat keluar. Jimi datang ke kantor Polisi dengan membawa serta bukti bukti kalau dia mengakui semua perbuatannya selama ini." Ungkap Rey.


"Aku rasa itu tidak mungkin, Jimi bukanlah pelakunya. Tapi satu hal yang aku pahami, Jimi melakukan itu semua untuk menarik keluar dalang utama yang tak lain orang terdekat dari keluarga Milyuner itu." Jelas Livian.


"Kau menuduh Rafa lagi?" tanya Livian.


"Aku tidak menuduh anak itu, beberapa hari aku menelusuri kasus ini dan kemungkinan ada hubungannya dengan masa lalu Nyonya Karina dan aku butuh bantuanmu Tuan Sheblak." Rey meletakkan beberapa dokumen di atas meja beserta beberapa foto.


"Apa yang bisa aku lakukan?" tanya Sheblak.

__ADS_1


Rey menunjukkan beberapa foto yang ada hubungannya dengan Sheblak.


"Ada hubungan apa kau dengan mereka?" tanya Rey.


Sheblak menarik napas dalam dalam. Lalu menunjukkan beberapa foto kepada Rey.


Sheblak menarik napas dalam dalam. Di ketahui jika ia memiliki hubungan dengan Pramudya mantan suami Karina.


Sheblak dan Pramudya adalah sahabat lama. Sheblak menitipkan kedua cucunya yang bersekolah di Indonesia, namun bukan tanpa bayaran. Setiap bulan Sheblak mengirimkan sejumlah uang untuk keperluan kedua cucunya. Kedua orang tua Sekar dan Rangga sudah lama meninggal dalam kecelakaan pesawat saat mereka masih kecil. Oleh karena itu, Sekar dan Rangga menganggap Sheblak adalah ayah kandungnya.


"Bagaimana dengan Elena?" tanya Rey dan Livian. "Benarkah dia putrimu?" tanya Rey


"Dan siapa gadis ini?" tunjuk Rey ke arah foto seorang gadis.


"Sisil, dia putri Pramudya hasil pernikahannya dengan Zahra. Seingatku, Sisil menikah dengan seorang pria dari keluarga biasa. Tapi Sisil di kabarkan masuk rumah sakit jiwa karena tidak tahan dengan bulian warga sekitar." Ungkap Sheblak.


"Di Buli?" tanya Livian.

__ADS_1


"Ya di buli, karena Zahra di jebloskan ke penjara oleh suaminya nyonya Karina. Sisil tidak tahan dengan semua itu, akhirnya gila dalam keadaan hamil. Setelah melahirkan, Sisil meninggal dan kabar yang aku tahu, putrinya yang baru saja di lahirkan juga meninggal. Suaminya menikah lagi dengan perempuan lain." Sheblak menarik napas dalam dalam.


"Lalu siapa anak laki laki ini?" tunjuk Rey ke arah poto anak laki laki.


"Itu putra Pramudya yang kedua, tapi meninggal di usia 14 tahun karena ikut tawuran antar pelajar." Jelas Sheblak.


"Jelas bukan? Pramudya tidak ada hubungannya dengan kasus ini?" timpal Rey.


"Tapi mengapa Jimi mengakui kesalahan yang sama sekali tidak dia perbuat?" ucap Sheblak bingung.


"Kasus ini memang membingungkan, tapi bukti bukti kuat sudah aku kantongi. Jimi memang pelakunya, dia memiliki dendam pribadi dengan keluarga Yong Ma.


"Hmm, aku tidak menduganya jika itu benar." Gumam Livian.


"Begini saja, kalian ikut bersamaku ke Indonesia. Biarkan keluarga Quenby hidup tenang, kau harus memberitahu mereka kalau pelakunya sudah tertangkap." Usul Sheblak.


"Baiklah, aku setuju." Kata Rey.

__ADS_1


"Aku ikut kalian, sudah lama aku tidak bertemu mereka."


"Baiklah, lusa kita berangkat!" sahut Rey.


__ADS_2